Culture of Alas 2016

Agara Community dan FOPMAT Gelar “Culture of Alas”

Selain terkenal dengan ikon Taman Nasional Gunung Leuser yang beberapa waktu lalu disinggahi oleh aktor Hollywood Leonardo DiCaprio, Aceh Tenggara juga terkenal dengan suku Alas.

Hal inilah yang mendasari Agara Community Banda Aceh dan Forum Pendidikan Mahasiswa Aceh Tengah (FOPMAT) menggelar kegiatan Culture of Alas yang merupakan bagian untuk melestarikan budaya masyarakat Alas.

Ketua Panitia, Oki Murzan Hani menyebutkan, acara yang budaya ini sengaja diinisiasi untuk mengenalkan budaya Tanoh Alas kepada masyarakat luas, yang akan digelar 27 Mei mendatang di Open Stage Taman Budaya Banda Aceh mulai pukul 19.00 WIB.

“Kegiatan Culture of Alas ini adalah yang pertama, tentunya kepada seluruh masyarakat terutama yang berada di Banda Aceh untuk mengenal lebih dekat adat dan budaya yang ada di Tanoh Alas,” ujarnya, Minggu (22/5/2016).

Dengan tema “Introducing The Art and Culture of Alas” tambah Oki, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan untuk muda-mudi di Aceh dalam mengembangkan seni budaya, khususnya bagi generasi muda Aceh Tenggara.

“Kami berharap, even Culture of Alas ini bisa menjadi media ekspresi seni dalam mengembangkan budaya serta menjadi jembatan bagi masyarakat khususnya pemuda pemudi untuk menjaga tradisi kesenian dan kebudayaan Aceh Tenggara,” harapnya.

Sejumlah Seni Tari Dipersiapkan

Menurut Koordinator Lapangan Culture Of Alas, Putri Sri Mala MP, bentuk kegiatan dari Culture of Alas yang sudah dipersiapkan panitia mulai dari seni tari, pemutaran film dokumenter, dan puncaknya yakni tarian kolosal.

“Ada beberapa tarian khas dari Tanoh Alas seperti tarian Belomesusun, tarian Brudihe, tarian Meusekat, Saman Aceh Tenggara, tarian Tangis Dilo. Selain itu pemutaran film dokumenter juga akan kita tayangkan yang bertema potensi wisata dan aneka ragam kehidupan etnis masyarakat Alas beserta adat istiadat di Tanoh Alas,” sebutnya.

Sementara penutupan puncak dari acara tersebut, tukas Putri akan menampilkan tarian kolosal yang mengangkat tema kebudayaan dan kehidupan masyarakat Alas.

“Ini adalah salah satu bentuk kecintaan putra-putri terhadap Tanoh Alas dengan adat istiadat mereka yang sempat tenggelam di era modren ini, kita ingin menunjukkan bahwa generasi muda Tanoh Alas masih peduli dengan adat budaya mereka,” imbuhnya.

Acara yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh serta Dinas Pariwisata Aceh Tenggara ini terbuka untuk umum tanpa dipungut tiket masuk. (ed)

Culture of Alas 2016