Foto | Senandung Pesisir Timur Aceh

Para penari dari Pesisir Timur Aceh menghadirkan bebapa tarian di Taman Ratu Safiatuddin (TARASA) lewat Senandung Pesisir Timur pada, Minggu (26/10/2014) malam. Daerah yang berada diperbatasan Aceh dan Sumatra Utara ini ikut memeriahkan kelender tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh dalam melestarikan khazanah kesenian di pantai Timur Aceh. Hadir dalam pertunjukan tersebut Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. (alf)

Senandung Pesisir Timur

foto by: ILACrew

Senandung Pesisir Timur

foto by: ILACrew

Senandung Pesisir Timur

foto by: ILACrew

Senandung Pesisir Timur

foto by: ILACrew

Senandung Pesisir Timur

foto by : ILACrew

Semarak Perhelatan Aceh Kuliner Festival 2014

aceh kuliner festival 2014

foto by: ILACrew

Setiap daerah tentu menyimpan ragam kuliner yang berbagai macam rasa dan bentuk. Begitu juga dengan Aceh. Puluhan makanan khas Aceh yang menggugah selera hadir diperhelatan Aceh Kuliner Festival 2014 yang berlangsung pada, Minggu (26/10/2014) di Taman Putroe Phang, Banda Aceh.

Puluhan makanan khas Aceh hadir difestival yang bertema “One Day, All Culinary Exsperiences” ini. Dari Kuah Beulangong, Nasi Bakar Keumamah, Tumis Keumamah, Sate Matang, Pliek U, Ie Bu Peudah, Mie Caluk, dan puluhan makanan khas Aceh lainnya. Disamping itu, penganan ringan khas Aceh juga tersedia disana. Keukarah, Kembang Loyang, Bada Reteuk, Timphan, Peugat, dan penganan ringan lainnya tampak turut menghiasi puluhan stand.

Festival yang digagas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh (Disbudpar Aceh) ini, dalam rangka melestarikan kuliner khas Aceh. Festival yang rutin setiap tahunnya diseleggarakan oleh Disbudpar Aceh ini bertujuan untuk menjadi daya tarik masyarakat agar lebih mengenal ragam kuliner khas Aceh.

“Acaranya keren, sebagai ajang untuk masyarakat mengenal makanan khas daerahnya. Makanan yang dihadirkan pun juga enak-enak,” sebut Fuad, salah satu pengunjung. (alf)

Gubernur: “Aceh Aman Untuk di Kunjungi Wisatawan”

Gubernur Aceh Zaini Abdullah

Foto onvsoff.com

Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sesi wawancaranya kepada wartawan mengatakan, Aceh sangat kondusif dan aman untuk dikunjungi oleh para turis lokal maupun mancanegara.

Hal ini disampaikan Zaini setelah membuka acara Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) 2014 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (23/10/2014) malam.

“Tahun 2013 wisatawan yang berkunjung ke Aceh mencapai 1,2 juta orang. Ini menandakan keindahan alam dan budaya Aceh sangat dinikmati oleh para wisatawan. Disamping itu, ini juga menandakan Aceh sangat aman untuk dikunjungi,” sebutnya.

Zaini menambahkan, untuk tahun 2014 pemerintah Aceh menargetkan kunjungan para wisatawan ke Aceh bisa menembus angaka 1,5 juta.

“Kita berharap untuk tahun 2014 ini kunjungan wisatawan ke Aceh bisa menembus 1,5 juta wisatawan. Pemerintah akan terus bekerja membenahi segala hal yang berkaitan dengan pariwisata. Melalui TIME ini harapan kita untuk mendatangkan 1,5 juta wisatawan semoga bisa terwujud. Mari bersama-sama kita manfaatkan moment ini dengan baik,” tutupnya. (alf)

Pasar Wisata 2014 Resmi di Buka Oleh Gubernur Aceh

IMG-20141023-WA002

foto by: ILACrew

Pembukaan resmi Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME), dihadiri para tamu dari berbagai negara yang ikut ambil bagian dalam Pasar Wisata Indonesia yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (23/10/2014) malam.

Acara pembukaan TIME yang diawali dengan Gala Dinner tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Aceh, Dr Zaini Abdullah, Dirjen Pemasaran Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hesty Reko Astuty, Kapolda Aceh Husein Hamidi, dan para tamu penting lainnya.

TIME yang merupakan satu-satunya ajang mempertemukan para penjual (seller) dan pembeli (buyer) dalam pasar wisata ini disambut gembira kehadirannya oleh Gubernur Aceh. dalam sambutannya Gubernur mengatakan ini adalah salah satu peluang untuk memperkenalkan destinasi wisata Aceh kepada dunia.

“Kita harus memaksimalkan peluang atas diselenggarakannya TIME di Aceh. semoga turis-turis mancanegara terus berdatangan kemari,” katanya.

Zaini pun menambahkan, dengan terlaksananya hukum Syariat Islam di Aceh bukanlah penghalang untuk turis-turis mancanegara itu berkunjung kemari.

“Turis-turis itu silahkan saja berkunjung kemari. Aceh sangat terbuka. Silahkan menikmati keindahan alamnya dan kekayaan budayanya. Tapi tentu saja harus menghormati nilai-nilai kearifan lokal yang dibangun oleh Aceh,” cetusnya.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, Reza Fahlevi mengatakan ajang TIME yang kali ini diselenggarakan di Aceh merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Aceh untuk mempromosikan destinasi wisata yang terdapat di bumi Serambi Mekkah ini.

“Ajang TIME atau pasar wisata yang kali ini diadakan di Aceh didatangi oleh Sembilan belas negara. Ini kesempatan bagi Aceh untuk mempromosikan wisatanya. Nantinya para seller dan buyer akan saling ada transaksi industri yang terkait dengan pariwisata,” sebutnya. (alf)

Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) Siap di Gelar

timeIbukota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, tahun ini akan menjadi tuan rumah Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) atau Pasar Wisata Indonesia yang akan berlangsung pada tanggal 23–26 Oktober 2014 bertempat di Hermes Palace Hotel.

TIME merupakan satu-satunya ajang pertemuan business to business antara industri pariwisata Indonesia dan mancanegara. Dengan demikian, dalam acara tersebut, pelaku pariwisata Indonesia menjadi penjual (seller) yang mempromosikan produk dan jasa wisata di Indonesia kepada industri pariwisata mancanegara yang bertindak sebagai pembeli (buyer).

Selama tiga tahun terakhir penyelenggaraan TIME dilaksanakan di pulau Sumatera, yaitu Padang tahun lalu dan sebelumnya di Lampung selama dua tahun berturut-turut. Sebelumnya, selama kurun 18 tahun, TIME diselenggarakan di pulau Jawa dan kawasan Indonesia bagian timur (Makasar dan Lombok).

“Kami menyambut gembira Banda Aceh akan menjadi tuan rumah TIME tahun ini” sebut Chairperson TIME 2014, Meity Robot.

Papar meity, dipilihnya Banda Aceh sebagai tuan rumah penyelenggaraan TIME kali ini supaya dapat menarik minat kedatangan wisatawan mancanegara. Aceh menjadi destinasi yang strategis di Indonesia tak hanya karena akses, tetapi juga ketersediaan sarana seperti beragam pilihan akomodasi serta atraksi dan obyek wisata yang menarik.

“Dengan menjadi tuan rumah TIME maka para pebisnis wisata dari mancanegara dapat melihat potensi pasar dan mempromosikan produk wisata yang baru di pasarnya masing-masing. Sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku wisata lokal untuk menjual produk mereka di luar negeri,” lanjut Meity.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, “Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk mempromosikan obyek wisata di Aceh ke dunia international dan tentunya dengan berlangsungnya TIME di Aceh diharapkan akan memperluas jaringan kerjasama pelaku industri pariwisata di Aceh dengan para pelaku industri pariwisata international,” katanya. (alf)

HIMAKA Unsyiah Gelar Simulasi Audit Keuangan APBA

Merri Yanti, S.E., M.Ec. Dev., Ak., CFE & Arif Julianto,   S.ST sedang memaparkan materi Simulasi Audit / ISTBanyaknya praktek kecurangan dalam pengelolaan APBD di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, membuat kerugian yang besar bagi Indonesia.

Di Aceh pada tahun 2013  Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, menemukan penyimpangan pada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2013 sebesar Rp1 triliun lebih. Dari temuan diatas, sangat penting bagi mahasiswa untuk mengetahui wawasan yang mendalam terkait APBA untuk menambah  ilmu. Oleh karena itu mengingat pentingnya pemahaman edukasi terhadap pengawasan dan pemeriksaan penggunaan anggaran, Himpunan Mahasiswa Akuntansi bekerjasama (HIMAKA) dengan BPK RI perwakilan Aceh melaksanakan Simulasi Audit Keuangan APBA.

Adapun tujuan dari kegiatan simulasi audit adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta simulasi dalam mengaplikasikan audit keuangan APBD serta menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang berkualitas, jujur, cermat dan kritis sebagai bekal pemenuhan kompetisi kerja. Kegiatan ini berlangsung di Balai Sidang Fakultas Ekonomi Unsyiah pada Selasa (14/10/2014). Untuk pemateri acara, HIMAKA Unsyiah mengundang BPK perwakilan Aceh yang diwakili oleh Meri Yanti dan Arief Julianto.

Simulasi audit ini terdiri atas dua sesi. Pada sesi pertama, peserta simulasi terlebih dahulu diberikan pemahaman secara teori oleh pemateri. kemudian pada sesi selanjutnya, peserta diajak untuk melakukan simulasi audit keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Simulasi Audit yang diikuti oleh 80 peserta ini diakhiri dengan penyerahan piagam kepada peserta terbaik oleh panitia acara. Dari kelompok putra, Fahmi Ridha Zain, mahasiswa Fakultas Hukum Unyiah, terpilih sebagai peserta terbaik. sedangkan dari kelompok putri, peserta terbaik yang terpilih adalah Erna Safriana, mahasiswi Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian acara yang dilaksanakan oleh HIMAKA unsyiah dalam pelaksanaan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVII. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini dilaksanakan mulai 13-18 Oktober 2014 di Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Dalam penyelenggaran Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVII, HIMAKA unsyiah bekerja sama dengan Dinas Keuangan Provinsi Aceh, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Bank Aceh, KAP Rizal Yahya Registered Public Accountant, Hadrah Wedding Organizer, Super Bimbel GSC, 94.5 Three FM Banda Aceh, DJ Gallery Digital Printing, LPM Perspektif, @ILoveAceh, The Globe Journal, dan Palang Merah Indonesia. (ed)