Aksi #BebasSampah2020 Berlangsung Lancar di Banda Aceh

Walikota Banda Aceh menandatangani Piagam Komitmen Kota Banda Aceh untuk IndonesiaMemperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016, ratusan peserta yang terdiri dari 52 komunitas melakukan aksi bersih lingkungan di sejumlah lokasi di Banda Aceh, Minggu (21/2/2016) pagi.

Dua titik konsentrasi pantai Alue Naga dan Darussalam menjadi bagian yang tidak luput dari masing-masing peserta yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

Sampah-sampah yang dikutip peserta berupa botol kaca, botol plastik, kaleng, puntung rokok, sterofom, tisu, kertas, dan kardus, 52 komunitas yang tergabung dalam Gerakan Banda Aceh Bersih bergerak ke Hutan Kota BNI Tibang melakukan deklarasi #BebasSampah2020 yang juga serentak dilakukan di seluruh Indonesia.

Dalam deklarasi tersebut, turut hadir Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal yang menandatangi Piagam Komitmen Kota Banda Aceh untuk Indonesia Bebas Sampah 2020 yang setelah itu dilanjutkan dengan orasi hemat plastik di Suzuya Mall, Setui.

Dari dua lokasi yang menjadi konsentrasi aksi bersih lingkungan tersebut, puluhan komunitas berhasil mengumpulkan sekitar 699 kilogram. (ed)

Besok, Puluhan Komunitas di Aceh Gelar Aksi #BebasSampah2020

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 yang jatuh pada tanggal 21 Februari, sekitar 51 komunitas yang tergabung dalam “Gerakan Banda Aceh Bersih” akan menggelar aksi sosial lingkungan dibeberapa lokasi di Banda Aceh, Minggu (21/2/2016).

Kolaborator HPSN 2016 Aceh, Fauca K. Ramadhan menyebutkan, lokasi kegiatan HPSN 2016 akan dipusatkan dibeberapa tempat, seperti di Pantai Alue Naga, kawasan Peunayong, sekitaran Pantai Ulee Lheue serta komplek pelajar dan mahasiswa (Kopelma) Darussalam.

“Lokasi kegiatan yang telah dibagi ini, nantinya sejumlah komunitas yang tergabung akan dikoordinir oleh beberapa kolaborator kegiatan,” jelasnya.

Kegiatan aksi ini, tambah Fauca akan fokuskan pada aksi pengutipan sampah anorganik nantinya akan dipilah menjadi 2 bagian jenis sampah.

“Pengutipan sampah anorganik dikarenakan sampah tersebut sukar terurai di alam dan sangat mempengaruhi ekostem lingkungan. Nantinya setelah kegiatan aksi mengumpulkan sampah, beberapa kolaborator akan mengarahkan ke satu titik pertemuan di Hutan Kota Tibang. Di sana seluruh komunitas yang telah beraksi akan melanjutkan kegiatan sharing diskusi mengenai sampah,” sebutnya.

Hasil diskusi dan sharing dari puluhan komunitas ini nantinya, menurut Fauca direkomendasikan sebagai langkah-langkah solutif mengenai isu sampah dari masyarakat yang dalam hal ini diwakilkan oleh suara-suara seluruh komunitas di Banda Aceh.

Kegiatan HPSN 2016 yang serentak digelar di 155 kota/kabupaten di Indonesia juga didukung dan diikuti oleh Pemerintah Kota Banda Aceh beserta jajarannya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mendukung penuh kegiatan aksi serentak komunitas Peduli Sampah yang dilakukan di Banda Aceh lewat tagar kampanye #BebasSampah2020 di media sosial.

Dalam pertemuan dengan perwakilan komunitas, Illiza juga menghimbau kepada seluruh kalangan masyarakat agar dapat mengurangi penggunaan tas kantong belanja yang berbahan plastik dalam kehidupan sehari-hari melalui program pemerintah “Belanja Cantik Tanpa Plastik”.

“Pemkot Banda Aceh membuat kebijakan dengan menerapkan setiap pembelian/belanja kantong plastik akan dikenakan biaya Rp.500,- dan akan di launching bertepatan di Hari Peduli Sampah Nasional 2016, 21 Februari 2016 yang nantinya lauching di Hutan Kota Tibang bersama sejumlah komunitas serta di pusat perbelanjaan Suzuya Mall,” sebut Illiza. (ed)

Gerakan Banda Aceh Bersih

Yuk Dukung Indonesia #BebasSampah2020

Dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016, sejumlah relawan yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bebas Sampah akan menyelenggarakan kegiatan secara serempak bekerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, swasta, berbagai komunitas, tokoh masyarakat, artis, media dan setiap individu yang memiliki kepedulian akan persoalan sampah yang dihadapi pada tanggal 21 Februari 2016 mendatang di beberapa titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tanggal 21 Februari merupakan pengingat akan kenangan kelam di mana tragedi longsornya gunungan sampah di TPA Leuwigajah, telah menimpa perkampungan warga Cilimus dan Pojok, Jawa Barat pada tahun 2005 silam yang menewaskan ratusan korban. Kini hampir 11 tahun setelah peristiwa tersebut belum ada perubahan yang signifikan menghadapi persoalan sampah di Indonesia, ironisnya penelitian dari tim yang dipimpin oleh Jenna R. Jambeck dari Universitas Georgia menyatakan bahwa Indonesia berada dalam peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut,” jelas Syir Asih Amanati, selaku Humas HPSN 2016.

Hal tersebutlah, tambah Syir yang menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia tengah menghadapi kondisi “Darurat Sampah”.

Menurut Syir, kegiatan HPSN 2016 nanti juga akan serentak dengan berbagai kegiatan yang dipusatkan disejumlah titik-titik strategis disetiap kota di Indonesia.

“Kegiatan nanti lebih ke kerja bakti (clean-up) bersama pada titik-titik strategis di seluruh Indonesia, di mana seluruh peserta akan mengumpulkan sampah di tempat yang ditentukan bersama, memilah sampah yang dikumpulkan menjadi dua, sampah yang dapat diolah/daur ulang dan yang tidak dapat dimanfaatkan kembali kemudian mengumpulkan sampah-sampah tersebut di lokasi yang direkomendasikan oleh pemerintah setempat,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat juga dapat berkontribusi dengan kampanye melalui sosial media dengan menyertakan tagar #Bebassampah2020. Selain itu, dapat pula melakukan kegiatan dengan menggunakan aplikasi phiruntrophy di mana dari setiap kilometer yang tercatat dalam aplikasi tersebut akan didonasikan Rp 2000,00.- dari sponsor/donatur untuk pengembangan aplikasi www.bebassampah.id dan laporan seluruh dana yang terkumpul dapat dilihat melalui http://charitylights.org/report/.

Tidak hanya itu, masyarakat atau sejumlah komunitas juga dibebaskan untuk menyelenggarakan kegiatan secara kreatif, unik dan semaksimal mungkin demi kepentingan bersama tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan. (ed)

Bebas Sampah 2020