Ini Dia 35 Agenda Disbudpar Aceh hingga Desember 2017

Rencana liburan ke Aceh sepertinya sudah bisa dipersipkan, pasalnya Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh secara resmi merilis sejumlah event “The Light of Aceh” pada tahun 2017 baik bertaraf nasional maupun internasional mengingat Aceh telah mendapatkan predikat “The World’s Best Halal Cultural Destination” diajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menyebutkan, digelar sejumlah even ini guna mendukung Aceh sebagai salah satu tujuan wisata “Muslim Friendly Destination” dan kesempatan untuk mengangkat dan mengenalkan kembali nilai budaya Aceh yang bernafaskan Islam kepada wisatawan.

“Setiap tahun jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Aceh mengalami peningkatan. Pada Tahun 2016 ini sebanyak 2.154.249 orang wisatawan terdiri dari 76.452 orang wisman dan 2.077.797 orang wisnus,” rincinya.

Kehadiran Calendar of Event (COE) dengan branding “The Light of Aceh” tersebut, tambah Reza merupakan bagian dari progam “Wonderful Indonesia” dari Kementerian Pariwisata RI, dimana penyelenggaraan berbagai even atau atraksi wisata serta paket-paket wisata dan keikutsertaan pada berbagai pameran pariwisata nantinya bisa menargetkan peningkatan angka kunjungan wisatawan ke Aceh, sekaligus mendukung program Pemerintah untuk mensukseskan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke nusantara pada tahun 2019.

“Melalui peluncuran COE ini, kita berharap tidak hanya berdampak dalam membangun pencitraan positif tentang Aceh, tapi juga mampu mempromosikan potensi keberagaman dan keindahan budaya Aceh bagi wisatawan serta menjadi tren positif juga dalam menciptakan lapangan pekerjaan atau usaha baru masyarakat melalui kunjungan wisatawan,” harapnya.

Seperti diketahui, saat ini Disbudpar Aceh juga sangat gencar melakukan promosi berbagai paket wisata, baik lewat media sosial, aplikasi Android, serta situs resmi informasi pariwisata yang saat ini sedang dikembangkan di www.acehtourism.travel.

Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani menyatakan, ada beberapa kegiatan atraksi wisata yang bersifat core event dan facilitating events tahun 2017 yang dikemas melalui semangat “The Light of Aceh” dan “Wonderful Indonesia” meliputi Festival Pulo Aceh, Sail Sabang 2017, Pekan Nasional KTNA, Festival Danau Lut Tawar, Festival Musik The Light of Aceh dan serta beberapa event wisata menarik lainnya.

“Seluruh atraksi wisata tersebut selain diselenggarakan di Banda Aceh, juga tersebar hampir di beberapa kabupaten/kota sesuai dengan karakteristik dan keunggulan daerah masing-masing. Semua agenda wisata tersebut dapat dilihat di situs resmi www.disbudpar.acehprov.go.id pada kanal menu kalender event,” tambah Rahmadhani.(ed)

Tereza Rilis Single Terbaru “Kau Hina Aku Dengan Cintamu”

Pelantun hits “Lagu Cinta” sekaligus YouTuber asal Aceh, Tereza, baru-baru ini kembali merilis single dan video klip terbaru dipenghujung tahun 2016.

Kehadiran single terbarunya ini menyusul single sebelumnya yang dirilis awal bulan Januari 2016. Masih dengan nuansa gitar akustik, single teranyar bertajuk “Kau Hina Aku Dengan Cintamu” akhirnya menjawab rasa penasaran penggemar sejak penggalan lagu ini diunggah ke Instagram beberapa waktu yang lalu.

“Preview lagu ini sempat aku unggah 15 detik di akun Instagram beberapa minggu yang lalu, banyak teman-teman follower antusias dan gak sabar pengen dengar versi fullnya, tapi karena kemarin itu aku masih sibuk, jadi aku tunda dulu rilisnya,” ujar Tereza, Selasa (20/12/2016).

Lagu dengan tema patah hati ini, sebut Tereaz masih sangat akrab dengan irama dan nuansa musik akustik yang catchy dan fun, sehingga tetap membawa suasana ceria dibalik lirik lagu yang galau.

“Udah banyak lagu galau yang nuansa musiknya juga galau, kali ini aku mau lagu galau yang beda tanpa ngehilangin elemen musik aku yang gembira dan fun, jadi yang dengar gak bakal sedih, melainkan terhibur,” jelas musisi muda yang juga aktif di sejumlah media sosial ini.

Tereza mengaku jika lagu ini adalah pengalaman pribadi, tentang perpisahannya dengan seorang wanita karena hubungan yang berat sebelah. Dalam penulisan lagunya, ia juga dibantu oleh Azzikra, yang juga sama-sama memiliki hobi menulis lagu.

“Lagu ini emang betul-betul pengalaman pribadi, tahun 2014 lalu aku pisah dengan seseorang karena hubungan yang aku rasa gak seimbang dan gak mungkin dipertahanin. Aku dibantu sama Azzikra untuk penulisan lagu, dan lagunya mulai aku revisi sebelum akhirnya dibawain dengan versi yang sekarang,” ungkap penyanyi pemilik nama lengkap Teuku Reza Fahlevi.

Musisi sekaligus penulis lagu yang aktif mengcover beberapa lagu hits ini juga menggarap video klip “Kau Hina Aku Dengan Cintamu” yang kini telah bisa dinikmati lewat Youtube Tereza Music.

“Untuk video klipnya sendiri konsepnya sederhana, kita ambil lokasi di Banda Aceh yang dibantu oleh beberapa teman untuk proses editing serta finishing,” sebut talenta muda yang kini bernaung di bawah ILATeam Management tersebut. (ed)

Aceh dan Bandara SIM Masuk Nominasi WHTA 2016

Setelah lolos menjadi pemenang di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI, Aceh dan Bandara Sultan Iskandar Muda kembali mendapatkan kesempatan melaju ke ajang World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016.

Pada tahun ini dari Indonesia ada 12 nominasi yang lolos ke kompetisi pariwisata halal dunia tersebut, dimana akan ada dua tahap juga pemilihan daring (e-vote) yang bisa dilakukan lewat situs www.itwabudhabi.com atau bit.ly/votewhta.

Tahap voting pertama yang dimulai 25 Oktober akan berlangsung hingga 6 November dimana akan dipilih 5 finalis dan nantinya pada 7 November hingga 25 November kembali masuk pada tahap voting kedua untuk memilih juara.

Inilah 12 nominator dari Indonesia yang masuk dalam WHTA 2016:

1. World’s Best Airline for Halal Travellers – Garuda Indonesia
2. World’s Best Airport for Halal Travellers – Sultan Islandar Muda International Airport, Aceh, Indonesia
3. World’s Best Family Friendly Hotel – The Rhadana Hotel, Kuta, Bali, Indonesia
4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel – Trans Luxury Hotel Bandung, Indonesia
6. World’s Best Halal Beach Resort – Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia
7. World’s Best Halal Tour Operator – Ero Tour, West Sumatera, Indonesia
8. World’s Best Halal Tourism Website – www.wonderfullomboksumbawa.com, Indonesia
10. World’s Best Halal Honeymoon Destination – Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
11. World’s Best Hajj & Umrah Operator – ESQ Tours & Travel, Jakarta, Indonesia
13. World’s Best Halal Destination – West Sumatera, Indonesia
14. World’s Best Halal Culinary Destination – West Sumatera, Indonesia
15. World’s Best Halal Cultural Destination – Aceh

Perlu diketahui juga, cara voting kali ini sedikit berbeda karena diwajibkan mengisi biodata singkat seperti jenis kelamin, nama depan dan belakang, serta industri. Baru setelah itu klik list nominator di masing-masing kategori dan pilih 12 nominator dari Indonesia sebagaimana daftar di atas lalu klik SUBMIT. Selesai! (ed)

lets-vote-for-indonesia_whta

Jakarta Melayu Festival 2016 Akan Tampil Beda

Gelaran Jakarta Melayu Festival (JMF) 2016 tahun ini akan tampil beda dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini terungkap saat konferensi pers JMF yang digelar Gita Cinta Production di Restoran Pempek Kita, Tebet Timur Dalam Raya Jakarta Selatan, Rabu (11/8/2016) lalu.

Dalam konferensi pers tersebut turut hadir sejumlah pengisi acara JMF seperti Darmansyah, Nong Niken, Kiki Ameera, Vico Amigos, Tom Salmin, dan Butong.

Geisz Chalifah dari Gita Cinta Production menyebutkan, perhelatan musik melayu ini akan berlangsung 20 Agustus mendatang disajikan gratis untuk semua pengunjung.

“Pada tahun ini JMF akan mengambil lokasi outdoor yang akan digelar di Ancol Beach City mulai pukul 19.00 WIB. Konsepnya memang beda, selain tidak menggunakan gedung kita berikan juga akses gratis untuk masyarakat agar lebih terasa nuansa melayunya,” ujar Produser JMF tersebut.

Selain itu, tambah Geisz, untuk menambahkan kesan kemeriahan HUT RI, selain menampilkan perfomance JMF dari sejumlah penyanyi dan orkestra melayu, pengunjung juga bisa menikmati bazar yang menyajikan makana, pakaian, serta atribut yang bernuansa melayu.

“Ini hadiah untuk masyarakat dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. Agar masyarakat tidak hanya sekedar menikmati, tapi menyadari bahwa melayu masih lekat di bumi Indonesia,” sebut Geisz. (ed)

Konferensi Pers Jakarta Melayu Festival 2016_Dok Panitia_1

Kenalkan “The Light of Aceh” Disbudpar Aceh Beri Sinyal untuk Komunitas

Setelah terpilihnya Aceh sebagai salah satu daerah yang mendapatkan nominasi destinasi percepatan wisata halal dunia oleh Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terus memperkenalkan branding terbarunya “The Light of Aceh”.

Terpilihnya Aceh tentunya mempunyai peluang tersendiri, mengingat pada tahun ini Disbudpar Aceh secara terbatas telah mengenalkan branding terbaru “The Light of Aceh” saat soft launching di kegiatan diskusi dan buka puasa bersama dengan Komunitas @iloveaceh, Sabtu (18/6/2016) lalu di Museum Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, pihaknya telah mengatur sejumlah agenda untuk memperkenalkan branding pariwisata Aceh terbaru tersebut dan salah satunya juga akan membentuk tim halal volunteer.

“Saat ini beberapa agenda telah kita siapkan, seperti sosialisasi dan diskusi dengan komunitas, dalam waktu dekat kita nantinya akan merangkul teman-teman komunitas di Aceh untuk bisa sama-sama membantu mengenalkan branding dan voting wisata halal,” ujarnya.

Pengelola Komunitas @iloveaceh, Aulia Fitri menyebutkan kehadiran branding baru pariwisata Aceh ini tentu perlu promosi yang terus disebarkan dengan melibatkan komunitas daring di Aceh.

“Untuk mengenalkan branding terbaru “The Light of Aceh” ini, Disbudpar Aceh telah memberikan sinyal kepada blogger dan komunitas untuk mengeksplor lewat tulisan dan foto dipelbagai media sosial,” jelas Aulia.

Hal ini tentu menjadi sebuah pergerakan positif, keterlibatan komunitas online dan offline dalam membranding Aceh, terlebih lagi Aceh juga akan mengajukan diri sebagai destinasi wisata halal nasional yang akan digelar dalam waktu dekat, yakni bulan Juli mendatang. (ed)

Logo Cahaya Aceh

Nong Niken: Galeri Nasional yang Tidak Nasionalis

Perhelatan akbar tahunan Jakarta Melayu Festival (JMF) yang rencana digelar Agustus 2016 mendatang, mulai kini terus dipersiapkan.

Even yang dipromotori oleh Gita Cinta Production tersebut, beberapa waktu lalu ditimpa kabar tidak sedap setelah sempat ditolak oleh Galeri Nasional karena dinilai tidak relevan dijadikan pentas kegiatan tersebut.

“Tahun-tahun sebelumnya perhelatan JMF ini diadakan di Crown Plaza, The Sultan Hotel, dan Taman Ismail Marzuki. Tahun ini, kegiatan yang sudah direncanakan digelar Agustus mendatang, memilih Galeri Nasional sebagai tempat apresiasi insan musik Melayu. Sayang, Galeri Nasional menolak kegiatan ini,” ujar Nong Niken yang juga salah satu pengisi Jakarta Melayu Festival, Senin (23/5/2016).

Berita tidak sedap tersebut, dibeberkan oleh penyanyi asal Aceh ini saat mengetahui surat balasan resmi dari pihak manajemen Galeri Nasional per tanggal 17 Mei 2016 lalu.

“Galeri Nasional menolak dengan alasan kegiatan ini kurang relevan diadakan disana karena tidak sesuai kriteria. Anehnya, pihak Galeri Nasional yang berada di bilangan Gambir, Jakarta tersebut sempat memberikan ijin untuk pentas musik rock pada bulan April 2016,” sebutnya.

Niken juga mempertanyakan, sikap dari pengelola gedung yang berada dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang terkesan membeda-bedakan antara pentas musik Rock dan dan pagelaran budaya Melayu.

“Kenapa Melayu ditolak oleh tempat yang punya embel-embel ‘nasional’ didalamnya. Tidakkah musik Melayu merupakan identitas bangsa Indonesia. Inikah diskriminasi yang dilakukan oleh bangsa sendiri terhadap penggerak musik Melayu?” ujar pelantun OST Laskar Pelangi 2 tersebut.

Menariknya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan dalam sejumlah pertemuan dengan pihak Gita Cinta Production selalu memberikan dukungan terhadap acara-acara budaya yang mengangkat tema Melayu.

“Dalam setiap acara pentas Melayu yang digelar oleh Gita Cinta Production, Pak Anies Baswedan kerap menjadi undangan bahkan tamu spesial yang secara langsung memberikan dukungan kepada insan dan seniman Melayu di Indonesia. Justru tindakan dari Galeri Nasional kali ini malah menjadi bentuk penghinaan terhadap kami,” sebut Niken.

Niken juga menambahkan, sebagai penggerak musik Melayu dirinya konsisten untuk mempertahankan silogisme “tak kan Melayu hilang di bumi’. Dirinya bangga terhadap musik melayu meski sebagian orang masih belum bisa mengapresiasi musik tertua di Indonesia.

“Aliran musik itu persis pilihan hidup, tergantung nyamannya dimana. Saya nyaman dengan musik Melayu yang jelas masih sangat santun dan menjaga moral bangsa,” tutur alumni UI ini. (ed)

Nong Niken: Galeri Nasional yang Tidak Nasionalis

Foto Galeri Nasional Indonesia yang berada di Gambir, Jakarta.