FKG Unsyiah Gelar Buka Puasa Bersama di Panti Asuhan An–Nur

Dalam menyambut berkah bulan ramadhan, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala kembali mengadakan acara buka puasa bersama yang bertema Molar (Momen Silaturahmi Ramadhan) yang berlangsung di panti asuhan An-Nur Banda Aceh, Kamis (08/6/2017).

“Molar adalah acara buka puasa bersama yang diadakan oleh UKM Simetris sebagai ajang silaturahmi seluruh civitas akademika Fakultas Kedokteran Gigi Unsyiah sekaligus momen berbagi kepada sesama kita yang membutuhkan,” sebut Muhammad Roni selaku panitia acara.

Harapannya, tambah Roni, acara yang rutin dilaksanakan ini sebagai sarana mendekatkan diri sesama keluarga besar FKG Unsyiah sekaligus agar dapat menjadi pribadi yang lebih peduli dan peka terhadap saudara-saudara di sekitar yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Selain ifthar jama’i yang bersama anak-anak panti, sejak pukul 15.00 WIB panitia juga menggelar acara non formal yang diisi dengan games dan yel-yel, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video islami bernuansa ramadhan.

Puncak acara yang dimulai ba’da Ashar, dibuka langsung Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unsyiah, Dr. drg. Zaki Mubarak, M.S yang dilanjutkan dengan penampilan tahfiz oleh anak-anak Panti Asuhan An-Nur dan tausyiah Ramadhan oleh Ust. Djalaluddin MA.

“Selain meningkatkan silaturrahmi keluarga besar FKG Unsyiah juga menjalin silaturrahmi dengan pondok yatim An–Nur,” ujar Dr. drg Zaki Mubarak M.S.

Sementara itu, Ustad Syafi’i selaku pimpinan Panti Asuhan An–Nur juga menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia khususnya mahasiswa FKG Unsyiah yang menjadi kali pertama kegiatan Ramadhan ini digelar di pantai asuhan binaannya.

Sempat Terkendala

Persiapan panitia pada awalnya berjalan lambat, karena banyak hambatan yang harus dihadapi, namun pada hari mendekati acara semangat panitia mulai semangat.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya pada panitia. Awalnya saya sempat ragu ya karena kurang komunikasi. Eh, ternyata, diam diam sudah berjalan dan hasilnya mengejutkan saya. Alhamdulillah berjalan dengan sukses, terima kasih sekali lagi,” sebut drg. Cut Fera Novita M.Kes.

Mengingat hari acara semakin dekat, semua mengerahkan usaha maksimal untuk kelancaran acara. Suasana panti yang asri dan mempunyai aula yang luas memudahkan panitia untuk membuat ruang shalat untuk jamaah perempuan dan cukup meyakinkan untuk didekor dengan dekorasi yang banyak dan bagus untuk dipandang. (ed)

 

Gerakan Sikat Gigi 3 Tangan Sukses di Gelar di Banda Aceh

Kegiatan menyikat gigi sering kali terlupakan oleh anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini menyebabkan penumpukan kotoran pada gigi susu anak. Gigi susu pun akan cepat berlubang dan menimbulkan sakit gigi yang dapat mengganggu kegiatan sehari-harinya termasuk proses belajarnya disekolah.

Program kreativitas mahasiswa pengabdian masyarakat (PKM-M) dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala mengadakan kegiatan “Gerakan Sikat Gigi 3 Tangan” di SDN 70 Gampong Jawa Banda Aceh, Sabtu (6/5/2017).

“Kegiatan yang disponsori oleh Ristekdikti dan Ciptadent ini dimulai dari sebulan yang lalu. Mengapa dikatakan 3 tangan? Karena pada kegiatan ini melibatkan orang tua, wali kelas, dan anak SD itu sendiri sebagai sasaran kegiatan,” jelas Arihta Putri selaku tim ketua PKM-M.

Menurut Aritha, kegiatan ini bertujuan untuk melatih kebiasaan anak menyikat gigi dengan benar dan pada waktu yang tepat, pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Sebelum penyuluhan,dilakukan pemeriksaan kebersihan rongga mulut anak.

“Tanggal 6 Mei 2017 dilakukan penyuluhan untuk mengedukasi anak mengenai cara menyikat gigi yang benar dan pada waktu yang tepat, dandiikuti dengan kegiatan menyikat gigi bersama. Setelah itu anak diminta untuk mengisi tabel “Ayo Sikat Gigi” di kelas dengan smile emoticon apabila ada menyikat gigi dan sad emoticon apabila tidak menyikat gigi,” sebut Aritha.

Pengisian ini dilakukan selama dua minggu. Tabel akan dievaluasi setiap minggunya oleh wali kelas. Orang tua/wali murid juga dititipkan kartu kontrol untuk mengawasi kegiatan menyikat gigi anak dirumah. Pada akhir kegiatan dilakukan pemeriksaan kebersihan rongga mulut kembali dan kartu kontrol maupun skor tabel “Ayo Sikat Gigi” dibandingkan.

Muhammad Syakir memiliki skor tertinggi dan gigi terbersih dinobatkan sebagai dokter gigi kecil. “Syakir ingin bercita-cita sebagai dokter gigi nanti waktu sudah besar,” sebut bocah kelas V SD tersebut.

“Berkat kegiatan ini anak yang dulunya malas menyikat gigi, sekarang sudah mulai rajin menyikat gigi dan terlihat gigi mereka sudah mulai bersih-bersih,” ujar Cut salah satu guru di SDN 70 Gampong Jawa Banda Aceh.

Sementara itu, Mariani selaku kepala sekolah juga sangat mendukung dari awal hingga berakhirnya kegiatan.

“Fadli Alwi, Cut Iryanti Sabila, Faisal Mardi, dan Cornelia Alhusni D selaku panitia, maupun dosen pembimbing kami drg. Cut Fera Novita, M.Kes berharap kegiatan ini dapat diaplikasikan di sekolah dasar lainnya dan menjadi metode untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut maupun kejujuran pada anak,” tutup Arihta Putri. (ed)