Menduniakan @Ija_Kroeng Made in Aceh

Khairul Fajri memperkerjakan satu pegawai untuk menjahit ija kroeng / ILACrewKain sarung dalam bahasa Aceh disebut dengan ija kroeng. Sebutan ija kroeng sudah sangat familiar di masyarakat Aceh, tapi apa yang unik dengan kata tersebut?

Produk buatan tangan alias hand made yang digawangi oleh anak muda Aceh bernama Khairul Fajri ini terbilang menarik untuk disimak kisahnya membangun brand yang begitu mudah diingat.

Ija kroeng ini memang Aceh sekali, kita bisa lihat berapa banyak anak muda di Aceh yang pakai kain sarung dalam keseharian, biasanya sering dibilang kain sarung udah gak fashion,” ujarnya kepada #ILAwetwet saat berkunjung ke Workshop di bilangan Residen Danu Broto, Banda Aceh.

Khairul menyebutkan, produk yang dibranding dengan nama Ija Kroeng ini dianggapnya begitu simpel untuk diingat dan dipakai.

“Kalau kita sebut ija kroeng, semua orang pasti sudah tahu itu kain sarung. Mau dibilang bahasa Aceh, Inggris, tetap ija kroeng,” sebutnya sembari senyum.

Selain itu, uniknya lagi produk yang asli buatan Aceh ini hanya memiliki dua warna. Suami dari @cienacien ini mengatakan, Ija Kroeng hanya tersedia warna hitam dan putih.

“Putih mungkin sudah umum, sementara hitam itu identik sekali dengan pakaian orang Aceh dulu. Kita bisa lihat sejarah dan foto-foto orang Aceh jaman dulu, pasti didominasi oleh warna hitam, mau baju, celana, atau selendang,” sebut Khairul yang sempat mengecap pendidikan di Berlin.

Sekedar info, pakaian adat Aceh yang digunakan laki-laki berwarna hitam, karena warna ini bagi masyarakat Aceh mengandung makna warna kebesaran. Jika seseorang mengenakan baju dan celana berwarna hitam berarti orang itu dalam pandangan masyarakat Aceh sedang memakai pakaian kebesarannya.

Khairul dan Istri pemilik usaha Ija Kroeng / ILACrew

Usaha ija kroeng yang masih seumuran jagung ini terbilang cepat dikenal luas masyarakat, buktinya produk yang memiliki akun jejaring sosial Twitter, Faceboo, dan Instagram tersebut telah ramai dipesan oleh berbagai kalangan di Aceh dan luar Aceh.

“Walau masih hitungan minggu, alhamdulillah sejumlah pelanggan sangat puas dengan kain sarung kita. Rafly Kande misalnya asal ke Banda Aceh pasti sempatkan diri mampir ke workshop Ija Kroeng, karena beliau penyuka kain sarung,” ujar Ayah satu anak tersebut.

Soal harga sendiri, Ija Kroeng dibrandol dibawah 100 ribu. “Kebetulan ini masih bulan promo (Maret, red), untuk kain sarung dewasa berkisar diharga 97 ribu, sementara buat anak-anak 60 ribu,” jelas sang istri yang kini menjadi owner @Ija Kroeng. (ed)

Tangké Band Persiapkan 8 Lagu untuk Tampil Malam Nanti

Launching album perdana Tangke BandJelang persiapan launching album perdana bertajuk Meleuha, Tangké Band sudah persiapkan 8 lagu untuk disuguhkan kepada penonton malam nanti, Sabtu (28/3/2015) yang digelar di Gedung ACC Sultan II Selim.

“Kita bakal tampil dengan 8 lagu nanti malam, kita bawakan spesial khusus untuk penonton dan nanti akan duet juga dengan Joel Pase,” jelas vokalis Tangké Band, Suburdani disela-sela check sound di atas panggung.

Dari pantauan @iloveaceh, selain Joel Pase yang akan mengisi malam launching nanti, sejumlah bintang tamu lainnya seperti Amoba dan Tereza juga sudah melakukan check sound sekaligus gladi bersih untuk penampilan nanti malam.

“Nanti malam saya akan bawakan dua lagu, pastinya lagu berbahasa Aceh yang khusus untuk malam launching Tangké,” jelas solois Aceh, Tereza. (ed)

Chemistry Fair, Kegiatan Tahunan dari HMK Unsyiah

Chemistry Fair 2015Sebuah kegiatan tahunan dari Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala kembali digelar yang bertajuk Chemistry Fair.

Kegiatan yang memamerkan kreatifitas mahasiswa sekaligus pembelajaran ilmu kimia ini digelar sejak Kamis-Sabtu 26-28 Maret 2015 di halaman utama laboratorium kimia FMIPA Unsyiah.

Acara yang mengambil tema “Dedikasi Kimia Untuk Negeriku Indonesia” tersebut menghadirkan sejumlah kegiatan dan lomba, seerti science english debate, seminar pendidikan, lomba permainan Getrich, akustik, stand up comedy, rangking 1, dan lomba foto selfie.

Selain itu, pada malam penutupan nantinya, panitia juga merencanakan pelepasan lampion untuk memperingati Earth Hour di Aceh.  (ed)

#LaunchingTangke Segera Digelar di Banda Aceh

Empat tahun sudah berkarya, band etnik Aceh yang telah dikenal lama oleh masyarakat, yakni Tangké Band dalam waktu dekat akan menggelar launching album perdana “Meleuha” di Gedung ACC Sultan II Selim, Banda Aceh, Sabtu (28/3/2015) malam.

Sejumlah persiapan fisik dan materi untuk launching terus dipersiapkan oleh tim dan personel band. Manajer Tangké Band, Karimullah Djafar mengatakan, saat ini semua personel Tangké sedang fokus mempersiapkan komposisi untuk ditampilkan pada malam launching nanti.

“Anak-anak semuanya sedang sibuk dalam minggu ini, mulai dari latihan rutin untuk perfom di malam acara, juga bersama panitia mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan dan konsep acara,” kata Karimullah.

Untuk acara nanti, katanya, Tangké Band akan membawakan beberapa lagu etnik andalannya yang tergabung dalam album perdana mereka itu.

“Kita sedang mempersiapkan semenarik mungkin agar acara nanti bisa dinikmati oleh semua pecinta musik etnik Aceh. Semoga acara kami ini sukses,” harapnya.

Persiapan album perdana Tangké menurut Karimullah sudah dimulai tahun 2012 hingga selesai tahun 2014 lalu. “Kalau rekaman kita mulainya akhir 2012 di Opay Studio, Banda Aceh. Untuk rekaman kita menghabiskan waktu hampir dua tahun, dan di pertengahan 2014 kemarin kita selesaikan video klip, itu juga menghabiskan waktu hampir satu tahun lamanya,” ungkap Karimullah.

Sementara itu, vokalis Tangké, Subur Dani mengatakan, untuk album perdana ini Tangké Band menggaet label besar di Aceh, yakni Kasga Record miliknya Syekh Ghazali LKB yang sebelumnya telah meluncurkan puluhan album, seperti album Rafly Kande, Liza Aulia, Saleum Group dan lain-lain.

“Untuk album perdana ini ada 5.000 keping VCD Tangké Band yang sudah siap diproduksi di Jakarta. Insya Allah, dalam waktu dekat akan segera didistribusikan ke seluruh Aceh,” ujar Subur.

Selain menggelar malam launching, Tangké juga akan mendonasikan setengah dari penjualan album pertama untuk dana kebencanaan melalui Gerakan Sidroe Siribee (Geroebee) PMI Aceh. Selain itu akan ada doorprize bagi penonton yang beruntung.

Perjalanan Tangké Band berkarya dimulai sejak 20 Februari 2011 silam dengan tujuan melahirkan album bergenre etnik Aceh modern. Tangké mulai dipercaya untuk mengisi acara-acara besar di Aceh. Bahkan, di akhir 2011 band yang digawangi oleh alumnus IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN) itu sempat mengisi acara world music dengan musisi dari berbagai negara di Institute Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat.

Bagi Anda yang pecinta musik etnik, seurunee kale dan rapai dipadukan dengan akustik, jangan lewatkan malam #LaunchingTangke yang nantinya akan dihiburkan pula oleh bintang tamu seperti Joel Pasee, Amoba Band, Tereza, serta Sanggar Seni Seulaweut yang akan tampil dengan tarian khas Aceh (ed)

Launching album perdana Tangke Band 2015

Silaturrahmi Pengguna Instagram Melalui #WWIM11_Aceh

Silaturrahmi Pengguna Instagram Melalui #WWIM11_AcehWorld Wide Instameet (WWIM) ke-11 Aceh sukses digelar dibeberapa tempat di Banda Aceh seperti Taman Putroe Phang dan Museum Tsunami serta didukung lebih dari 100 orang pengguna aktif media sosial Instagram, Minggu (22/3/2015).

Dengan menggunakan tagar resmi #wwim11 untuk kumpulan foto kegiatan WWIM11 keseluruhan, serta tagar khsus wilayah Aceh yaitu #wwim11_aceh. Pengguna instagram bisa turut merasakan kegiatan ini melalui tagar-tagar tersebut.

“Kita pilih Museum Tsunami sebagai maskot dalam WWIM 11 Aceh kali ini khususnya Banda Aceh, dikarenakan tempat ini sangat diminati pendatang dari Aceh maupun luar Aceh,” ungkap Zulhidayat selaku panitia kepada @iloveaceh.

Zulhidayat menambahkan dengan adanya media sosial Instagram tersebut, hobi fotografi dapat tersalurkan dan menjadi kegiatan positif yang dapat membangun kebersamaan diantara mereka.

Keseruan bertambah ketika seluruh pengguna Instagram diseluruh dunia yang berpartisipasi di #wwim11 tersebut saling bertukar hasil bidikan kamera mereka masing-masing. (che)

Duo @AurezMusic Rilis Single Perdana “Diriku Mewarnai Harimu”

Aurez - Dirimu Mewarnai HarikuSejak terbentuk Oktober 2014 silam, duo pendatang baru dibelantika musik Indonesia, Auwi dan Tereza (Aurez) untuk pertama kalinya meluncurkan single perdana yang berjudul Dirimu Mewarnai Hariku, Kamis (19/3/2015).

Single yang bergenre romancoustic ini, menurut Auwi –sapaan akrab Alwi Hidayat Ilyas– diharapkan mampu menambah khasanah dan warna baru bagi penikmat musik akustik di Indonesia.

“Kita nyebutnya Romancoustic (romantic acoustic), karena liriknya masih bertema kasmaran. Saya pribadi seneng nyanyiin lagu dengan konsep dan tema yang fresh kayak gini, walaupun agak berlawanan dengan konsep solo saya sendiri yang agak nge-pop,” pungkas Auwi.

Proses penggarapan single yang diproduseri langsung oleh ILAProduciton dibawah naungan ILATeam Management ini, menurut pengakuan Tereza berjalan unik dan penuh perjuangan.

“Lagu ini terbilang cukup unik bagi kami, karena kami buat sehari sebelum Aurez resmi dibentuk. Sedangkan untuk proses penggarapannya memakan waktu sekitar satu bulan, karena kita kan beda kota, jadi untuk mendiskusikan konsepnya agak sedikit terhambat,” ujar Tereza pemilik nama lengkap Teuku Reza Fahlevi.

Ditanyai soal kisah dibalik munculnya lagu ini, Tereza mengisahkan tentang sosok seorang lelaki yang sedang kasmaran, dimana wanita idamannya selalu membayangi hari-hari lelaki tersebut dan sebagian ceritanya adalah kisah nyata.

“Dari kisah nyata, sedikit sih iya, tapi inspirasi untuk lagu ini sendiri sebenarnya dari orang-orang sekeliling juga. Kita coba tuang ke dalam lagu, biar jadi motivasi tersendiri bagi para pendengar,” ungkap Tereza.

Disamping kesibukan masing-masing personel Aurez sebagai penyanyi solo, mereka terbilang cukup serius menjalani grup duo ini, terlihat dari perjuangan mereka yang kini terpisah jarak antara Lhokseumawe – Banda Aceh, kemantapan untuk menggarap single ini pun akhirnya selesai.

Single perdana “Dirimu Mewarnai Hariku” yang dibantu oleh Galih Gautama (Landdeep) sebagai Audio Director sudah bisa dinikmati media sosial musik, soundcloud.com.

Tak hanya itu, duo Aurez juga memberikan akses gratis bagi penggemarnya yang ingin mengunduh lagi tersebut di laman http://bit.ly/DirimuMewarnaiHariku. (ed)