Enam Seniman Aceh, Raih Penghargaan di HKDA 2014

 

FfgoQwyIHari Kesenian Daerah Aceh (HKDA) yang berlangsung di taman Ratu Safiatuddin, Selasa (12/8/2014) malam, dimeriahkan oleh beberapa pertunjukkan seni. Diantaranya kolaborasi tari dari sanggar Keumala Hayati, sanggar Rampoe, dan sanggar Buana.

Tiga sanggar yang berkolaborasi itu menampilkan tarian dengan judul Air, koreografer dari seniman Kaka Zafana. Sementara itu juga ada penampilan pesona BASAJAN (Banda Aceh, Sabang, Jantho) yang menampilkan pentas seni dari Sanggar Nurul Alam dengan Tari Silat Aulia (Banda Aceh), Grup Sabang Island dengan penampilan Tari Meuneu’en Trieng (Sabang), serta dari Sanggar Bila Pasie dengan Tari Ratoeh Panyoet Meutaloe (Jantho).

HKDA tahun 2014 ini juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Idola Cilik, Rahmi Amalia. Rahmi, sapaan akrabnya, menyanyikan lagu Aceh Lon Sayang dan beberapa lagu berbahasa Aceh lainnya.

Sementara itu, dalam memperingati HKDA tahun 2014 pemerintah Aceh memberikan anugerah seni kepada beberapa seniman antara lain Azhari (Sastra), Drs. Junaidi Bantasyam, MM (teater), Djafar Ismail (Tari), M. Arief Andefa (Rupa), alm. Muhammad Yakub Makmur (Musik), dan satu kategori untuk seniman berprestasi yang didapatkan oleh Iswadi Basri.

Ketua panitia, Drs. Reza Fahlevi, M.si mengatakan, HKDA 2014 ini merupakan tahun ke-7 peyelenggaraannya sejak ditetapkan oleh Gubernur Aceh pada tahun 2007 silam.

“Tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan di taman budaya Banda Aceh. Namun tahun ini berbeda, acaranya kita buat di taman Ratu Safiatuddin. Dengan tujuan agar mengaktifkan taman ini sebagai tempat pembinaan dan pengembangan Seni dan Budaya Aceh,” ucapnya.

Gubernur Aceh, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten Keistimewaan Pembangunan dan Ekonomi Aceh Azhari Hasan, SE, M.Si mengatakan dalam kata sambutannya “kami pemerintah Aceh berharap kepada para seniman untuk menyusun konsep yang komprehensif dalam pengembangan serta pelestarian seni budaya Aceh. Kedepan, mari kita bersama-sama merawat seluruh warisan seni dan budaya dari nenek moyang kita ini,” tutupnya. (alf)