Aceh dan Bandara SIM Masuk Nominasi WHTA 2016

Setelah lolos menjadi pemenang di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI, Aceh dan Bandara Sultan Iskandar Muda kembali mendapatkan kesempatan melaju ke ajang World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016.

Pada tahun ini dari Indonesia ada 12 nominasi yang lolos ke kompetisi pariwisata halal dunia tersebut, dimana akan ada dua tahap juga pemilihan daring (e-vote) yang bisa dilakukan lewat situs www.itwabudhabi.com atau bit.ly/votewhta.

Tahap voting pertama yang dimulai 25 Oktober akan berlangsung hingga 6 November dimana akan dipilih 5 finalis dan nantinya pada 7 November hingga 25 November kembali masuk pada tahap voting kedua untuk memilih juara.

Inilah 12 nominator dari Indonesia yang masuk dalam WHTA 2016:

1. World’s Best Airline for Halal Travellers – Garuda Indonesia
2. World’s Best Airport for Halal Travellers – Sultan Islandar Muda International Airport, Aceh, Indonesia
3. World’s Best Family Friendly Hotel – The Rhadana Hotel, Kuta, Bali, Indonesia
4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel – Trans Luxury Hotel Bandung, Indonesia
6. World’s Best Halal Beach Resort – Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia
7. World’s Best Halal Tour Operator – Ero Tour, West Sumatera, Indonesia
8. World’s Best Halal Tourism Website – www.wonderfullomboksumbawa.com, Indonesia
10. World’s Best Halal Honeymoon Destination – Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
11. World’s Best Hajj & Umrah Operator – ESQ Tours & Travel, Jakarta, Indonesia
13. World’s Best Halal Destination – West Sumatera, Indonesia
14. World’s Best Halal Culinary Destination – West Sumatera, Indonesia
15. World’s Best Halal Cultural Destination – Aceh

Perlu diketahui juga, cara voting kali ini sedikit berbeda karena diwajibkan mengisi biodata singkat seperti jenis kelamin, nama depan dan belakang, serta industri. Baru setelah itu klik list nominator di masing-masing kategori dan pilih 12 nominator dari Indonesia sebagaimana daftar di atas lalu klik SUBMIT. Selesai! (ed)

lets-vote-for-indonesia_whta

Dari Tweet Sampai Jalan-Jalan, Ini Dia @TweeTraveler_ID

TweeTraveler Indonesia (Ilustrasi @TweeTravelerID)Apa rasanya dari sebuah Tweet bisa berbuah pada perjalanan menarik dan menyenangkan? Nah, ini dia konsep yang dikembangkan oleh sineas muda Aceh yang tergabung dalam Informatic Movie Maker (IMM) untuk menghadirkan kemasan jalan-jalan dan berkunjung ke berbagai tempat menarik di Aceh.

Tanpa berbasa-basi, video hasil kreasi dari IMM yang dikemas dengan program TweeTraveler ini memang layak untuk diberikan apresiasi. Dimana mereka bisa bergerak untuk mewujudkan promosi Aceh yang kaya wisata lewat media videografi yang diminati.

Dalam video treaser beberapa waktu, IMM telah menggarap hasil karyanya dengan menyajikan sejumlah episode. Episode pertama mereka yang terdiri dari sejumlah bagian akhirnya resmi dikeluarkan dua hari lalu.

Mau tahu episode pertama dari TweeTraveler dari IMM? Ini dia, destinasi awal yang dikunjungi adalah bukit Lamreh di Krueng Raya, Aceh Besar yang dipandu oleh @Zhiemi_Iqbal. (ed)

Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) Siap di Gelar

timeIbukota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, tahun ini akan menjadi tuan rumah Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) atau Pasar Wisata Indonesia yang akan berlangsung pada tanggal 23–26 Oktober 2014 bertempat di Hermes Palace Hotel.

TIME merupakan satu-satunya ajang pertemuan business to business antara industri pariwisata Indonesia dan mancanegara. Dengan demikian, dalam acara tersebut, pelaku pariwisata Indonesia menjadi penjual (seller) yang mempromosikan produk dan jasa wisata di Indonesia kepada industri pariwisata mancanegara yang bertindak sebagai pembeli (buyer).

Selama tiga tahun terakhir penyelenggaraan TIME dilaksanakan di pulau Sumatera, yaitu Padang tahun lalu dan sebelumnya di Lampung selama dua tahun berturut-turut. Sebelumnya, selama kurun 18 tahun, TIME diselenggarakan di pulau Jawa dan kawasan Indonesia bagian timur (Makasar dan Lombok).

“Kami menyambut gembira Banda Aceh akan menjadi tuan rumah TIME tahun ini” sebut Chairperson TIME 2014, Meity Robot.

Papar meity, dipilihnya Banda Aceh sebagai tuan rumah penyelenggaraan TIME kali ini supaya dapat menarik minat kedatangan wisatawan mancanegara. Aceh menjadi destinasi yang strategis di Indonesia tak hanya karena akses, tetapi juga ketersediaan sarana seperti beragam pilihan akomodasi serta atraksi dan obyek wisata yang menarik.

“Dengan menjadi tuan rumah TIME maka para pebisnis wisata dari mancanegara dapat melihat potensi pasar dan mempromosikan produk wisata yang baru di pasarnya masing-masing. Sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku wisata lokal untuk menjual produk mereka di luar negeri,” lanjut Meity.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, “Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk mempromosikan obyek wisata di Aceh ke dunia international dan tentunya dengan berlangsungnya TIME di Aceh diharapkan akan memperluas jaringan kerjasama pelaku industri pariwisata di Aceh dengan para pelaku industri pariwisata international,” katanya. (alf)

Sanger Day, Wacana Dari Dunia Maya yang Lahir di Dunia Nyata

Siang itu puluhan anak muda yang mengenakan seragam hitam tampak sedang berkonsentrasi dengan pekerjaannya masing-masing. Bertempat disalah satu warung kopi di Banda Aceh, anak-anak muda tersebut sedang menyiapkan satu agenda acara yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang.

Mereka adalah sebuah komunitas yang bergerak dibidang sosial media. Mendengar kata sosial media, Anda jangan mengira mereka lebih “aktif” di dunia maya saja, sebab mereka punya slogan “social media to social movement”. Banyak sudah gerakan-gerakan sosial yang awal mulanya terwacana di media sosial Twitter, mampu diwujudkan oleh komunitas ini dikehidupan nyata.

Komunitas ini bernama @iloveaceh. Mereka tergerak melakukan gerakan sosial untuk mem-boom-ingkan Sanger, salah satu minuman yang kian populer di Aceh. Pertama sekali wacana ini muncul dari followers @iloveaceh yang akrab disapa #ATwitLovers tahun lalu, followers tersebut ngetweet tentang perlunya mengenalkan Sanger kepada dunia (baca Everyday is #SangerDay).

Layaknya capuccino milik negara Italy, Sanger yang terbuat dari campuran kopi, gula, dan susu ini pun diharapkan mampu menjadi minuman seperti capuccino yang telah mendunia tersebut. Berangkat dari kicauan followers itulah, @iloveaceh memberanikan diri menjadi “corong” untuk memperkenalkan Sanger ke mata dunia. Kegiatan yang bertemakan “Everyday is Sanger Day” tersebut berlangsung pada, Minggu (12/10/2014) di Solong Mini Lampineung, Banda Aceh.

“Hari Sanger ini memang awalnya kita gerakkan di sosial media Twitter @iloveaceh lewat tagar #SangerDay. Tujuannya untuk menjadikan #SangerDay sebagai peringatan rutin tahunan di Aceh dan memperkenalkan kopi Sanger sebagai salah satu minuman khas asal Aceh. ternyata antusias dari followers sangat luar biasa,” sebut Antonio Gayo selaku ketua panitia.

IMG_9027

foto by: ILACrew

Acara ini dihadiri oleh para penikmat kopi Sanger, turut pula hadir disana perwakilan dari lintas komunitas yang ada di Banda Aceh. Tidak hanya penikmat Sanger dari kalangan anak muda saja, tampak juga hadir disana General Manager Hermes Hotel, Octowandi, Putri Kopi Indonesia perwakilan Aceh, Cut Rita Kemala, sejumlah seniman Banda Aceh dan beberapa wartawan senior Aceh serta wartawan asing asal Berlin, Jerman.

Kegiatan yang diisi dengan diskusi santai sambil nyanger ini juga dihibur oleh beberapa penampilan musik akustik dan puisi yang terlihat sangat menarik, terlebih lagi ada talenta-talenta muda Aceh yang tampil segar didepan penikmat Sanger.

Diskusi yang berlangsung santai sambil menikmati segelas Sanger dan juga timphan asoe kaya ini, berbicara tentang bagaimana mewujudkan kopi Sanger menjadi ikon untuk daya tarik pariwisata di Aceh.

“Sangat baik sekali acara ini, bisa merangkul suatu ide yang awalnya dari media sosial. Ini bisa membantu daya tarik pariwisata di provinsi kita. Akan lebih baik lagi apabila Sanger ini dipatenkan menjadi minuman khas dari Aceh. Namun tentu itu semua perlu peran pemerintah juga,” sebut Octowandi.

IMG_9105

foto by: ILACrew

Sementara itu, sejak diluncurkannya tagar #SangerDay, respon dari netizen tentang perbincangan #SangerDay di Twitter sampai menembus angka 2700 kicauan (tweet). Hingga menjadikan #SangerDay trending topic (TT) untuk wilayah Aceh serta juga berhasil menduduki tangga TT untuk Sumatera beberapa saat.

Ribuan orang pengguna akun sosial media twitter dan Instagram di Aceh turut berkicau di hari #SangerDay. Tak hanya di Aceh, di Jakarta, Semarang, Jogyakarta, Balikpapan, hingga merambah ke sejumlah followers @iloveaceh yang ada di Turki, juga ikut saling berbagi tweet tentang #SangerDay.

Capture

foto by: ILACrew

“Kami tak menyangka acara yang sederhana begini mendapat respon positif dari followers,” cetus Anton.

Sebelumnya, dalam menyambut hari #SangerDay, pengelola @iloveaceh juga telah mengadakan lomba foto yang ditujukan kepada seluruh followers di akun Twitter dan Instagram-nya. Tak ayal, banyak dari followers yang semakin tertarik untuk berkicau tentang #SangerDay di akun sosial media.

Dari kegiatan yang sederhana ini, ada harapan besar yang terus ingin digerakkan oleh @iloveaceh dengan para followersnya. Keinginan itu tentu saja menjadikan Sanger sebanding dengan capuccino milik Italy yang telah lebih dulu mendunia. Terutama dengan cara memperingati hari Sanger di setiap tahunnya, dan memanfaatkan sosial media sebagai wadah “pemantik” untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Aceh, tentu saja untuk menikmati suguhan Sangernya.

Penulis : Alfath Asmunda (@Alfaaaath)

#SangerDay Jadi Tending Topic Se-Sumatera

Acara Sanger Day yang berlangsung pada hari Minggu, (12/10/2014) di Solong Mini Coffee, Lampineung menuai banyak respon positif di media sosial.

Tercatat oleh tim social media specialist ILATeam Management, pembicaraan yang menyebutkan kata #Sanger dan #SangerDay menembus angka 2700 tweet dalam sehari.

Tak hanya itu, tagar #SangerDay berhasil menjadi trending topic Banda Aceh dan Sumatera pada siang hari sebelum acara Sanger Day pukul 16.00 WIB dimulai.

“Alhamdulillah sekali semua followers @iloveaceh yang kami sebut #ATwitLovers juga ikut meramaikan peringatan hari sanger lewat tagar #SangerDay. Hal itu berdampak pada suksesnya promosi Sanger,” sebut Aulia Fitri selaku tim Social Media Specialist ILA Team Management saat acara akan berlangsung.

Peringatan hari Sanger yang dihadiri lintas komunitas ini pun berakhir sekitar pukul 18.30 WIB. (ant)

Bzwe4HDCMAAxmtr.jpg large

Aceh, Salah Satu Daerah Wisata Favorit Nicholas Saputra

Nicholas saat berada di Geurute, Aceh JayaTidak disangka, aktor Indonesia yang juga suka traveling Nicholas Saputra telah menempatkan Aceh sebagai salah satu daerah wisata favoritnya di Indonesia. Hal tersebut dijelaskan oleh pemeran Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) saat berkunjung ke Serambi Mekkah beberapa hari lalu.

Pria kelahiran 30 tahun silam ini kembali menginjak kaki di Aceh, Sabtu (23/2/2014) lalu sehari sebelum ulang tahunnya.

Kepada @iloveaceh, Kamis (27/2/2014) kemarin, Nicholas menyebutkan Aceh dan daya tarik kopi telah menjadi pilihan baginya untuk menjadikan daerah paling ujung Sumatera ini sebagai salah satu tempat liburan dan berwisata.

“Bagi ku, Aceh ini adalah tempat favorit buat berwisata. Selain alamnya yang indah, juga ada kopi yang terkenal ini,” sebut Nico disela-sela menikmati kopi pagi di sebuah warkop di Aceh.

Selain berliburan seorang diri ke Banda Aceh, pemilik akun @nicsap juga kerap berbagi foto-foto tempat yang dikunjunginya lewat akun instagram.

Kehadirannya ke Aceh selama 5 hari juga mengunjungi sejumlah tempat. Tidak hanya di Banda Aceh, alumni dari kampus Universitas Indonesia ini juga berkunjung ke pantai Lhok Me di Aceh Besar, melihat gajah di Conservation Respon Unit (CRU) Mane, Pidie serta ke Lamno dan menyempatkan diri untuk melihat sunset di Geureute, Aceh Jaya. (ed)