Ini Dia Paket “Amazing Ramadhan in Aceh”

Merencanakan liburan atau berwisata selama bulan Ramadhan sekarang bukan lagi hal baru, Aceh menjadi salah satu daerah pilihan untuk tujuan wisata yang satu ini.

Menikmati dan melakoni berbagai aktivitas religius tentu menjadi hal yang mengasyikkan untuk dilakukan selama #RamadhandiAceh.

#RamadhandiAceh telah menjadi sebuah tagar yang terus kita hadirkan setiap Ramadhan tiba, sejalan dengan itu dan tepat pada tahun 1436 H, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh juga meluncurkan paket “Amazing Ramadhan in Aceh”.

Sebagai daerah tujuan wisata, Aceh siap memanjakan wisatawan untuk menjadikan pengalaman menikmati indahnya Ramadhan di Aceh mengesankan, seperti berbuka puasa dan sahur bersama, shalat tarawih dan tadarus bersama di masjid, berziarah ke makam dan kuburan Tsunami, mengikuti malam nuzulul Qur’an, dan tentu masih banyak lainnya.

Paket wisata Ramadhan diharapkan akan menjadi salah satu paket wisata andalan di Aceh yang dijuluki sebagai daerah Serambi Mekkah yang dikemas secara unik dan menarik.

Daftar Paket

Ada apa saja sih dalam paket “Amazing Ramadhan in Aceh” yang dikemas dalam 3 hari 2 malam tersebut? Ini dia sedikit ulasannya untuk Anda.

Harga paket dimulai dari IDR 980.000,- sudah termasuk; Akomodasi selama 2 malam di hotel bintang 3 (tiga); Tour program dengan menggunakan transportasi yang nyaman; Berbuka puasa dengan sajian kuliner Aceh; Tour wisata Ramadhan; biaya pemandu wisata (tour guide); Menikmati suasana ngopi di warkop ba’da shalat tarawih; dan entrance fee untuk sejumlah spot yang dikunjungi.

Adapun yang tidak termasuk dalam harga paket ini meliputi ticket pesawat pulang pergi PP; Tips pemandu wisata dan driver; Pengeluaran/keperluan pribadi; serta untuk membeli oleh-oleh.

Tertarik untuk menikmati indahnya #RamadhandiAceh, sekarang ILATour siap memfasilitasinya. Bisa hubungi di nomor +62 852 1041 3187 dan sampai ketemu di Aceh. (ed)

Launching-paket-wisata-Amazing-Ramadhan-In-Aceh-oleh-Kadis-Budpar-Aceh-dan-Kabid-Pemasaran-Disbudpar-Aceh-di-Museum-Tsunami-Aceh

FOPMAT Hadirkan Layanan Informasi Online

Logo fopmatForum Pendidikan Mahasiswa Aceh Tengah (Fopmat) dalam rangka menghimpun sejumlah mahasiswa di Banda Aceh dan Aceh Besar yang berasal dari Aceh Tengah, Selasa (23/6/2015) lalu menghadirkan layanan informasi online dalam bentuk website resmi.

Ketua Umum Fopmat, Muhammad Rusdi DR menjelaskan kehadiran website tersebut akan memuat semua kegiatan mahasiswa serta informasi seperti beasiswa, event dan kepengurusan Fopmat.

“Selain itu, dalam layanan informasi ini yang juga akan ada rubrik yang akan memberikan informasi kegiatan-kegiatan dan keuangan Fopmat agar bisa di lihat publik,” jelasnya.

Rusdi menyebutkan, kehadiran website Fopmat ini sebagai bentuk keterbukaan informasi, dimana hal krusial seperti keuangan yang dikelola oleh Fopmat berasal dari berbagai elemen termasuk dari pemerintah.

“Dengan adanya undang-undang keterbukaan informasi, kami sebagai mahasiswa Banda Aceh asal Aceh Tengah juga harus update, mengingat keuangan Fopmat bukan berasal dari dana swasta saja melainkan juga lembaga non-Pemerintah baik skala nasional dan daerah,” sebut.

Untuk mengakses website tersebut, Rusdi juga mengajak seluruh mahasiswa Aceh Tengah bisa mendaftar di pab.format.com. (ed)

Kisah @CNNiken Berbagi Pengalaman Saat Berakting di FTV

Syuting film Ingin Bertemu Ayah5Selain fokus berkarir lewat dunia tarik suara, siapa sangka dara kelahiran Februari ini juga pintar bermain akting pada salah satu film televisi (FTV) yang beberapa lalu dibintanginya di putar stasiun televisi swasta.

Cut Nyak Niken atau kerap disapa dengan Nong Niken, pelantun “Prang Sabi” ini akhirnya berbagi pengalaman bersama @iloveaceh seputar kisahnya mengawali peran dalam debutnya membintangi FTV.

Ditanya soal pengalaman pertama main film, Niken menyambut dengan rasa luar biasa.

“Pengalamannya luar biasa,” ujar pemeran utama di FTV berjudul “Aku Ingin Bertemu Ayah” tersebut.

Bagi Niken mengasah kemampuan untuk berakting terbilang bukan hal baru lagi, pasalnya saat mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia, penyanyi yang baru-baru ini merilis single “Zikir Cinta” itu sudah terbiasa dengan aktivitas ekstrakurikuler bersama grup teater kampus.

“Gak terlalu susah karena sudah terbiasa dengan teater sih waktu di masih ngampus dulu. Tapi yang paling susah itu tetap ya adegan nangisnya itu,” sebutnya.

Dipercaya menjadi Peran Utama

Walau sudah terbiasa dengan akting dan main teater di kampus, Niken juga masih menyimpan perasaan antara yakni dan tidak percaya dirinya bisa membintangi FTV yang sekaligus dinobarkan menjadi pemeran utama.

Syuting film Ingin Bertemu Ayah9

“Perasaan waktu itu kaget aja antara yakin sama gak yakin. Emang sih sudah biasa ambil peran di teater, tapi tetap FTV (peran, -red) itu beda. Tapi tetap bersyukur dan senang bisa dipercaya untuk main FTV dan dapat peran bagus,” ujarnya dara asal Kota Lhokseumawe ini.

Saat ditanya soal kendala menghadapi peran dalam berakting, Niken beberapa kali harus fokus untuk pertahankan emosi.

“Kendalanya waktu itu susah nangis. Beberapa kali take, tapi harus mempertahankan emosi yang sama itu. Lumayan butuh energi sih. Jadi memang harus fokus dan butuh pendalaman peran untuk hal ini,” pungkasnya. (ed)

Yuk, Ikut Video Contest #RamadhandiAceh

Suasana Ramadhan di Aceh / ILAMarhaban ya Ramadhan, syukur dengan penuh kemuliaan akhirnya bulan yang kita nanti-nantikan bertemu kembali dan semoga diperpanjangkan umur kita sehingga bisa kembali bertemu dengan Idul Fitri nanti.

Seperti biasanya, saban tahun menjelang bulan puasa, Komunitas @iloveaceh terus mengangkat tagar #RamadhandiAceh dan kali ini ada sedikit even seru yang bisa diikuti oleh rakan-rakan ban sigom Aceh.

Apa itu? Ya, video contest yang bertemakan Ramadhan hadir untuk melihat keunikan dan aktivitas bulan puasa yang ada disejumlah daerah di Aceh yang tentunya beragam serta penuh makna.

Jadi, jangan sampai tidak ikut. Sembari nunggu sahur, nunggu berbuka, hunting jajanan sehat untuk ta’jil serta sebelum atau sesudah tarawih mari kreasikan idenya dalam video 15 detik. Semoga tertantang ya.

Apa saja sih syaratnya, langsung saja menuju IG kita di @ATwitLovers. Video contest ini bekerjasama dengan @AcehVidGram serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. (ed)

 

Mahasiswa Aceh Raya Galang Dana untuk Rohingya

Aksi galang dana dari mahasiswa dan pemuda Aceh Raya untuk Rohingya_2Sejumlah pelajar, mahasiswa, dan remaja masjid se-Aceh Raya yang terdiri dari Kecamatan Peukan Bada, Lhoknga, Leupung, Lhoong dan Pulo Aceh melakukan aksi galang dana “Dari Mahasiswa Aceh raya untuk Rohingnya”.

Panitia kegiatan, Firmansyah menyebutkan, aksi penggalangan dana ini dilakukan selama dua hari sejak 13 dan 14 Juni di jalan nasional Banda Aceh – Calang, tepatnya di depan barak Gampong Lampaya atau sebelum Masjid Lhoknga dari arah Banda Aceh.

“Penggalagan dana ini dimulai sejak pukul 10.00 hingga 18.00 WIB sore,” sebutnya.

Firman juga menambahkan, kegiatan yang dilakukan bersama tersebut merupakan hasil dari diskusi dengan ketua Pegunyuban di lima Kecamatan yang tergabung dalam aksi ini.

“Jadi tiap-tiap himpunan yang terdapat di kecamatan masing-masing mendelegasikan anggotanya untuk aksi galang dana. Sementara remaja masjid hanya dari kecamatan Lhoknga saja,” tambahnya.

Hasil dari semangat tim, para relawan dalam aksi tersebut berhasil mengumpulkan dana sejumlah Rp 4,8 juta.

“Dan nantinya hasil galang dana ini akan langsung kita sumbangkan ke posko muslim Rohingnya yang terdampar di Aceh. Ini merupakan salah satu aksi dan tindakan bahwa kami Mahasiswa Aceh Raya juga peduli terhadap muslim Rohingya,” tuturnya. (ed)

Mahasiswa Unsyiah Buat Aplikasi Rematik untuk Smartphone

Aplikasi reumatik hasil kreasi mahasiswa UnsyiahMahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) meluncurkan sebuah inovasi yang menggabungkan disiplin ilmu kesehatan dan teknologi.

Tim yang diketuai oleh Ahmad Husnul Huluq dari Fakultas Kedokteran dan beranggotakan Nindy Aprilla Putri dari Fakultas Kedokteran serta Abbas Adam Az-zuhri dari Fakultas MIPA jurusan Informatika ini membuat sebuah aplikasi tentang rematik berbasis smartphone yang mereka beri nama “Ask Mr. Rematik”.

“Aplikasi ini lahir sebagai sebuah inovasi yang menjawab tantangan di era ini untuk membuat smartphone lebih bermanfaat daripada hanya sekedar untuk bermain game maupun selfie,” sebut Huluq.

Aplikasi yang mendapat dukungan dari DIKTI ini memuat banyak informasi mengenai penyakit rematik yang tentunya dibuat sedemikian rupa agar dapat dipahami oleh masyarakat awam.

Menurut Huluq, dalam aplikasi tersebut juga tedapat fitur-fitur yang ditonjolkan agar aplikasi ini menjadi beda.

“Beberapa fitur yang ditonjolkan dalam aplikasi ini seperti tes yang dapat mendeteksi keparahan penyakit rematik yang diderita oleh seseorang, menjawab mitos-mitos tentang penyakit rematik yang beredar di tengah-tengah masyarakat, video senam yang dapat mencegah keparahan penyakit rematik dan cara mengurangi rasa sakit pada penyakit rematik melalui teknik pengobatan herbal dan terapi,” jelasnya.

Aplikasi “Ask Mr. Rematik” saat ini masih dalam tahap uji coba di tengah-tengah masyarakat pengguna smartphone. Uji coba awal ini dilakukan untuk melihat bagaimana respon masyarakat dengan adanya aplikasi tersebut dan masukan-masukan apa saja yang dapat diberikan kepada aplikasi tersebut agar nantinya dalam tahap akhir pembuatannya aplikasi tersebut menjadi semakin lebih baik. (ed/ril)