22 Maret, CoE Aceh 2019 Diluncurkan di Jakarta

PEMERINTAH Aceh melalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh siap memperlihatkan kemegahan sektor pariwisatanya. Yakni melalui berbagai even yang akan digelar sepanjang 2019.

Kemegahan pariwisata Aceh akan terlihat saat launching Calendar of Event Aceh 2019, Jumat (22/3/2019) di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta.

Rencananya, kalender even yang akan dirilis ini juga akan disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya serta dihadiri Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, ekostisnya seni, budaya dan alam Aceh, akan ditebar sepanjang 2019.

“Aceh bisa menjadi destinasi pilihan di sepanjang 2019. Sebab, alam dan budayanya sangat eksotis. Akan ada banyak sekali event yang digelar di sana. Untuk merasakan atmosfer kemeriahannya, silahkan datang saat launching nanti,” tutur Rizki, Kamis (14/3/2019).

Kemeriahan yang ditawarkan Aceh sangat beragam. Ada konsep alam, budaya, sport tourism, hingga petualangan. Semuanya disajikan unik dan menarik dengan nuansa khas Aceh.

Rizki Handayani menambahkan, Aceh selalu menawarkan program unggulan.

“Aceh ini luar biasa. Mereka selalu menawarkan konsep-konsep unggulan bagi para wisatawan. Akan ada banyak pengalaman yang bisa dirasakan. Dan, semua ini tidak didapatkan di destinasi lain. Jadi mulai persiapkan perjalanan menuju Aceh,” terang Rizki.

Dari sejumlah agenda di CoE Aceh 2019, 3 diantaranya berstatus 100 Top Event Nasional, yaitu Aceh Culinary Festival, Saman Gayo Alas Festival, dan Aceh International Diving Festival. Ketiga event ini selalu menjadi magnet terbaik untuk menarik kunjungan wisatawan. Sekaligus menjadi bukti hebatnya destinasi pariwisata Bumi Serambi Mekah.

“Aceh adalah destinasi wisata yang keren. Semua aspek sangat mendukung. Memiliki 3 agenda yang masuk dalam 100 Top Event Nasional tentu luar biasa. Cermati tata waktu penyelenggaraan eventnya dari sekarang. Pastikan yang terbaik hanya ada di Aceh,” terang Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto.

Aceh Culinary Festival 2019 akan digelar 5-7 Juli. Festival ini akan menyajikan kuliner terbaik Aceh yang kaya rempah. Saman Gayo Alas Festival 2019 dihelat 18 Agustus. Festival ini akan memperlihatkan budaya Aceh. Satu budaya Aceh yang fenomenal adalah Tari Saman. Tarian ini diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

Sedangkan Aceh International Diving Festival 2019 akan dilaksanakan 6-7 Oktober. Event ini jadi spot berkumpulnya para diver dunia. Mereka berasal dari puluhan negara.

“Kami berikan komposisi terbaik dalam CoE Aceh 2019. Semua jadi representasi kekuatan pariwisata di Aceh saat ini. Semuanya dieksplorasi secara maksimal. Dari banyak event yang akan dilaunching, ada 3 yang masuk 100 Top Event Nasional. Untuk tahun ini, kami sudah siapkan banyak inovasi,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin.

Aceh mulai menjelma jadi destinasi berlibur wisatawan mancanegar. Ada sekitar 29.213 wisman yang berkunjung ke Aceh di 2018. Mereka masuk melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Dari jumlah tersebut, 24.210 orang adalah wisatawan Malaysia. Untuk wisatawan dari Eropa berjumlah 1.870 orang.

“Aceh selalu menarik untuk dikunjungi. Alam, budaya, dan kulinernya memang yang terbaik. Dengan beragam event digelar 2019, arus masuk wisman dijamin akan semakin besar. Selain atraksinya, aspek aksesibilitas dan amenitas Aceh juga sangat bagus. Aceh ini juga menjadi destinasi utama kapal pesiar dunia,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dewi Sandra dan Jenahara Ramaikan AIFP 2017 di Dayan Dawood

Perhelatan akbar fashion dan desainer Aceh Islamic Fashion Parade (AIFP) 2017 mulai digelar hari ini, Selasa (16/5/2017) yang menghadirkan sejumlah artis dan bintang tamu nasional yang akan meriahkan sejumlah agenda hingga malam puncak, Rabu (17/5/2017).

Jenahara Nasution, Dewi Sandra dan juga Dean dipastikan akan mengisi beberapa agenda yang telah dipersiapkan panitia dan tentunya gratis bagi yang ingin mengikuti dan menyaksikan.

“Ada tiga bintang tamu profesional sekaligus menjadi dewan juri yang kita hadirkan di AIFP 2017 ini, mereka bertiga juga akan memberikan materi untuk masing-masing agenda seperti beauty class, hijab tutorial, dan make up class,” sebut Panitia Acara AIFP Cut Putri Kausaria, Senin (15/5/2017).

Selama dua hari kegiatan AIFP ini, ungkap Cut Putri, selain menghadirkan lomba pemilihan duta, make up competition, dan dan fashion design, panitia juga memiliki sejumlah rangkain acara, mulai dari inspiring talk show, fashion exhibition, art perfomance serta peluncuran baju khas Aceh pada malam puncak AIFP 2017 di AAC Dayan Dawood Banda Aceh.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi dalam konferensi pers AIFP beberapa waktu lalu di Grand Permata Hati Hotel menyebutkan, dihelatnya acara fashion ini diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk melihat geliat fashion yang ada di Aceh.

“Kita harap, digelarnya acara ini dapat menjadikan Banda Aceh sebagai kota wisata fashion terkemuka di masa yang akan datang,” pungkasnya yang turut diamini oleh Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan.

Irwan Djohan juga menambahkan, terselenggaranya acara fashion ini diharapkan mampu mengangkat fashion Aceh sehingga menjadi event yang ditunggu-tunggu oleh para wisatawan.

“Kami di DPRA menanggapi serius hal ini. Kita juga telah menganggarkannya didalam APBA 2017, mudah-mudahan acara ini bisa terselenggara dengan lancar dan mampu mengangkat fashion Aceh terutama baju khas Aceh ke pasar internasional,” ujarnya.

Kegiatan AIFP dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terselenggara berkat kerja sama dengan Forum Tokoh Perempuan Aceh (FTPA) dan Sisterly Community Aceh.

Bagi Anda yang masih penasaran dengan kegiatan dan rangkaian AIFP bisa mengikuti juga informasi terbaru di jejaring sosial Instagram @acehifp dan jangan lupa untuk mendukung duta favoritnya ya. (ed)

Sebuah Pesan Mendalam dari Yachtist untuk Pariwisata Sabang

HAWA panas Sabang siang itu begitu terasa menyengat, namun suasana city tour dalam agenda Sabang Marine Festival (SMF) tidak menyurutkan semangat yachtist untuk mengeksplor Pesona Sabang.

Selain objek wisata alam dan bahari, panitia SMF yang dikomandoi oleh Fauzi Umar selaku ketua pantia juga mengajak sejumlah pelayar dari berbagai negara ini mengunjungi sekolah dan berinteraksi dengan murid-murid yang notabene warga asli Kota Sabang.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa, wisatawan mancanegara ini pun sangat merasakan keramahtamahan saat berada di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Sabang.

“Bayi kecil Jonathan asal Australia pun jadi incaran murid-murid karena begitu gemas melihat kelucuannya saat digendong oleh sang ibunya,” ujar Fauzi disela-sela memperkenalkan yachtist ke pihak sekolah.

Tanpa disadari dari rombongan peserta tersebut, dua yachtist yang berasal dari New Zealand, Alan Correst (captain) dan Anne Gough dari Australia memperhatikan betul interaksi dan seluruh rangkain festival yang mereka ikuti saat city tour, terlebih begitu tiba di SDN 2 Sabang tersebut.

Pada hari ketiga kegiatan SMF, Sabtu (23/4/2017), pihak panitia baru mengetahui ada sebuah kardus yang bertuliskan dengan tulisan hitam spidol yang begitu kontras terbaca “TIME TO GIVE A LITTLE BACK!” serta tertanda dua nama yachtist “Alan and Anne”.

Sontak saja, kardus tersebut ternyata telah berpindah-pindah dari satu peserta ke peserta lainnya ibarat kotak sumbangan dan yang lebih mendalam lagi adalah pesan di atas kardus tersebut tertera dengan tulisan kecil dengan pulpen yang berisi pesan yang begitu mendalam bagi sesama peserta SMF tersebut untuk membantu menjaga lingkungan danlaut agar terus bersih.

“Waktunya Untuk Memberi Walaupun Sedikit. Pengumpulan dana ini untuk sekolah yang kita kunjungi kemarin dan akan diberikan kepada Kepala Sekolah dengan harapan murid sekolah akan belajar tentang menjaga lingkungan terutama plastik yang ada di lautan. Kita telah diberi cukup banyak di festival ini dan memberikan sedikit kepada komunitas bukanlah hal yang memberatkan. Silahkan donasikan apa yang Anda dapat lakukan, centang nama boat Anda dan edarkan list ini pada boat lain yang belum. Setelah itu kembalikan ke “KIWI DREAM” tertanda Alan and Anne,” begitulah pesan yang diakui Fauzi Umar baru tahun ini mendapatkan kejutan emosional diantara peserta SMF dengan warga Sabang yang begitu mendalam.

Di kesempatan farewell sebagai penutup dari rangkaian SMF, Minggu (23/4/2017) malam Alan pun angkat bicara soal kardus yang mereka iniasiasi bersama Anne.

Alan pun dipersilahkan naik panggung kecil, dalam pidato kecilnya, Alan mewakili dari peserta dan yachtist lainnya mengungkapnya rasa senang berlayar hingga berminggu-minggu hingga bisa sampai ke Sabang.

“Kami senang bisa berlayar berminggu-minggu dan akhirnya bisa mencapai ke tempat ini, berlayar selama itu bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan kepuasan kami berada ditempat sebagus ini, kami senang dengan rangkaian aktifitasnya, sangat mengagumkan dan diluar ekspektasi kami, kami sangat senang,” ujarnya.

Kami terkesima, sambung Alan, dengan keramahan dan kearifan lokal di Sabang dan Sabang Marine Festival telah memberikan kami kesempatan untuk melakukan semua ini. Pengalaman bisa berbaur dengan masyarakat disini merupakan hal yg sangat kami senangi dari festival ini.

“Sebagai sebuah komunitas, kami mendapatkan banyak pengalaman dari berbagai macam kebudayaannya, mulai dari musik, tarian, persahabatan dan lain-lain. Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk panitia dan aliansi terkait, terutama Bapak Fauzi Umar. Kami juga memohon maaf atas masalah yang mungkin juga datang dari kami, kesusahan dalam berkomunikasi, masalah semacam ini sama halnya dengan menghadapi seekor kucing, tidak mudah, tapi kita masih dapat dipahami satu sama lain, jadi terima kasih banyak untuk kerja keras semua pihak disini, kerja yang sangat bagus,” urainya sembari sesekali melempar senyum kecil kepada tamu yang hadir.

Alan juga berharap pengalaman dan foto-foto yang mereka abadikan bisa menjadi bahan promosi saat mereka balik ke negara masing-masing.

“Kami sudah melihat dan menerima pesan dari kalian tentang harapan, mimpi, dan aspirasi kalian tentang Sabang agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat dunia, juga menjadi harapan kami, dan sebagai fotografer kami sudah menulis dan mengirim artikel tentang Sabang untuk media di New Zealand, dan kami juga berharap akan ada publikasi yang besar,” harapnya.

Soal “kotak sumbangan” dengan pesan emosional tersebut juga diutarakan oleh Alan yang mewakili dari tim “KIWI DREAM”.

“Sebagai bentuk kecil dari apresiasi kami untuk masyarakat disini, kami sudah menyerahkan donasi dalam rupiah kepada kepala sekolah untuk anak-anak di SDN 2 Sabang, dan barang siapa yang hendak menyumbang, kotak amalnya masih terbuka lebar. Harapan kami agar anak-anak di sekolah dapat menjaga lingkungan dan laut demi masa depan yang lebih baik,” pungkas yang disambut tepuk tangan.

Dan sebagai penutup, Alan pun memberikan dukungan untuk kesuksesan seluruh masyarakat di Sabang. “Sukses juga untuk acara Sail Sabang pada bulan Desember mendatang, kami yakin planning kalian akan berjalan dengan lancar dan kami berharap dapat berkontribusi didalamnya,” harapnya.

Alan pun turun panggung, Fauzi Umar selaku Ketua Panitia SMF juga mengambil alih panggung untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta (yachtist) dan berharap mereka juga bisa ikut serta dalam kegiatan Sail Sabang tahun ini.

“Kami berharap kalian dalam keadaan sehat walafiat selama berada di Sabang, kami juga berharap kalian menikmati dan bisa lebih lama lagi berada disini. Kami sangat senang atas kehadiran kalian dalam acara ini dan mengunjungi pulau ini, kalian sudah hadir dan ikut dalam rangkaian kegiatan komunitas ini, termasuk tsunami tour besok di Banda Aceh,” jelas Fauzi malam itu.

Fauzi juga memohon mohon maaf, pada malam penutupan SMF yang seharusnya dihadiri oleh Kepala BPKS Fauzi Husin, namun beliau berhalangan.

“Beliau meminta maaf kepada kita semua berhubung tidak bisa hadir, beliau sedang mempersiapkan pertemuan dengan delegasi dari Kementerian Pariwisata Indonesia dan Kementerian Pariwisata Thailand di Bangkok, untuk mengembangkan rute pelayaran kapal yacht Phuket, Sabang dan Langkawi agar dapat ditempuh dalam waktu singkat. Tujuan Kemenpar Indonesia berada di Bangkok juga dalam rangka mempromosikan Sail Sabang 2017 pada Desember mendatang,” tuturnya.

Malam pun semakin larut, malam penutupan SMF pun diakhir dengan pembagian hadiah untuk sejumlah pemenang berbagai lomba yang telah digelar. Semua berakhir dengan senyum dan foto bersama. (ed)

Kemenpar: SMF Dapat Promosikan Wisata Bahari kepada Komunitas Yacht Dunia

WAKIL Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari Asep Muhammad yang hadir dalam pembukaan SMF 2017 menyambut baik kegiatan bahari dari BPKS ini, dimana dapat mempromosikan wisata bahari Sabang kepada wisatawan dunia.

“Kemenpar RI melalui Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari sangat menyambut baik kegiatan SMF 2017. Kita harap kegiatan ini dapat mempromosikan wisata bahari kepada wisatawan khususnya kepada komunitas yacht dunia,” sebut Asep dalam sambutannya.

Dengan diberlakukan bebas Visa, lanjut Asep, tentunya kegiatan tersebut akan mendapatkan feedback jumlah kunjungan wisatawan yang semakin meningkat sebesar 5% hingga 25%.

“Target capaian wisatawan tahun 2019 meningkatkan kunjungan wisatawan telah ditetapkan dalam RPJM sekitar 20 juta, diantaranya ada 4 juta yang ditargetkan untuk wisata bahari, dimana nantinya mampu meningkatkan devisa sebesar 4 miliar dolar pada 2019,” urainya.

Kemenpar juga berharap Pemerintah Aceh dan khususnya Sabang bisa ikut berperan untuk dapat meningkat devisa untuk Indonesia dari sektor pariwisata bahari.

Asep juga berpesan agar masyarakat dapat menjaga keistimewaan wisata bahari yang ada di bawah laut Sabang yang dikenal dunia.

“Aceh memang menyimpan banyak keistimewaan wisata bahari terutama Pulau Weh yg memiliki underwater wood-nya yg sudah dikenal dunia. Mari sama-sama kita jaga dan lestarikan seluruh destinasi yang dimiliki Sabang. Sebagaimana disampaikan Menpar, pada prinsip wisata bahari semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” sebut Asep mengutip pernyataan Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenpar sendiri juga memberikan apresiasi atas kecekatan BPKS Sabang dalam melakukan screening data bagi yachtist dengan waktu 45-60 menit saat memeriksa kelengkapan 1 kapal yacht.

“Kemenpar sendiri berharap kesiapan segala infratruktur yang ada di Sabang juga terus dibenahi, mengingat kita akan menyambut hajatan Sail Sabang pada akhir tahun mendatang khususnya untuk 3A (Atraksi, Amenities, dan Aksesibilitas),” tutur Asep.

Malam kesenian Sabang Marine Festival 2017 berlangsung meriah, penampilan band lokal kota sabang seperti Zero Band, Marwah Band dan Rencong Al Fitrah ikut memeriahkan malam kesenian SMF.

Kemeriahan pun pecah saat pesta kembang api berlangsung di tengah-tengah kepadatan penonton di Arena Sabang Fair, tidak hanya masyarakat kota sabang yang ikut larut dalam kemeriahan pesta kembang api tapi juga para yachtist terlihat terhibur dengan pesta kembang api yang hampir berlangsung selama 30 menit tersebut.

Setelah pesta kembang Api para yachtist juga ikut diajak bergoyang dan bermain seudati bareng joel pasee, mereka pun ikut naik kepanggung diiringi dengan tepuk tangan para pengunjung yang hadir.

Tidak hanya sampai disitu, kemeriahan malam kesenian pun terasa saat Apache 13 tampil dengan lagu-lagu hits mereka Alahom, Bek Panik, Pengkhianat, Leumoh Aneuk Muda dan ditutup dengan tembang Mona. (ed)

SMF 2017: Sabang Bisa jadi Poros Maritim Indonesia

HAJATAN tahunan dari Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) lewat kegiatan Sabang Marine Festival (SMF) III 2017 kian mendapatkan respon positif akan potensi Pulau Weh sebagai poros maritim nasional di barat Indonesia.

Hal tersebut dipaparkan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah lewat Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Syaiba Ibrahim pada saat membacakan pidato pembukaan kegiatan SMF yang berlangsung di arena Sabang Fair, Jum’at (21/4/2017).

“Gubernur Aceh mengucapakan ribuan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam memeriahkan SMF tahun ini. Kegiatan ini pada dasarnya tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di kawasan Sabang ini, lebih dari itu kegiatan ini juga bisa untuk memupuk semangat perdamaian dan persaudaraan serta menyalurkan hobi berpetualang bagi yang tertarik dgn wisata bahari,” kata Syaiba didepan ratusan undangan dan yachtist yang hadir.

Mudah-mudahan, lanjut Syaiba dalam pidatonya, kegiatan SMF III juga mampu memperkuat semangat untuk mempromosikan keindahan pariwisata Aceh serta Sabang pada khususnya.

“Sabang dikenal sebagai surga terpendam di ujung Sumatera tidak saja memiliki keragaman wisata bahari dan budaya tetapi juga kawasan bisnis yang sangat strategis di ujung barat Indonesia. Sampai-sampai keidahan Sabang diakui oleh Great Britain Wisin dengan memberikan julukan The Gold Island dan masuk sebagai 500 pulau yang harus dikunjungi di dunia,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, hajatan SMF yang telah berjalan untuk ketiga kalinya ditahun 2017 ini menjadi salah satu langkah untuk mempromosikan Sabang di tingkat dunia. (ed)

SMF 2017: Yachtist Dunia Berbagai Pengalaman City Tour

YACHTIST Sabang Marine Festival (SMF) 2017 dari New Zealand, Hilbrand mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan city tour, Kamis (20/4/2017) dan baginya menjadi pengalaman mengenal warga setempat.

“Menurut saya city tour ini sangat bagus dan juga sangat bermanfaat terutama untuk mengenal kehidupan di Sabang, terutama penduduknya. Hal yang sangat saya perhatikan salah satunya infrastruktur, seperti jalanan dan bangunan disini, saya juga memperhatikan bagaimana penghidupan orang-orang di kota Sabang,” akuinya.

Ditanya soal perjalanan city tour yang paling berkesan, Hilbrand tanpa ragu menyebut langsung museum, air terjun dan keramahan warga kota.

“Yap, saya suka air terjun Pria Laot dan juga museum, seperti yang kita lihat tadi, anak-anak sangat antusias dan senang berada di dalamnya, itulah alasan kami suka travelling, kebahagiaan dan keramah-tamahan penduduknya. Banyak pemandangan indah di Malaysia, di Thailand, di Filipina, tapi kita berbicara tentang masyarakatnya, bagaimana cara mereka memperlakukan tamu dan wisatawan, dan penduduk di Sabang memperlakukan tamu dengan sangat baik,” ujarnya sembari .

Pengalaman yang serupa juga diungkapkan oleh yachtist lainnya asal Australia, Lynita yang menjadi momen pertamanya menginjak kaki di Sabang, mengaku menyenangkan dengan adanya kegiatan city tour.

“Sangat mengagumkan dan luar biasa bagi kami, mengingat kami lebih banyak menghabiskan waktu di boat dan sangat susah berkeliling menikmati panorama alam di sini, tapi hari ini kami berkesempatan mengelilingi seluruh pulau dan ini sangat menyenangkan,” ujarnya yang ditemani keluarga.

Soal objek wisata favorit, Lynita juga seiya dengan Hilbrand, yang sama-sama menyukai air terjun.

“Tentu saja air terjunnya, kami bisa berenang, air yang bersih, lokasi yang bersih dan bebas sampah. Terlebih kami tidak bisa mandi dengan air sebersih itu di dalam kapal, jadi, ya, di air terjun kami bisa mandi dengan segar,” celutuknya sembari tertawa senang.

Usai SMF, Lynita sendiri akan berada di Sabang selama sepekan. Ia ingin menjelajahi lebih banyak lagi tempat-tempat indah di Pulau Weh ini.

“Kami akan berada disini mungkin selama seminggu setelah festivalnya berakhir, kami berharap bisa mengunjungi lebih banyak tempat, seperti Pulau Rubiah, dan melakukan snorkling bersama keluarga,” sebutnya. (ed)