Perayaan Hari Guru Nasional 2016 di Pidie

Bertepatan pada hari Jumat, tanggal 25 November 2016. Indonesia merayakan Hari Guru Nasional (HGN) dan PGRI secara serentak. Ratusan sekolah di Kabupaten Pidie dengan khidmat mengikuti upacara peringatan HUT PGRI ke 70 dan HGN ke-71 tahun 2016 yang dilaksanakan di sekolah-sekolah masing-masing.

Seusai upacara seluruh guru dan siswa di Kabupaten Pidie merayakan HGN di sekolah dengan serangkaian acara yang berbeda-beda. Seperti SMPN 2 Tijue melepas ratusan balon yang bertuliskan selamat hari guru ke udara. Mereka juga menghias kelas seindah-indahnya, pengalungan bunga untuk guru dan pemotongan kue bersama. Di SMKN 1 Sigli, upacara berlangsung dengan semarak saat perwakilan siswa memberikan kado kepada gurunya. Sementara itu, di SDN 3 para guru dan murid bergantian menyanyikan lagu tentang guru, dimulai dari murid menyanyikan lalu diikuti semua guru. Lalu pembina upacara juga menyanyikan beberapa bait dan diikuti oleh seluruh peserta upacara.

perayaan-hari-guru-nasional-di-pidie-aceh_2

Lain lagi di SMA Negeri 1 Delima. Mereka mengawali HGN dengan baca surah Yasin bersama, lalu upacara, kemudian penyerahan bunga kepada guru, makan kue bersama sambil menonton tari kreasi dari murid, juga pembacaan puisi tematik tentang guru dan diakhiri dengan bersalaman takzim meminta maaf kepada guru. Acara berlangsung haru saat salaman berlangsung, banyak murid-murid yang menitikan air mata.

Beberapa hari sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Murthalamuddin, S.Pd.I, M.SP sudah mengarahkan seluruh sekolah di lingkungan Kabupaten Pidie supaya merayakan hari guru dengan membuat rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memuliakan guru. Misalnya pembacaan puisi, Lomba menulis singkat untuk guru, berpidato singkat penghormatan terhadap guru, memberikan hadiah bunga atau kerajinan yang dibuat dengan tangan sendiri untuk guru, mencium tangan guru bersama atau kegiatan lain yang merupakan wujud dari penghormatan terhadap guru.perayaan-hari-guru-nasional-di-pidie-aceh_4

Namun kejutan dan kemeriahan HGN dilaksanakan oleh sekolah-sekolah lebih meriah daripada yang dibayangkan. Selain seperti arahan Kadis, sekolah-sekolah menjabarkan dengan kegiatan yang lebih meriah.

Dari sekolah perkotaan sampai di desa-desa merayakan hari guru. Spanduk-spanduk telah terpasang dihalaman sekolah-sekolah dengan ucapan “Ayo Muliakan Guru” dengan tagline yang diambil dari Hadih Maja; Takzem keu yah meurumpok hareuta Takzem keugurei merumpok Ijazah. khusus di Kabupaten Pidie mengusung tema ini sedangkan di Nasional temanya “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”, tema ini diusung langsung oleh Kadis Pendidikan Pidie, Murthalamuddin, S.Pd.I, M.SP.

“Bagi Guru peringatan HGN ini merupakan kesempatan untuk menginstropeksi diri apakah sudah benar-benar menjadi guru yang sejati? Bagi siswa hari ini merupakan momen mengenang dan menghargai betapa besar peran guru bagi pendidikan mereka. Sedangkan untuk masyarakat Teacher Day (hari guru) bisa dijadikan sebagai renungan bahwa guru mengambil peran penting bagi mencerdaskan bangsa ini. Sehingga butuh kerja sama antara pihak guru, murid dan masyarakat untuk bersama-sama mencapai cita-cita bangsa,” lanjut Kadis Pendidikan lagi.

Rusdi Ali, M. Tesol seorang guru SMAN 1 Delima yang sempat kami wawancarai mengatakan, “Dengan adanya kegiatan ini kami para guru sangat merasa bahagia dan tersanjung OSIS bersama seluruh siswa untuk menghormati guru-gurunya dan mendoakan tetap tabah dan sabar dalam mendidik mereka. mudah-mudahan kegiatan ini akan berlanjut dimasa yang akan datang serta siswa akan memiliki sikap menghormati gurunya sebagai orang tua kedua mereka di sekolah dan hubungan antara kepala sekolah, majelis guru, TU dan seluruh siswa tetap harmonis untuk mencapai Visi misi sekolah untuk masa sekarang maupun yang akan datang”.

Selamat HUT PGRI Ke-71 dan HGN 2016 semoga guru-guru maju terus. (rio)

perayaan-hari-guru-nasional-di-pidie-aceh_3

perayaan-hari-guru-nasional-di-pidie-aceh_1

KAGURA dan Produk UKM Aceh Tampil di Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia

Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) merupakan acara bergengsi di kalangan mahasiswa yang menekuni dunia wirausaha. Acara ini diadakan setiap tahun oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan pada tahun ini Universitas Brawijaya Malang merupakan tuan rumah dari kegiatan tersebut.

Kegiatan yang telah diadakan sejak tanggal 16 November yang lalu ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengambangkan jiwa wirausaha pada kalangan mahasiswa Indonesia. Diharapkan nantinya mahasiswa yang telah mendapat gelar tidak hanya tampil sebagai sarjana pencari kerja, tetapi juga tampil sebagai sarjana pencetak lapangan pekerjaan.

Dalam Expo KMI mahasiswa universitas dari seluruh Indonesia berkumpul memamerkan produk-produk wirausaha, promosi, membangun jaringan usaha, bertukar ide bisnis kreatif, sharing dengan wirausahawan sukses, dan ajang untuk mengembangkan semangat kewirausahaan.

Tidak ketinggalan, Aceh juga mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Wulan dan Masrura merupakan dua dari beberapa mahasiswa yang mewakili Aceh dalam kegiatan ini. Mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala ini sangat senang dan bangga dapat mewakili Aceh di event nasional.

“Kami di sini memamerkan produk-produk UKM khas Aceh agar produk UKM khas Aceh dapat dikenal luas oleh masyarakat seluruh Indonesia,” tutur Wulan mahasiswi asal Takengon tersebut.

KAGURA merupakan salah satu produk yang dipamerkan pada expo KMI ini. Produk UKM lain yang juga ikut dipamerkan pada kegiatan ini diantaranya ada Burak (Bumbu Rujak Kawista), Piyoh, Amla Fruit Tea, Alubu Food Bumbu Mie Aceh dan Minyeuk Pret.

Bahkan mahasiswa asal Aceh yang berada di Malang khusus meluangkan waktu dan berbondong-bondong datang menuju stand perwakilan Aceh untuk ikut memberikan dukungan kepada tanah kelahiranya. Mereka menyatakan bahwa KAGURA, Alubu Food Bumbu Mie Aceh dan Amla Fruit Tea merupakan produk yang paling mereka buru, karena cita rasa produk tersebut sedikit dapat mengobati rasa rindu mereka akan kampung halaman. (huluq)

kagura-dan-produk-ukm-aceh-lain-tampil-di-expo-kewirausahaan-mahasiswa-indonesia

Peringatan Hari Aksara Internasional 2016 di Aceh

Dinas Pendidikan Pidie berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pidie mengadakan pameran besar-besaran di Kota Sigli sejak tanggal 17-20 November dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang ke-51.

Pameran yang meriah ini diikuti oleh puluhan stan dari beberbagai Kabupaten dan Instansi yang berjejer rapi di Lapangan Alun-Alun Kota Sigli.

Pembukaan pameran juga tidak kalah meriah. HAI yang dibuka di Lapangan Kuta Asan ini dihadiri oleh kontingen dari semua peserta pameran.

Berbagai kreativitas tersaji di pameran yang berlangsung selama empat hari ini, dari mulai tarian adat yang dipertontonkan setiap malam di panggung utama Alun-alun kota. Tariannya ada ranup lampuan dan tari kreasi lainnya. Peserta tari datang dari berbagai sekolah di Kabupaten Pidie.

hai_selamat-datang-dihari-aksara-internasional_rio

Yang menjadi pertunjukan utama adalah para peserta stan daerah, sekolah dan UPTD Kabupaten. Semua stan berlomba-lomba menunjukkan keindahannya. Dari desain stan yang menarik sampai yang paling penting isi stan yang bisa membius para pengunjung untuk berlama-lama didalamnya.

Dimualai dari stan yang paling megah, Stan Kabupaten Pidie yang menjadi tuan rumah. Di kabupaten yang terkenal dengan keripik melinjo (krupuk Mulieng) ini, tidak hanya menampilkan produk, tapi masyarakat bisa juga turut andil ikut dalam proses pembuatannya. Misalnya bisa mengetes cara membuat krupuk mulieng itu bagaimana caranya. Juga cara menjahit Kupiah Riman (peci salat dari pelepah aren) dan cara membuat tembikar seperti tikar, raga dan alas menaruh panci.

Belum lengkap ke pameran HAI ini kalau belum berfoto dengan manekin yang dipakaikan pakaian adat daerah masing-masing. Yang menjadi daya tarik pengunjung adalah pakaian adat Aceh Tenggara, Simeulue dan Gayo Lues. Pengunjung rela mengantri, demi bisa berdiri disamping menekin ini.

Stan Gayo Lues, Aceh Tengah dan Bener Meriah menarik animo masyarakat karena para pengunjung senang dengan kopinya, keramahan para penjaga stan dan bahasa mereka yang berbeda dan sangat suka didengar oleh pengunjung melalui pengeras suara.

hai_roasting-kopi-di-stand-aceh-tengah_hari-aksara-internasional_rio

Ngomong-ngomong soal pengeras suara, stan Aceh Selatan tak-henti henti mempromosikan stannya di mikrofon, yang menginformasikan tentang khasiat minyak pala dari daerahnya, katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit termasuk masuk angin. Karena dengungnya begitu besar orang-orang jadi berdatangan dan menghabiskan 1000 botol minyak pala juga dari pengeras suara terdengar mereka menyediakan madu asli dari hutan Buloh Seuma.

Berbagai kerajinan tangan bisa dibawa pulang dari stan, tentu saja dengan membayar sesuai harga. Kerajinan dari seluruh kabupaten di Aceh terpajang disini. Dari mulai tas, hasil alam –seperti di Simeulu ada sejenis bunga karang, Lobster yang sudah di awetkan dan makanan khas daerah. Demikian juga distan lain, makanan-makanan yang sudah dipacking dengan unik bisa kita bawa pulang dengan harga murah. Juga tersedia kerajinan dari kayu, rajutan benang, tempurung, barang-barang bekas sampai dari kartu perdana.

Acara yang dimulai dari jam 09.00 pagi sampai jam 11.00 malam ini dipadati pengunjung sampai memacetkan jalan disekitar, dari pusat kota sampai alun alun dipadati warga yang ingin ke pameran HAI yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie ini, pak polisi dibantu oleh pamong praja kewalahan mengatur jalur lalu-lintas dari sejak pertama hari acara.

Para pedagang lokal maupun luar daerah juga memamerkan dagangannya diluar dan di sekitar panggung utama, dari yang berjualan balon anak-anak sampai pelukis inai hadir disini. Juga tidak kalah para penjual makanan. Pameran HAI51 ini bisa memacu ekonomi para pedangan kecil.

Semoga kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Karena dengan adanya pameranlah, hasil karya seni dari berbagai daerah bisa ditampilkan. disamping menghasilkan pundi-pundi rupiah dari barang yang diperdagangkan, para pengrajin souvenir juga bisa tampil didepan masyarakat untuk menunjukkan hasil karya mereka. Siapa tahu bisa menjadi ajang promosi ajakan kerja sama dari pihak pengusaha untuk memperluas jaringan usaha atau meningkatkan pesanan kerajinan yang mereka buat.

hai_hasil-bumi-aceh-tengah_hari-aksara-internasional_rio

Disamping itu pameran HAI ini kembali mengingatkan kita tentang sejarah bagaimana perkembangan keberaksaraan bangsa Indonesia, kalau tahun 90-an masih banyak yang buta aksara, sampai-sampai pemerintah membuat program khusus bagi para orang-orang yang belum bisa membaca, bisa bersekolah lagi setelah anak sekolah pulang sekolah, hanya untuk kursus membaca dengan guru-guru SD.

Kini masyarakat tahun 2000-an sudah bisa membaca walaupun tidak 100%. Kita sudah melek ilmu pengetahuan dengan sekolah-sekolah yang sudah ada diseluruh pelosok propinsi. Bahkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Pidie sudah menghantarkan siswa-siswanya bersaing ditingkat nasional. Juga sudah ada banyak sekolah unggul di Kabupaten ini, termasuk didalamnya SMU Unggul Blang Galang, SMU Unggul 3 Sigli, Sukma Bangsa dan kelas unggul disekolah-sekolah lain. (rio)

hai_mayeum-tika_hari-aksara-internasional_rio