Rakan @Rifqi_Rasya Ajak Mahasiswa Peduli Sampah

PUNCAK peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang akan digelar di Pantai Ulee Lheue, Kota Banda Aceh pada tanggal 14 Maret 2020 mendatang.

Rakan Rifqi Ramadhansyah yang juga Menteri Hubungan Antar Lembaga UIN Ar-Raniry Mengajak seluruh mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk mengikuti agenda HPSN tersebut.

Rifqi mengatakan, bagi mahasiswa yang keseringan membuang sampah sembarang untuk tidak lagi melakukan hal tersebut kedepan.

“Jika kita saling menjaga satu sama-sama lain untuk tidak membuang sampah sembarangan, itu sangat luar biasa,” kata Rifqi, Kamis (12/3/2020).

Rifqi RamadhansyahPermasalahan terkait timbulan sampah di Aceh, sejatinya bukan hanya pekerjaan pemerintah. Namun, harus dimulai dari hati masing-masing mahasiswa, karena mayoritas sampah itu bersumber dari perilaku yang kurang peduli soal urusan sampah.

Membuang sampah pada tempatnya terdengar sangat sederhana, namun, sesungguhnya itu benar-benar menjadi masalah yang hingga saat ini menjadi persoalan mendasar bagi mahasiswa dalam upaya mengelola atau mengurangi timbulnya sampah.

“Contoh kecil, tidak jarang, pada saat mereka duduk bersama teman-temannya di pantai Ule lhe, mereka dengan sengaja membuang sampah. Seperti tusuk sate, Aqua plastik dan lainnya, Mungkin, yang ada dibenak mereka, Sampah ini nantinya kan sudah ada yang bersihkan,” kata pemilik akun Twitter @Rifqi_Rasya.

Terkait perilaku mahasiswa tersebut, bagaimanapun upaya pemerintah, tidak akan berdampak besar selama mahasiswa itu sendiri tidak memiliki rasa kepedulian yang tinggi untuk mengurangi timbulan sampah, dan membuang sampah pada tempatnya.

“Dan kali ini kita juga akan bekerjasama dengan dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3). Untuk itu saya mengajak kawan-kawan untuk bisa ikut serta dalam bentuk kepedulian kita terhadap peduli sampah di hari Sabtu nantinya,” ungkapnya.

Dengan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, mahasiswa dan masyarakat yang akan merasakan kenyamanan saat menikmati indahnya pantai Ulee Lheue. Oleh karena itu, mulailah untuk mengubah perilaku dari hal yang paling kecil, dengan membuang sampah pada tempatnya.

Aksi #BebasSampah2020 Berlangsung Lancar di Banda Aceh

Walikota Banda Aceh menandatangani Piagam Komitmen Kota Banda Aceh untuk IndonesiaMemperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016, ratusan peserta yang terdiri dari 52 komunitas melakukan aksi bersih lingkungan di sejumlah lokasi di Banda Aceh, Minggu (21/2/2016) pagi.

Dua titik konsentrasi pantai Alue Naga dan Darussalam menjadi bagian yang tidak luput dari masing-masing peserta yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

Sampah-sampah yang dikutip peserta berupa botol kaca, botol plastik, kaleng, puntung rokok, sterofom, tisu, kertas, dan kardus, 52 komunitas yang tergabung dalam Gerakan Banda Aceh Bersih bergerak ke Hutan Kota BNI Tibang melakukan deklarasi #BebasSampah2020 yang juga serentak dilakukan di seluruh Indonesia.

Dalam deklarasi tersebut, turut hadir Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal yang menandatangi Piagam Komitmen Kota Banda Aceh untuk Indonesia Bebas Sampah 2020 yang setelah itu dilanjutkan dengan orasi hemat plastik di Suzuya Mall, Setui.

Dari dua lokasi yang menjadi konsentrasi aksi bersih lingkungan tersebut, puluhan komunitas berhasil mengumpulkan sekitar 699 kilogram. (ed)

Besok, Puluhan Komunitas di Aceh Gelar Aksi #BebasSampah2020

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 yang jatuh pada tanggal 21 Februari, sekitar 51 komunitas yang tergabung dalam “Gerakan Banda Aceh Bersih” akan menggelar aksi sosial lingkungan dibeberapa lokasi di Banda Aceh, Minggu (21/2/2016).

Kolaborator HPSN 2016 Aceh, Fauca K. Ramadhan menyebutkan, lokasi kegiatan HPSN 2016 akan dipusatkan dibeberapa tempat, seperti di Pantai Alue Naga, kawasan Peunayong, sekitaran Pantai Ulee Lheue serta komplek pelajar dan mahasiswa (Kopelma) Darussalam.

“Lokasi kegiatan yang telah dibagi ini, nantinya sejumlah komunitas yang tergabung akan dikoordinir oleh beberapa kolaborator kegiatan,” jelasnya.

Kegiatan aksi ini, tambah Fauca akan fokuskan pada aksi pengutipan sampah anorganik nantinya akan dipilah menjadi 2 bagian jenis sampah.

“Pengutipan sampah anorganik dikarenakan sampah tersebut sukar terurai di alam dan sangat mempengaruhi ekostem lingkungan. Nantinya setelah kegiatan aksi mengumpulkan sampah, beberapa kolaborator akan mengarahkan ke satu titik pertemuan di Hutan Kota Tibang. Di sana seluruh komunitas yang telah beraksi akan melanjutkan kegiatan sharing diskusi mengenai sampah,” sebutnya.

Hasil diskusi dan sharing dari puluhan komunitas ini nantinya, menurut Fauca direkomendasikan sebagai langkah-langkah solutif mengenai isu sampah dari masyarakat yang dalam hal ini diwakilkan oleh suara-suara seluruh komunitas di Banda Aceh.

Kegiatan HPSN 2016 yang serentak digelar di 155 kota/kabupaten di Indonesia juga didukung dan diikuti oleh Pemerintah Kota Banda Aceh beserta jajarannya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mendukung penuh kegiatan aksi serentak komunitas Peduli Sampah yang dilakukan di Banda Aceh lewat tagar kampanye #BebasSampah2020 di media sosial.

Dalam pertemuan dengan perwakilan komunitas, Illiza juga menghimbau kepada seluruh kalangan masyarakat agar dapat mengurangi penggunaan tas kantong belanja yang berbahan plastik dalam kehidupan sehari-hari melalui program pemerintah “Belanja Cantik Tanpa Plastik”.

“Pemkot Banda Aceh membuat kebijakan dengan menerapkan setiap pembelian/belanja kantong plastik akan dikenakan biaya Rp.500,- dan akan di launching bertepatan di Hari Peduli Sampah Nasional 2016, 21 Februari 2016 yang nantinya lauching di Hutan Kota Tibang bersama sejumlah komunitas serta di pusat perbelanjaan Suzuya Mall,” sebut Illiza. (ed)

Gerakan Banda Aceh Bersih