Tiga Talenta Muda Aceh, Konser Malam Ini di Malaysia

Tiga talenta muda dalam dunia tarik suara asal Aceh, Nong Niken, Qemil G4ul, dan Jelia Iskandar akan meriah panggung konser Dangdut Asia di The Gardens Theatre, Mid Valley, Kuala Lumpur, Jum’at (22/9/2016) malam.

“Even ini dirancang secara apik oleh Neway Karaoke dan Dor Entertainment. Konser ini melibatkan empat negara tetangga, yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam,” sebut Niken yang dihubungi @iloveaceh, Jum’at (22/9/2016) pagi.

Project Director Dangdut Asia, Encik Dior mengatakan konser ini merupakan kegiatan performance entertainment yang sekaligus menjadi launching album kebersamaan ini.

“Album ini nantinya tidak hanya bisa didapatkan di Malaysia saja, tetapi juga akan segera bisa didapat melalui situs online pemesanan diseluruh negara ASEAN,” sebutnya.

Dior menambahkan, ada 14 artis yang terlibat dalam mini konser tersebut. Seluruhnya tergabung dalam sebuah kumpulan album kompilasi yang bertajuk “Dangdut Asia” yang untuk sementara hanya bisa didapatkan di Malaysia.

Siap Berikan yang Terbaik

Nong Niken, artis asal Lhokseumawe ini menyatakan kebanggaannya terlibat dalam konser Dangdut Asia ini untuk mewakili Indonesia.

“Rasanya bangga bisa dilibatkan dalam even lintas negara ini terlebih bisa membawa nama Indonesia dan bersama teman-teman dari Aceh juga. Ada beberapa karya dari single yang nantinya akan kita suguhkan malam nanti,” ujar pelantun Prang Sabi ini.

Lagu yang akan dinyanyikan nanti, tambah Niken, yakni karya dari Adibal Sharul yang berjudul “Hijrah” yang video klipnya digarap bersama-sama ILATeam Management dan teman-teman komunitas @iloveaceh tim.

“Ini menjadi bentuk apresiasi bagi kami talenta muda asal Aceh, apalagi bisa dipercaya untuk ikut bergabung dalam event ini, dan tidak terduga bisa bareng bersama temen-temen Aceh lainnya,” ungkap dara kelahiran tahun 1990.

Selain itu, Qemil G4ul penyanyi asal Lamno, juga menyatakan hal serupa. Selain bisa mengepakkan sayap ke negeri jiran, ia menganggap hal ini adalah langkah kebanggaan Aceh.

“Ini kesempatan bagi putra Aceh dan bisa mulai dilirik oleh negeri tetangga. Qemil nanti akan membawakan lagu Mabuk Kepayang karya Den Fajar,” sebut mantan dari Duta Wisata Aceh tersebut.

Sementara itu, Jelia Iskandar juga tidak menyangka ia bisa terlibat dalam acara ini. Ia akan membawakan singlenya berjudul “Bidadari pun Cemburu” karya Gebby Pareira.

“Sangat bersyukur bisa terlibat dalam acara ini, semoga dengan kegiatan ini semakin semangat untuk berkarir di musik dangdut Melayu,” tambah dara asal Takengon ini.

Perhelatan Dangdut Asia juga akan disiarkan secara langsung tentunya di channel TV Bintang dan Pelangi dari Astro.

“Penonton yang hadir dalam acara ini diharuskan membeli album kompilasi yang mana album ini sudah dinanti nantikan selama lima belas tahun oleh warga Malaysia, karena sebelumnya album kompilasi dangdut hanya dibuat oleh Iwan tahun 2001,” tutup Dior. (ed)

tiga-artis-aceh-konser-di-malaysia-dangdut-asia-2016

Jakarta Melayu Festival 2016 Angkat Tema Keindonesiaan

Dengan mengangkat tema “71 Tahun Daulat Negeri”, perhelatan budaya Jakarta Melayu Festival (JMF) 2016 dipastikan akan tampil beda dengan tahun sebelumnya, acara ini digelar 20 Agustus ini di outdoor Ancol Beach City, Jakarta.

Produser JMF Gita Cinta Production, Geiz Califah mengaku tema yang diangkat JMF tahun ini memang bukan tema biasa, namun menggambarkan pencapaian yang luar biasa sebagai sebuah negara yang mayoritas penduduknya merupakan rumpun melayu.

“Di era yang semakin serba tekhnologi dan digital, melayu harus bangkit menghadapi zaman yang berubah sangat cepat dan dinamis. Kekuatannya ada pada manusia Indonesianya, nah kita perkuat itu,” tegas Geisz saat konferensi pers beberapa waktu lalu dihadapan beberapa tokoh politk yang hadir seperti Anies Baswedan, Ferry Mursidan Baldan, dan Fadly Zon yang menaruh perhatian besar terhadap budaya dan musik melayu.

Para pemimpin yang biasanya aktif di dunia politik ini, sesaat menyempatkan waktu untuk mendukung kegiatan yang ternyata mereka juga punya refensi banyak terhadap budaya melayu. Banyak langkah nyata yang telah mereka lakukan seperti turun ke lapangan untuk mendukung Ronggeng dan Zapin Melayu, membuat buku referensi melayu, sampai bergabung dalam lembaga-lembaga melayu.

Musik Melalyu Sebagai Identitas

Ferry Mursidan menyebutkan, bahwa musik melayu adalah jiwa dan identitas bangsa, hal ini selaras seperti ide mencintai musik melayu yang disarankan oleh Anies Baswedan.

“Membuat anak menyukai musik melayu bukan dipaksa saat dia dewasa, tetapi didengarkan sejak dini. Jika anak dibiasakan sejak kecil dengan pantauan orang tua yang baik, yang terjadi nanti bukan melestarikan tapi membangun,” sebut Anies.

Harapan besar juga disampaikan oleh Darmansyah sebagai artis senior musik melayu.

Darmansyah berharap adanya peran media yang cukup baik dalam mengangkat hal-hal yang terkait melayu ke permukaan, tanpa peran media dalam mendukung dan menjaga pemberitaan melayu, boleh jadi musik melayu akan kalah oleh berbagai musik lain yang masuk ke Indonesia.

Konferensi Pers Jakarta Melayu Festival 2016_1

Sementara itu, Nong Niken sebagai artis muda melayu Indonesia menyebutkan kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mengisi acara ini menjadi sarana menguatkan identitas pilihan bermusik.

“Passion saya di Melayu, jadi ruang ini tidak hanya untuk belajar dan menjaga budaya, tetapi regenerasi untuk perkembangan Indonesia di masa mendatang,” sebut dara Aceh ini.

JMF 2016 nantinya akan diiringi oleh Anwar Fauzi Orchestra yang akan memimpin paduan musik yang akan digelar di tepi pantai pasir putih Ancol itu dengan menampilkan Iyeth Bustami yang dikenal dengan lagu-lagu melayu dan cengkok khas yang dimilikinya, juga Darmansyah, Nong Niken, Kiki Ameera, Tom Salmin, Fahad Munif, Butong, Hendri Lamiri, Konsentra Sumut, dan Amigos Band. (ed)

Jakarta Melayu Fetival 2016_Ancol Beach

Jakarta Melayu Festival 2016 Akan Tampil Beda

Gelaran Jakarta Melayu Festival (JMF) 2016 tahun ini akan tampil beda dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini terungkap saat konferensi pers JMF yang digelar Gita Cinta Production di Restoran Pempek Kita, Tebet Timur Dalam Raya Jakarta Selatan, Rabu (11/8/2016) lalu.

Dalam konferensi pers tersebut turut hadir sejumlah pengisi acara JMF seperti Darmansyah, Nong Niken, Kiki Ameera, Vico Amigos, Tom Salmin, dan Butong.

Geisz Chalifah dari Gita Cinta Production menyebutkan, perhelatan musik melayu ini akan berlangsung 20 Agustus mendatang disajikan gratis untuk semua pengunjung.

“Pada tahun ini JMF akan mengambil lokasi outdoor yang akan digelar di Ancol Beach City mulai pukul 19.00 WIB. Konsepnya memang beda, selain tidak menggunakan gedung kita berikan juga akses gratis untuk masyarakat agar lebih terasa nuansa melayunya,” ujar Produser JMF tersebut.

Selain itu, tambah Geisz, untuk menambahkan kesan kemeriahan HUT RI, selain menampilkan perfomance JMF dari sejumlah penyanyi dan orkestra melayu, pengunjung juga bisa menikmati bazar yang menyajikan makana, pakaian, serta atribut yang bernuansa melayu.

“Ini hadiah untuk masyarakat dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. Agar masyarakat tidak hanya sekedar menikmati, tapi menyadari bahwa melayu masih lekat di bumi Indonesia,” sebut Geisz. (ed)

Konferensi Pers Jakarta Melayu Festival 2016_Dok Panitia_1