Foto Aksi #BecakTerus Saat Kick Off dari Museum Tsunami Aceh

Foto Bersama Pengelola Museum Tsunami, Kadisbudpar Provinsi Aceh, Scott Thompson, dan Farhan di pelataran panggung Museum Tsunami, Banda AcehAksi #BecakTerus yang dilakukan oleh Scott Thompson mendapat sambutan luar biasa sepanjang jalan yang dilaluinya sejak kick off, Minggu (27/9/2015) pagi di Museum Tsunami Aceh.

Ide gila Scott melakukan aksi amal #BecaTerus berawal dari keinginannya yang kuat untuk membangun ‘jembatan’ dengan kaum yang kurang beruntung. Dan begitu juga orang yang tidak bisa meraih mimpi mereka karena bermacam-macam keterbatasan, serta kurangnya ‘dukungan’ dari orang-orang di sekitar mereka.

Hal ini menjadi motivasi utama Scott untuk menjalankan ide gila tersebut dengan menamakan becaknya “The Flying Merah Putih.

Aksi Scott Thompson kali ini juga berusaha memecahkan rekor dunia dari Guinness World Records untuk kategori Longest Journey by Rickshaw (perjalanan terjauh dengan becak).

Selain itu, aksi Scott juga bisa diikuti secara daring lewat media sosial dengan tagar #BecakTerus. Scott berharap bisa mendapatkan dukungan yang lebih luas dari masyarakat terutama netizen utnuk membantunya menyebarkan visi dan misi untuk membantu sesama melalui Twitter @Berlariterus. (ed)

Scott Thompson foto bersama perwakilan anak-anak Rumah Belajar YCAB Foundation Pidie dan penyandang disabilitas di Museum Tsunami Banda Aceh

Scott Thompson foto bersama perwakilan anak-anak Rumah Belajar YCAB Foundation Pidie dan penyandang disabilitas di Museum Tsunami Banda Aceh (Foto ILACrew/Iqbal_Mhd)

Pelepasan #BecakTerus Scott Thompson oleh Farhan dan Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi di Museum Tsunami Banda Aceh (Foto ILACrew/Iqbal_Mhd)

Pelepasan #BecakTerus Scott Thompson oleh Farhan dan Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi di Museum Tsunami Banda Aceh (Foto ILACrew/Iqbal_Mhd)

Scott Thompson mengayuh becak terus melewati Museum Tsunami Banda Aceh / ILACrew

Scott Thompson mengayuh becak terus melewati Museum Tsunami Banda Aceh (Foto ILACrew/Iqbal_Mhd)

Komunitas @pustakaTP Ramaikan Festival Seni Budaya Jepang

Festival Seni Budaya Sanriku International Art Festival 2015 / ISTKomunitas Tikar Pandan Banda Aceh ikut meramaikan festival seni dan budaya di Jepang dalam sebuah kegiatan yang bernama Sanriku International Arts Festival 2015.

Festival yang berlangsung sejak awal Agustus lalu hingga 18 Oktober mendatang ini berlangsung di Ofunato-city, sebuah kota pantai di utara Jepang.

Dalam festival tahunan tersebut, digelar sebagai bentuk untuk mempertemukan pekerja kebudayaan dan bertukar pikiran dalam usaha mempertahankan serta mengembangkan beragam kesenian rakyat di kawasan Asia-Pasifik, terutama wilayah-wilayah rentan gempa dan tsunami.

“Dalam kegiatan ini, Komunitas Tikar Pandan berkolaborasi dengan Komunitas Al-Hayah, sebuah kelompok kesenian dari kampung Nusa, Lhok Nga, Aceh Besar,” ujar M. Yulfan Rubama dalam rilisnya.

Festival seni-budaya ini sengaja digelar di beberapa wilayah yang terkena musibah tsunami 2011 di Jepang sebagai ruang untuk saling berbagi ingatan dan kesadaran kolektif menghadapi bencana alam di masa mendatang. Mencari kemungkinan-kemungkinan kreatif pencegahan dini melalui aktifitas kesenian.

Selain pertunjukan seni tradisi Jepang, Aceh, Kamboja dan peserta lain, festival yang mengambil nama tua dari satu kawasan paling utara Jepang yang hancur oleh gempa 9.0 scala-richter dan tsunami pada 9 Juli 869 ini juga beragenda diskusi, workshop seni, kuliner kampung, temu komunitas adat dan kemah seni. Kegiatan pun tersebar di beberapa sekolah, rumah tradisional, taman budaya, taman laut dan museum tsunami Ofunato-city.

Yulfan menyebutka, Komunitas Tikar Pandan nantinya akan memaparkan hal-hal yang telah dikerjakan selama 10 tahun terakhir yang berkaitan dengan kebencanaan serta pemulihan sosial melalui aktifitas seni-budaya.

“Proses-proses kreatif untuk rekonstruksi pasca tsunami di Aceh hingga mencetus banyak komunitas pemuda dan perempuan. Sedangkan Komunitas Al-Hayah, sebagai bagian dari gerakan diatas, akan mengisi sejumlah diskusi dan workshop serta latihan bersama seniman untuk pentas seni kolaborasi internasional,” jelasnya.

Sanriku (tiga-riku) adalah istilah untuk tiga dari lima provinsi tua yang dimekarkan setelah perang sipil di Jepang pada 1869 yaitu; Rikuō, Rikuchū, Rikuzen. Pantai Sanriku yang kini meliputi propinsi Aomori, Iwate dan Miyagi, diapit banyak bebatu karang raksasa dan teluk-teluk sepanjang 200 kilometer garis pantai menghadap samudera Pasifik. Selepas tsunami besar tahun 1896, pantai indah tersebut beberapa pernah dihempas ombak raya pada 2011.

Komunitas Tikar Pandan merupakan organisasi kebudayaan yang dicetus oleh beberapa mahasiswa di Banda Aceh Aceh pada 2003 sebagai alternatif untuk menjawab soal-soal kebudayaan yang ada. Memiliki liga kebudayaan yang terdiri dari kedai buku, sekolah menulis, TV Eng Ong dan pustaka. Sementara Komunitas Al-Hayah adalah kumpulan remaja di sekitar wilayah tsunami Aceh 2004 yang bertujuan mengembangkan kesenian tradisi. (ed)

 

Mengenal Lebih Jauh tentang Paper Asset

Mungkin sebelum kita mengenal apa itu coaching paper asset, alangkah lebih baiknya kita melihat beberapa tahun silam perjalanan inflasi negara kita.

Tahukah Anda berapa harga 1 bungkus mie instan tahun 2000 dibandingkan dengan tahun 2015 sekarang? Dari hasil penelitian dilapangan ditemukan fakta bahwa perbandingan harga 1 bungkus mie instan antara tahun 2000 sampai dengan 2015 berkisar antara Rp500 sampai dengan Rp1.550.

Dari data ini bisa kita simpulkan bahwa pada tahun 2000 hingga tahun 2015 telah terjadi kenaikan harga mie instan sebesar 210 persen atau yang lebih sering dikenal dengan inflasi.

Lalu sadarkah kita seandainya pada tahun 2000 kita berinvestasi pada mie instan yang kita beli sebanyak 1 juta bungkus tadi lalu kita menjualnya pada tahun 2015, bisa kebayang berapa keuntungan yang kita dapat?

Lalu pertanyaannya bisakah kita melakukan demikian, jika dalam jangka waktu 1 tahun saja mie instan tersebut sudah kadaluarsa perlukah kita membeli sebanyak-banyaknya mie instan lalu menjualnya 5 tahun kemudian? Kalau Anda yakin dengan investasi yang demikian jawabannya adalah “tidak”.

Sekarang ini untuk berinvestasi pada suatu perusahaan yang telah terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI), kita tidak perlu mempunyai dana yang cukup besar untuk bisa berinvestasi atau ikut memiliki saham perusahaan tersebut karena hanya dengan modal 500 ribu rupiah saja kita sudah bisa memiliki saham sebuah perusahaan besar.

Artinya Anda adalah pemilik perusahaan dengan sekian persen dari saham yang diperjual belikan di pasar saham atau pasar modal BEI bahkan perusahaan sekelas Astra, Bank Mandiri, dan Adhi Karya sekalipun bisa Anda miliki beberapa lembar sahamnya.

Untuk di Indonesia tentunya, peluang berinvestasi disaham ini sangat besar sekali. Kenapa? Selain masih banyaknya investor asing yang menguasai hampir 70 persen pasar saham Indonesia, tetapi juga masih kurangnya para investor-investor Indonesia dalam menanamkan uangnya di pasar modal atau saham karena berbagai hal dan alasan.

Hal inilah yang membuat lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mulai menggalakkan sosialisasi mengenai pasar saham atau pasar modal sendiri, karena jika investor asing yang modalnya hampir 70 persen menguasai pasar saham atau pasar modal kita, menarik uang mereka seluruhnya dari perusahaan kita ini bisa jadi akan mengalami krisis seperti di negara Yunani yang baru-baru ini santer diberitakan.

Sekolah Paper Asset

Selain OJK, belakangan ini ada seorang praktisi yang mulai menggalakkan dan mengajak orang lain untuk investasi didunia saham sendiri, adalah Adam Nova.

Adam ini seorang yang bisa dikatakan sudah cukup berpengalaman didunia saham, akhirnya memutuskan untuk berbagi ilmunya dalam dunia saham agar dapat dipakai dalam mencapai kebebasan finansial yang selama ini banyak dicari oleh orang-orang untuk mencapai kesuksesannya.

Adam Nova sendiri akhirnya mendirikan sekolah Paper Asset dibeberapa tempat di Indonesia, agar setiap lapisan masyarakat dapat mengenal apa itu Paper Asset atau pasar saham.

Dengan mengadakan Coaching Paper Asset terlebih dahulu, Adam mengajak beberapa orang alumni untuk bermitra mendirikan sekolah paper asset didaerahnya.

Coaching ini secara khusus didesain dengan tujuan untuk membantu peserta pelatihan memilih dan membeli saham perusahaan, baik untuk investasi atau bisnis.

Ada beberapa tujuan dari diadakannya pelatihan ini, yang secara spesifik meliputi: Membantu peserta mengenal dan memahami pasar modal; Membantu peserta untuk bisa mendapatkan penghasilan minimal 500 ribu per hari dari saham; Membantu peserta yang tidak tidak memiliki ide bisnis, tidak bisa kelola pegawai, tidak bisa jualan tapi ingin bisnis; serta Strategi praktis pilihan yang selama ini digunakan dan menjadi andalan orang-orang kaya, untuk sukses dari saham.

Selain itu materi yang dipelajari dalam coaching paper asset sangat kompleks, antara lain: Menghitung harga wajar nilai saham sebuah perusahaan; Memilah saham-saham perusahaan yang berkinerja baik dengan hasil yang optimal; Cara membuka rekening di sekuritas; Cara membeli dan menjual saham; Cara mudah mendapatkan minimal 500.000 per hari dari saham; Mengenali waktu dan pola yang tepat untuk membeli dan menjual saham; dan Manajemen resiko berbisnis dan berinvestasi di pasar modal.

Coaching paper asset ini memang diperuntukkan bagi para pimpinan atau pemilik perusahaan untuk mengirimkan semua karyawannya mengikuti coaching ini agar karyawan terampil mengelola gaji mereka, kemudian juga bagi para professional dan pemilik bisnis yang ingin menambah assetnya 5 kali lebih cepat dan pastinya bagi setiap orang yang ingin belajar cara menternakan uangnya.

Kali ini coaching paper asset hadir di Aceh untuk kali perdana yang akan di isi langsung oleh Adam Nova pada tanggal 19 September di Hotel Mekkah dengan fasilitas makan, modul softcopy, serta bisa bergabung dan berbagi pengalaman dengan seluruh alumni paper asset yang ada di Indonesia.

Informasi lanjut bisa mengakses di www.sekolahpaperasset.com atau dapat melakukan registrasi dengan menghubungi atau SMS ke 08116711091. (ed)

#paperaset CoachAdamNova

Malam Ini, Aurez Hibur Pengunjung Aceh Look Model 2015

Aurez hibur Aceh Look Model 2015Duo Auwi dan Tereza kembali mendapatkan kepercayaan untuk tampil dalam acara puncak Aceh Model Look & Pop Singing Competition 2015 yang digelar di Minggu (13/9/15) malam di Gedung Rumoh PMI Banda Aceh.

“Sejak kemarin kita sudah persiapkan lagu untuk acara malam nanti, untuk konsep memang full akustik dan beberapa additional player,” jelas personil Aurez, Tereza.

Acara yang terbuka gratis kepada publik ini akan dimulai pukul 20.30 WIB, selain itu nanti malam juga akan menjadi malam final bagi peserta singing competition. (ed)

Tanabata, Coffee Shop in Speciality Hadir di Banda Aceh

Tanabata Coffee (Foto Muhammad Farhan Barona)Terkenal dengan destinasi wisata kopi, penikmat kopi dan penggemar tempat nongkrong terbaru di Banda Aceh perlu berbahagia dengan hadirnya coffee shop in speciality, Tanabata.

Nama Tanabata diangkat dari sebuah festival Jepang dengan harapan bahwa coffee shop ini dapat menjadi tempat bertemunya orang-orang, yang merupakan tujuan dari festival itu sendiri.

Dengan latar belakang pendiri yang merupakan penikmat kopi, Tanabata menawarkan rasa kopi dengan cita rasa yang berkarakter. Variasi biji kopi Arabika yang digunakan tidak hanya berasal dari Gayo, namun beragam dari penjuru daerah Indonesia. Kualitas kopinya yang terjaga, menjadikan rasa kopi yang dihasilkan Tanabata mempunyai signature yang berbeda dari tempat ngopi lainnya.

Tanabata Coffee (Foto Muhammad Farhan Barona)Tidak hanya kualitas minumannya yang memukau, Tanabata mengadirkan pesona industrial style pada interiornya. Coffee shop ini terdiri dari dua ruang utama, non-smoking dan smoking. Selain mengutamakan kenyamanan bagi Anda, pemisahan ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas biji kopi agar tidak terkontaminasi oleh asap rokok. Indoor area dapat menampung sekitar 32 orang dan mempunyai meja bar bagi pengunjung yang datang sendirian, juga meja-meja bagi yang datang berkelompok.

Pendekatan yang dilakukan pada Tanabata berupa interaksi sosial antar pengunjung dan pekerja, yang ditandai dengan adanya meja bar yang berhadapan langsung dengan para barista!

Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin mencari teman-teman baru. Jangan khawatir jika Anda tidak ingin diganggu, terdapat beberapa spot yang bisa Anda isi untuk mengerjakan kesibukan yang Anda minati. Tanabata mampu menyesuaikan kedua tempat tersebut bagi pengunjungnya. Selain itu, tujuan lain dari Tanabata adalah sebagai tempat mengedukasi anak- anak muda Aceh tentang kopi, selain sebagai minuman yang dikenal hanya dengan rasa pahitnya.

Nuansa kehangatan sebagai penunjang keakraban didukung oleh pencahayaannya. Pendant lamp mendominasi jenis lampu pada Tanabata yang menciptakan ruang-ruang itim dengan kesan hangat yang dipancarkan dari kuning lampunya. Dengan paduan tema warna merah dan hitam, Tanabata menciptakan kesan ruang yang calm dan hangat. Pada satu dindingnya, terdapat infografis edukatif mengenai kopi yang bisa Anda pelajari dengan mudah.

Pesona industrialis hadir dari jenis paparan yang beragam. Mulai dari ekspos bata, paduan besi dan kabel yang tampak rapi, dan karakter kayu yang muncul pada meja, kursi, dan rak-raknya.

Tanabata Coffee (Foto Muhammad Farhan Barona)Whirling door pemisah ruang dalam dan luar memberikan pengalaman ruang yang menarik. Dengan seluruh pintu yang bisa berputar, memungkinan pengunjung untuk masuk dari mana pun tanpa mengganggu ruang gerak yang lain.

Tanabata juga menawarkan loyalty card bagi pengunjung setianya yang akan mendapatkan satu minuman gratis setiap pengumpulan sembilan stempel pada kartu. Hidangan spesial yang dihadirkan berupa ragam variasi kopi dengan espresso based dan non-coffee. Selain itu, sajian minuman spesial khas Aceh, kopi sanger, juga menjadi minuman spesial di Tanabata. Makanan yang bisa Anda cicipi berupa panganan teman mengopi, cakes, kue tradisional, dan makanan berat berupa makanan jepang, nasi, mie, dan pasta.

Tanabata Coffee (Foto Muhammad Farhan Barona)Tanabata Coffee (Foto Muhammad Farhan Barona)Berlokasi di jalan Teuku Iskandar No. 304, Ulee Kareng, Tanabata menjadi tempat yang cocok untuk berkumpul bersama teman-teman dan keluarga Anda. Informasi lebih lanjut bisa kunjungi Instagram @tanabatacoffee, Twitter @tanabata_coffee, atau Facebook Tanabata Coffee. (Muhammad Farhan Barona)

Tanabata Coffee (Foto Muhammad Farhan Barona)

Sirup Jamblang Siap Dikenalkan di Pekan Ilmiah Nasional

Sirup Jamblang Hermis (IST)Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) 2015 akan segera digelar dalam waktu dekat, mulai 5-10 Oktober mendatang di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan akademik terbesar tahunan tersebut akan diikuti oleh sejumlah kampus yang ada di Indonesia, ada sejumlah Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang nantinya akan memamerkan hasil karya mahasiswa dari Sabang hingga Merauke.

Menariknya, sirup jamblang atau lebih dikenal dengan nama boh jambee kleng di Aceh ini ternyata menjadi salah satu dari 10 karya mahasiswa Unsyiah yang nantinya akan diundang ke tingkat nasional.

Sirup Jamblang Herbal dan Manis (Hermis) tersebut akan dibawa oleh tim PKM Kewirausahaan dari Fakultas Pertanian yang diketuai oleh Maulidiya Izzati.

Tim PKM Kewirausahaan Fakultas Pertanian UnsyiahMaulidia menyebutkan, sirup yang mereka kembangkan ini merupakan inovasi pangan fungsional yang nantinya bisa menjadi nilai jual dari buah jamblang itu sendiri.

“Buah jamblang di Aceh memang kerap ditemui dimana-mana, menurut kami buah jamblang ini bisa menjadi nilai jual serta kedepan akan menjadi oleh-oleh bagi orang-orang yang berkunjung ke Aceh untuk bisa membawa pulang sirup yang khas ini,” sebut anak bimbingan dari dosen Novi Safriani STP, MSc.

Tim yang dikomandoi oleh Maulidiya ini beranggotakan Yeni Chandra Dewi, Rizki Febriani, Bambang Aji Nagan, dan Muhammad Haris yang kesemuanya dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian FP Unsyiah.

Selain itu, Maulidiya juga berharap produk inovasi yang dikembangkan oleh tim PKM mereka bisa membawa nama baik Unsyiah dan Aceh ke ajang nasional, dan tentunya bisa mengenalkan jamblang bagi masyarakat luas lainnya.

“Mohon doa dan dukungannya ya rakan, semoga kami bisa membawa nama baik universitas dan Aceh di PIMNAS nanti,” harap Maulidiya. (ed)