Aceh Gayo Manual Brewing Gelar Kompetisi Seduh Kopi Manual

Komunitas penikmat dan pecinta kopi yang menamakan diri Aceh Gayo Manual Brewing yang konsen dalam kopi arabika seduh dengan alat manual ini akan kembali menggelar kompetisi seduh kopi 14 Mei mendatang di Museum Tsunami Aceh.

Ketua Panitia Kegiatan kompetisi ini Reza Maulana mengatakan, pada tahun 2017 Komunitas Aceh Gayo Manual Brewing akan mencoba menggalakkan kembali metode seduh kopi manual lewat kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual V60 diikuti yang terbuka untuk umum.

“Kompetisi ini terbuka untuk peserta umum, baik barista yang merupakan delegasi dari coffee shop atau kedai kopi maupun home barista. Kompetisi akan digelar di Museum Tsunami Banda Aceh, Minggu tanggal 14 Mei 2017 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Selain kompetisi seduh kopi, even sehari penuh ini juga diselingi live acoustic music, dan stand up comedy dengan tema Kopi Gayo,” sebut Reza, Sabtu (6/5/2017).

Hingga kini, tambah Reza jumlah peserta dalam kompetisi tersebut dibatasi hanya sebanyak 24 peserta, dimana pendaftaran akan ditutup pada 11 Mei 2017 mendatang.

“Saat ini yang mendaftar untuk peserta ada dari Banda Aceh, Bireuen, Aceh Tengah, Lhokseumawe, dan Jakarta. Dalam kompetisi ini, seorang barista dituntut tidak hanya mampu menyajikan kopi yang nyaman, namun harus juga bisa bercerita tentang kopi yang diraciknya,” ungkapnya.

Dalam kompetisi juga akan dinilai oleh dewan juri Danurfan, Wan Rantoni, dan Pang Gayo Ari Emun Bengi.

“Harapan Kami dengan diadakannya acara ini dapat mengenalkan kopi-kopi Aceh (Arabika khususnya), untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Aceh terutama Kota Banda Aceh dan dapat menjadi sebuah wadah untuk ajang silaturahmi sesama pengusaha, penggiat, dan penikmat kopi di Aceh,” ujar Reza Maulana. (ed)

Kopi Kertoep, Minuman Turun Temurun di Gayo

Kopi Kertoep / @indieGemJalan-jalan ke dataran tinggi di Aceh belum lengkap jika belum mengunjungi daerah Gayo, daerah penghasil biji kopi yang terkenal di dunia ini tidak saja memanjakan mata, sejumlah adat dan budayanya pun sangat menarik untuk kita telusuri.

Nah, menariknya ini jika kita melihat sebuah kebiasaan ngopi di masyarakat Gayo yang beda dari orang-orang pada umumnya. Minuman turun temurun yang disebut dengan kopi kertoep. Kertoep sendiri dalam bahasa Gayo berarti gigit, yakni menggigit tanpa menegunyah.

Penyajian kopi kertoep ini disajikan secara klasik dengan menyeduhnya seperti kopi tubruk lalu diselingi dengan gula aren. “Kopi kertoep disajikan dengan cara klasik, yaitu kopi diseduh tubruk sedikit gilingan halus dan disajikan juga dengan gula aren,” sebut Danurfan salah satu penikmat kopi Gayo.

Cara meminumnya pun diawali dengan menggigit gula aren sebesar dadu 1-2 cm, baru setelah itu kopinya diseruput pelan-pelan. Menurut Danurfan metode minum kopi kertoep tersebut menghasilkan sensasi tersendiri bagi penikmatnya. “Dengan secangkir kopi Gayo, dipadu dengan gula aren manis dan pahitnya kopi, jadi gula tadi akan meleleh di mulut saat saat kita meminumnya. Inilah sensasi nikmatnya,” ujarnya.

Kopi identik dengan kafein, tapi dengan merasakan kopi kertoep akan terasa begitu beda. “Ketika gula aren menyatu dengan kafein, kita akan merasa langit-langit rongga mulut menangkap sebuah kenikmatan hebat juga,” tambah si pemilik akun @indieGem ini.

Penasaran dengan kopi ini, jangan lupa berkunjung ke Gayo ya. Manis, pahit, dan dinginnya hawa disana pasti akan membuat Anda betah menikmati panorama keindahan Gayo Highland ini. (ed)

Nah, Ini Kopi Sehat ala Le Parte di @AcehCoffest2013

la parteSebagian orang menghindari kopi karena takut efek kafein dapat merusak kesehatannya. Namun sebenarnya apabila takaran kopi itu pas, kafein justru dapat mencegah penyakit.

Orang yang mengonsumsi tiga sampai empat cangkir kopi reguler atau kopi decaf –dengan kadar kafein yang dikurangi– akan menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 30 persen.

Bagi Anda yang masih merasa takut dalam mengosumsi kopi tak perlu khawatir lagi. Kini pun juga telah hadir di tengah-tengah anda kopi yang sehat, Le Parte Coffee contohnya.

Dengan hanya memilih biji kopi yang berada di ketinggian 1200 diatas permukaan laut, dan hanya memetik kopi yang telah tumbuh memerah matang, kemudian di sortir kembali secara teliti tentunya.

“Piberry coffee, Longberry coffee salah satu contoh varietas kopi yang coba ditawarkan oleh La Parte. Disini kami ingin mempopulerkan kopi yang sehat eco-friendly,” papar penjaga booth Le Parte, saat @iloveaveh mewawancarai stand mereka di grand opening Banda Aceh Coffee Festival 2013 yang digelar di Taman Sari.

Meminum kopi memang telah menjadi tradisi dikalangan masyarakat Aceh. Orang tua dan anak muda, laki-laki maupun perempuan, sangat menikmati “si hitam mameh” nan menggoda ini. Tentu saja kopi dengan cara yang sehat, akan jauh lebih nikmat. Mungkin Le Parte-lah salah satu jawabanya jika ingin meminum kopi yang bisa menjaga Himahate (jantung Hati). (alf)

Pertama Hadir di @AcehCoffest2013, Solong Coffee Siap Tampil

dnFestival Kopi Banda Aceh yang akan resmi dibuka pada hari ini di Taman Sari, Banda Aceh, Jum’at (22/11/2013), mengundang banyak kesibukan dari setiap partisipan yang turut memeriahkan dan berpartisipasi dalam event tersebut, mulai dari kedai kopi, unit kegiatan mahasiswa, tempat makan dan sebagainya.

Hal tersebut tampak jelas dengan hadirnya berbagai stand kopi yang dihiasi berbagai pernak pernik untuk memeriahkan acara tersebut tepatnya jelang sebelum acara pembukaan Festival Kopi Aceh diadakan.

Dari sekian stand yang akan mengisi di Festival tersebut, tampak stand Solong Coffee yang tengah menyiapkan banyak persiapan, mulai dari menghias tempat hingga menyiapkan berbagai aksesoris yang berhubungan dengan kopi. Nah, Ini kali pertama Solong Coffee hadir di @AcehCoffest2013

“Kami sudah siap-siap di lokasi sejak pukul delapan pagi tadi. Begitu tiba di lokasi, kami langsung bergegas untuk menyiapkan berbagai persiapan untuk acara nanti malam. Alhamdulillah sampai saat ini kami belum memiliki kendala apapun dalam menyiapkan berbagai sejak tadi,”  ujar Sarbaini selaku Manager Solong Coffee kepada @iloveaceh.

“Selain menyajikan berbagai macam kopi, kami juga menampilkan berbagai peralatan yang digunakan untuk meminum kopi, misalnya seperti berbagai jenis cangkir kopi dan peralatan-peralatan lainnya,” tambah Sarbaini.

Selain stand Solong Coffee, juga terdapat banyak stand lain yang sedang sibuk menyiapkan berbagai hal dalam menyambut acara Grand Opening #ACF2013 yang akan dibuka pukul 20.00 WIB malam ini. (TM/che)

Penulis : Thariq Mubarak (@thariqmubaraq)

Pasangan Kue Timphan

Kopi TimphanAda yang menarik saat menanyakan pertanyaan seputar kue khas Aceh, apalagi kalau bukan thimpan yang manisnya rasanya itu. “Pajoh timphan hana pah menyoe hana keunong… (titek-titek pasoe keudroe beh)”.

Inilah beberapa jawaban dari #ATwitLovers yang mengisi titik-titik di atas, mulai dari jawaban kopi, sanger solmin, bakong, boh drien, sanger panas, kupi pancong, dan masih banyak lainnya.

Bicara tentang peunajoh (makanan) khususnya timphan ini memang tidak habisnya, sebagian jawaban di atas itu salah satu pasangan dari kue yang dibalut daun pisang ini memang bisa beragam, pastinya tergantung situasi dan kondisi (sikon).

Timphan sendiri bervariasi, mulai dari bahannya, sampai dengan isi dalam (selai -red). Asoe kaya (srikaya), ue teukru’et (kelapa parut),  dan masih banyak varian lainnya.

Namun, yang jelas timphan masih tetap menjadi menu favorit untuk menemani hari-hari bersama keluarga, teman, dan sahabat saat berkumpul.***

Kata #ATwitLovers tentang pasangan kue timphan: