Sirup Jamblang Siap Dikenalkan di Pekan Ilmiah Nasional

Sirup Jamblang Hermis (IST)Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) 2015 akan segera digelar dalam waktu dekat, mulai 5-10 Oktober mendatang di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan akademik terbesar tahunan tersebut akan diikuti oleh sejumlah kampus yang ada di Indonesia, ada sejumlah Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang nantinya akan memamerkan hasil karya mahasiswa dari Sabang hingga Merauke.

Menariknya, sirup jamblang atau lebih dikenal dengan nama boh jambee kleng di Aceh ini ternyata menjadi salah satu dari 10 karya mahasiswa Unsyiah yang nantinya akan diundang ke tingkat nasional.

Sirup Jamblang Herbal dan Manis (Hermis) tersebut akan dibawa oleh tim PKM Kewirausahaan dari Fakultas Pertanian yang diketuai oleh Maulidiya Izzati.

Tim PKM Kewirausahaan Fakultas Pertanian UnsyiahMaulidia menyebutkan, sirup yang mereka kembangkan ini merupakan inovasi pangan fungsional yang nantinya bisa menjadi nilai jual dari buah jamblang itu sendiri.

“Buah jamblang di Aceh memang kerap ditemui dimana-mana, menurut kami buah jamblang ini bisa menjadi nilai jual serta kedepan akan menjadi oleh-oleh bagi orang-orang yang berkunjung ke Aceh untuk bisa membawa pulang sirup yang khas ini,” sebut anak bimbingan dari dosen Novi Safriani STP, MSc.

Tim yang dikomandoi oleh Maulidiya ini beranggotakan Yeni Chandra Dewi, Rizki Febriani, Bambang Aji Nagan, dan Muhammad Haris yang kesemuanya dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian FP Unsyiah.

Selain itu, Maulidiya juga berharap produk inovasi yang dikembangkan oleh tim PKM mereka bisa membawa nama baik Unsyiah dan Aceh ke ajang nasional, dan tentunya bisa mengenalkan jamblang bagi masyarakat luas lainnya.

“Mohon doa dan dukungannya ya rakan, semoga kami bisa membawa nama baik universitas dan Aceh di PIMNAS nanti,” harap Maulidiya. (ed)

SUKA SUSI Peduli Kesehatan Bayi

SUKA SUSI DUA Peduli Kesehatan Bayi (2)Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsyiah yang tergabung dalam TIM PKM-M SUKA SUSI menggelar kunjungan dari rumah ke rumah dalam rangka peduli kesehatan bayi, Minggu (24/5/2015) di Desa Lamlagang, Banda Aceh.

“Setelah beberapa waktu yang lalu telah diadakan penyuluhan mengenai pentingnya ASI eksklusif, kini giliran kesehatan bayi yang menjadi perhatian,” sebut Ahmad Husnul Huluq dalam surelnya kepada @iloveaceh.

Kegiatan ini menurut Huluq masih dalam serangkaian acara yang diadakan selama kurang lebih 2 bulan, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari DIKTI sebagai direktorat perguruan tinggi.

“Dalam kunjungan ini, ibu-ibu Desa Lamlangan bebas bertanya dan berdiskusi mengenai permasalahan-permasalahan apa saja yang selama ini dialami oleh sang buah hati,” ujar Duta Persahabatan Mahasiswa GenRe Aceh 2013 tersebut.

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan bayi seperti berat badan sesuai usia, jumlah ASI yang diminum dan perkembangan bayi.

“Saya sangat senang sekali dengan diadakannya kunjungan seperti ini, saya jadi mengetahui langsung dari mahasiswa kesehatan bagaimana cara merawat bayi yang benar, tidak dari omongan-omongan orang dulu yang katanya merawat bayi dengan ini itu,” tutur Ibu Feridian, salah satu ibu menyusui di Desa Lamlagang.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahan dalam merawat bayi hanya karena hal-hal sepele yang sudah turun-temurun dari nenek moyang seperti memberikan pisang pada bayi yang belum waktunya. (ed)

UKM Seni Putroe Phang Unsyiah akan Gelar Artcoholic Exhibition 7

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Putroe Phang Unsyiah kembali akan menggelar pagelaran seni Artcoholic Exhibition 7 dalam rangka miladnya ke-20 yang diselenggarakan Sabtu, 30 Mei di Taman Budaya Banda Aceh.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan besar dari UKMS Putroe Phang yang dilaksanakan setiap tahunnya. Siapapun bisa menikmati pegelaran seni ini,” jelas Ketua Panitia, Teuku Zaldiansyah.

Dengan tema “Grak buet beusare, beusaboeh langkah. Budaya meusyeuhue si umu masa” akan menyuguhkan konsep yang sangat menarik, yaitu dengan cinematrical.

“Cinematrical yang di maksud menceritakan perjalanan awal berdirinya UKM Seni Putroe Phang Unsyiah sampai berusia 20 tahun. Perjalanan tersebut akan di jelaskan oleh beberapa narasumber. Dan yang menjadi narasumber merupakan para alumni,” sebut Zaldi.

Kegiatan ini akan di bagi dalam tiga sesi, yaitu sesi pembukaan, sesi formal dan sesi pertunjukan. Dengan banyak rangkain penampilan yang telah dipersiapkan dengan matang, serta akan ada banyak kejutan yang di tampilkan oleh UKM Seni Putroe Phang Unsyiah yang juga akan dibantu oleh beberapa kegiatan mahasiswa seperti BESTEK, GSP, ESA, RESAM, TEATER NOL, dan Gravity.

“Ada tujuh pelaku seni yang namanya tidak asing lagi yang akan ikut serta membantu acara ini diantaranya Budaya Rapai Aceh Meusyehue (Bur’am), Sanggar Buana, Sanggar Rampagoe, Teater Nol, Colour Guard, HNS, Komunitas Grafiti, serta juga yang di dukung oleh beberapa media patner yang berguna untuk membantu dan mensupport kegiatan agar bisa terlaksana dengan sempurna,” tambahnya.

Menurut Zaldi, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda terus menjaga adat dan budaya Aceh dengan terus meningkatan eksistensi anak muda dalam upaya pengembangan seni daerah.

“Banyak harapan besar lainnya dari kegiatan Artcoholic Exhibition 7, ini salah satu upaya UKM Seni Putroe Phang Unsyiah guna terus menjaga kelestarian adat,” tutup Zaldi. (ed)

Poster Artcoholic UKMS Putroe Phang

Foto Aksi “1000 Warna untuk Bumi”

Acara solidaritas ilmu politik 1000 warna untuk bumi - 2Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Unsyiah menggelar serangkaian kegiatan yang bertajuk “1.000 Warna Untuk Bumi” dalam rangka Hari Bumi.

Acara yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (3/5/2015) lalu menghadirkan sejumlah lomba seperti menggambar dan lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba fotografi, pertunjukan sulap dan lain-lain. (ed)

Acara solidaritas ilmu politik 1000 warna untuk bumi - 4

Acara solidaritas ilmu politik 1000 warna untuk bumi - 3

Acara solidaritas ilmu politik 1000 warna untuk bumi - 1

Chemistry Fair, Kegiatan Tahunan dari HMK Unsyiah

Chemistry Fair 2015Sebuah kegiatan tahunan dari Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala kembali digelar yang bertajuk Chemistry Fair.

Kegiatan yang memamerkan kreatifitas mahasiswa sekaligus pembelajaran ilmu kimia ini digelar sejak Kamis-Sabtu 26-28 Maret 2015 di halaman utama laboratorium kimia FMIPA Unsyiah.

Acara yang mengambil tema “Dedikasi Kimia Untuk Negeriku Indonesia” tersebut menghadirkan sejumlah kegiatan dan lomba, seerti science english debate, seminar pendidikan, lomba permainan Getrich, akustik, stand up comedy, rangking 1, dan lomba foto selfie.

Selain itu, pada malam penutupan nantinya, panitia juga merencanakan pelepasan lampion untuk memperingati Earth Hour di Aceh.  (ed)

Minuman Enak dan Sehat Olahan Anak Muda Langsa

Daily Yogurt karya anak muda Aceh asal Langsa / Foto ILAcrewSiapa yang tak ingin menikmati minuman segar dengan rasa yang lezat sekaligus sehat bagi kesehatan. Dialah Mukhlis Ramadhan, anak muda Aceh asal Langsa yang mencoba peruntungannya didunia wirausaha dengan lewat usaha minuman yogurt.

Berawal dari modal sebuah meja untuk berjualan dan peralatan pinjaman, Mukhlis beserta teman-temannya memberanikan diri untuk menjajalkan yogurt yang akhirnya dibranding dengan sebutan Daiyo alias Daily Yogurt.

Bukan tanpa rintangan, usaha yang diawali dengan berbekal ilmu dari kampusnya, mahasiswa program studi Biologi ini juga sempat bereksperimen dengan racikan yogurtnya, alhasil beberapa kali sempat keracunan dan semangat untuk terus mencoba resep dan segala varian rasa yoghurt yang akhirnya mengantarkan usaha yang dirintis sejak Mei 2013 silam, lolos menjadi salah satu finalis Wirausaha Mandiri 2015 Wilayah I Sumbagut.

Memantapkan Pilihan pada Yogurt

Selain yoghurt baik anti oksidan, yoghurt juga mengandung susu sebagai bahan utamanya. Menurut Mukhlis, alasan ia memilih yoghurt juga mengacu pada kebiasaannya suka mengkonsumsi junk food. Bukan rahasia lagi, bahwa makanan ringan dan cepat saji (junk food) tersebut mengandung banyak kerugian untuk tubuh kita. Dan dengan yoghurt pria ini berharap masyarakat bisa menggemari susu.

“Banyak pelanggan tetap sangat menyambut baik produk saya ini, untuk masalah pencernaan dan kolestrol mereka tidak khawatir lagi. Dan saya optimis usaha saya ini bisa terus berkembang,” ungkap mahasiswa FMIPA Biologi Unsyiah tersebut kepada @iloveaceh.

Mukhlis menambahkan, bahwa ia trauma dengan penyakit kolestrol sebagai salah satu penyebab pria ini kehilangan orangtuanya. Pengalaman buruk yang dia alaminya inilah yang membuatnya semakin ingin mengenalkan minuman sehat bebas kolestrol yaitu yoghurt.

Bagi Anda yang ingin menikmati minuman segar dan sehat ini, beberapa cabang telah tersedia di Banda Aceh, seperti di daerah Darussalam, Lampineung, dan Blangpadang serta satu cabang di Kota Lhokseumawe serta akan menyusul cabang-cabang “Daily Yoghurt” di daerah Aceh lainnya. (che/ed)