Mau Omset 100 Juta Modal Blackberry? Yuk Ikut Workshop Ini

DewaPenulis Best Seller Dewa Eka Prayoga akan gelar workshop inspiratif bertema “Tembus Omset 100 Juta Modal Blackberry” di Sultan II Selim, Minggu (22/6/2014). Workshop tersebut merupakan serangkaian dari beberapa kota di Indonesia.

Kegiatan workshop tersebut digelar agar Blackberry bisa dimanfaatkan sebagai mesin pencetak uang dan bukan hanya sekedar teori namun bisa langsung dipraktekan.

Setelah dari kota Semarang kali ini Dewa Eka Prayoga yang merupakan penulis buku best seller “7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula” ini akan berkunjung ke Banda Aceh.

“Kemarin pas habis seminar kita closing 50 juta lho. Makasih banyak kang Ilmunya,” ujar Nadhila salah seorang peserta workshop ini.

Bagaimana, Anda tertarik? Untuk pembelian tiket bisa langsung menghubungi CP 085361339879 (Rully) dan via BBM 28051AE. Jangan sampai kehabisan tiket ya rakan. (che)

“Street Campaign” Darah Untuk Aceh di Peringatan #WorldThalassemiaDay

IMG-20140508-01722Hampir seratusan anak-anak muda dengan memakai baju merah berkumpul di Simpang Lima Kota Banda Aceh, Kamis sore (8/5/2014).

Mereka yang hadir dengan semangat jiwa saling membantu antar sesama, mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap suatu penyakit yang amat membayakan keberlangsungan hidup manusia. Penyakit itu adalah thalassemia.

Penyakit yang satu ini, saat sekarang gaungnya terdengar memang belum sepopuler diabetes, kanker, dan sebagainya, namun ancaman dari penyakit ini bisa luar biasa mengancam hidup manusia. Thalassemia adalah penyakit dimana kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih singkat dari sel normal (120 hari).

Aceh sendiri merupakan salah satu propinsi dengan prevelensi thalassemia tertinggi di Indonesia. Berangkat dari fakta tersebut, maka teman-teman dari @DarahUntukAceh bergerak untuk melakukan “street campaign” mensosialisasikan tentang penyakit thalessemia kepada masyarakat.

“Saat ini orang-orang belum tersadar betul atas kehadiran penyakit ini. Kami berharap dengan kampanye aksi sosial ala jalan ini membuat masyarakat tergerak untuk mencari tau, dan Syukur-syukur jika masyarakat juga ikut tergerak mau mendonorkan darahnya. Sebab, pengidap thalassemia ini dalam tempo sebulan sekali membutuhkan darah dari pendonor. Donor darah itu jangan takut, tidak sakit kok. Mari kita semua jadi sahabat thalassemia,” ujar Nurjannah Husien selaku founder @DarahUntukAceh di dalam aksi orasinya.

Dalam rangka memperingati hari #WorldThalassemiaDay 2014, Aksi sosial dalam bentuk street campaign ini mengambil latar di bundaran simpang lima kota Banda Aceh. Tidak hanya melakukan aksi orasi, para peserta pun mengisi kegiatan dengan baca puisi, bernyanyi, serta membagikan selebaran info tentang thalassemia.

Disamping itu juga ada aksi unik badut berkostum tetesan darah yang membagikan boneka tangan berbentuk tetesan darah kepada para pengguna jalan.

Aksi yang berlangsung sore hari itu juga turut serta partisipasi beberapa komunitas. Hadir disana Aceh Blogger Community, Komunitas @iloveaceh, Aceh Bicycle Community, Komunitas Turun Tangan, Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalessemia Indonesia (POPTI), CIMSI, Fakultas Keperawatan Unsyiah, BEM-FISIP Unsyiah, HIMASIO Unsyiah, Agam-Inong Banda Aceh, PPKS, dan FJPI-Aceh.

Rangkaian acara “street campaign” sosialisasi thalassemia ini berakhir dengan pelepasan balon udara berwarna merah. Lalu bersahut-sahutan terdengar yel-yel dari peserta aksi “tak ada kata letih untuk berbuat kebaikan”. (alf)

Grup Hip Hop Very Necessary Akan Tampil di Banda Aceh

Grup musik hip hop Remarkable CurrentGrup hip hop Amerika Serikat, Very Necessary (dulu bernama Remarkable Current) dijadwalkan akan berkunjung ke Aceh 10-11 Mei mendatang.

Public Affairs dari U.S. Consulate Medan, Dian Lumbantoruan menyebutkan, grup musik bernafaskan Islam ini akan tampil di dua tempat berbeda di Banda Aceh selama 2 hari.

“Mereka dijadwalkan tampil di Taman Sari pada tanggal 10 Mei dan di kampus Unsyiah tanggal 11 Mei,” sebut Dian.

Grup musik rap yang dulunya bernama Remarkable Current ini merupakan salah satu kelompok seniman Amerika yang terdiri dari musisi, penulis lagu dan produser yang disatukan tidak hanya oleh kecintaan mereka akan musik dan seni namun pula oleh tradisi Islam di Amerika.

Pada satu dekade terakhir, grup hip hop yang sering tampil penuh semangat dengan misi untuk menyemangati dan menginspirasi ini telah banyak melakukan tur keliling dunia, seperti ke benua Eropa, Afrika dan Timur Tengah.

Anas Canon selaku pimpinan dari grup musik ini juga masuk dalam edisi pertama buku 500 Most Influential Muslims in the World- 500 Orang Muslim yang Berpengaruh di Dunia yang berhasil membuat 10 album dalam hampir 10 tahun terakhir.

Gaya bermusik Very Necessary merefleksikan latar belakang beraneka sisi dari para senimannya. Walaupun mereka focus pada music urban, karya mereka juga dipengaruhi oleh musik Rock, Jazz, Opera dan World Music tradisional. (ed)

Festival Film ‘Europe on Screen’ 2014 Kembali Hadir di Aceh

Festival Film EropaKomunitas Tikar Pandan menjadi mitra lokal di Aceh untuk penyelenggaraan Festival Film Eropa ke-14, “Europe on Screen” (EOS) 2014 yang akan berlangsung 9-10 Mei mendatang.

Untuk di Aceh, program EOS ini akan menayangkan 18 film pilihan dari beragam genre, mulai dari film misteri, fiksi ilmiah, thriller, documenter sejarah, drama, film keluarga, film pendek, dan film lingkungan.

Program ini secara nasional akan memutar 71 film dari 26 negara Eropa, yaitu 22 dari 28 negara anggota Uni Eropa (Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Luksemburg, Polandia, Portugal, Rumania, Slowakia, Spanyol, Swedia, Belanda dan Inggris) dan 4 negara Eropa lainnya (Islandia, Norwegia, Serbia dan Swiss).

Film yang akan diputar adalah The Arrival of Wang (Italia), Breath of Freedom (Jerman), The Shooter (Denmark), The Ice Dragon (Swedia), The Past (Perancis), Alfie the Little Werewolf (Belanda), More Than Honey (Swiss), dan Wadjda (Jerman), serta 10 film finalis kompetisi film pendek.

“Film-film ini dibagi berdasarkan beberapa segmen yaitu segmen discovery, ekstra, dokumenter, anak-anak, dan segmen film pendek,” sebut Putra Hidayatullah, salah seorang panitia.

Lebih lanjut, Putra menuturkan bahwa penonton film di Aceh juga mesti berbangga, karena film penutup festival tahun ini, The Shooter, juga akan diputar di Aceh pada tanggal 9 Mei 2014.

Festival Film Eropa (Europe on Screen) ini merupakan inisiatif bersama dari para kedutaan besar dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia. Festival ini diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1990, kemudian yang kedua pada tahun 1999. Sejak 2003, Festival ini mulai diselenggarakan setiap tahunnya di bawah slogan “Europe on Screen”. Untuk di Aceh sendiri, EOS pertama kali dilaksanakan sejak tahun 2007 di Episentrum Ulee Kareng (Komunitas Tikar Pandan).

Festival ini dilaksanakan sejak tanggal 2-11 Mei 2014 yang diselenggarakan di sembilan kota di Indonesia: Banda Aceh, Bandung, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Padang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Rizki, mewakili Tim Kurator Film Episentrum yang hadir di malam pembukaan EOS 2014 di Jakarta mengatakan bahwa film-film Eropa menjadi tidak begitu dikenal di Indonesia karena jalur distribusinya yang sedikit, padahal dari segi kualitas film, ada beberapa film Eropa yang bahkan lebih bagus kualitasnya daripada produksi arus utama Hollywood. Beberapa festival film ternama ada di Eropa seperti Cannes dan Berlinale.

“Program ini tentu saja akan membuka wacana penonton film di Aceh”, imbuhnya.

Dalam rangka Festival ini, Bapak Olof Skoog, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, mengatakan, “Film‐film ini tidak hanya ekspresi menakjubkan dari keragaman budaya kami, tetapi juga cara yang ampuh untuk mengkomunikasikan ide‐ide lintas batas. Film‐film ini bukan merupakan hasil perhitungan pasar yang rumit dan tidak pula disertai dengan biaya promosi besar‐besaran. Tetapi seperti semua karya yang bagus, film‐film ini kemungkinan besar akan meninggalkan jejak yang tetap bertahan terus dan tidak sekedar diingat semalam saja. Sebagian dari film‐film ini akan menghibur ‐ lainnya akan memprovokasi”.

Bapak Orlow Seunke, Direktur Festival EOS 2014 mengatakan: “Selamat menikmati film‐film serta festivalnya”.

Semua film diputar gratis, namun terbatas hanya untuk 45 kursi setiap filmnya. Saat ini tiket dapat diambil di Episentrum Ulee Kareng atau melalui Putra Hidayatullah (085262673007).

Bagi bagi para penonton yang telah mengambil tiket diharapkan untuk dapat hadir ke tempat pemutaran satu jam sebelum pemutaran berlangsung untuk registrasi ulang. Jika saat pemutaran sudah dimulai dan para penonton yang bersangkutan tidak hadir atau tempat duduk sudah terisi penuh, maka tiket akan dialihkan ke penonton cadangan dan pintu akan segera ditutup.

Pemutaran berlangsung di Episentrum Ulee Kareng: Jl. Tgk. Meunara VIII, No. 8. Garot. Aceh Besar (masuk melalui jalan depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh).

Jadwal pemutaran di Aceh yaitu:

  • Jumat (9/5), pukul 14:00 WIB, The Arrival of Wang (Italia); pukul 16:30 WIB, Breath of Freedom (Jerman), dan pada pukul 19:00 WIB, The Shooter (Denmark).
  • Sabtu (10/5), pukul 14:00 WIB, The Ice Dragon (Swedia); pukul 16:30 WIB, film finalis kompetisi film pendek; dan pukul 19:00 WIB, The Past (Perancis).
  • Minggu (11/5), pukul 14:00 WIB, Alfie the Little Werewolf (Belanda), pukul 16:30 WIB, More Than Honey (Swiss), dan pada pukul 19:00, Wadjda (Jerman).

Acara ini merupakan kerja sama antara Uni Eropa, Indonesian Film Center (IdFilmCenter), dan khusus di Aceh, bermitra dengan Komunitas Tikar Pandan, Episentrum Ulee Kareng, Aneuk Mulieng Publishing, Sekolah Menulis Dokarim, Kedai Buku Dokarim, Metamorfosa Institute, Epicentrum Entertainment, Komunitas Kanot Bu, Banda Aceh Membaca, LPM Perspektif Unsyiah, Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Muharram Journalism College, Himpunan Mahasiswa Komunikasi Universitas Syiah Kuala, English Department Student Association (EDSA) UIN Ar-Raniry, Komunitas Kamera Lubang Jarum Aceh (Mata Nanggroe), Suara Komunikasi.com, ruangrupa, IloveAceh, Banda Aceh Info, Aceh Women for Peace Foundation, Radio Flamboyant FM, dan Liberty Language Center.

Untuk informasi program dapat menghubungi Putra (085262673007) dan melihat lini massa @pustakaTP, situs www.tikarpandan.org, dan laman Facebook Liga Kebudayaan Tikar pandan. (rel/ed)