Irwanti, Berbagi Semangat “I Love Aceh” di Smong Box

ADA yang menari saat berbagi kisah inspirasi bagi pelajar yang mengitu program Smong Box, hal ini dirasakan Irwanti yang juga salah satu pendiri Komunitas @iloveaceh, Kamis (3/10/2019).

“Pelajar sekarang inikan termasuk generasi yang sudah melek gadget dan pastinya mereka memiliki media sosial. Nah, mengarahkan mereka untuk memanfaatkan medsos ini penting sekali,” ujarnya usai mengisi sesi berbagi dengan pelajar dari SMP 1 Peukan Bada dan MTS Peukan Bada.

Dalam kesempatan tersebut, Wanti begitu sapaan akrabnya membahas seputar “Manfaat Media Sosial secara Positif” yang mengulas bagaimana ia berkontribusi untuk Aceh semudah dalam gengaman.

“Media sosial ini sedikit banyak telah menjadi bagian dari hidup saya, yang dulu di Jakarta kini hijrah dan menetap di Aceh. Ada sedikit banyak perjalanan dan kontribusi bagi Aceh, saya dan teman-teman lewati, mulai dari isu pariwisata, kuliner hingga budaya,” jelasnya dihadapan puluhan pelajar tersebut.

Wanti pun tidak luput memberikan beberapa tips bagi generasi alpha ini, bagaimana menggunakan media sosial secara bijak dan tidak mudah untuk berbagi hal-hal yang bermanfaat dan positif.

Guru pendamping dari SMP 1 Peukan Bada Vivi Sovianti, juga memberikan apresiasi atas kegiatan yang diadakan Museum Tsunami Aceh.

“Saya rasa edukasi dari Museum Tsunami ini begitu menarik, pelajar tidak hanya mengikuti rangkaian agenda tapi juga mereka bisa aktif untuk belajar sembari bermain mengenal lebih dekat dengan museum,” ungkapnya.

Hal lain yang menarik juga dirasakan oleh T.M Sazarul Rusla, mahasiswa UIN Ar-Raniry yang baru menamatkan kuliahnya ini tertarik dengan perlengkapan Smong Box yang didapatkan oleh pelajar, seperti t-shirt dan tas.

TM begitu disapa lewat akun Instagramnya juga menuliskan pesan untuk Museum Tsunami yang menanyakan bagaimana cara mendapatkan perlengkapan menarik dari Smong Box.

“Perlengkapan Smong Box seperti t-shirt dan tas pada dasarnya tidak diperjualbelikan melainkan terbatas hanya untuk pelajar dan yang terlibat di kegiatan saja,” ungkap Koordinator UPTD Museum Tsunami Hafnidar.

Namun, jika ingin memilikinya, sebut Hafni, dibolehkan dengan catatan dan syarat.

“Syaratnya yakni mengikuti kegiatan Smong Box, posting dan buat caption menarik serta kreatif, posting di akun Instagram pribadi dan mention ke akun @museumtsunami_,” tutup Hafni.

Special #8thiloveaceh on Insta Story @atwitlovers

Kepopuleran media sosial Instagram memang sedang merambah generasi milenial, spot instagrammable telah menjadi sesuatu yang familiar. Momen ini pun menjadi bagian yang spesial bagi Komunitas @iloveaceh untuk merayakan usia kedelapan tahun yang jatuh bertepatan pada tanggal 23 Februari.

Tidak ada yang muluk-muluk, lewat tagar #8thiloveaceh kami ingin berbagi hal menarik dan menyapa rakan-rakan followers yang ada di IG, walaupun sudah hampir 7 tahun kita hanya fokus dengan rakan-rakan di linimasa Twitter.

Tanpa berpanjang lebar, kami mengucapkan banyak terima kasih atas waktu dan kebersamaannya bersama rakan-rakan semua yang ada di dunia daring, Twitter, Instagram, Facebook, dan lainnya yang tak mungkin bisa disebut satu per satu. Semoga silaturrahmi kita terus terjalin, bersahabat baik di dunia maya (dumay) dan berkawan baik di dunia nyata (dunya).

Ramaikan Insta Story Rakan dengan #8thiloveaceh

Yuk, ucapin selamat di Insta Story dengan tagar #8thiloveaceh dan jangan lupa tag @atwitlovers, semoga ada kejutan menarik dan jangan lupa lihat juga selengkapnya insta story kami serta @tereza1969. Sampai jumpa dan salam silaturrahmi. (ed)

Komunitas @iloveaceh #8thiloveaceh

#7thiloveaceh | Gelar Workshop Self Healing Therapy di Banda Aceh

Masih dalam agenda rangkaian HUT #7thiloveaceh periode Maret hingga Mei 2017, kali ini Komunitas @iloveaceh bersama Psikodista Konsultan menggelar Workshop Self Healing Therapy yang akan dilaksanakan 22 April mendatang di Banda Aceh.

“Ada beberapa agenda HUT #7hiloveaceh hingga Mei nanti, salah satunya termasuk workshop ini yang nantinya akan diisi langsung oleh ibu Nur Janah Al-Sharafi, yang juga seorang psikolog sekaligus penulis buku Blak-blakan Our Secret,” sebut Irwanti, Jum’at (31/3/2017).

Workshop seru dan menyenangkan ini, sebut Irwanti merupakan bagian dari media pembelajaran dan keterbukaan dalam mengelola permasalahan psikologis pada anak, remaja, perempuan dan keluarga baik dilingkungan sosial maupun pendidikan.

“Kita tahu di era saat ini, permasalahan psikologis bisa melanda siapa saja, terlebih bagi muda-mudi dengan pengaruh pesat teknologi yang dalam keseharian tidak terlepas dari gawai dan media sosial, terkadang menimbulkan masalah bagi psikologisnya seperti stres dan ketergantungan,” kata Irwanti.

Maka dari itu, jelas Irwanti, Komunitas @iloveaceh bekerjasama dengan Psikodista Konsultan menggelar workshop tersebut, yang tentunya lebih terjangkau bagi semua kalangan bukan saja bagi anak muda-mudi, melainkan juga terbuka bagi umum.

“Karena masih dalam rangkaian HUT #7thiloveaceh, workshop ini hanya diberikan secara cuma-cuma hanya dengan membayar 100 ribu sebagai uang pengganti fasilitas, termasuk untuk snack, makan siang, dan juga e-sertifikat. Biasanya untuk workshop seperti ini diluar sana memang sering dipatok dengan biaya yang lumayan besar, jadi jangan sampai dilewatkan,” sebut pemilik akun @wanti_one tersebut.

Kegiatan workshop kali ini hanya dibuka terbatas, maksimal 50 orang yang nantinya akan ditutup pendaftaran per tanggal 15 April 2017. Sementara lokasi pelaksanaan akan dipusatkan di Mini Aula Psikodista Konsultan Jalan T. Imum Luengbata No. 22 Banda Aceh mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

“Peserta terbatas, pendaftaran bisa lewat telpon atau SMS ke 0812 8421 2560 saya (Irwant9 atau lewat WA 0821 6559 9950 (ILATeam) dengan format Nama Lengkap, Pekerjaan, Alamat dan Email. Nantinya peserta akan dikonfirmasi ulang disaat pendaftaran ditutup,” ujar.

Sejumlah materi dalam workshop ini juga sudah dipersiapkan oleh ibu Nur Janah Al-Sharafi, dimana nantinya akan menekankan pada metode ceramah singkat, observasi dan role play.

“Ada beberapa hal yang akan diberikan dalam workshop ini secara khusus, mulai dari healing with emotion; serta beberapa teknik self healing, seperti emotional freedom technique, the holds, pain drain, finger holds to manage emotion balancing, dan listening to your body,” pungkas Direktur Psikoditas Konsultan tersebut. (ed)

Workshop Self Healing Therapy 2017_iloveaceh

 

Kenalkan “The Light of Aceh” Disbudpar Aceh Beri Sinyal untuk Komunitas

Setelah terpilihnya Aceh sebagai salah satu daerah yang mendapatkan nominasi destinasi percepatan wisata halal dunia oleh Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terus memperkenalkan branding terbarunya “The Light of Aceh”.

Terpilihnya Aceh tentunya mempunyai peluang tersendiri, mengingat pada tahun ini Disbudpar Aceh secara terbatas telah mengenalkan branding terbaru “The Light of Aceh” saat soft launching di kegiatan diskusi dan buka puasa bersama dengan Komunitas @iloveaceh, Sabtu (18/6/2016) lalu di Museum Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, pihaknya telah mengatur sejumlah agenda untuk memperkenalkan branding pariwisata Aceh terbaru tersebut dan salah satunya juga akan membentuk tim halal volunteer.

“Saat ini beberapa agenda telah kita siapkan, seperti sosialisasi dan diskusi dengan komunitas, dalam waktu dekat kita nantinya akan merangkul teman-teman komunitas di Aceh untuk bisa sama-sama membantu mengenalkan branding dan voting wisata halal,” ujarnya.

Pengelola Komunitas @iloveaceh, Aulia Fitri menyebutkan kehadiran branding baru pariwisata Aceh ini tentu perlu promosi yang terus disebarkan dengan melibatkan komunitas daring di Aceh.

“Untuk mengenalkan branding terbaru “The Light of Aceh” ini, Disbudpar Aceh telah memberikan sinyal kepada blogger dan komunitas untuk mengeksplor lewat tulisan dan foto dipelbagai media sosial,” jelas Aulia.

Hal ini tentu menjadi sebuah pergerakan positif, keterlibatan komunitas online dan offline dalam membranding Aceh, terlebih lagi Aceh juga akan mengajukan diri sebagai destinasi wisata halal nasional yang akan digelar dalam waktu dekat, yakni bulan Juli mendatang. (ed)

Logo Cahaya Aceh

Komunitas @iloveaceh dan ICAIOS Luncurkan Situs “Kota Tanyoe”

International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAOS) berkolaborasi dengan Komunitas @iloveaceh luncurkan situs urbanisme warga “Kota Tanyoe” di hari terakhir rangkaian Festival Kota Kita (FKK), Minggu (8/5/2016) kemarin di RTH Lambung Meuraxa, Banda Aceh.

Program Manager Urbanisme Warga, Asrul Sidiq menyebutkan, ICAIOS mendapat kepercayaan dari Tim Rujak Center for Urban Studies (RCUS) untuk bersama-sama mengawal kota Banda Aceh dalam mengembangkan program Urbanisme Warga.

“Ada delapan kota di Indonesia yang terpilih dalam program Urbanisme Warga dan salah satunya kota Banda Aceh, untuk disini (Banda Aceh, red) kita menamainya dengan sebutan “Kota Tanyoe” dimana melibatkan Komunitas @iloveaceh sebagai kolaborator untuk mengembangkan situs daringnya,” ujar Asrul didepan puluhan perwakilan komunitas dan tamu yang hadir di kegiatan FKK yang digelar selama dua hari.

Asrul menyebutkan, keterlibatan Komunitas @iloveaceh sebagai kolaborator “Kota Tanyoe” dinilai bukan hal baru, mengingat komunitas yang besar dari media sosial Twitter ini juga aktif melibatkan followers dalam berbagi informasi untuk sesama warga yang ada di Aceh.

“Komunitas @iloveaceh sejak 2010 sudah lama melibatkan masyarakat, dalam hal ini followers untuk berbagi informasi lewat tagar-tagar yang kita kenalkan seperti #infowarga, #fotowarga, #suarawarga, dan sejumlah tagar lainnya,” sebut Pengelola @iloveaceh, Aulia Fitri yang hadir dalam peluncuran situs tersebut.

Terlebih lagi, sebut Aulia, selain bergerak di media sosial, hadirnya program urbanisme warga juga telah menjadi irisan dari Komunitas @iloveaceh yang mempunyai semangat “from social media to social movement”.

“Situs yang bisa diakses di kotatanyoe.iloveaceh.org saat ini masih versi beta, sejumlah pengembangan demi kenyamanan pengguna terus kita tingkatkan. Kami juga sangat terbuka untuk menerima berbagai masukan dan saran dari pelbagai komunitas agar kedepan situs tersebut bisa lebih user friendly,” tambah Aulia yang juga menjadi tim Kurator di situs “Kota Tanyoe”.

Sementara itu, Program Assistant Urbanisme Warga Pratitou Arafat menambahkan, kehadiran situs “Kota Tanyoe” yang telah dikembangkan sejak sebulan lalu ini diharapkan menjadi media warga dan komunitas dalam meningkatkan kreativitas dan mendorong perubahan kebijakan yang inklusif.

“Kita berharap, program ini menjadi proses produksi pengetahuan secara bersama-sama oleh masyarakat dan menghubungkan mereka dengan para pemangku kepentingan lainnya, sehingga kreativitas dan potensi solusi sangat kita butuhkan,” harapnya.

Program Urbanisme Warga sendiri merupakan sebuah program yang berpusat pada meningkatkan kemampuan warga memproduksi pengetahuan perkotaan secara bersama-sama dan memanfaatkannya untuk mendorong perubahan kebijakan yang inklusif berdasarkan sebanyak mungkin pengetahuan. (ed)

Tampilan situs Kota Tanyoe

Hari Ini dan Enam Tahun yang Lalu | #6thiloveaceh

Hari ini dan enam tahun yang lalu. Lahirnya I Love Aceh berawal dari melihat banyaknya jumlah pengguna Twitter yang semakin aktif di Aceh. Dengan berbagai macam latar belakang profesi serta frekuensi umur yang berbeda-beda, mulai dari pelajar, anak-anak muda sampai orang-orang tua.

Tepatnya tanggal 23 Februari 2010 (8 Rabiul Awwal 1431 H), I Love Aceh terbentuk dengan konsep yang sangat sederhana, mengawali update status tentang #Aceh, menyapa orang-orang Aceh lewat tweets dan pada akhirnya akun @iloveaceh digunakan sebagai akun publik, yakni bagian dari penyebaran informasi dari followers dan untuk followers atau lebih dikenal dengan #ATwitLovers (Aceh Twit Lovers).

Transformasi dari I Love Aceh terus berlanjut dan terus memantapkan satu visi, yakni menjadikan komunitas @iloveaceh sebagai bagian dari wadah informasi di Aceh pada khususnya dan masyarakat luar pada umumnya.23 Februari 2010 – 23 Februari 2016. #6thiloveaceh

***

Segenap keluarga besar ILATeam Management dan Pengelola Komunitas @iloveaceh mengucapkan banyak terima kasih atas peran rakan-rakan #ATwitLovers yang dari awal hingga saat ini masih terus memberikan sumbangsih dalam berbagi kebaikan, mengingat di saat kealpaan dan setia dalam setiap semangat perubahan.

From social media to social movement, semangat sejati yang hadir terus mewarnai dari Aceh ‘ban sigom donya’ untuk semua. (ed)

// Krue seumangat…
Sabah beuluah keu rakan ngon syedara
Seubab digata, geutanyoe lahee u donya
Awai dile keugura-gura, teuma jinoe ka meupat cara
ILA kana bak susial media, mari tajaga sama-sama. //

Hari ini dan enam tahun yang lalu_akustik