Mahasiswa Unsyiah Buat Aplikasi Rematik untuk Smartphone

Aplikasi reumatik hasil kreasi mahasiswa UnsyiahMahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) meluncurkan sebuah inovasi yang menggabungkan disiplin ilmu kesehatan dan teknologi.

Tim yang diketuai oleh Ahmad Husnul Huluq dari Fakultas Kedokteran dan beranggotakan Nindy Aprilla Putri dari Fakultas Kedokteran serta Abbas Adam Az-zuhri dari Fakultas MIPA jurusan Informatika ini membuat sebuah aplikasi tentang rematik berbasis smartphone yang mereka beri nama “Ask Mr. Rematik”.

“Aplikasi ini lahir sebagai sebuah inovasi yang menjawab tantangan di era ini untuk membuat smartphone lebih bermanfaat daripada hanya sekedar untuk bermain game maupun selfie,” sebut Huluq.

Aplikasi yang mendapat dukungan dari DIKTI ini memuat banyak informasi mengenai penyakit rematik yang tentunya dibuat sedemikian rupa agar dapat dipahami oleh masyarakat awam.

Menurut Huluq, dalam aplikasi tersebut juga tedapat fitur-fitur yang ditonjolkan agar aplikasi ini menjadi beda.

“Beberapa fitur yang ditonjolkan dalam aplikasi ini seperti tes yang dapat mendeteksi keparahan penyakit rematik yang diderita oleh seseorang, menjawab mitos-mitos tentang penyakit rematik yang beredar di tengah-tengah masyarakat, video senam yang dapat mencegah keparahan penyakit rematik dan cara mengurangi rasa sakit pada penyakit rematik melalui teknik pengobatan herbal dan terapi,” jelasnya.

Aplikasi “Ask Mr. Rematik” saat ini masih dalam tahap uji coba di tengah-tengah masyarakat pengguna smartphone. Uji coba awal ini dilakukan untuk melihat bagaimana respon masyarakat dengan adanya aplikasi tersebut dan masukan-masukan apa saja yang dapat diberikan kepada aplikasi tersebut agar nantinya dalam tahap akhir pembuatannya aplikasi tersebut menjadi semakin lebih baik. (ed/ril)

Aceh Tourism e-Guide Competition 2014 di Gelar, Ini Syaratnya

Poster_1_revDalam rangka untuk menumbuhkan motivasi dikalangan masyarakat Aceh agar mau berfikir dan bertindak kreatif di bidang IT, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar) menggelar kompetisi Aceh Tourism E-Guide Competition 2014. kompetisi pembuatan aplikasi mobile yang mampu berfungsi sebagai pemandu pribadi atau E-Guide yang dapat di akses melalui smartphone ini, telah di buka pendaftarannya dari tanggal 1 November s/d 15 November 2014.

Berikut syarat menjadi peserta lomba Aceh Tourism E-Guide Competition 2014:

A. Ketentuan Umum

  1. Peserta lomba terbuka untuk umum.
  2. Semua karya yang dikirim adalah karya sendiri dan belum pernah dipublikasi atau belum pernah memenangkan penghargaan tingkat daerah, nasional dan internasional dan menandatangani surat pernyataan tentang keaslian karya.
  3. Peserta boleh mendaftarkan lebih dari satu ide
  4. Seleksi sepenuhnya dilakukan oleh Disbudpar Aceh melalui dewan juri yang kompeten.
  5. Setiap pengiriman hasil lomba harus dilengkapi identitas diri lengkap seperti; nama, alamat, nomor telepon/hp, e-mail.
  6. Hasil karya yang telah dikirim tidak dikembalikan dan menjadi milik Disbudpar Aceh dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai.
  7. Hak cipta melekat pada peserta, namun Disbudpar Aceh berhak untuk mempublikasi dan memperbanyak melalui usaha masyarakat tanpa perlu meminta izin kepada pemiliknya.
  8. Pengiriman karya dalam bentuk hardcopy ditujukan ke Disbudpar Aceh, Jl.Tgk. Chik Kuta Karang No.3 Banda Aceh dan dalam bentuk softcopy ditujukan khusus melalui email: panitia.eguide@gmail.com
  9. Pengiriman karya mulai tanggal 23 Oktober s.d 21 November 2014 selama jam kerja.
  10. Melalui pengiriman karya, berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia.
  11. Panitia berhak mendiskualifikasi karya peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila terjadi kecurangan.
  12. Pajak hadiah ditanggung pemenang.
  13. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  14. Informasi lebih lanjut dapat mengakses: disbudpar.acehprov.go.id
  15. Untuk pertanyaan dapat di ajukan di : facebook.com/aceheguidecompetition  

B. Ketentuan Khusus

  1. E-Guide di buat dalam bentuk aplikasi Android
  2. Dokumen dalam bentuk hardcopy dan softcopy prototipe
  3. Peserta yang lolos 8 besar diwajibkan datang untuk mempresentasikan karya
  4. Peserta yang lolos wajib mempersiapkan karya dalam bentuk power point yang dikumpulkan dalam bentuk softcopy paling lambat 1 hari sebelum presentasi
  5. Seluruh biaya akomodasi (penginapan dan trasportasi) ditanggung oleh peserta.
  6. Setiap karya yang masuk menjadi milik Dinas Pariwisata Aceh dengan membubuhkan tanda tangan pada surat pernyataan

Melalui ajang kompetisi Aceh Tourism E-Guide Competition 2014 ini, semoga melahirkan ide kreatif yang mampu membuat wisatawan lebih nyaman berkunjung ke Aceh. Aplikasi panduan wisata tersebut nantinya akan membantu wisatawan menjelajah Aceh secara mandiri. Dengan semakin nyamannya para wisatawan tersebut, Pemerintah Aceh berharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat  terus membaik melalui bidang pariwisata. (alf)

Ini Dia Aplikasi Android untuk Pemandu Wisata di Aceh

Berawal dari sebuah tugas kuliah dan kecintaannya untuk mempromosikan Aceh, Yusrizal Surya akhirnya membuat sebuah aplikasi destinasi wisata yang bernama “Navigasi Pariwisata Aceh” bagi smartphone dengan sistem operasi Android.

Aplikasi yang dirintisnya sejak beberapa bulan lalu ini memang terbilang sederhana, tujuannya pun ingin menjadi salah satu media untuk menunjang sektor pariwisata di Aceh. “Aplikasi ini saya buat sebagai salah satu penunjang kemajuan sektor pariwisata di Aceh,” jelasnya singkat kepada @iloveaceh.

Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Jakarta ini setiap hari terus mencari data dan informasi wisata untuk pengembangan aplikasinya tersebut, mulai dari foto-foto, tempat kuliner, hingga berbagai informasi menarik lainnya di Aceh.

Yusrizal menuturkan, adanya perkembangan teknologi yang kini begitu gencar dibagian mobile membuat tidak mau melewatkan kesempatan tersebut.

“Kita bergerak memanfaatkan perkembangan teknologi mobile. Dengan hadirnya aplikasi ini Disbudpar Aceh dan pengembang berharap dapat mendukung dan mencukupi bekal informasi calon wisatawan, sehingga tidak akan ragu-ragu untuk berkunjung ke Aceh,” jelas pemilik akun @yusrizalgreen7.

Lebih lanjut, pria asal Bakongan Aceh Selatan juga mengharapkan dengan adanya aplikasi ini ke depan bisa terus membantu meningkat jumlah wisatan ke Aceh.

“Tujuan akhir aplikasi ini ingin meningkatkan pertumbuhan jumlah wisatawan ke Aceh, dan nantinya akan membantu sektor ekonomi demi kesejahteraan masyarakat Aceh” tutupnya.

Bagi Anda yang ingin mencoba aplikasi ini di Android, bisa mengunduhnya di Play Store yang tersedia free alias gratis. Selamat datang di Aceh, “Where the Amazing Indonesia Starts From”. (ed)