Indonesia Marketeers Festival Sukses Digelar di Banda Aceh

Indonesia Marketeers Festival 2014 / @Iqbal_MhdHari ke-2 roadshow Indonesia Marketeers Festival di Banda Aceh, Selasa (29/4) pagi hingga siang sukses digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

Acara yang dimulai dari pagi, pukul 08.00 WIB ini menghadirkan langsung bapak Hermawan Kartajaya selaku Founder dan CEO MarkPlus, Inc.

Bapak Hermawan Kartajaya membuka acara dengan membawakan tema “On Becoming WOW Sales People: The Book”. Sekitar 2 jam Beliau menjelaskan bagaimana menjadi marketeers yang WOW.

“Marketeers terhebat itu adalah Nabi Muhammad SAW. Yang mampu membangun usaha Khadijah dgn Al-Amin (kejujuran),” sebut Hermawan yang notabene adalah seorang penganut Khatolik.

Beliau yang juga pernah mengajar di Harvard University kemudian melihat dengan kacamata marketing tentang Pariwisata Aceh.

“Aceh harus punya wisata yang dibungkus dengan konsep Islami, tapi tetap welcome untuk dunia Internasional,” jelasnya.

Acara “Indonesia Marketeers Festival” yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB s/d 18.00 WIB ini juga diisi oleh Auto 2000 yang memapaparkan tentang Toyota Way in Practice dan berlanjut pada WOW before lunch.

Sehabis Dzuhur acara kembali dilanjutkan dengan pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara wilayah Aceh, WOW Marketing Local Champion Panel dan ditutup dengan On Becoming How Sales People: The Concept.

Peserta seminar Marketeers Fest bersama Bapak Hermawan Kartajaya ini diikuti oleh ratusan orang yang sangat antusias. (ant)

Lintas Komunitas Gelar Aksi Sosial #PeduliDaffa

BmPChIkCAAE8RAIBocah sembilan bulan yang badannya terus kian mengecil, terlihat sedang lelap menahan perih dalam pelukan sang ibu. dihidungnya terpasang selang untuk memudahkan ia bernapas serta di kaki bagian kanan juga ikut terpasang selang. Sang ibu tanpa letih terus memeluk bayi semata wayangnya tersebut, tatapannya kosong menghadap kejendela yang sering mondar-mandir dilalui orang ingin membesuk.

Siang tadi, Minggu (26/4/2014) tim @iloveaceh membesuk bocah yang sedang menahan perih dari penyakit yang sedang dideritanya tersebut. Sekilas ia tampak normal seperti bayi-bayi lain pada umumnya namun kondisi fisiknya kian memburuk, itu terlihat dari bentuk perutnya yang semakin membasar dan ukuran badannya yang kian mengecil. Sesekali ia tampak menangis rintih, menandakan ia sedang bergulat melawan rasa sakit yang mendera bagian perutnya.

Dalam pelukan sang ibu bocah itu tampak sesekali menggelinjangkan tubuhnya, merintih kesakitan sambil memecahkan tangisan mungilnya. Sang ibu dengan sigap langsung menenangkan buah hatinya tersebut, memeluk penuh kasih sayang. Tampak dari raut wajahnya memancarkan rasa keletihan, namun ia buang jauh-jauh rasa letih itu kala si buah hati merintih mengisyaratkan kesakitan.

Bocah malang itu adalah Daffa Delfira (9 bulan). Anak semata wayang dari pasangan Hermanjal dan Rita Mailinar asal Meukek, Aceh Selatan. Bocah ini menderita penyakit langka yang dalam bahasa medis di sebut Atresia Bilier dimanana suatu keadaan saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara baik. Daffa diketahui mengidap penyakit tersebut dari sebulan yang lalu.

Bersama kedua orang tua serta beberapa pihak keluarga yang ikut merawat Daffa, menuturkan kepada @iloveaceh bahwasanya mereka amat terkejut saat mengetahui Daffa terserang penyakit terbut.

“Saya amat terkejut saat pertama sekali mendengar keponakan saya ini mengalami penyakit langka. Kasihan, kerena umurnya yang masih kecil sudah menanggung beban demikian berat. Tiap hari tubuhnya kian tampak mengecil dan perutnya terus saja membesar. Saya merasa amat sedih,” ucap Rismayanto paman dari Daffa Delfira, yang saat diwawancarai @iloveaceh tampak berkaca-kaca matanya menahan sedih.

Lanjutnya, saya sangat mengharapkan uluran tangan dari siapapun yang ingin menolong keponakan saya ini. Penyakitnya begitu amat langka sehingga memerlukan dana pengobatan yang cukup besar. Kami dari pihak keluarga kebingungan hendak mencari bantuan kemana.

“Sebagai pekerja lepas seperti ini, terus terang saya katakan kebingungan dengan dana untuk menyebuhkan keponakan saya ini. Terlebih lagi Ayah Daffa juga sama seperti saya yang rezekinya tidak menentu. Kadang ada kadang tidak,” keluh Rismayanto.

Sementara itu Ayah Daffa menuturkan kepada @iloveaceh sangat mengharapkan belas kasih dari siapapun yang ingin membantu kesembuhan buah hatinya itu.

“Sehari-hari saya bekerja dengan penghasilan tidak menentu. Saya sangat berharap ada yang membantu Daffa dari derita penyakitnya ini. Dari keluarga sendiri kami sudah berusaha semampunya. Saya berharap dari pemerintah Aceh, tokoh masyarakat, dan dari siapapun, tolonglah perhatikan Anak kami ini,” turur Hermanjal sambil menyekah air matanya.

Disamping itu tim @iloveaceh bersama lintas komunitas tergerak untuk membantu Daffa. Komitmen ini muncul saat mengetahui pemberitaan tentang Daffa ramai diperbincangkan di sosial media. Untuk itu mulailah lintas komunitas menyatukan langkah meringankan beban daffa lewat tagar Amal #PeduliDaffa. Lintas komunitas ini membuka donasi di rekening BRI cabang Banda Aceh: 0037-01-009963-53-3 a.n ILATeam Menagement. (alf)

9 Insan Peduli Sejarah dan Budaya Aceh, Sabet Penghargaan #BandaAcehHeritageAwards

BmJ-_ItCAAA01PN.jpg largeDalam rangka memperingati HUT kota Banda Aceh ke-809 tahun 2014, wali kota Banda Aceh dan Kadisbudpar Provinsi Aceh memberikan penghargaan kepada insan-insan tokoh masyarakat dan komunitas yang telah merawat serta ikut turun tangan peduli pada sejarah Aceh, terutama sejarah Banda Aceh yang dulunya disebut Kutaradja.

Malam penganugrahan #BandaAcehHeritageAwards yang diselenggarakan di Amel Convention Hall, Sabtu (27/4/2014) berlangsung meriah.

Ada sembilan kategori yang mendapatkan penghargaan #BandaAcehHeritageAwards ini, diantaranya :

  1. Kategori pelestari sejarah dan budaya Aceh diberikan kepada, Perpusatakaan & Museum Yayasan Pendidikan Prof. Ali Hasjmy
  2. Kategori Arsiparis sejarah Aceh diberikan kepada, Teuku Ali Basyah Tatsya
  3. Kategori penyelamat warisan dan budaya Aceh diberikan kepada, H. Harun Keuchik Leumik
  4. Kategori penulis dan peneliti sejarah Aceh diberikan kepada, Rusdi Sufi
  5. Kategori pelestari manuskrip kuno Aceh diberikan kepada, Tarmizi Abdul Hamid
  6. Kategori pengkaji tulisan kuno diberikan kepada, Taqiyuddin Muhammad
  7. Kategori penggiat muda dan pelestari sejarah Aceh diberikan kepada, Reza Fahlevi (Kadisbudpar Prov Aceh)
  8. Kategori komunitas peduli sejarah Aceh diberikan kepada, MAPESA (Masyarakat Peduli Sejarah)
  9. Kategori pelestari sejarah Gampong Pande diberikan kepada, Adian Yahya SE. Ak

Sementara itu diacara penghargaan kepada insan-insan yang peduli pada sejarah Aceh ini, turut pula diberikan penghargaan special #BandaAcehHeritageAwards kepada Ir. Mawardy, M. Eng, Sc wali kota Banda Aceh yang belum saja habis masa jabatannya telah terlebih dahulu meninggalkan warga serta kota yang telah susah payah ia bangun, untuk berpulang kepangkuan Allah SWT. Disamping itu penghargaan special #BandaAcehHeritageAwards juga dibawa pulang oleh Plh walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE.

Dalam kata-kata sambutannya Plh wali kota Banda Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat ikut melestarikan sejarah serta budaya Aceh yang sarat akan ajaran Islamnya.

“Ketika kita menghargai sejarah, inilah indikator sebuah kemajuan peradaban bangsa,” ucap Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutan pidatonya di acara #BandaAcehHeritageAwards yang baru pertama sekali digelar ini. (alf)

Hari Ini, Ada Cang-pilem! “Pendek dan Bagus” di Ulee Kareng

cang pilem pendek dan bagusKomunitas Tikar Pandar seri pemutaran film Jerman di bulan April ini, kembali menggelar Cang-pilem!–pemutaran dan diskusi film–bertema Pendek dan Bagus yang akan memutarkan tiga film pendek Jerman dengan judul Spielzeugland, Rabbit A La Berlin (Mauerhase), dan Raju.

Film-film pendek Jerman ini akan diputar pada Sabtu (26/14/2014), pukul 16.15 WIB dan akan diikuti dengan diskusi tentang “Bahasa Jerman”. Pemantik diskusi adalah Farah Diba, lulusan dari Charite Medical School Berlin dan Instruktur Bahasa Jerman di Liberty Language Center. Pemutaran film ini bertempat di Episentrum Ulee Kareng, Jl. Tgk. Menara VIII, No. 8, Garot, Aceh Besar (depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh). Acara ini tanpa karcis.

Putra mewakili panitia KTP mengatakan bahwa film-film pendek ini merupakan film pilihan dan sudah terbukti kualitasnya jika dilihat dari capaiannya di beberapa penghargaan film dunia.

“Pemutaran film Pendek dan Bagus ini juga untuk menambah wacana dan wawasan tentang contoh film yang durasinya pendek dan berbeda dengan beberapa film panjang Jerman yang diputar di pemutaran-pemutaran sebelumnya”, tambah Putra.

Untuk registrasi dan informasi dapat menghubungi Putra (0852 6267 3007).

Acara ini merupakan kerja sama antara Komunitas Tikar Pandan, Goethe-Institut Indonesia, Polyglot Indonesia-Chapter Aceh, ruangrupa, Liberty Language Center, Aneuk Mulieng Publishing, Episentrum Ulee Kareng, Sekolah Menulis Dokarim, Kedai Buku Dokarim, Metamorfosa Institute, Epicentrum Entertainment, Komunitas Kanot Bu, Banda Aceh Membaca, Aceh Women for Peace Foundation, LPM Perspektif Unsyiah, Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Muharram Journalism College, Himpunan Mahasiswa Komunikasi Unsyiah, IloveAceh, Banda Aceh Info, Radio Flamboyant FM.

Sinopsi Film

Film Spielzeugland disutradarai oleh Jochen Alexander Freydank dengan durasi 14 menit. Cerita bermula ketika seorang bocah 6 tahun, Heinrich Meissner bermain piano dengan temannya David Silberstein. Ibu Heinrich kemudian memberitahu bahwa keluarga David harus meninggalkan rumah menuju“Daerah mainan“ (Spielzeugland). Heinrich tidak ingin kehilangan temannya. Diam-diam bocah itu ikut bersama keluarga David. Dengan rasa putus asa, ibunya mencari-cari Heinrich dan tiba di kereta api yang siap untuk berangkat menuju kamp konsentrasi. Film ini memenangi piala Oscar pada tahun 2009 dengan katagori film pendek terbaik.

Film Rabbit A La Berlin (Mauerhase) disutradarai oleh Bartek Konopka dan berdurasi 39 menit. Film ini berkisah tentang kelinci yang hidup di antara tembok yang dibangun untuk membentengi Berlin. Kelinci-kelinci itu berkembang biak dengan sangat cepat. Kehidupan tanpa musuh berjalan dalam damai, tetapi penuh keterbatasan; semua itu berhenti dengan runtuhnya tembok Berlin. Dan kelinci-kelinci itu tidak siap menyambut kebebasan yang baru. Film ini memenangi Academy Awards 2010, nominasi untuk kategori “Best Documentary Short“

Film Raju berdurasi 24 menit dan bercerita tentang sepasang suami istri Jerman, Jan dan Sarah Fischer menjemput anak adopsi mereka di satu rumah yatim piatu di Kalkutta, India. Tak lama kemudian anak itu menghilang. Mereka tidak menduga ternyata Raju masih punya orang tua, dan mereka juga kehilangan Raju, sehingga Raju masuk dalam daftar “Anak hilang“ di satu kantor yang mengurus anak-anak yang hilang dari keluarga mereka.

Tak lama kemudian polisi berhasil menemukan Raju. Sarah tetap ingin mempertahankan Raju tetapi Jan ingin menemukan solusi yang lain. Film ini disutradarai oleh Max Zähle dan memenangi Academy Awards 2012: nominasi untuk kategori “Best Live Action Short Film” dan Student Academy Awards 2011: pemenang untuk kategori “Foreign Film Award (Bronze Medal)”. (rel)

Mau Tiket Gratis #MarketeersFest? Ayo Ikuti Kuis di Linimasa @iloveaceh

Indonesia Marketeers FestIndonesia Marketeers Festival 2014 yang bekerja sama dengan Komunitas @iloveaceh siap membagikan 20 tiket cuma-cuma (gratis) #MarketeersFest untuk 10 #ATwitLovers yang beruntung.

“20 tiket gratis ini akan kita bagikan untuk 10 orang pemenang yang beruntung setelah mengikuti Kuis di akun twitter @iloveaceh,” sebut M. Antonio Gayo selaku Marketing & Promotion di @iloveaceh.

Jadwal kuis sendiri akan diadakan pada Jum’at Malam (25/4/2014) pukul 20.30 WIB di linimasa @iloveaceh.

“Sebelumnya kuis tersebut kita rahasiakan jadwalnya. Tapi karena antusias #ATwitLovers untuk mendapatkan tiket #MarketeersFest, jadi akan kami kasih tau waktunya. Yaitu pukul 20.30 WIB (Ba’da Isya),” tambah pemilik akun twitter @antoniogayo tersebut.

Tiket #MarketeersFest ini dijual seharga Rp. 750.000 dan diskon 50% untuk kategori mahasiswa dan langsung bisa didapatkan di #rumohILA atau langsung di kantor panitia Indonesia Marketeers Fest di Hermes Palace Hotel.

#ATwitLovers yang beruntung mendapatkan tiket gratis#MarketeersFest tersebut akan mengikuti seminar bersama Bapak Hermawan Kartajaya selaku founder & CEO Markplus, Inc. (ant)

Roadshow Indonesia Marketeers Festival Siap Digelar di Aceh

iklanSetelah sebelumnya telah melakukan roadshow ke beberapa kota besar di Indonesia,  kini Indonesia Marketeers Festival siap digelar di Aceh pada tanggal 28-29 April 2014 di Hermes Palace Hotel.

Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut, akan dimulai dengan kompetisi kompetisi Marketeers Techno Start-Up icon 2014 oleh Markplus, Inc. Info lanjut, klik marketeersfestival.com/techno-start-up-icon.

Serta lomba kontes ide Banda Aceh Kota tertib lalu lintas. Info lanjut klik marketeersfestival.com/kontest-adu-ide.

Dua kompetisi tersebut akan digelar pada tanggal tanggal 28 April 2014 di Auditorium RRI, Banda Aceh.

Di hari ke-2, tanggal 29 April 2014, #MarketeersFest juga  menggelar seminar bertemakan “On Becoming WOW Salespeople: The Concept” yg akan digelar pada, Selasa (29 April 2014) di Hermes Palace Hotel yang akan langsung dihadiri oleh Bapak Hermawan Kartajaya, selaku founder & CEO Markplus, Inc.

“Bapak Hermawan Kartajaya adalah seorang guru besar marketing dunia yang  berasal dari Asia, bahkan satu-satunya dari Indonesia. Beliau juga masih aktif mengajar di Harvard University,” sebut Apri, selaku panitia #MarketeersFest.

Acara tersebut berlangsung dari pukul 08.00 – 18.00 WIB dengan berbagai konten acara seperti seminar, Toyota Way in Practice, Pertunjukan Batik oleh Putra Putri Batik Nusantara, dan lainnya.

Bagi yang ingin ikut seminar tersebut, bisa dapatkan tiketnya Rp.750.000 di #RumohILA atau langsung ke kantor #MarketeersFest di Hermes Hotel. Untuk kategori mahasiswa, akan diberikan diskon sebesar 50 persen. (ant)