Moritza Thaher Akan Tampil Kolosal di Piasan Seni Banda Aceh

Musisi Aceh Moritza Taher akan ikut ambil bagian dalam gelaran acara Piasan Seni Banda Aceh 2013 mendatang di Taman Sari.

Lelaki yang akrab disapa Momo ini menjelaskan untuk tahun ini akan menampilkan penampilan yang berbeda dari tahun sebelumnya. “Kita akan tampil secara kolosal dengan beberapa materi lagu tradisi yang siap berkolaborasi dengan teman-teman musisi lainnya,” sebutnya kepada @iloveaceh, Rabu (14/8/2013).

Ditanya mengenai lagu-lagu apa yang dipersembahkan untuk pecinta musik di Aceh, Momo membeberkan sejumlah judul seperti lagu andalan Pho yang sudah dikenal luas, Piasan Raya, serta beberapa lagu lainnya.

“Ada sekitar 7 lagu yang akan kita bawa nantinya, seperti Pho, Piasan Raya, Saleuem, dan masih banyak lainnya. Tentunya semua penampilan ini akan kita kolaborasi dengan Combo Orkestra hanya khusus di Piasan Seni Banda Aceh nanti,” tambahnya.

Penasaran dengan penampilan dari Moritza Thaher bersama Combo Orkestra, jangan lupa hadir di Panggung Utama Piasan Seni Banda Aceh Taman Sari. (ed)

Festival Rapa’i Tunang Akan Digelar di Banda Aceh

Imam-Saleuem-GroupSalah satu perhelatan seni terbesar di Kota Banda Aceh akan segera dimulai. Acara yang bertajuk Piasan Seni Banda Aceh 2013 ini akan kembali memeriahkan kota wisata dan budaya pada tanggal 21-24 Agustus mendatang.

Dalam acara ini nantinya akan ditampilkan berbagai kesenian Aceh yang akan dilakoni oleh para pelaku seni dan seniman yang ada di Banda Aceh. Dari beberapa talent yang akan memeriahkan acara ini adalah Komunitas Saleuem Group yang akan menggelar Festival Rapa’i Tunang.

Festival yang akan berlangsung sejak 20-21 Agustus mendatang ini nantinya akan menjadi titik balik kemajuan rapa’i di Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh Imam Juaini selaku koordinator acara.

“Festival rapai’i ini digelar sebagai bentuk penghargaan terhadap nila-nilai seni lokal yang telah ditinggalkan oleh indatu untuk terus menjadi ikon Aceh dimata dunia,” ujar Imam kepada @iloveaceh, Senin (29/7/2013).

Festival ini nantinya juga akan menjadi salah satu bentuk ikon pada perhelatan Piasan Seni mendatang. “Kesenian rapa’i yang sempat tergerus oleh musik-musik modern ini diharapkan bisa kembali menjadi suatu ikon budaya khas Aceh yang terus dikembangkan,” tambah Imam yang juga Ketua Komunitas Saleuem Group.

Sementara itu, sampai saat ini sudah ada beberapa komunitas yang berkembang dibagian rapa’i dan mulai digalakkannya kembali. Namun sayangnya saat ini masih sangat minim panggung apresiasi untuk masyarakat/komunitas untuk perform.

“Jika dilihat dari perkembangannya selama ini, rapa’i masih perlu pendalaman dan perkembangan lagi, karena dalam konteks Aceh rapa’i memiliki power yang cukup besar. Rapa’i merupakan ciri khas Aceh yang tidak kita temui di daerah lain, walaupun ada persamaan dengan timur tengah namun rapa’i memiliki nilai dan ciri khas sendiri, oleh karenanya rapa’i perlu diangkat sebagai sebuah menjadi ciri khas ke-Acehan”, tambahnya.

Imam juga menambahkan, kedepan acara rapa’i yang akan digelar ini tidak hanya menjadi agenda musimam atau event tahunan. “Semoga acara ini bukan hanya event yang musiman, namun ada tindak lanjutan kedepannya. Kita harap agar seni rapai’i ini dijaga dan diwarisi untuk generasi kedepan, karena jika tidak maka musik etnik ini akan terus tergerus oleh musik-musik modern”, tutup Imam. (pry)

Agustus Ini, Piasan Seni Banda Aceh Digelar

Piasan Seni Banda Aceh 2013Salah satu rangkaian acara kesenian yang bertajuk Piasan Seni akan segera digelar kembali Agustus 2013 ini. “Setelah sukses dengan Piasan Seni tahun 2012 silam, alhamdulillah Piasan Seni tahun ini kembali mendapat angin segar bagi seniman dan pegiat seni di Banda Aceh untuk menjadi salah satu kegiatan tahunan dari Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh”, seperti dikutip dari laman resmi piasanseni.com.

Acara yang yang bertemakan kesenian ini salah satu bagian dan sarana untuk promosi, serta menjadi ruang apresiasi karya seni dan edukasi kesenian bagi seniman, pekerja seni dan masyarakat peminat kesenian pada umumnya.

Sementara itu, untuk tahun ini perhelatan Piasan Seni Banda Aceh masih sama seperti tahun lalu yang berpusat di Taman Sari dan Museum Tsunami. Hajatan yang akan resmi dibuka mulai 21-24 Agustus mendatang tentunya akan menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat serta wisatawan lokal yang nantinya akan menyuguhkan berbagai acara, tidak saja kesenian modern tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai kesenian lokal yang patut dilestarikan.

Piasan Seni tahun ini ada sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya, selain menampilkan panggung hiburan rakyat, apresiasi seni, workshop, dan juga aneka perlombaan. Adanya layar tancap alias bioskop misbar menjadi agenda tersendiri di Piasan Seni Banda Aceh 2013 ini.

Rencananya bioskop misbar tersebut akan menampilkanberbagai koleksi film hasil karya industri dan komunitas perfilman yang ada Aceh, selain itu sebagai bentuk penghargaan bagi produser atau pun sineas muda Aceh untuk terus berkarya lewat film yang telah mampu mengangkat Aceh dalam layar kaca. Penasaran dengan Piasan Seni tahun ini, tunggu saja tanggal mainnya yang pasti terbuka untuk umum dan gratis. (ed)

 Informasi lanjut Anda bisa klik di piasanseni.com, follow @PiasanSeniBNA atau Facebook piasanseniBNA

Ungkap Kegemberiaan, Robby Freakenstein Bikin Lagu untuk Aceh

Robby Freakenstein saat tampil bareng Aziz Jamrud di Piasan Seni Banda Aceh 2013 / Dok. Panitia

Kenangan berkunjung ke Aceh yang dilewati oleh sang gitaris band GLYPH Rocks, Robby Freakenstein sepertinya belum usai. Robby yang tampil di Piasan Seni November 2012 lalu bersama Aziz Zamrud akhirnya membuat sebuah video perjalanan singkat yang berjudulnya “Senangnya di Aceh”.

“Video ini adalah versi dari perjalanan singkat, tapi menyenangkan buat saya selama di Aceh. Semoga memberi sesuatu,” sebut Robby, Selasa (11/6/2013).

Lebih menariknya lagi, pemilik akun @RobzFreak yang kerap ingin belajar bahasa Aceh ini juga memberikan cuma-cuma lagu energik gitarnya ini untuk diguanakan oleh ILATeam jika sewaktu-waktu ada event.

“Kalo ILA Team mau pakai lagu ini buat theme song, monggo, silahkan,” sebutnya di Facebook.

Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri juga bagi @iloveaceh atas apresiasi yang diberikan oleh penggemar kopi Aceh ini untuk bisa saling mempromosikan Aceh lewat karya seninya. Sukses buat bang Robby ya, jangan sungkan-sungkan masih banyak kopi hitam yang nendang siap menanti.***