Malam Ini, Aurez Hibur Pengunjung Aceh Look Model 2015

Aurez hibur Aceh Look Model 2015Duo Auwi dan Tereza kembali mendapatkan kepercayaan untuk tampil dalam acara puncak Aceh Model Look & Pop Singing Competition 2015 yang digelar di Minggu (13/9/15) malam di Gedung Rumoh PMI Banda Aceh.

“Sejak kemarin kita sudah persiapkan lagu untuk acara malam nanti, untuk konsep memang full akustik dan beberapa additional player,” jelas personil Aurez, Tereza.

Acara yang terbuka gratis kepada publik ini akan dimulai pukul 20.30 WIB, selain itu nanti malam juga akan menjadi malam final bagi peserta singing competition. (ed)

@AuwiHidayat Keluarkan Single Terbaru “Dilema”

Personil dari duo Aurez, Alwi Hidayat Ilyas kembali meliris single terbarunya diawal bulan Februari lalu yang berjudul “Dilema”.

Auwi, saapaan akrab anak muda kelahiran 6 Juni ini begitu antusias atas karya terbarunya tersebut. “Ini memang single pertama Auwi diawal tahun ini, semoga bisa betah ditelinga pendengar semua,” sebutnya kepada @iloveaceh, Sabtu (7/2/2015).

Ditanya soal inspirasi dari lagu yang dikarangnya sendiri ini, Auwi menyebutkan ada kesan tersendiri yang tak bisa dilupakan.

“Lagu ini menceritakan tentang kekaguman seseorang laki-laki kepada wanita idamannya. Tapi, dilain sisi laki-laki ini merasa tak pantas untuk wanita itu, jadilah sebuah dilema,” sebut mahasiswa Teknik Informatik dari Universitas Malikussaleh.

Setelah dirilis ke publik, lagu berdurasi 5 menit bergenre pop ini nantinya juga akan dilaunching kepada pendengar secara live. Tidak hanya itu, Auwi juga membocorkan soal single ini yang akan mengisi salah satu list dari album yang sedang dipersiapkannya.

“Kebetulan lagu ini memang sudah Auwi persiapkan untuk album “Perasaan” yang saat ini masih dalam proses, mohon doanya ya dan semoga bisa diterima oleh penikmat musik di Aceh dan juga nasional,” tuturnya. (ed)

@AurezMusic Luncurkan Instrumental “Aceh Lon Sayang”

Hadir ditengah-tengah belantika musik dengan format duo grup, ternyata mampu membuat dua musisi muda berbakat asal Aceh ini bisa diterima kehadirannya.

Sejak terbentuk dan mulai sering tampil dari panggung ke panggung, membuat Auwi Hidayat dan Teuku Reza Fahlevi kini semakin menyatu lewat duo grup yang mereka beri nama Aurez.

Diakhir tahun 2014 lalu, Aurez membuat satu gebrakan baru dengan meluncurkan instrumental “Aceh Lon Sayang” yang khusus diputar pada puncak peringatan 10 tahun tsunami.

Musik instrumental Aceh Lon Sayang tersebut dirampungkan oleh Aurez dalam tampo 10 hari. Dari penuturan mereka, penggarapan musik instrumental tersebut tidak banyak mengalami kendala.

“Awalnya sempat kesulitan juga karena baru kali ini dapat pengalaman membuat musik instrumental. Apalagi yang digarap ini musik Aceh yang sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat. Kalau ditanya kesulitannya, paling intensitas untuk bertemu saja, berhubung Auwi sama saya kan rumahnya agak jauh,” sebut Reza.

Tak Pesimis untuk Berkarya

Untuk menggarap instrumental ini Reza dan Auwi menggunakan beberapa alat musik, diantaranya gitar, piano, dan orkestra. Penggabungan tiga alat musik ini untuk menambah nuansa berbeda dari instrumental “Aceh Lon Sayang”.

Dua musisi berkacamata ini mengakui, tidak mudah memang untuk membuat banyak orang menyukai musik bernuansa akustik dan orkestra, terlebih bagi musisi yang belum cukup terkenal. Namun mereka tak pesimis dengan karya yang sudah berhasil dirampungkan ini.

“Musik instrumental belum cukup banyak penikmatnya di Aceh. Tapi dengan hadirnya musik instrumental Aceh Lon Sayang yang kami garap dengan perpaduan musik akustik dan orkestra ini, semoga bisa diterima masyarakat. Musik ini kan sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat,” tambah Auwi.

Untuk menggarap instrumental ini Reza dan Auwi menggunakan beberapa alat musik, diantaranya gitar, piano, dan orkestra. Penggabungan tiga alat musik ini untuk menambah nuansa berbeda dari instrumental Aceh lon Sayang.

“Kami coba mengkolaborasikan musik akustik dan musik orkestra. Inginnya agar instrumental ini terdengar lebih mewah,” tambah Reza.

Disamping itu Manajer Aurez, Dara Elvia RS mengatakan musik instrumental yang telah berhasil digarap ini tujuan awalnya adalah untuk mengasah kemampuan merek berkarya dan bertepatan juga dengan momen peringatan 10 tahun tsunami Aceh.

“Ini bentuk kecintaan Aurez kepada Aceh. Musik instrumental ini juga sempat diperdengarkan versi full kepada sejumlah tamu-tamu dari berbagai negara yang hadir pada hari peringatan 10 tahun tsunami di Banda Aceh,” katanya.

Sepaham dengan dua musisi yang dimanajerinya, Darapun mengakui untuk saat ini musik instrumental memang belum begitu familiar ditengah-tengah masyarakat Aceh. Namun ia tetap menamkankan rasa percaya diri kepada Aurez untuk merampungkan project ini. (ed/alf)

Perjuangan Aurez Terjun di Belantika Musik

Aurez Music_ILATeamResmi bergabung menjadi duo grup, Teuku Reza Fahlevi dan Auwi Hidayat musisi muda Aceh yang baru-baru ini meluncurkan duo Aurez akan tampil diajang Banda Aceh Coffee Festival 2014 yang akan berlangsung 18-20 November mendatang di Gedung Sosial, Banda Aceh.

Dua anak muda yang pertama sekali terjun kedunia musik dengan bersolo karir ini berasal dari kota Lhokseumawe. Baik Reza maupun Awi –panggilan akrabnya– perjuangannya untuk terjun ke dunia tarik suara dan bermusik tidaklah mudah. Sering tampil dari cafe ke cafe dan acara pentas musik dengan honor seadanya, Reza dan Awi pun tak patah semangat untuk terus menekuni dunia tarik suara.

“Jadi musisi yang saat itu nampil sendiri-sendiri sulit sekali. Main gitar sendiri, nyanyi sendiri. Mana dibayar seadanya lagi. Saya juga sering memanfaatkan Youtube untuk memposting lagu yang saya cover,” kenang Reza sambil tertawa.

Usaha dan semangat Reza untuk terus menggapai mimpinya menjadi musisi yang bisa melahirkan karya-karya terbaik tidak pernah surut, penuh perjuangan keras.

Pemuda yang handal memetik senar gitar ini, naik turun panggung untuk terus mengasah kemampuannya saat tampil bersolo karir dulu. Tak hanya perjuangan itu yang dijalani Reza, ia juga sering mengcover sejumlah lagu-lagu hits mancanegara dan nasional yang sering diunggah ke jejaring sosial, Youtube.

“Lewat Youtube, mungkin karya-karya selama ini yang ada kurang bisa mendapatkan masukan dari penonton,” sebut pemilik akun @tereza_1969.

Begitupun dengan Awi, pemuda yang kini aktif kuliah di jurusan Informatika Universitas Malikulsaleh ini menuturkan, perjuangannya dalam dunia musik penuh jalan berliku. Pemuda berkaca mata yang jago bermain piano dan gitar secara otodidak ini memiliki perjuangan setali tiga uang juga dengan Reza.

“Bermain musik dan bernyanyi itu sudah menjadi hobi saya. Walaupun kuliah bukan di jurusan kesenian, tapi kecintaan saya kepada musik cukup besar. Sama seperti Reza, perjuangan saya juga cukup melelahkan. Tapi saya yakin, kalau punya kemauan dan kerja keras yang kuat kita pasti bisa,” sebut Awi.

Kini dua anak muda yang bergabung menjadi duo grup, Aurez yang terbentuk beberapa waktu resmi berada dibawah payung ILATeam Management terus mendapat kesempatan tampil diberbagai ajang acara. Salah satunya, Aurez tampil memukau pengunjung saat mengisi pertunjukan musik di event #SangerDay yang digelar bula Oktober lalu. Penampilan Aurez pada waktu itu mampu membius penonton dengan suguhan musik akustik yang mereka mainkan. Tak ayal, kini Aurez sudah mendapat tempat dibelantika musik Aceh.

Lewat manajernya, Dara Elvia RS mengatakan Aurez yang baru dibentuk ini semoga terus melejit dibelantika musik Aceh dan berharap bisa sampai ke nasional. terlebih musisi duo group saat ini di Aceh masih sangat jarang ditemui.

“Kita bentuk Aurez untuk meramaikan dunia musik di Aceh. Saat ini kan di Aceh belum ada musisi duo, makanya kita coba bentuk Aurez. Semoga musik-musik yang dimainkan Aurez terus bisa mendapat tempat dihati penikmat musik dan masyarakat Aceh,” katanya.

Kehadiran duo Aurez dibelantika musik ternyata semakin memudahkan langkah Reza dan Awi menggapai mimpinya berkarya di dunia tarik suara. Rencananya pada 20 November mendatang, Aurez akan tampil di ajang Banda Aceh Coffee Festival 2014. Penasaran dengan aksi panggung dari dua pemuda ini? Yuk, saksikan mereka di Banda Aceh Coffee Festival. (alf/ed)

Video @AurezMusic Cover Lagu Kahitna “Cantik” ala Akustik

Aurez Music by ILATeam ManagementBerawal dari kegemaran memainkan alat musik gitar dan piano secara otodidak, Teuku Reza Fahlevi (@Tereza_1969) dan Auwi Hidayat (@AuwiHidayat) yang berasal dari Kota Lhokseumawe ini sejak beberapa bulan lalu resmi membentuk formasi baru dengan menghadirkan duo Aurez, gabungan nama mereka.

Aktif bersolo karir dalam dunia tarik suara dan tampil diberbagai cafe dan acara, dou muda Aceh ini pun, Minggu (9/11/2014) lalu menyempatkan diri bertandang kembali ke Rumoh ILA Lampineung dalam rangka mengikuti beberapa kegiatan bersama manajamen di ILA Production.

Disela-sela mengikuti sejumlah kegiatan di Banda Aceh, Aurez sempat menunjukkan bakat tarik suaranya lewat berbagai lagu yang di-cover dengan apik dengan sentuhan musik gitar akustik. Salah satunya tembang hit dari Kahitna yang berjudul “Cantik”.

Penasaran dengan suara mereka, ini dia penampilan mendadak Aurez saat diminta “live show must go on” di Rumoh ILA.

Mereka bisa dikontak dan dihubungi lewat akun Twitter @AurezMusic. Selamat menyaksikan, mari dukung talenta-talenta muda berbakat dari Aceh lewat karya nyatanya. (ed)