Yuk ke Sabang Akhir Maret, Ada Khanduri Laot Lho!

PEMERINTAH Kota Sabang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kembali menggelar khanduri laot festival jilid kedua yang akan berlangsung 30 Maret hingga 1 April di pelabuhan CT3 BPKS Sabang.

Pegelaran fetival budaya meulaot yang dilaksanakan selama tiga hari selain difokuskan di pelabuhan CT3, juga akan digelar pula di area teluk Sabang dan sepanjang jalan Diponegoro tepatnya di depan kantor Sekertariat Daerah Kota Sabang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang, Faisal menyebutkan, pihak pada perhelatan festival kali ini akan menghadirkan atraksi-atraksi yang lebih meriah dari tahun sebelumnya, namun tidak menghilangkan kesakralan acara tersebut.

“Tahun lalu Alhamdulillah kita sudah lakukan dengan baik dan dapat apresiasi. Jadi kali ini kita akan kemas lebih meriah, namun kita akan tetap menjaga kesakranlannya,” sebut Faisal yang didampingi Wali Kota Sabang Nazaruddin.

Kabid Kebudayaan Disparbud Kota Sabang Ramlan Yahya juga menyatakan, kegiatan khanduri laot merupakan acara tahunan yang sakral bagi masyarakat pesisir dengan menampilkan sejumlah atraksi bagi pengunjung.

“Adapun atraksi yang akan dihadirkan antara di festival ini mulai dari budaya adat meulaot, lomba memasak kuah beulangong, lomba kayoh peraho naga, pentas pesona budaya tradisi pesisir, khanduri untuk Aulia 44 dan anak yatim, dialog budaya dan silaturahmi panglima laot se-Aceh, Dike Aceh, serta pameran expo produk kreatifitas daerah pesisir,” rincinya.

Atraksi rapai daboh, seumapa seng samlako, dike geulumbang serta rapai pulot grimpheng dari Bireuen juga akan menjadi pertunjukkan yang menarik dalam festival tersebut.

Ramlan Yahya juga menyebutkan, khanduri laot festival juga akan turut dimeriahkan dengan penampilan artis Aceh seperti Rialdoni, Tangke band, Krak Band, eksibisi dari negara Malaysia, Bengkalis dan Sumatera Utara serta sejumlah penampilan menarik lainnya.

4 Kota/Kabupaten di Aceh dapat API Award 2018

Ajang penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 yang berlangsung Kamis (22/11/2018) malam di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta berlangsung sukses. Provinsi Aceh juga dapat berbangga, dari 7 kategori yang lolos di API Award 2018, 4 kategori berhasil masuk dalam 3 besar.

Spot diving Pulau Weh, Kota Sabang mendapat juara I kategori wisata air terpopuler 2018 disusul dengan Masjid Raya Baiturrahman (Kota Banda Aceh) sebagai juara II kategori wisata halal terpopuler 2018.

Selain itu, juara ketiga juga diraih masing-masing Dataran Tinggi Gayo (Aceh Tengah) dan juga tari Saman (Gayo Lues) sebagai atraksi budaya terpopuler 2018.

Plt Kadisbudpar Aceh Amiruddin merasa bangga atas keberhasilan Aceh untuk tahun kedua ini di API Award 2018.

“Alhamdulillah kali ini Aceh diwakili oleh Sabang kembali unggul menjadi juara satu yang berhasil mendapatkan penghargaan wisata air terpopuler di Indonesia,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, di tahun 2017, Aceh juga berhasil masuk juara untuk kategori promosi pariwisata digital terpopuler, dimana akun Twitter @aceh_disbudpar berhasil menyabet juara II di penghargaan API Award.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, I Gede Pitana mengatakan, dalam penyelenggaraannya, API memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Indonesia serta turut berperan dalam mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia, salah satunya melalui media internet.

Ia menilai penilaian yang dilakukan API cukup komprehensif, dengan melibatkan banyak stakeholder untuk memilih destinasi wisata mana yang menjadi nominasi sebelum di-vote.

“Prosesnya banyak melibatkan stakeholder. Dari pemerintah pusat, pemda, ahli pariwisata, jurnalis senior, dan masyarakat,” terangnya.

API Award 2018 merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Ayo Jalan-Jalan yang didukung Kementerian Pariwisata RI. Lewat ajang ini, pemerintah pusat memberikan penghargaan bagi objek dan destinasi wisata terpopuler di Indonesia.

Kemenpar: SMF Dapat Promosikan Wisata Bahari kepada Komunitas Yacht Dunia

WAKIL Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari Asep Muhammad yang hadir dalam pembukaan SMF 2017 menyambut baik kegiatan bahari dari BPKS ini, dimana dapat mempromosikan wisata bahari Sabang kepada wisatawan dunia.

“Kemenpar RI melalui Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari sangat menyambut baik kegiatan SMF 2017. Kita harap kegiatan ini dapat mempromosikan wisata bahari kepada wisatawan khususnya kepada komunitas yacht dunia,” sebut Asep dalam sambutannya.

Dengan diberlakukan bebas Visa, lanjut Asep, tentunya kegiatan tersebut akan mendapatkan feedback jumlah kunjungan wisatawan yang semakin meningkat sebesar 5% hingga 25%.

“Target capaian wisatawan tahun 2019 meningkatkan kunjungan wisatawan telah ditetapkan dalam RPJM sekitar 20 juta, diantaranya ada 4 juta yang ditargetkan untuk wisata bahari, dimana nantinya mampu meningkatkan devisa sebesar 4 miliar dolar pada 2019,” urainya.

Kemenpar juga berharap Pemerintah Aceh dan khususnya Sabang bisa ikut berperan untuk dapat meningkat devisa untuk Indonesia dari sektor pariwisata bahari.

Asep juga berpesan agar masyarakat dapat menjaga keistimewaan wisata bahari yang ada di bawah laut Sabang yang dikenal dunia.

“Aceh memang menyimpan banyak keistimewaan wisata bahari terutama Pulau Weh yg memiliki underwater wood-nya yg sudah dikenal dunia. Mari sama-sama kita jaga dan lestarikan seluruh destinasi yang dimiliki Sabang. Sebagaimana disampaikan Menpar, pada prinsip wisata bahari semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” sebut Asep mengutip pernyataan Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenpar sendiri juga memberikan apresiasi atas kecekatan BPKS Sabang dalam melakukan screening data bagi yachtist dengan waktu 45-60 menit saat memeriksa kelengkapan 1 kapal yacht.

“Kemenpar sendiri berharap kesiapan segala infratruktur yang ada di Sabang juga terus dibenahi, mengingat kita akan menyambut hajatan Sail Sabang pada akhir tahun mendatang khususnya untuk 3A (Atraksi, Amenities, dan Aksesibilitas),” tutur Asep.

Malam kesenian Sabang Marine Festival 2017 berlangsung meriah, penampilan band lokal kota sabang seperti Zero Band, Marwah Band dan Rencong Al Fitrah ikut memeriahkan malam kesenian SMF.

Kemeriahan pun pecah saat pesta kembang api berlangsung di tengah-tengah kepadatan penonton di Arena Sabang Fair, tidak hanya masyarakat kota sabang yang ikut larut dalam kemeriahan pesta kembang api tapi juga para yachtist terlihat terhibur dengan pesta kembang api yang hampir berlangsung selama 30 menit tersebut.

Setelah pesta kembang Api para yachtist juga ikut diajak bergoyang dan bermain seudati bareng joel pasee, mereka pun ikut naik kepanggung diiringi dengan tepuk tangan para pengunjung yang hadir.

Tidak hanya sampai disitu, kemeriahan malam kesenian pun terasa saat Apache 13 tampil dengan lagu-lagu hits mereka Alahom, Bek Panik, Pengkhianat, Leumoh Aneuk Muda dan ditutup dengan tembang Mona. (ed)

Video Kuya Ali dan Apa Lahu Meulawak di @SabangFairFest

Apa Lahu dan Kuya Ali tampil di acara Festival Sabang Fair (Foto @ILAcrew)Malam kedua Festival Sabang Fair 2015 yang menghadirkan berbagai atraksi dan lomba tari kreasi ternyata tidak membuat surut minat pengunjung untuk melihat panggung hiburan rakyat di arena Sabang Fair, Selasa (2/6/2015) malam.

Salah satunya juga hadir Kuya Ali dan Apa Lahu yang membawakan cagok alias lawak Aceh yang berhasil menggocok perut pengunjung yang hadir malam ini.

Bagaimana aksi Kuya dan Lahu? Berikut kami abadikan dalam rekaman singkat video ini. (ed)

Yang tak kalah menarik malam ini di panggung hiburan rakyat Festival Sabang Fair adalah kehadiran Kuya Ali dan Apa Lahu dengan cagok yang buat penonton ketawa sambil berdiri fan duduk. #FSF2015

Posted by Love Aceh on 2 Juni 2015

Panitia Festival Sabang Fair Rilis Jadwal Aneka Lomba

Festival Sabang Fair 2015Setelah menggelar Technical Meeting (TM) beberapa waktu lalu, panitia Festival Sabang Fair (FSF) 2015 merilis sejumlah jadwal aneka lomba yang nantinya akan diperlombakan di arena Sabang Fair Gampong Kuta Barat Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

Sebelumnya, pada saat TM FSF, panitia lomba T Zulfajri juga menyebutkan ada beberapa lomba yang masih dibuka pendaftaran hingga 25 Mei mendatang, yakni lomba cagok/lawak Aceh dan lomba musikalisasi puisi.

Menurut Zulfajri, hingga saat ini yang sudah dipastikan jadwal lomba meliputi lomba tari kreasi baru Aceh atau garapan dan lomba musik garapan etnik kolaborasi Aceh.

“Ada dua lomba yang sudah fix jadwalnya, sementara lomba yang masih dibuka pendaftaran untuk jadwal masih bersifat tentative,” ujarnya.

Zulfajri menyebutkan, sejumlah informasi untuk lomba bagi perserta kabupaten/kota di Aceh bisa melihat di situs resmi FSF.

“Semua informasi dan jadwal lomba acara serta pengumuman FSF lainnya bisa mengunjungi sabangfairfestival.com,” imbuhnya. (ed)

Inilah Sejumlah Lomba di Ajang Festival Sabang Fair 2015

Festival Sabang Fair 2015Kegiatan tahunan Festival Sabang Fair (FSF) tahun 2015 tinggal hitungan hari, sejumlah lomba juga telah dipersiapkan untuk 23 kota/kabupaten se-Aceh.

Menurut laporan panitia FSF, Tejo menyebutkan perlombaan di FSF 2015 sudah terbuka untuk umum dengan syarat mewakili daerah, yakni kota/kabupaten di Aceh.

Inilah sejumlah lomba yang akan di lombakan pada event FSF mulai dari 1-7 Juni mendatang di arena Sabang Fair Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya Kota Sabang:

Untuk informasi sejumlah lomba dan pengiriman berkas pendaftaran bisa menghubungi T. Zulfajri di nomor 0852 6050 5527. (ed)