Rakan @HipHopNanggroe Rilis Video Klip Piasan Raya

Satu lagi, video klip “Piasan Raya” hasil karya dari rakan-rakan Hiphop Nanggroe Syndicate (HNS) yang bercerita tentang kuat dan eratnya rasa persaudaraan putra-putri Aceh dalam menjaga keutuhan adat istiadat secara turun-temurun dirilis, Senin (26/12/2016).

Menariknya, lagu yang diproduseri oleh Ilman Macbee yang berdomisili di Jakarta tersebut memberikan nuansa keunikan terbaru dari keberagaman bahasa yang ada di Aceh.

“Dalam lagu ini ada beberapa lirik yang digunakan dalam Bahasa Aceh, Aceh rayeuk, Aneuk Jamee, Melayu Tamiang, Gayo, Kleut Raya, Alas (Aceh tenggara),” sebut Nay selaku Koordinator Komunitas HNS.

Lagu ini, sebut Nay diisi oleh musisi dari HipHop terbaik Aceh yaitu RamsD, Rizkal, Putra Lil Abee, Jeri Taufik Lizam, Andre Mandor, Inisial, Dj Redstar, Ilman Macbee, dan Yudi Him.

Terkait pengerjaan lagu sendiri terbilang cukup panjang, selama 3 tahun dari 2013 sampai 2016 untuk project pengerjaan lagu tersebut hingga dirilis secara langsung di kanal YouTube HNS TV.

“Pengerjaan lagu hingga video klip ini cukup memakan waktu yang lama, selain itu lagu ini juga hasil kolaborasi 3 production house yaitu PLIX-U Film, HOLLABACK Film, dan Karma Visual. Di dalam video juga turut diisi oleh Nanggroe Break Cypherz dan juga DJ Redstar,” sebutnya.

Nay juga menyebutkan, dalam lagu yang berdurasi 4 menit 49 detik tersebut juga tersirat pesan regenerasi warisan budaya, dan semangat persatuan, meskipun terdapat perbedaan bahasa, budaya, dan adat istiadat namun aceh tetap bersatu. (ed)

Tereza Rilis Single Terbaru “Kau Hina Aku Dengan Cintamu”

Pelantun hits “Lagu Cinta” sekaligus YouTuber asal Aceh, Tereza, baru-baru ini kembali merilis single dan video klip terbaru dipenghujung tahun 2016.

Kehadiran single terbarunya ini menyusul single sebelumnya yang dirilis awal bulan Januari 2016. Masih dengan nuansa gitar akustik, single teranyar bertajuk “Kau Hina Aku Dengan Cintamu” akhirnya menjawab rasa penasaran penggemar sejak penggalan lagu ini diunggah ke Instagram beberapa waktu yang lalu.

“Preview lagu ini sempat aku unggah 15 detik di akun Instagram beberapa minggu yang lalu, banyak teman-teman follower antusias dan gak sabar pengen dengar versi fullnya, tapi karena kemarin itu aku masih sibuk, jadi aku tunda dulu rilisnya,” ujar Tereza, Selasa (20/12/2016).

Lagu dengan tema patah hati ini, sebut Tereaz masih sangat akrab dengan irama dan nuansa musik akustik yang catchy dan fun, sehingga tetap membawa suasana ceria dibalik lirik lagu yang galau.

“Udah banyak lagu galau yang nuansa musiknya juga galau, kali ini aku mau lagu galau yang beda tanpa ngehilangin elemen musik aku yang gembira dan fun, jadi yang dengar gak bakal sedih, melainkan terhibur,” jelas musisi muda yang juga aktif di sejumlah media sosial ini.

Tereza mengaku jika lagu ini adalah pengalaman pribadi, tentang perpisahannya dengan seorang wanita karena hubungan yang berat sebelah. Dalam penulisan lagunya, ia juga dibantu oleh Azzikra, yang juga sama-sama memiliki hobi menulis lagu.

“Lagu ini emang betul-betul pengalaman pribadi, tahun 2014 lalu aku pisah dengan seseorang karena hubungan yang aku rasa gak seimbang dan gak mungkin dipertahanin. Aku dibantu sama Azzikra untuk penulisan lagu, dan lagunya mulai aku revisi sebelum akhirnya dibawain dengan versi yang sekarang,” ungkap penyanyi pemilik nama lengkap Teuku Reza Fahlevi.

Musisi sekaligus penulis lagu yang aktif mengcover beberapa lagu hits ini juga menggarap video klip “Kau Hina Aku Dengan Cintamu” yang kini telah bisa dinikmati lewat Youtube Tereza Music.

“Untuk video klipnya sendiri konsepnya sederhana, kita ambil lokasi di Banda Aceh yang dibantu oleh beberapa teman untuk proses editing serta finishing,” sebut talenta muda yang kini bernaung di bawah ILATeam Management tersebut. (ed)

Aceh Berkabung Pascagempa Pidie Jaya, ASF 2016 Diundur

Musibah gempa bumi dengan kekuatan 6,5 SR yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (7/12/2016) telah menyisakan duka yang mendalam.

Sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh telah mengagendakan kegiatan Aceh Surfing Festival (ASF) 2016 yang direncanakan berlangsung Sabtu dan Minggu (10-11/12/2016) di Pantai Kuala Cut Lampuuk, Aceh Besar.

“Suasana duka masih menyelimuti saudara-saudara kita di Pidie Jaya, jadi kita minta panita surfing juga mengundurkan waktu sekitar seminggu untuk agenda ini. Kita berharap panita juga dapat mengajak pengunjung acara nanti ikut serta menggalang dana sebagai salah satu agenda acara,” sebut Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi.

Kegiatan sport tourism ASF 2016 yang mengangkat tema “Challenge the Waves and Enjoy Culture” menurut sekretaris pelaksana, Nasrul dipastikan akan diundur beberapa hari dari jadwal sebelumnya, yakni pada tanggal 14-15 Desember.

“Aceh Surfing Festival 2016 resmi kita undur yang sebelumnya dijadwalkan 10-11 Desember, kita geser sekitar empat hari dan dipastikan akan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis, 14 dan 15 Desember,” jelasnya.

Selain suasana berkabung pascagempa Pidie Jaya, Nasrul juga menjelaskan menurut akurasi dari laman magicseaweed.com ombak pantai Kuala Cut pada tanggal 14-15 Desember sangat bagus untuk peserta kompetisi surfing.

“Dari laman tersebut kita dapatkan akurasi sekitar 75 persen ombak sangat mendukung, khususnya bagi surfer yang ikut serta dalam kompetisi baik untuk kelas open dan grommet yang hingga kini sudah 32 peserta yang ikut mendaftar yang memperebutkan hadiah belasan juta rupiah, trophy, tiket pesawat, dan doorprize yang telah dipersiapkan panitia,” jelasnya.

Agenda Seni Turut Diundur

Tidak hanya ASF 2016, beberapa agenda yang akan digelar oleh Disbudpar Aceh lainnya juga diundur.
Seperti pagelaran seni eksibisi dan malam apresiasi seni yang sebelumnya dijadwalkan 9-12 Desember juga ikut diundur menjadi tanggal 16-19 Desember mendatang yang akan digelar di Taman Budaya Aceh.

“Agenda pagelaran seni sebelumnya sudah kita jadwalkan 9-12 Desember, jadi karena musibah gempa yang melanda Pidie Jaya juga kita undurkan menjadi 16-19 Desember yang nantinya sekaligus dengan acara penyerahan sertifikat warisan budaya tak benda Indonesia 2016,” sebut Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya, Suburhan Pagan.

Pada malam yang sama juga, sebut Suburhan, panitia acara juga akan menggelar penggalangan dana untuk Pidie Jaya yang bekerjasa sama dengan Dewan Kesenian Aceh (DKA).

Menderu Ombak Lampuuk_Rinaldi_082121721785

ICN 2017: Terobosan Baru Pemuda Indonesia Unutk Melakukan Perubahan

Mengapa sih Indonesia perlu untuk berubah? Menurut kalian, apa sih arti sesungguhnya dari perubahan?

Sebagian besar dari kita yang sedang membaca artikel ini secara garis besar sudah tahu alasan mengapa Indonesia tanah air kita ini harus berubah. Namun hanya sebagian kecil dari kita yang membaca artikel ini ingin dan peduli untuk mengambil tindakan demi Indonesia negeri kita.

Indonesia memiliki ribuan ragam budaya yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Ribuan ragam tradisi, ragam flora dan fauna, ragam karya seni, makanan khas hingga bahasa tersebar di setiap provinsi di Indonesia. Tetapi potensi yang sangat besar itu hanya tersimpan dan ditelantarkan begitu saja. Tidak ada tangan yang cukup peduli untuk menggarapnya.

Berdasarkan data tahun 2001 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Indonesia mempunyai populasi anak muda terbesar di dunia (Winarta 2015). Dengan total 30 juta anak muda yang berusia dibawah 30 tahun, Indonesia menyimpan potensi yang beigtu besar untuk menjadi negara yang kuat dan kreatif. Sudah saatnya kita para pemuda generasi Indonesia mengulurkan tangan merubah segala potensi ragam budaya tersebut menjadi sebuah karya yang dapat membanggakan dan memajukan tanah air kita. Sudah saatnya bagi kita para generasi muda Indonesia berdiri bersama mengikat tali persatuan Indonesia. Jangan biarkan rasa nasionalisme itu terhenti hanya sebatas ide dan perkataan di mulut. Tunjukkan bahwa kita para anak-anak Indonesia dapat memimpin Indonesia berubah menuju perubahan yang lebih baik.

ICN 2017 dibawah kepemimpinan Student Board S1 Universitas Prasetiya Mulya bersedia untuk memfasilitasi itu semua. Dengan tema AKULTURASI: Aktualisasi Tutur Generasi, ICN 2017 memiliki tujuan untuk menciptakan kesempatan bagi generasi muda agar dapat berkontribusi nyata dan menjadi agen perubahan kepada masyarakat melalui proyek sosial.

Dengan 3 rangkaian acaranya: ICN Food Exhibition, ICN Conference dan ICN Festival, ICN ingin mengambil bagian dalam pengembangan generasi penerus bangsa yang kreatif, inspiratif dan berkarakter.

Berbagai kegiatan dan rangkaian acara inspiratif siap untuk menarik perhatian anda dari seluruh Indonesia. Dimulai dari ICN Conference 2017, total dana 50 juta siap diberikan kepada 5 proyek sosial terbaik. Kesempatan untuk membangun koneksi hingga seluruh Indonesia pun terbuka lebar. Para delegasi tidak perlu direpotkan dengan berbagai biaya akomodasi karena ICN 2017 akan menyediakan seluruh akomodasi dimulai dari penginapan, transportasi dan makan 3x sehari dengan gratis. Siapa sangka, lebih dari 420 pemuda Indonesia tercatat telah mendaftarkan diri mereka di ICN Conference 2016!

Tidak hanya itu saja, ICN 2017 juga menyediakan berbagai jajanan khas nusantara yang dapat kalian temui di Food Exhibition. Serta berbagai pembicara inspiratif dari tokoh politik maupun non-politik siap memeriahkan ICN 2017. Setelah berhasil mendatangkan Anies Baswedan, Najwa Shihab, Maman Suherman, Chelsea Islan dan Arifin Putra, kini ICN 2017 berani melanjutkan langkahnya dengan acara yang lebih besar, menarik, dan meriah tentunya.

Yuk! Tunggu apa lagi? Sudah penasaran bukan bagaimana ICN 2017 nanti?

Ayo daftarkan diri anda segera di website kami www.icn-id.com dan jadilah saksi kemeriahan ICN 2017!

Aceh Surfing Festival 2016 Siap Digelar 10-11 Desember

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menggelar sport tourism Aceh Surfing Festival 2016 yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu (10-11/12/2016) di Pantai Kuala Cut Lampuuk, Aceh Besar.

Acara yang dikemas dengan tema “Challenge the Waves and Enjoy Culture” itu tidak saja menghadirkan kompetisi surfing bagi surfer, melainkan juga beberapa agenda menarik lainnya seperti gathering lintas komunitas, flashmob, windsurfing, rapai, dan hiburan serta yang tidak ketinggalan sajian kuliner khas Aceh, kuah beulangong.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi diruang kerjanya, Jumat (2/11/2016).

“Tahun ini agenda surfing memang sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, selain menghadirkan ajang kompetisi kita juga ingin mengenalkan potensi objek wisata Pantai Kuala Cut Lampuuk khususnya dan Aceh Besar pada umumnya juga bisa menarik minat surfer untuk uji adrenalin dengan ombak yang bagus,” sebut Reza yang didampingi Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani.

Olahraga air seperti surfing, sebut Reza, juga tidak hanya dikuti oleh orang dewasa, namun juga akan melibatkan talenta muda agar kedepan bisa memanfaatkan potensi ombak Pantai Lampuuk sebagai daya tarik wisata.

“Dari informasi panitia, untuk kompetisi surfing sendiri selain dibuka kelas open juga akan ada kelas khusus, yakni grommet yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berumur di bawah 16 tahun yang tentu ini menarik untuk disaksikan kelincahan mereka menantang ombak,” sebutnya.

Sementara itu, sekretaris pelaksana Aceh Surfing Festival 2016, Nasrul menyebutkan target peserta kompetisi surfing kali ini 50 orang termasuk untuk kelas open dan grommet.

“Untuk peserta kompetisi surfing kita buka umum, baik itu bagi surfer lokal di Aceh atau luar Aceh yang totalnya 50 orang, dimana nanti mereka akan melakukan penyisihan mulai tanggal 10 Desember dan masuk final di 11 Desember sekaligus dari puncak acara yang memperebutkan hadiah belasan juta,” jelasnya.

Tidal hanya itu, bagi peserta surfer yang lolos ke babak final, kata Nasrul, panitia juga telah menyediakan sejumlah hadiah hiburan doorprize.

“Kita mau acara surfing yang dikemas lewat festival ini bisa membangkitkan semangat surfer untuk terus berkompetisi dan juga menjadi ajang silaturrahmi. Jadi, semua bisa merasakan suasana fun bagi peserta serta bagi penonton dengan sejumlah agenda yang telah dipersiapkan panitia,” harapnya.

Aceh Surfing Festival 2016

Bagi yang ikut serta di kompetisi ASF 2016 bisa langsung menghubungi saudara Robin lewat narahubung +6285358751152, mengingat terbatas hanya untuk 50 orang peserta. (ed)