Pengabdian Masyarakat, UKA ITB Gelar Education Fair 2016

Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung di dalam Unit Kebudayaan Aceh (UKA) ITB akan menggelar rangkaian kegiatan bertajuk UKA ITB Education Fair (UIEF) di sejumlah kota/kabupaten di Aceh pada 4-10 Januari 2016 mendatang.

UIEF 2016 ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Unit Kebudayaan Aceh ITB kepada masyarakat Aceh tepatnya para siswa-siswi Sekolah Menengah Atas tingkat akhir dengan mengadakan dua kegiatan besar berupa
Roadshow dan Try Out Nasional Masuk PTN (TONAMPTN) yang diselenggarakan serentak di lebih dari 30 kota di Indonesia.

Untuk kegiatan Roadshow akan diadakan mulai tanggal 4 Januari 2016 sampai dengan 9 Januari 2016 di sejumlah Sekolah Menengah Atas yang terletak di Banda Aceh, Aceh Besar, Sigli, Bireuen, dan Lhokseumawe. Roadshow bertujuan untuk memperkenalkan dunia kampus, khususnya ITB kepada para siswa kelas 12 SMA.

Pengenalan dunia kampus ini mencakup sosialisasi dan penyampaian informasi seputar perkuliahan.

Sementara agenda selanjutnya, Try Out Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (TONAMPTN) akan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2016 bertempat di SMPN 1 Banda Aceh dan di Aceh Selatan.

Kegiatan TONAMPTN ini akan dikemas dalam bentuk simulasi sekaligus wahana persiapan para siswa dalam mengikuti tes masuk perguruan tinggi mendatang. Try Out yang diadakan serentak se-Indonesia ini akan memberikan apresiasi berupa hadiah kepada juara regional dan juara nasional yang memperoleh nilai tertinggi.

Pendaftaran TONAMPTN dapat dilakukan di Bimbel A+ Banda Aceh atau bisa juga melalui situs bit.ly/daftartouief2016 dengan biaya pendaftaran sebesar Rp20.000.

Selain menyajikan simulasi tes kepada peserta, panitia juga akan membuka stand di tempat berlangsungnya TONAMPTN yang berisi informasi seputar fakultas-fakultas yang ada di ITB. Sehingga, setiap siswa SMA/sederajat kelas 12 yang sekolahnya tidak dikunjungi ketika Roadshow tetap dapat menerima informasi serta sosialisasi mengenai perkuliahan khususnya ITB dengan mendatangi stand-stand tersebut.

Sebelumnya, Unit Kebudayaan Aceh ITB juga pernah mengadakan acara serupa pada tahun 2013 dengan dua mata acara utama yaitu Roadshow ke sekolah-sekolah yang ada di Aceh dan Try Out yang dilaksanakan serentak di 23 kota di Indonesia. Selain pada tahun 2013 dan 2016, UKA ITB tidak menggelar Education Fair namun tetap rutin setiap tahunnya mengadakan roadshow ke sekolah-sekolah di Aceh yang dikemas dalam rangkaian acara UKA ITB Goes to School (UIGTS).

Harapannya, serangkaian kegiatan UIEF 2016 ini ke depan dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat Aceh terutama siswa kelas 3 SMA/sederajat yang tak lama lagi akan menjejakkan kakinya ke tahap pendidikan selanjutnya, yaitu perguruan tinggi. (ed)

Desember_ILA_UIEF 2016

Daftar SMA/sederajat yang termasuk ke dalam daftar kunjungan UIEF 2016:
1. SMAN 10 Fajar Harapan
2. SMAN Modal Bangsa
3. SMAN 1 Banda Aceh
4. SMAN 3 Banda Aceh
5. SMAN 4 Banda Aceh
6. SMA Labschool Unsyiah
7. SMA Darul Ulum
8. MAS Riab
9. SMAN Unggul Ali Hasjmy
10. SMA Unggul Sigli
11. SMAN 1 Sigli
12. SMAN 1 Meureudu
13. SMA Sukma Bangsa Bireuen
14. SMAN 1 Bireuen
15. SMAN 1 Lhokseumawe
16. SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe
17. MAN Model Banda Aceh
18. SMAN Modal Bangsa Arun
19. SMA Fatih Bilingual School
20. SMA Teuku Nyak Arif

Niken Siap Tampil di Pagelaran Musik Melayu

Gita Cinta Production dan Tujuh Sinergi menggelar Pagelaran Musik Melayu di penghujung tahun ini yang dihelat Kamis (24/12/2015) di Airman Cafe, The Sultan Hotel Jakarta.

Acara musik melayu yang mengangkat tema ‘Berdamai dengan Bumi’ ini diusung mengingat darurat asap yang sempat melanda beberapa wilayah Indonesia yang memang memiliki kultur melayu.

Ketua pelaksana kegiatan, Geisz Chalifah menyebutkan, diusung tema tersebut mengingat darurat asap yang sempat melanda beberapa wilayah Indonesia yang memang punya berculture melayu.

“Ini sebagai bentuk bangkitnya orang Melayu dari musibah kemaren, karena pada saat darurat asap tim peduli rumpun melayu pun sudah turun ke lapangan untuk membantu para korban,” sebutnya.

Dari sejumlah artis yang akan ikut ambil bagian, salah satunya penyanyi asal Aceh, Nong Niken menyatakan siap untuk tampil di acara pagelaran musik melayu malam nanti yang sehari sebelumnya sudah melalukan pemantapan vokal dan live musik.

Niken merasa bangga atas kecintaannya terhadap musik melayu dan akhirnya dipercaya untuk bergabung dalam event tersebut.

“Alhamdulillah kali ini saya dipercaya untuk bergabung dalam event ini. Misinya simple, melayu itu anak muda. Anak muda bermusik melayu itu keren,” ucapan niken.

Ada tujuh lagu yang saudah dipersiapkan, Niken menyatakan siap untuk memberikan persembahan terbaik nanti malam.

“Salah satunya lagu Saleem, tantangan banget karena cara bernyanyi kali ini agak beda plus di lihat oleh orang-orang yang mengerti melayu,” sambung Niken.

Lagu Saleem dipilihnya, tambah Niken mengingat tanah kelahirannya di Aceh juga berbudaya melayu dan dirasakan sangat dekat hubungan emosionalnya.

Menariknya, dalam pagelaran musik melayu kali ini selain penampilan dari sejumlah artis juga akan ada kolaborasi latin dan Arabian music plus live guitar turkey. (ed)

Pagelaran Musik Melayu_Nong Niken

Aceh Lon Sayang in Style of Keroncong

Bagi Anda penikmati lagu keroncong mungkin sudah tidak asing lagi dengan La Paloma, ya grup musik orkes keroncong asal Padang ini sudah terkenal luas seantero nusantara dan pernah menyempatkan diri untuk roadshow ke Aceh beberapa tahun lalu.

Grup musik yang dirintis dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang Sumatera Barat tersebut juga pernah membawakan lagu Aceh Lon Sayang dengan begitu apik.

Namun, yang tak kalah menarik, lagu legend karya dari T. Djohan dan Anzib Lamnyong ini juga dicoba aransemen ulang oleh musisi sekaligus YouTuber asal Aceh, Tereza.

“Ini tantangan bagi saya untuk menyanyikan lagu Aceh dengan logak yang meudok, konsepnya ini memang in style of Keroncong,” ujar Tereza disela-sela membuat video klip beberapa waktu lalu.

Tereza berharap, dengan lagu Aceh Lon Sayang ini bisa kembali membangkitkan semangatnya untuk berkarya dan tentunya menjadi motivasi bagi musisi muda di Aceh untuk terus produktif. (ed)

Teuku Reza Fahlevi

The Leader Kembali Raih Prestasi Nasional dari Kemenpora

Organisasi kepemudaan The Leader yang berasal dari Aceh kembali raih prestasi yang terpilih sebagai juara 2 pada Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi Tingkat Nasional 2015 yang diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, 10-12 Desember lalu.

Dalam pemilihan tersebut, The Leader membawakan program DreamMaker, yakni sebuah pelatihan kepemudaan dalam meningkatkan minat, bakat dan kreativitas pemuda. Sedangkan juara 1 berhasil diraih oleh organisasi Pemuda-Pemudi Kemasan Kabupaten Boyolali dengan program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Desa Wisata.

Ajang pemilihan organisasi kepemudaan yang digelar oleh Kemenpora ini dalam rangka memperebutkan Soegondo Djojopoespito Award yang dibagi dalam empat kategori yaitu, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemahasiswaan, Organisasi Kepelajaran, dan Organisasi berbasis komunitas.

Foto The Leader Juara 2 Nasional OKP“Seleksi pada pemilihan organisasi berprestasi ini terdiri dari 3 tahap, berupa seleksi administrasi, penilaian faktual ke lapangan (fact finding), dan seleksi presentasi di Jakarta,” ujar Muhammad Fathun selaku Ketua The Leader.

Setelah melewati seleksi administrasi dilakukan penilaian faktual lapangan dimana staf Kemenpora RI dari Jakarta langsung mengunjungi sekretariat The Leader di Banda Aceh untuk melakukan penilaian.

“Dari seluruh peserta yang mendaftar, hanya 20 organisasi dari seluruh Indonesia yang diundang ke Jakarta untuk seleksi presentasi pada 10-12 Desember 2015 kemarin. The Leader sendiri, diwakili oleh saya selaku ketua dan Mifta Sugesty selaku bendahara,” sebut Fathun.

Fathun menambahkan, pesan penting yang disampaikan mereka dalam presentasi tersebut terkait kebangkitan pemuda. “Yang kami sampaikan pada saat seleksi presentasi adalah kebangkitan pemuda Aceh. Kami tidak ingin diingat sebagai korban konflik atau tsunami, tapi kami sebagai pemuda yang memiliki banyak potensi ingin diingat sebagai sumber daya,” katanya.

The Leader sendiri sudah berdiri sejak tahun 2012 dan sudah melakukan berbagai program pemberdayaan pemuda seperti pelatihan kepemimpinan, pelatihan public speaking, ngobrol inspiratif (ngopi), kelas kreatif, liburan produktif, dan dreammaker.

Sejak berdiri, organisasi ini sudah menjangkau lebih dari 3000 pemuda di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Tahun 2014 lalu, program unggulan DreamMaker juga terpilih sebagai penerima penghargaan Indonesia MDGs Awards dari Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs.

“Melalui Program DreamMaker, kami mencoba menjembatani mimpi pemuda Aceh. Kami membuat sebuah kurikulum mimpi dimana pemuda dapat merancang mimpi mereka sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki,” lanjut Fathun.

Fathun berharap dengan prestasi yang diraih oleh organisasi nya ini dapat menjadi motivasi bagi pemuda Aceh khsusunya untuk terus melakukan pengembangan kapasitas diri dan meningkatkan keinginan untuk berbuat atau menyelesaikan masalah yang ada di daerah masing-masing.

Adapun tim dewan juri pada pemilihan organisasi berprestasi ini dinilai langsung oleh Dra. Hermin Narwati, MM selaku Asdep Organisasi Kepemudaan, Drs. Mandir Ahmad Syafi’i, M. Pd selaku Asdep Peningkatan Wawasan Iptek, Iman dan Takwa, Dr. Suyadi, M.Sc selaku Kabid Asdep Sumber Daya Pemuda, dan Drs. Budi Susanto, MM selaku Direktur di pusat berita Antara.

Penghargaan bagi organisasi yang terpilih sebagai juara diserahkan langsung oleh Yuni Poerwanti selaku Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI.

Yuni berharap, ajang pemilihan organisasi ini kedepannya lebih banyak lagi organisasi kepemudaan yang ikut mendaftar dari seluruh Indonesia. (ed)

Kegiatan Exclucivil 2015 Digelar Selama Sepekan

Himpunan Mahasiswa Sipil Unsyiah bekerjasama dengan Jurusan Teknik Sipil Unsyiah, dan Ikatan Keluarga Alumni Teknik Sipil Unsyiah resmi membuka acara Exclucivil 2015 yang Senin (7/12/2015) di Lapangan Parkir Fakultas Teknik Unsyiah.

Kegiatan yang mengangkat tema “Dedication of Civil Engineering For Aceh” ini akan berlangsung selama 7 hari kedepan hingga 13 Desember mendatang.

Penutupan kegiatan tersebut rencanakan akan digelar dalam acara Peusijuek Wisudawan di Pantai Lampuuk, Aceh Besar.

Acara pembukaan Exclucivil turut dihadiri oleh Ir. Mirza Irwansyah MBA, MLA selaku Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Ir. Maimun Rizalihadi M.Sc.Eng selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Unsyiah, Ir. Gusmeri MT selaku Ketua Umum IKATSI, alumni, dosen, mahasiswa, beserta seluruh jajaran yang terkait dengan dunia konstruksi teknik sipil.

Dalam kesempatan yang sama, pembukaak Exclucivil 2015 juga menggelar Seminar Teknik Sipil yang membahas dua tema, yaitu “Teknologi beton SSC dengan menggunakan semen PCC produksi PT. Semen Padang” dan “Pengembangan kapasitas riset tsunami diAceh dan peran ilmu Teknik Sipil dalam menjawab tantangan mitigasi tsunami di Indonesia”.

Selain itu, juga digelar Open Campus yang diikuti oleh siswa-siswi SMA se-Banda Aceh serta Lomba Ranking 1. (ed)

Foto Exclucivil 2015 Resmi Dimulai

Avail Gelar Seminar Kanker Serviks di Aceh

Menyambut peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang, Avalian Aceh bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh akan menggelar seminar kanker serviks, Sabtu (19/12/2015) pukul 14.00 WIB di Aula Balai Kota Banda Aceh.

Seminar kesehatan ini mengangkat tema “Peduli Kesehatan Wanita Indonesia, Cegah Kanker Serviks” yang mendatangkan langsung dr. Chandra W dari Jakarta.

Acara seminar ini terbuka untuk umum, yang turut mengundang semua kalangan termasuk kaum ibu, remaja dan tidak menutup kemungkinan laki-laki juga untuk mengetahui informasi penting ini.

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi Lily 082160119229, tiket seminar tersedia di Radio Seulaweut FM, Posko BEM UIN Ar-Raniry, Posko Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah. (ed)

ILA_Desember_Kanker_Aceh