The Praak Band Bareng Joel Pasee Hentak Blang Padang

Grup band lokal Aceh, The Praak Band bersama Joel Pasee akan menghentak Kota Banda Aceh lewat kegiatan yang bertajuk “Datsun Lon Galak” yang akan berlangsung di Lapangan Blang Padang, Minggu (28/08/2016) sore.

The Praak Band yang merupakan grup band komedi Aceh nantinya akan membawa sejumlah hits yang kocak dan menghibur dengan berkolaborasi bersama penyanyi etnik Aceh, Joel Pasee.

“Grup band yang yang mampu tampil apik dengan perpaduan tiga bahasa yaitu inggris, Aceh, Indonesia ini akan menghibur masyarakat Banda Aceh pada minggu petang di lapangan Blang Padang, Banda Aceh. The Praak juga akan membawakan singgel terbaru mereka,” kata Pimpinan D2X Management, Dedex KTB, Kamis (25/08/2016) di Banda Aceh.

Kata Dedex, The Praak Band adalah band komedi pertama yang ada di Aceh, yang seluruh personilnya semuanya merupakan anak-anak muda asli dari Aceh. Mereka memiliki latar belakang pengetahuan bermusik yang berbeda dan disatukan dalam satu wadah The Praak Band. Mereka grup band yang menggabungkan musik dan komedi.

“Kali ini The Praak akan kita duetkan dengan Joel Pasee. Kita berharap kehadiran Joel Pasee bisa menjadi pengalaman baru bagi The Prak Band. Dimana mereka harus mampu membawakan lagu lagu Etnis Aceh yang energik dan menghibur. Tentunya ini akan menjadi luar biasa,”jelas Dedex .

The Praak Band berdiri sejak 20 September 2012. Meskipun The Praak Band masih tergolong muda dalam blantika musik Aceh. Namun karya mereka diakui bisa menghibur lewat lirik-lirik laguyang kocak disertai lawakan segar yang mampu mengocok perut. Band ini berisikan personil M. Insya (vokalis), Iqbal Matang (Rythm Guitar), Ebone (Lead Guitar), Yuda (Drummer) dan Irvan (Bass).

Sedangkan penyanyi etnik Aceh, Joel Pasee sudah cukup dikenal di balantika musik tanah rencong lewat lagu-lagunya seperti Meujuhu, Peuga Nanggroe, Rateb Meutuah, dan Saleum.

Sementara itu, Pimpinan Menara Indonesia, Jamilul Fikar selaku Even Organizer Datsun Lon Galak menyampaikan bahwa selain ada kegiata hiburan yang dimainkan oleh para musisi dan seniman aceh, pihaknya juga mengelar beberapa kegiatan lainya untuk mendukung program promosi Aceh menjadi daerah terpilih Wisata Halal 2016 lewat program The Light of Aceh (Cahaya Aceh).

“Ada beberapa kegiatan lain yang digelar diantaranya lomba mewarnai untuk anak-anak, senam sehat berhadiah, aneka permainan dan stand kuliner tradisional Aceh dan juga masih banyak kegiatan menarik lainnya. Pastinya kegiatan ini juga sebagai bentuk partisipasi kita dalam menyukseskan promosi Aceh menjadi daerah Wisata Halal pilihan tahun 2016 lewat programnya The Light of Aceh (Cahaya Aceh),” jelas Jamilul. (ed)

The Prak Band_The Light of Aceh

Kenalkan “The Light of Aceh” Disbudpar Aceh Beri Sinyal untuk Komunitas

Setelah terpilihnya Aceh sebagai salah satu daerah yang mendapatkan nominasi destinasi percepatan wisata halal dunia oleh Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terus memperkenalkan branding terbarunya “The Light of Aceh”.

Terpilihnya Aceh tentunya mempunyai peluang tersendiri, mengingat pada tahun ini Disbudpar Aceh secara terbatas telah mengenalkan branding terbaru “The Light of Aceh” saat soft launching di kegiatan diskusi dan buka puasa bersama dengan Komunitas @iloveaceh, Sabtu (18/6/2016) lalu di Museum Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, pihaknya telah mengatur sejumlah agenda untuk memperkenalkan branding pariwisata Aceh terbaru tersebut dan salah satunya juga akan membentuk tim halal volunteer.

“Saat ini beberapa agenda telah kita siapkan, seperti sosialisasi dan diskusi dengan komunitas, dalam waktu dekat kita nantinya akan merangkul teman-teman komunitas di Aceh untuk bisa sama-sama membantu mengenalkan branding dan voting wisata halal,” ujarnya.

Pengelola Komunitas @iloveaceh, Aulia Fitri menyebutkan kehadiran branding baru pariwisata Aceh ini tentu perlu promosi yang terus disebarkan dengan melibatkan komunitas daring di Aceh.

“Untuk mengenalkan branding terbaru “The Light of Aceh” ini, Disbudpar Aceh telah memberikan sinyal kepada blogger dan komunitas untuk mengeksplor lewat tulisan dan foto dipelbagai media sosial,” jelas Aulia.

Hal ini tentu menjadi sebuah pergerakan positif, keterlibatan komunitas online dan offline dalam membranding Aceh, terlebih lagi Aceh juga akan mengajukan diri sebagai destinasi wisata halal nasional yang akan digelar dalam waktu dekat, yakni bulan Juli mendatang. (ed)

Logo Cahaya Aceh