Single Terbaru Tereza Bertajuk “Lagu Cinta”

Musisi Solois Aceh Tereza Rilis Single Lagu CintaEksistensi dan produktifitas solois sekaligus YouTuber Aceh, Tereza di media sosial memang tidak bisa dipungkiri lagi, setelah dua tahun mengandalkan debut single “Tanpamu”, kini Tereza kembali merilis karya terbarunya bertajuk “Lagu Cinta” versi akustik.

“Udah dua tahun absen, finally bisa ngeluarin lagu sendiri juga, bukan single sih, tapi lebih ke hidden collection yang aku coba kasih dengar ke semua orang tentang warna lagu orisinil aku, temanya masih tentang kasmaran dan romantisme, jadi aku coba rilis versi akustiknya dulu,” pungkas pemilik nama lengka Teuku Reza Fahlevi ini, Rabu (3/2/2016).

Lagu yang bercerita tentang romantisme seorang pria terhadap wanita idamannya ini, diharapkan bisa menjawab rasa penasaran penggemarnya yang selama ini menanti.

“Versi akustik “Lagu Cinta” aku berharap bisa menjawab rasa penasaran penggemar dan netizen tentang karya orisinil dari seorang Tereza,” sebut Tereza.

Pria kelahiran Lhoksukon, 10 Maret 1991 ini sudah lama menyandang predikat sebagai “Artis Cover” yang hanya mendaur ulang lagu-lagu popular. Kini lewat karya terbarunya tersebut, ingin mencoba menepis persepsi penggemarnya.

“Aku coba nepis persepsi orang banyak tentang produktifitas aku, yang cuma mengcover lagu di YouTube tanpa bikin lagu sendiri, udah banyak yang nanya juga, terus aku disaranin buat rilis lagu ini sama Bang Manto, salah seorang teman dekat aku, dan akhirnya terjadilah,” ungkapnya.

Kini versi akustik dari “Lagu Cinta” sudah bisa ditonton disaluran YouTube resmi officialterezamusic(ed)

Hari Musik Nasional Menurut Seniman Muda Aceh

Hari Musik NasionalDalam rangka Hari Musik Nasional yang jatuh setiap 9 Maret, sejumlah musisi Aceh juga memberikan harapan dan semangat untuk kemajuan musik Aceh pada khususnya.

Teuku Reza Fahlevi, musisi muda yang juga personil dari duo Aurez memberikan apresiasi atas hadirnya Hari Musik Nasional.

“Semoga dengan adanya Hari Musik Nasional, kita (musisi, red) selalu menjadi musisi yang rendah hati, saling berbagi dan yang paling penting jangan menganggap remeh pemula,” sebut pria kelahiran 1991.

Tere –sebutan akrabnya– menilai, musik bukan untuk saling adu skill melainkan juga sebagai bentuk bagian untuk dinikmati. “Menurut saya, musik itu bukan soal seberapa tinggi skill dan keahlian si pemusik, itu lebih pada kejujuran dalam menciptakan musik. Sejatinya musik itu untuk dinikmati, bukan untuk dijadikan ajang adu-adu kehebatan,” sebut pelantun single Tanpamu.

Sementara itu, Cut Nyak Niken atau akrab disebut Nong Niken, penyanyi asal Aceh yang dikenal lewat single terbaru “Hijrah” menyebutkan, Hari Musik Nasional diharapkan mampu memberikan semangat bagi musisi di Aceh untuk lebih kreatif.

“Untuk musisinya di Aceh harus lebih kreatif lagi, terlebih untuk karya khususnya di Aceh semoga bisa semakin dikenal baik dikancah nasional maupun internasional,” harap Niken.

Tidak hanya itu, vokali band etnik Aceh Tangke, Suburdani juga mengungkapkan harapannya di Hari Musik Nasional terlebih bagi Aceh yang harus menjadi tuan rumah bagi negeri sendiri.

“Musik Aceh khususnya etnik, harus menjadi tuan rumah di Aceh sendiri. Bukan musik ciplakan atau karya plagiat lainnya,” sebutnya.

Subur juga optimis, alat-alat musik Aceh juga kedepan harus terus bisa dilestarikan. “Jawa bangga dgn gamelan, Sunda bangga dengan gendang, Papua bangga dengan Tifa. Masak kita tidak bangga dengan alat musik Rapa-i dan Seurune Kale,” jelasnya kepada @iloveaceh yang saat ini sibuk mempersiapkan launching album perdana Tangke Band.

Hari Musik Nasional disahkan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono lewat Keppres Nomor 10 Tahun 2013 tentang penetapan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional.

Selain itu, pemilihan 9 Maret juga sebagai bentuk penghormatan kepada WR Soepratman, sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia. (ed)