Malam Puncak Earth Hour Aceh 2014: Lagi-Lagi Sukses

downloadPuncak acara Earth Hour (EH) 2014 Aceh yang diselenggarakan di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Minggu (29/3/2014)  malam tadi berlangsung sukses. Earth Hour sendiri ditandai dengan mematikan seluruh sumber daya listrik serentak di Indonesia pada pukul 21.00 – 22.00 WIB.

Acara ini dihadiri pula oleh  Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE serta sejumlah pengisi acara seperti Tarian pembukaan Saman likok pulo, Amoeba Band, dan masih banyak lainnya. Santapan yang disajikan juga merupakan makanan yang diolah dengan cara hemat energi seperti singkong, jagung, dan kacang yang hanya direbus. Wah, begitu totalitas komunitas @EHAceh mengadakan aksi ini khususnya di Banda Aceh.

“Sebelumnya kita juga buat acara bersi-bersih pantai, pelepasan penyu, serta melukis tas kanvas”, jelas Aida salah satu panitia EH 2014.

Para tamu yang hadir juga dapat berfoto dengan lilin-lilin yang disediakan panitia, adapula yang menjadi perhatian seluruh pengunjung yaitu lilin bertulis  “60+” diatas kolam renang Hermes Palace Hotel. Ini Aksiku. Mana Aksimu? (cher)

Peringati Hari Film Nasional, Tikar Pandan Gelar Pemutaran Film

KTP-Hari Film NasionalDalam rangka memperingati 64 Tahun Hari Film Nasional, Komunitas Tikar Pandan bekerja sama dengan Pic[k]lock Production akan melakukan pemutaran dua film nasional, yakni film Minggu Pagi Di Victoria Park (2010) dan Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2012).

Kegiatan pemutaran film ini akan dilaksanakan pada Ahad, (30/3/2014) yang terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama film Minggu Pagi Di Victoria Park pukul 13.45 WIB dan sesi kedua film Rayya, Cahaya di Atas Cahaya) pada pukul 16.00 WIB. Pemutaran bertempat di Episentrum Ulee Kareng, Jl. Tgk. Menara VIII, No. 8, Garot, Aceh Besar (depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh). Biaya donasi karcis Rp10.000 per sesi/judul film.

Untuk registrasi dan informasi dapat menghubungi Putra (0852 6267 3007).

Acara ini dilaksanakan bersama oleh Komunitas Tikar Pandan, Pic[k]lock Production, Aneuk Mulieng Publishing, Episentrum Ulee Kareng, Sekolah Menulis Dokarim, Kedai Buku Dokarim, Metamorfosa Institute, Epicentrum Entertainment, Banda Aceh Membaca, Geuroebee, LPM Perspektif Unsyiah, Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Muharram Journalism College, Himpunan Mahasiswa Komunikasi Unsyiah, Gemasastrin Unsyiah, ruangrupa, IloveAceh, Banda Aceh Info, dan Radio Flamboyant.

Film Minggu Pagi di Victoria Park disutradarai oleh Lola Amaria. Film berdurasi 101 menit ini berkisah dari realitas TKW di Hongkong. Cerita bermula ketika seorang ayah menginginkan tokoh utama, Mayang, untuk mencari kakaknya (Sekar) yang telah lama berprofesi sebagai TKW di Hongkong. Di luar pengetahuan banyak orang, Sekar terlilit hutang dan tergiring ke dunia gelap. Akankah Sekar berhasil kembali?

Film Minggu Pagi di Victoria Park ini telah meraih banyak penghargaan misalnya di Festival Film Bandung, Indonesian Movie Awards, Bali International Film Festival, Jakarta International Film Festival, dan Festival Film Indonesia.

Film Rayya disutradarai oleh Viva Westi. Film berdurasi 114 menit ini bercerita tentang seorang diva, Rayya (Titi Sjuman). Keberhasilan Rayya didukung oleh tim suksesnya, yang sedang merencanakan menerbitkan biografi beserta album foto Rayya. Padahal Rayya sedang galau menyangkut hubungan asmaranya yang tidak menentu. Arya (Tio Pakusadewo) dipilih untuk melanjutkan rencana perjalanan untuk pemotretan. Sebetulnya Arya juga sedang dalam kemelut rumah tangga. Selama perjalanan, Rayya banyak mendapat pelajaran hidup. Apa saja pelajaran hidup itu?

Film ini telah diikutsertakan dalam beberapa festival di dalam dan luar negeri. Beberapa penghargaan adalah Best Director of Photography ASEAN International Film Festival and Awards 2013; Nominate Best Director, Best Picture-Drama, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay di ajang yang sama. Film ini adalah salah satu film perjalanan yang diproduksi di Indonesia. Dialog dalam film ini juga sarat makna dan puitis karena skenario film ini ditulis oleh sastrawan Emha Ainun Nadjib bersama dengan Viva Westi. (rel)

Yuk, Daftar di Program Pertukaran Pelajar Bina Antarbudaya

Poster Bina Antarbudaya 2014Bina Antarbudaya Chapter Banda Aceh kembali membuka pendaftaran bagi siswa kelas 1 SMA/MA/SMK/ Sederajat yang ingin mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri (Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika). Pendaftaran dibuka mulai 1 Maret sampai 13 April 2014 bagi yang berumur 16-18 tahun melalui pembelian PIN pendaftaran langsung dan mengisi formulir secara online.

“Caranya siswa dapat membeli PIN pendaftaran 50 ribu rupiah ke volunteer kami di beberapa daerah kabupaten/kota. Kemudian mengaktifkan pin dan akun di website Bina Antarbudaya dan mengisi formulir, selanjutnya mengikuti seleksi,” jelas Project Officer Seleksi Bina Antarbudaya Chapter Banda Aceh, Roma.

Seleksi terdiri atas tiga tahapan di Chapter Banda Aceh yaitu, tes tulis (meliputi pengetahuan umum, Bahasa Inggris, dan esai Bahasa Indonesia), wawancara kepribadian dan wawancara Bahasa Inggris pada tahap kedua, serta tahap terakhir yaitu dinamika kelompok. Untuk tiap tahapan berlaku sistem gugur. Jumlah yang lolos tak berdasarkan kuato tapi berdasarkan kemampuan dari siswa yang mendaftar.

Program pertukaran pelajar ini berlangsung sebelas bulan nantinya. Siswa akan tinggal bersama orang tua angkat. Di sana, mereka akan belajar dengan sistem pendidikan luar negeri sekaligus memperlajari kebudayaan setempat. Sekembali ke Indonesia, mereka akan melanjutkan pendidikannya di kelas tiga lagi.

Tahun lalu, dari Aceh ada 250 pelajar yang mendaftar dan yang lulus ada empat pelajar yaitu Maria Ulfa Marwan dari SMAN 10 Fajar Harapan akan berangkat hari minggu besok 16 Maret ke Jepang melalui program AFS Jepang dan tiga siswa akan berangkat bulan Agustus nanti ke Amerika Serikat, Ratu Aisyah Chairunisa dari SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh, Muhammad Alfin Falha Mirza dari SMA Labschool Unsyiah dan Widya Azhar dari Pesantren Oemar Dyan Aceh Besar.

Program ini juga membuka kesempatan bagi pelajar difabel (siswa dengan kebutuhan khusus seperti tunanetra, tunarungu, tunawicara, dan tunadaksa) tanpa membedakan agam, ras, suku dan latar belakang sosial.

Tujuan dari pertukaran pelajar Bina Antarbudaya adalah menjadikan pelajar sebagai calon pemimpin ke depan yang inspiratif. 

Program akan terdiri atas dua pilihan yaitu Youth Exchange and Study (YES) berupa beasiswa penuh dari pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan negara tujuan AS. Sedangkan American Field Service (AFS) adalah program yang biaya tak sepenuhnya ditanggung dengan tujuan negara-negara adalah Asia-Pasific (Thailand, Philipina, China, Jepang, dan Malaysia), Eropa (Italia, Jerman, Swis, Perancis, Belgia, dan Belanda) dan Amerika (Canada, Brazil, Meksiko, Amerika Serikat).

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi ke Kak Roma 0822 7231 2115 atau langsung lihat panduan pendaftaran di blog www.binabudaceh.blogspot.com. (rel)

Komunitas @iloveaceh Hadirkan Program Belajar #bahasaAceh di Linimasa

IMG_20140322_125737 (1)ILATeam Management selaku tim yang menaungi komunitas @iloveaceh mengajak rakan #ATwitLovers (Aceh Tweet Lovers) untuk belajar bahasa Aceh lewat social media (socmed).

Program yang berlangsung selama 3 jam itu telah rutin diadakan setiap Sabtu malam pukul 21.00 WIB s/d 00.00 WIB di linimasa @iloveaceh.

“Respon rakan #ATwitLovers dengan program belajar #bahasaAceh ini sungguh luar biasa. Tujuannya agar masyarakat Aceh terutama yang aktif di Social Media (Twitter) bisa mengenal beragam bahasa yang ada di Aceh,” jelas Zulhidayat selaku penanggung jawab program bahasa Aceh.

Program yang diberi tagar #bahasaAceh ini sudah berjalan selama 3 minggu. Minggu pertama diawali dengan belajar bahasa Aceh, minggu ke-2 belajar bahasa Gayo, dan minggu ke-3 belajar bahasa Singkil.

“Banyak manfaat dari social media termasuk twitter, salah satunya adalah untuk kita mengenali, mempelajari dan melestarikan keragaman bahasa yang ada di Aceh,” tambah Zulhidayat.

Rakan yang ingin mengikuti program yang diberi tagar #bahasaAceh ini bisa ikut serta di linimasa @iloveaceh tiap sabtu malam pukul 21.00 WIB s/d 00.00 WIB. (ant)

Berikut cuplikan program #bahasaAceh yang telah diadakan sebelumnya:
Belajar #bahasaAceh edisi Gayo

Fathur Maulana dan Zahratul Fajri, Agam Inong Banda Aceh 2014

15 pasangan finalis Agam Inong Banda Aceh 2014 / @ILAcrewMalam puncak penobatan Duta Wisata Banda Aceh 2014 yang dihadiri langsung oleh ibu Walikota, Illiza Sa’aduddin berlangsung meriah, Sabtu (22/3/2014).

15 pasang finalis yang telah dikarantina selama beberapa hari dan diwajibkan membuat video promosi wisata akhirnya unjuk gigi di hadapan para pengunjung yang memadati ruangan Aula Balai Kota Banda Aceh 2014.

Acara yang berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB ini akhirnya dengan menobatkan Agam ‘Edly Fahrurozy’ dan Inong ‘Zahratul Fajri’ sebagai pasangan Agam Inong Favorit berkat karya videonya yang berjudul ‘Wet Wet Gam” serta Agam ‘Fathur Maulana’ dan Inong Zahratul Fajri sebagai pasangan Agam Inong Duta Wisata Banda Aceh 2014. Selamat! (ant)

Seminar Nasional Biotik Pertama oleh Prodi Biologi FITK UIN Ar-Raniry

Bi54NWmCYAAQ58FSeminar Nasional Biotik 2014 yang bertempat di Auditorium Prof.  A. Hasjmy UIN Ar-raniry, Banda Aceh (17/3/2014) diadakan oleh Program Studi Biologi FITK (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan) UIN Ar-Raniry dengan tujuan menyelaraskan Biodiversitas sebagai media pembelajaran kurikulum 2013, mengingat banyaknya peminat ilmu dibidang Biologi ini.

Seminar yang mengangkat tema “Peranan Biodiversitas Sebagai Media Pebelajaran Biologi dalam Implementasi Kurikulum 2013” ini pertama sekali diadakan dan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya hingga tari persembahan Ranub Lampuan.

Tercatat sekitar 450 peserta yang sebagian besar mahasiswa prodi Biologi FITK @Araniry –akun public UIN Ar-Raniry-. Beberapa Keynote Speaker juga hadir dari berbagai universitas serta pemerhati lingkungan seperti Prof. Dr. Tati Suryati Syamsudin, M.Si., DEA dari ITB, Dr. Djurfi, M.Si yang merupakan Dekan FKIP Unsyiah, Dr. Ian Singelton merupakan Direktur konservasi lingkungan asal Inggris, serta Asril Abdullah, M.Si.

“Isu lingkungan termasuk pelestarian orang utan merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya saya,” ungkap Dr. Ian Singleton dalam seminarnya.

Seminar Nasional Biotik tersebut turut mengundang beberapa pemakalah yaitu mulai dari guru, dosen, serta mahasiswa Biologi FITK Ar-Raniry dan berlangsung dengan baik terbukti dengan antusiasme respon positif peserta yang hadir. (che)