Penutupan FSF: Ada Gebyar HUT Kota Sabang

HUT ke-49 Kota SabangPulau yang berada paling ujung pulau Sumatera, Sabang, hari ini Selasa (24/6/2014), tepat berusia 49 tahun sejak Presiden Republik Indonesia Soekarno menandatangani Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1965 tentang Pembentukan Kotapraja Sabang, pada tanggal 14 Juni 1965.

Tujuh hari sudah perhelatan budaya, Festival Sabang Fair (FSF) dan pada penutupan hari ini akan berlangsung meriah. Sejumlah agenda untuk Gebyar HUT Kota Sabang ke-49 juga telah dipersiapkan yang nantinya akan hadir di pentas utama arena Taman Sabang Fair.

Sebagai bentuk peringatan HUT Sabang jelas setengah abad ini, besok akan ada kilas balik sejarah Pulau Weh. Dilanjutkan juga penabuhan rapa’i serta yang tidak ketinggalan penampilan berbagai kesenian Aceh dan bintang tamu drumer cilik asal Aceh, Yafi ‘n Friends juga ikut meriahkan FSF besok malam.

Turis Nikmati FSF

Selain ramai dikunjungi oleh warga Kota Sabang dan wisatawan lokal, arena taman Sabang Fair juga menarik perhatian sejumlah turis nasional dan mancanegara.

Turis asing di Sabang FairBeberapa turis asing dari Inggris, Amerika Serikat, dan negara lainnya juga turut antusias melihat sejumlah kegiatan di pentas utama FSF.

“Aceh luar biasa. Terlebih Sabang, keindahan Alamnya luar biasa serta kebudayaannya kaya sekali. Ini perhelatan yang keren. Kami betah berada disini,” sebut Thatiana, turis asal Amerika.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Graham dan Jane, turis asal Inggris ini juga sangat suka dengan pemandangan dan seni tari dari Aceh. “Sabang, so beautiful,” sebut mereka dengan kompak.

Jelang penutupan FSF, sejak sore tadi di arena taman Sabang Fair juga kedatangan awak media Trans TV berserta beberapa krunya yang turut hadir dan berkeliling meliput sejumlah pertunjukan yang ada di pentas utama.

Buat Anda yang belum hadir ke Sabang Fair, jangan lupa masih bisa untuk berhadir jelang penutupan dan sekali lagi selamat ulang tahun untuk Kota Sabang. (ed)

Dewa Eka Prayoga Tularkan Semangat Berbisnis di Banda Aceh

downloadSetelah usai workshop “Tembus Omset 100 Juta, Modal Blackberry” di Semarang, sekarang giliran Banda Aceh yang kedatangan Penulis buku Best seller “7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula”.

Bertempat di Sultan II Selim, Minggu (22/6/2014) pagi, Dewa Eka Prayoga membongkar kiat-kiat sukses sebagai pemula di dunia bisnis hanya dengan punya BlackBerry Messengger (BBM).

Peserta workshop yang hadir 10 orang dan sebagian besar merupakan pemula bahkan belum memiliki bisnis apapun. Disini Dewa Eka Prayoga berbagi segala kesuksesan maupun kisah kegagalan yang pernah dia raih hingga mampu bangkit dan sampai di titik sukses seperti sekarang ini.

“Yang paling penting jika ingin tembus omset 100 juta rupiah per bulan, kita harus punya inovasi bisnis yang gak tangung-tanggung”, ungkap Dewa Eka Prayoga. (che)

Gita Cinta Akan Hadirkan Jakarta Melayu Festival 2014

Konferensi Pers Jakarta Melayu Festival 2014 (IST)Berawal dari sebuah idealisme untuk mengangkat harkat musik melayu, yang merupakan salah satu budaya dan musik asli Nusantara, Gita Cinta Production akan menggelar Jakarta Melayu Festival yang ketiga kalinya pada Jum’at, (22/8/2014) mendatang di Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat.

Pagelaran yang bertajuk “Melayu Menyatukan Kita” ini merupakan sebuah ikhtiar bersama anak bangsa agar musik melayu klasik dapat mengambil peran penting di blantika musik nasional yang kini tengah terpuruk di pasar industri rekaman, mengingat musik melayu adalah musik yang paling mengakar di masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun lalu, namun selama ini kurang dilirik oleh industri musik tanah air.

Produser Gita Cinta Production, Geisz Chalifah, menyebutkan festival ini sebagai langkah untuk menggelar Malam Pagelaran Musik Melayu merupakan langkah ideologis dan strategis.

“Budaya positif itu kini telah tergantikan oleh budaya pop (pop culture) yang cenderung artifisialistik dan tidak mengandung nilai-nilai yang relevan bagi pengembangan karakter masyarakat dan bangsa,” kata Geisz dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Secara ideologis, menurut Geisz, pihaknya miris dengan dampak negatif globalisasi yang telah menggusur habis budaya dan seni substansial bangsa yang penuh kerakter. Menjadi strategis karena ditengah pemilihan presiden yang tengah berlangsung anak bangsa diberikan wadah untuk mengingat bahwa kita adalah satu bagian yang tak terpisahkan dari bingkai Negara Indonesia dan Melayu adalah jati diri yang merupakan identitas nasional bangsa.

“Dalam bidang kesenian, musik-musik pop secara total telah “merajai” pasar karena customer utama mereka adalah kalangan remaja dan anak muda yang rata-rata belum kritis terhadap agresi nilai dari budaya lain. Dalam batas tertentu, hal ini mungkin dapat dimaklumi karena perkembangan kesadaran berbudaya belum tumbuh kental di usia mereka. Apalagi nyaris tak ada alternatif,” jelas Geisz.

Untuk itu, Gita Cinta Production berupaya memberi alternatif bagi kaum muda Indonesia, sekaligus juga kaum tuanya, dengan menghadirkan sebuah pagelaran musik melayu yang dikemas apik dan sesuai “semangat zaman”, tapi tidak menghilangkan substansi nilai yang dikandungnya.

“Masyarakat harus disuguhi kembali musik yang bermutu, yang mendidik, sekaligus yang dapat diterima pasar,” paparnya.

Langkah strategis yang coba dikenalkan oleh Gita Cinta Production ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif bangsa untuk tetap teguh menumbuh kembangkan musik dan budaya melayu sebagai internalisasai nilai-nilai dan ekspresi kesenian yang berkarakter. Sekaligus pula untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) kalangan muda terhadap seni dan budaya bangsa sejak dini, sehingga tidak kehilangan arah dalam menerima segala bentuk agresi nilai dan budaya asing yang belum tentu konstruktif bagi diri, keluarga, dan masyarakat.

Dalam pagelaran festival ini, nantinya akan dihadirkan karya-karya Melayu baru hasil dari seniman muda Indonesia dan para maestro musik dan lagu melayu lainnya. Tidak ketinggalan, sejumlah penyanyi dan seniman nasional juga akan turut hadir memeriahkan, seperti Fadly (Padi), Amigos Band, Uma Tobing (Juara Indonesia Mencari Bakat), Novi Ayla (KDI), Darmansyah, Niken Astri (KDI), Duoa Shahab, Rafly kande, dan sebagai arranger Anwar Fauzi Orchestra. (ed/sp)

Prodi Biologi Ar-Raniry Banda Aceh Adakan Sosialisasi Donor Darah

downloadKuliah Umum dan Donor Darah yang dilaksanakan FITK Program Studi Biologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PMI Kota Banda Aceh berlangsung lancar, Kamis (19/6/2014).

Sosialisasi donor darah ini bersamaan dengan dilakukannya donor darah sukarela yang diadakan di Program Studi Biologi tersebut. Tujuannya agar pendonor lebih paham bagaimana proses dan manfaat dari pengambilan darah.

Menurut Dr. T Ghazali M.Kes, selaku ketua PMI Banda Aceh, menyebutkan bahwa darah yang baik didonorkan adalah darah yang diambil dari pendonor sukarela. Karena mereka sufah rutin melakukan donor darah sehingga darahnya lebih bersih.

“Donor darah bisa membuat tubuh segar dan tidak mudah diserang penyakit. Untuk mendonorkan darah paling baik 3 bulan sekali”, lanjutnya.

PMI Kota Banda Aceh rutin melakukan sosialisi donor darah seperti ini, terutama di sekolah-sekolah agar siswa-siswi setelah lulus punya keinginan menjadi pendonor serta mengerti akan pentingnya menyumbangkan darah secara sukarela selain untuk membantu orang lain, donor darah juga dapat menyehatkan tubuh. (che)

Perhelatan Budaya, Festival Sabang Fair 2014 Resmi Dibuka

Pembukaan Festival Sabang Fair 2014Perhelatan Festival Sabang Fair (FSF) 2014 yang mengambil tema “Semangat Dalam Kebersamaan” resmi dibuka hari ini, Rabu (18/06/14) di Pulau Weh, Kota Sabang.

Pembukaan FSF 2014 diawali dengan pawai budaya yang mengambil start dari Pujasera menuju Arena Sabang Fair. Tak kalah menariknya, masyarakat Kota Sabang disuguhkan penampilan spesial tarian kolosal Ratoh Jaroe oleh Gabungan Penari Tradisi Kota Sabang.

Tak hanya itu, grup Dabus Aceh Singa Nagan menunjukan aksinya menarik mobil sejauh 100 meter, tepuk tangan pengunjung pun terdengar meriah.

Dan akhirnya FSF 2014 resmi dibuka secara simbolis dengan penabuhan rapa’i oleh Wakil Walikota Sabang, Deputi Bidang Potensi Kawasan Perbatasan, Perwakilan Gubernur, Staf Ahli Menteri Bidang Kerjasama dan Ketua DPRK Kota Sabang. (ant)

Cuaca Buruk Halangi Persiapan Peserta FSF 2014

Arena Taman Sabang Fair / @iloveacehHujan dan angin kencang yang menerpa Aceh dalam beberapa hari terakhir mengganggu persiapan peserta Festival Sabang Fair (FSF) 2014 yang akan berlangsung besok, Rabu (18/6/2014).

Beberapa beberapa peserta dari daerah yang ikut ambil bagian juga harus menunggu cuaca kembali normal untuk menyebrangi ke Pulau Weh, Sabang.

Rombongan dari Aceh Utara misalnya, mereka harus menunggu keberangkatan kapal dari Ulee Lheue, Banda Aceh berhubung akan mengisi anjungannya di area Taman Sabang Fair.

“Barang-barang anjungan Aceh Utara kami masih sudah di pelabuhan, baru tiba sore tadi. Sekarang kami harus menunggu keberangkatan peserta lainnya yang masih di Ulee Lheue,” sebut Junaida, perwakilan dari Aceh Utara, Selasa(17/6/2014).

Selain menghalangi sejumlah rombongan peserta, jadwal keberangkatan kapal dari Ulee Lheue ke Pulau Weh dua hari belakangan juga sempat terganggu akibat angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi. (ed/ant)