Mahasiswa Biologi UIN Ar-Raniry Observasi ke TPA Gampong Jawa

Mahasiswa Biologi UIN Ar-Raniry Observasi ke TPA Gampong JawaSebanyak 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FITK UIN Ar-Raniry, Selasa (7/6/2014) mengadakan Observasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Banda Aceh.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa tentang bagaimana proses pengelolaan sampah dan tinja yang berwawasan lingkungan, ujar Samsul Kamal selaku Dosen pembimbing Mata kuliah Ekologi dan Masalah Lingkungan kepada @iloveaceh, Selasa (17/6/2014).

Menurut Samsul, daerah TPA Gampong Jawa ini sangat berperan penting untuk kebersihan Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Sebagai masyarakat yang peduli lingkungan melalui mahasiswa inilah diharapkan timbul kesadaran akan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Bayangkan saja jika tidak ada petugas kebersihan sampah, kota Banda Aceh akan penuh dengan tumpukan sampah,” sebutnya.

Basrizal selaku Kasi Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh juga menjelaskan, hingga saat ini, truk yang masuk ke TPA Gampong Jawa setiap hari mencapai sekitar 100 unit dan sampah yang masuk sekitar 160 ton sampah.

“140 ton sampah dari masyarakat Banda Aceh dan 20 ton sampah masyarakat Aceh Besar. TPA Gampong Jawa Kota Banda Aceh ini mempunyai luas 7,5 ha. Tumpukan sampah yang sudah didaur ulang di TPA ini 14 meter dari permukaan laut (mdpl). Tumpukan sampah ini sudah mengandung gas metana yang jika dimanfaatkan dapat menjadi salah satu pembangkit tenaga listrik,” ujarnya. (ed/nur)

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Pratikum Ekologi Hewan dan Tumbuhan

FITK UIN Ar-Raniry Ekologi Hewan dan Tumbuhan / Foto @nurainisinagaSejumlah mahasiswa pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry melaksanakan kegiatan praktikum lapang Ekologi Hewan dan Ekologi Tumbuhan, sejak Sabtu hingga Selasa (24-27/5/2014) di Gampong Sawang Ba’u Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan yang bertemakan “Menggali Potensi Keanekaragaman Hayati di Bumi Pala” ini bertujuan sebagai bentuk aplikatif dari berbagai teknik sampling.

“Praktikum ini bertujuan untuk mengaplikasikan berbagai teknik sampling ekologi,” ujar Nursalmi Mahdi selaku Ketua Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, Selasa (27/5/2014).

Samsul Kamal selaku dosen pengasuh Mata Kuliah Ekologi Hewan menyebutkan pada tahun sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilakukan di kawasan konservasi Iboih, Kota Sabang, dan tahun ada ratusan mahasiswa yang ikut serta. “Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan lapang ini berjumlah 115 peserta, kegiatan praktikum lapangan ini merupakan kegiatan rutin dari Pendidikan Biologi, FITK UIN Ar-Raniry,” ujarnya.

Sementara itu Alzikri Rahmatillah sebagai fasilitator kegiatan, menambahkan, salah satu kegiatan dalam praktikum yang digelar selamat 4 hari tersebut untuk mengamati keanekaragaman flora dan fauna serta berbagai biota perairan yang terdapat di Ujung Seureudong.

Kegiatan ini dibantu oleh unsur Muspika, Basarnas Kabupaten Aceh selatan dan Perangkat Gampong Sawang Ba’u. (ed)

Penutupan CPDA 2014 akan Gelar Kompetisi Debat antar Mahasiswa

CPDA_pngAcara Penutupan Program Consolidating Peaceful Development in Aceh (CPDA), The World Bank yang akan digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh Rabu 16-17 April 2014 mendatang turut pula mengadakan kompetisi debat mahasiswa yang mengundang perwakilan mahasiswa dari beberapa universitas terpilih.

Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, dan Politeknik Aceh akan membawa perwakilan mahasiswa untuk mengikuti kompetisi debat ini, materi yang akan didebatkan adalah “kondisi damai adalah suatu kondisi yang seperti apa”.

Penjuriannya langsung dinilai oleh Perwakilan World Bank, Cendikiawan, dan Perwakilan Jurnalis. Untuk hadiah bagi pemenang kompetisi ini sangat menarik, yaitu uang tunai jutaan rupiah.

Kompetisi debat ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam menyampaikan pesan-pesan penting dari program CPDA kepada generasi muda Aceh. (che)

Ust. @felixsiauw Sirami Bumi Serambi Mekkah dengan Seminar Inspiratif

Seminar Felix SiauwAcara seminar inspiratif bersama Ustadz Felix Siauw yang digelar di Amel Convention Hall pada Sabtu (25/1/2014), berlangsung dengan lancar.

Seminar yang bertemakan “Konsistensi Syariat Islam di Aceh Pada Era Globalisasi”, mendapat antusias yang luar biasa dari masyarakat, mahasiswa, dan tokoh-tokoh akademisi di kampus.

Felix Siauw tiba di tempat acara pada pukul 9 pagi. Banyak diantara pengunjung yang sudah tidak sabar ingin mendengarkan paparan dari ustadz yang juga berkarya lewat buku-bukunya, diantaranya berjudul ‘Yaudah Putusin Aja’ dan ‘Yuk Berhijab’.

“Saya baru pertama sekali menginjakkan kaki di Banda Aceh. Tetapi saya sudah pernah ke Aceh tahun 2009, tepatnya di blangkejeren. Itu Aceh juga kan?,” tanya ustadz Felix yang disambut anggukkan “iya” dan gelak tawa singkat dari hadirin.

Ustadz Felix membuka seminarnya dengan menceritakan awal sejarah Agama Islam. Dari sejarah Kenabian, Khilafah, sampai bagaimana eksistensi Agama Islam itu sendiri di masa kini.

Masuk pada sejarah keIslaman di Aceh, ustadz yang juga seorang mualaf itu menuturkan tentang sejarah Aceh.

“Aceh ini daerah benteng keislaman bagi Nusantara. Dulu rakyat Aceh berjuang mengusir penjajah dengan semangat Islam, penjajah itu kebingungan dengan semangat juang rakyat Aceh, hingga Aceh menjadi daerah yang terakhir mampu ditaklukkan dan paling cepat pula keluar dari cengkraman penjajah. itu semua rakyat Aceh jalani dengan semangat keislaman,” ucap ustadz bermata sipit ini.

Lalu lanjut ustadz Felix, pada era globalisasi ancaman-ancaman yang hendak bermaksud menggerogoti Syariat Islam kian gencar terjadi dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak ingin Syariat Islam itu ada. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana cara untuk menjaga kerberlangsungan Syariat Islam di Aceh harus terus berlangsung hingga menjadi contoh untuk daerah-derah yang lain. Rakyat Aceh musti menyadari dan paham bahwasanya Syariat Islamlah yang sebenarnya pembawa keberkahan dan kesejateraan bagi rakyat Aceh.

Disamping itu, Ketua BEM FISIP Unsyiah Reza Maulana mengatakan kepada @iloveaceh usai acara, “Alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar. Kita berharap para peserta yang baru saja mengikuti acara ini semakin yakin dan bangga untuk terus konsisten dengan Syariat Islam. Kita juga berharap kedepan Aceh terus menjadi contoh untuk daerah-daerah lain yang ingin melaksanakan sistem Syariat Islam terhadap daerahnya”.

Para peserta pun banyak yang merasa senang dengan mengikuti acara seminar bersama ustadz Felix. Salah satunya Muhammad Yasir, mahasiswa Fisip jurusan Sosiologi ini merasa sangat bahagia bisa mengikuti acara ini. “Bangga sekali bisa mengikuti acara yang luar biasa bersama ustadz Felix. Saya semakin banyak dapat ilmu-ilmu tentang sejarah keislaman, dan ilmu-ilmu yang perlu saya terapkan setelah pulang dari acara ini,” tutup yasir.

Di Akhir acara, ustadz yang dulunya beragama Khatolik ini berpesan untuk seluruh perserta seminar. “Penetapan Aceh sebagai daerah Syariat Islam ini haruslah menjadikan seluruh rakyat Aceh berbangga diri. bagi yang hadir mengikuti acara ini saya harap setelah pulang nanti semakin kuat keImanannya, semakin teguh pendiriannya untuk berjalan dalam koridor Syariat Islam,” tutup pemilik akun @felixsiauw. (@alfaaaath/ed)

Ini Dia Ketua Baru Himpunan Mahasiswa Peukan Bada

Teungku Helmi sebagai Ketua Terpilih sedang menyampaikan kata sambutan (IST)Teungku Helmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Peukan Bada (HIMABDA) Kabupaten Aceh Besar untuk periode 2014-2016. Pemilihan ini berdasarkan hasil Musyawarah Besar (Mmubes) yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat setempat, Minggu (19/1/2014) lalu.

Pemilihan Ketua HIMABDA dilakukan setelah pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), dan diikuti puluhan mahasiswa yang berdomisili di Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar.

“Sidang yang dipimpin oleh Fahmi, Andra, Vina dan Heri. Saat pencalonan, jumlah kandidat yang diusung peserta mencapai 3 orang, namun, hanya dua calon yang memenuhi kriteria, sedangkan satunya gugur karena tidak memenuhi persyaratan,” kata Suriansyah selaku Ketua Panitia.

“Dari dua calon Ketua, Teungku Helmi Berhasil meraih suara tertinggi hasil pemilihan oleh Peserta musbes. Dan dengan terpilih ketua baru, kita berharap akan bisa membawa perubahan dan bisa melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya yang sudah ditetapkan dalam mubes,” ungkapnya.

Sementara itu ketua terpilih Teungku Helmi dalam sambutannya, mengucapakan banyak terima Kasih kepada semua delegasi yang berasal dari tingkat gampong-gampong di Kecamatan Peukan Bada, untuk sama-sama membangun dan berkarya demi HIMABDA yang jauh lebih baik. “Jika hanya diam atau hanya berbicara tidak akan merubah apa-apa. Yang kita butuhkan adalah semangat mahasiswa sebagai Agent of Change,” tutupnya. (rel)

Malam Amal Formasu: Dari Aceh untuk Sinabung

Image-1 Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Utara membuat komunitas dari Forum Mahasiswa Sumatera Utara (FORMASU) Aceh menggelar malam amal #DariAcehUntukSinabung yang dimaksudkan untuk membantu meringankan beban seluruh masyarakat yang terkena dampak dari meletusnya gunung sinabung.

Kegiatan #DariAcehUntukSinabung ini diadakan pada Sabtu (7/12/2013), pukul 20.00 wib hingga selesai di Haba Café, Banda Aceh. Acara malam amal ini juga dimeriahkan oleh grup band lokal seperti CANOE dari UKM Putroe Phang, KAPAS band, Gram Audio, dan juga dimeriahkan oleh aksi magician.

Selain sebagai wujud sumbangsih kepada para korban yang terkena dampak meletusnya gunung sinabung. Ketua panitia M. Muzakky Arif mengatakan, kegiatan ini juga merupakan wadah untuk memfasilitasi para mahasiswa/i asal Sumatra Utara yang kuliah di Aceh sebagai ajang silahturahmi dan ajang memupuk rasa solidaritas antar sesama.

“Kami ini adalah wadah, atau yang lebih tepat di katakan perpanjangan tangan untuk membantu korban yang ada di Sinabung sana, karena saudara kita itu sangat patut untuk di bantu,” ungkap Arif selaku panitia acara.

“Sudah ada bantuan uang yang terkumpul sekitar 13 juta lebih dan tidak hanya itu, juga ada tiga karung baju layak pakai untuk kita salurkan kepada korban yang terkena dampak bencana Sinabung”, lanjut Arif.

Penampilan dari band dengan genre pop, yaitu Kapas Band mengakhiri kemeriahan acara amal #DariAcehUntukSinabung ini. Insya Allah segala jenis bantuan yang kita lakukan terhadap musibah yang menimpa daerah Sinabung, Sumatera Utara ini bermanfaat. (alf/che)

Penulis: @alfaaaath