#7thiloveaceh | Selamat untuk Pemenang Lomba Review Buku BBoS

Setelah melewati proses pendaftaran yang diperpanjang hingga 6 Mei lalu untuk lomba review buku karya Nur Janah Nitura yang diterbitkan oleh Batavia Publishing Jakarta, kini giliran penentuan pemenang alias hasil review buku berjudul “Blak-blakan Our Secret”.

Dari proses kurasi yang dilakukan dewan juri utama Nur Janah Nitura dan Aida MA hanya ada dua tulisan yang dinyatakan lolos keluar sebagai review terbaik, yakni untuk pemilik blog www.cutdekayi.com (terbaik pertama) dan pemilik blog www.khairiah.com (terbaik kedua).

Untuk proses pengambilan hadiah, diharapkan kepada pemenang dapat mengirimkan informasi data diri sebagai bentuk validasi berupa foto identitas diri atau KTP beserta nomor kontak/handphone ke email iloveaceh(at)ymail.com dengan mencantumkan subject Pemenang Review Buku BBos.

Data validasi tersebut ditunggu paling lama 2×24 jam setelah pengumuman ini diterbitkan dan nantinya panitia lomba akan menghubungi pemenang untuk konfirmasi hadiah. Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada pemenang. (ed)

Dewi Sandra dan Jenahara Ramaikan AIFP 2017 di Dayan Dawood

Perhelatan akbar fashion dan desainer Aceh Islamic Fashion Parade (AIFP) 2017 mulai digelar hari ini, Selasa (16/5/2017) yang menghadirkan sejumlah artis dan bintang tamu nasional yang akan meriahkan sejumlah agenda hingga malam puncak, Rabu (17/5/2017).

Jenahara Nasution, Dewi Sandra dan juga Dean dipastikan akan mengisi beberapa agenda yang telah dipersiapkan panitia dan tentunya gratis bagi yang ingin mengikuti dan menyaksikan.

“Ada tiga bintang tamu profesional sekaligus menjadi dewan juri yang kita hadirkan di AIFP 2017 ini, mereka bertiga juga akan memberikan materi untuk masing-masing agenda seperti beauty class, hijab tutorial, dan make up class,” sebut Panitia Acara AIFP Cut Putri Kausaria, Senin (15/5/2017).

Selama dua hari kegiatan AIFP ini, ungkap Cut Putri, selain menghadirkan lomba pemilihan duta, make up competition, dan dan fashion design, panitia juga memiliki sejumlah rangkain acara, mulai dari inspiring talk show, fashion exhibition, art perfomance serta peluncuran baju khas Aceh pada malam puncak AIFP 2017 di AAC Dayan Dawood Banda Aceh.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi dalam konferensi pers AIFP beberapa waktu lalu di Grand Permata Hati Hotel menyebutkan, dihelatnya acara fashion ini diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk melihat geliat fashion yang ada di Aceh.

“Kita harap, digelarnya acara ini dapat menjadikan Banda Aceh sebagai kota wisata fashion terkemuka di masa yang akan datang,” pungkasnya yang turut diamini oleh Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan.

Irwan Djohan juga menambahkan, terselenggaranya acara fashion ini diharapkan mampu mengangkat fashion Aceh sehingga menjadi event yang ditunggu-tunggu oleh para wisatawan.

“Kami di DPRA menanggapi serius hal ini. Kita juga telah menganggarkannya didalam APBA 2017, mudah-mudahan acara ini bisa terselenggara dengan lancar dan mampu mengangkat fashion Aceh terutama baju khas Aceh ke pasar internasional,” ujarnya.

Kegiatan AIFP dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terselenggara berkat kerja sama dengan Forum Tokoh Perempuan Aceh (FTPA) dan Sisterly Community Aceh.

Bagi Anda yang masih penasaran dengan kegiatan dan rangkaian AIFP bisa mengikuti juga informasi terbaru di jejaring sosial Instagram @acehifp dan jangan lupa untuk mendukung duta favoritnya ya. (ed)

Aceh Gayo Manual Brewing Gelar Kompetisi Seduh Kopi Manual

Komunitas penikmat dan pecinta kopi yang menamakan diri Aceh Gayo Manual Brewing yang konsen dalam kopi arabika seduh dengan alat manual ini akan kembali menggelar kompetisi seduh kopi 14 Mei mendatang di Museum Tsunami Aceh.

Ketua Panitia Kegiatan kompetisi ini Reza Maulana mengatakan, pada tahun 2017 Komunitas Aceh Gayo Manual Brewing akan mencoba menggalakkan kembali metode seduh kopi manual lewat kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual V60 diikuti yang terbuka untuk umum.

“Kompetisi ini terbuka untuk peserta umum, baik barista yang merupakan delegasi dari coffee shop atau kedai kopi maupun home barista. Kompetisi akan digelar di Museum Tsunami Banda Aceh, Minggu tanggal 14 Mei 2017 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Selain kompetisi seduh kopi, even sehari penuh ini juga diselingi live acoustic music, dan stand up comedy dengan tema Kopi Gayo,” sebut Reza, Sabtu (6/5/2017).

Hingga kini, tambah Reza jumlah peserta dalam kompetisi tersebut dibatasi hanya sebanyak 24 peserta, dimana pendaftaran akan ditutup pada 11 Mei 2017 mendatang.

“Saat ini yang mendaftar untuk peserta ada dari Banda Aceh, Bireuen, Aceh Tengah, Lhokseumawe, dan Jakarta. Dalam kompetisi ini, seorang barista dituntut tidak hanya mampu menyajikan kopi yang nyaman, namun harus juga bisa bercerita tentang kopi yang diraciknya,” ungkapnya.

Dalam kompetisi juga akan dinilai oleh dewan juri Danurfan, Wan Rantoni, dan Pang Gayo Ari Emun Bengi.

“Harapan Kami dengan diadakannya acara ini dapat mengenalkan kopi-kopi Aceh (Arabika khususnya), untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Aceh terutama Kota Banda Aceh dan dapat menjadi sebuah wadah untuk ajang silaturahmi sesama pengusaha, penggiat, dan penikmat kopi di Aceh,” ujar Reza Maulana. (ed)

Giliran @GenPIAceh Viralkan #PenasXV2017 di Twitter

Komunitas netizen yang tergabung dalam Generasi Pesona Indonesia (GenPI) berkompetisi sehat. Masing-masing menjadi motor penggerak dalam mempromosikan event dan destinasi wisata di daerahnya secara massif, agar terdeteksi oleh penduduk dunia maya.

Kali ini Genpi Aceh yang tak mau tertinggal dari prestasi GenPi Jateng. Setelah sukses membuat trending topic Sail Sabang, GenPi Aceh langsung pasang kuda-kuda untuk memboosting Penas Petani-Nelayan XV 2017. Hashtag ‘memikat’ ikut disiapkan untuk mendrive isu tadi menjadi trending topic baru.

Meski bersaing, tetapi antar GenPI pun saling mensupport dengan hastag yang sedang diposting. Inilah, adu kreativitas, adu kepintaran mendesain sebuah pesan yang bisa menjadi materi promosi dan perlu diketahui publik.

Untuk urusan promosi via dunia maya, GenPi Aceh memang tak kalah kreatif dari GenPi Jateng. Kibaran trending topic launching GenPI Jateng, Semarang Great Sale (SemarGres) 2017, #LiveInBejalendan #GenPiSukaKuliner langsung diimbangi dengan melesatnya #sailsabang2017 sebagai trending topic.

Anak-anak muda kreatif Aceh yang hobi berseluncur di dunia maya itu membidik Penas Petani-Nelayan XV 2017. Targetnya, mendorong Penas Petani-Nelayan XV 2017 naik menjadi trending topic dan menjadi perbincangan netizen di dunia maya.

“Pada Sabtu, 29 April, kami sudah mengadakan kopi darat media sosial bersama pegiat lintas komunitas dan netizen di Aceh. Ada sekitar 50-an netizen Aceh yang ikut serta. Semua langsung berembuk, sharing info dan pengalaman di Keude Kupi Aceh Lambhuk,” terang Koordinator GenPI Aceh Makmur Dimila yang didampingi Wakil Koordinator GenPI Aceh Aulia Fitri, Selasa (3/5/2017).

Sama seperti GenPi Jateng, GenPi Aceh juga selalu mencari tema-tema unik dan kekinian. Yang diincar sangat clear dan jelas! GenPi Aceh ingin membuat netizen penasaran dan mencari tahu info seputar cuitan yang akan diviralkan di dunia maya. “Selain tema unik, kami akan membuat pemilihan tagar yang umum sehingga bisa digunakan seluruh GenPi yang ada di Indonesia,” ucap pria penyuka kopi khas Indonesia itu.

Pemilihan tagar memang jadi kunci utamanya. Lewat tagar itu, cuitan yang diposting anak-anak GenPi bisa didorong menjadi trending. Karenanya, dalam melakukan aksinya nanti, anak-anak GenPi Aceh juga akan menginformasikan ke teman-teman GenPi lain untuk ikut berpartisipasi menggunakan tagar tersebut untuk di repost sehingga bisa menjadi pembicaraan banyak orang di medsos.

“Ini sudah kami bahas bersama perwakilan dari Humas Setda Aceh dan Ketua Tim Publikasi Pekan Nasional (Penas) Petani – Nelayan XV 2017. Jadi nanti mulai dari akun fanpage dan website, retweeters, original tweets, most popular, highest impact, hingga top photografer, semua kompak mempromosikan Pekan Nasional (Penas) Petani – Nelayan XV 2017,” ucapnya.

Stafsus Menpar Bidang Komunikasi, Don Kardono gembira dengan aktivitas GenPI yang semakin meluas di media sosial. “Hampir setiap hari di semua channel media sosial semakin penuh dengan foto, video, grafis, slide show, tentang pariwisata. Perbincangan seputar destinasi, event, festival, dan semua kebijakan kepariwisataan semakin seru dan menarik,” kata Don.

Inisiatif GenPi Aceh itu juga ditanggapi Menpar Arief Yahya. Menurutnya, GenPI Aceh bisa menjadi contoh konkret peran C (community) dalam Pentahelix yang melibatkan Academician, Business, Community, Government, Media (ABCGM). Nah, GenPI ini adalah komunitas yang sifat keanggotaannya volunteer.

“Ini sangat kreatif. Kota-kota yang punya GenPI men-support aktivitas pariwisata di kotanya masing-masing. Sukses! Salam Pesona Indonesia!” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk menembus 20 juta wisman di 2019, kata dia, tidak bisa dengan cara-cara biasa. Tidak cukup dengan modal marketing dan pengembangan destinasi yang linear. Membutuhkan sesuatu yang baru, yang belum dimiliki oleh manapun, itulah yang dibutuhkan pariwisata saat ini. “Salah satunya lewat digital,” ucap peraih Men’s Obsession 2015 dan 2016 ini.

Era digital itu, kata dia, tidak bisa dilawan. Sebuah keniscayaan, yang cepat atau lambat akan terjadi. Karena itu, cara yang paling cerdas adalah menjemput masa depan dengan digital marketing. Mengkampanyekan setiap event via dunia maya.

“Sekali lagi, teknologi tidak bisa dilawan, kreativitas tidak bisa dibendung, digital tidak bisa ditunda. Dalam persaingan ke depan, yang cepat dan sigap akan mengalahkan yang besar dan lambat,” kata dia. (ed)