Teater Rakyat Aceh Pada Peringatan #10thnTsunami

Sanggar Meurak Jeumpa akan menghadirkan “Teater Rakyat Aceh” pada peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh mendatang, Sabtu (27/12/2014) malam bertempat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Penanggung jawab panggung, Tejo kepada @iloveaceh, Kamis (25/12/2014) menyebutkan, Sanggar Merak Jeumpa yang berasal dari Krueng Mane, Aceh Utara ini siap menampilkan kesenian tradisional Aceh yang terkenal di tahun 70-an. Kesenian ini juga menghadirkan alat musik khas Aceh yaitu Mob-Mob Aceh atau biasa disebut biola Aceh.

“Saya harap melalui partisipasi Sanggar Meurak Jeumpa pada peringatan Tsunami ini mampu mewakili ungkapan terima kasih kepada dunia yang telah membantu kebangkitan Aceh,” tutupnya (che)

Perdana Liza Aulia Tampilkan Minus Two di Peringatan #10thnTsunami

Penampilan Liza Aulia di Piasan Seni

Penampilan Liza Aulia di Piasan Seni

Penyanyi Aceh, Liza Aulia akan tampil perdana dengan konsep musik Minus Two di panggung utama peringatan 10 tahun tsunami Aceh mendatang, Sabtu (27/12/2014), bertempat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Hal tersebut dikemukakan Liza kepada @iloveaceh, Kamis (24/12/2014).

“Ini penampilan pertama saya dengan format minus two, tentunya akan ada kejutan yang akan kami hadirkan nantinya,” ungkap Liza.

Tampil dengan konsep perdana ini, Liza akan menggandeng Taufik Opay sebagai gitaris. Selain itu, pelantun lagu Kuthiding ini juga akan menunjukkan penampilan khusus yang diharapkan dapat menghibur masyarakat dengan penampilan mereka nantinya. (che).

26 Desember, Lintas Komunitas Deklarasikan sebagai Hari Kepedulian

Sejumlah lintas komunitas berdiri di depan tugu Aceh Thanks To The World di Blang Padang Banda Aceh / @Iqbal_MhdBeragam lintas komunitas dan organisasi di Banda Aceh menggelar Hari Kepedulian (Care Day) dengan membawa atribut 53 bendera negara yang pernah membantu Aceh pasca gempa dan tsunami.

Sejumlah komunitas melakukan pawai dari halaman depan Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami dan berakhir di monumen Aceh Thanks To The World, Minggu (21/12/2014).

Peringatan Care Day yang ditetapkan pada tanggal 26 Desember mendatang, dipilih karena bertepatan dengan musibah yang menimpa Aceh satu dekade lalu.

Musibah gempa dan tsunami yang merenggut ratusan ribu jiwa di Aceh tersebut, membuat lintas komunitas tergerak untuk mencanangkan Care Day. Disamping itu, para anggota komunitas juga menjadikan aksi ini sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para relawan.

“Aksi dari lintas komunitas ini sebagai bentuk terima kasih rakyat Aceh kepada negara yang pernah membantu Aceh, dan juga para relawan yang tanpa melihat apa dan siapa, murni membantu karena rasa kemanusiaan saat Aceh dilanda musibah besar itu,” kata Aulia Fitri selaku Penanggung Jawab Acara.

Dalam aksinya, lintas komunitas juga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap penetapan tanggal 26 Desember dijadikan sebagai Hari Kepedulian Dunia.

“Aksi membubuhkan tanda tangan ini sebagai bentuk dukungan dari lintas komunitas agar tanggal 26 Desember ditetapkan sebagai Hari Kepedulian Dunia,” sebut Aulia.

Aulia juga menambahkan, dukungan penetapan tanggal 26 Desember sebagai hari Kepedulian Dunia tak hanya datang dari lintas komunitas di Aceh namun juga hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan anak-anak muda lintas negara juga mendukung hari Kepedulian Dunia lewat tagar #2612CareDay dari pelbagi media sosial.

“Dukungan penetapan hari Kepedulian Dunia ini tak hanya datang dari lintas komunitas di Aceh, dari luar Aceh pun menyambut antusias agenda ini. Bahkan anak-anak muda dari berbagai negara juga turut mendukung wacana penetapan 26 Desember sebagai hari Kepedulian Dunia,” tutupnya. (alf)


Lintas komunitas mengikuti pawai #2612CareDay di Banda Aceh / @ILAcrew

Lintas komunitas mengikuti pawai #2612CareDay di Banda Aceh / @ILAcrew

Komunitas Darah Untuk Aceh ikut seta pawai #2612CareDay di Banda Aceh / @ILAcrew

Komunitas Darah Untuk Aceh ikut seta pawai #2612CareDay di Banda Aceh / @ILAcrew

Komunitas Fansclub juga mengikuti pawai #2612CareDay di Banda Aceh / @ILAcrew

Komunitas Fansclub juga mengikuti pawai #2612CareDay di Banda Aceh / @ILAcrew

Besok, Lintas Komunitas Gelar Aksi Simpatik #2612CareDay

Dukungan lintas komunitas untuk Hari KepedulianDalam rangka memperingati satu dekade musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004 silam, sejumlah lintas komunitas di Aceh terus kampanyekan Hari Kepedulian (Care Day) sebagai bentuk apresiasi kepada para relawan dan sejumlah negara yang telah membantu Aceh pasca musibah 10 tahun lalu.

Kampanye Hari Kepedulian yang dimotori lewat media sosial dengan tagar #2612CareDay, berhasil menyita banyak dukungan dari sejumlah anak muda lintas kota hingga mancanegara.

Selain mencanangkan Care Day, sejumlah lintas komunitas juga akan menggelar aksi simpatik pada hari Minggu, (21/12/2014) pagi dibeberapa lokasi di Kota Banda Aceh dengan berjalan kaki dari Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, dan monumen Aceh Thanks to The World di Blangpadang.

“Kampanye Hari Kepedulian adalah salah satu bentuk sederhana dari aksi lintas komunitas untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada relawan dunia,” ujar M Antonio Gayo, selaku Koordinator Umum Aksi.

Anton juga menambahkan, selain aksi jalan kaki bersama sejumlah lintas komunitas, nantinya pada sore hari juga akan digelar diskusi santai bersama sejumlah relawan.

“Sorenya bertempat di Amphitheater Museum Tsunami, teman-teman lintas komunitas di Aceh juga akan menggelar diskusi santai ba’da Ashar bersama perwakilan dari relawan kemaanusiaan dan komunikasi dengan tema mitigasi bencana,” jelas pegiat dari Komunitas @iloveaceh ini.

Hari Kepedulian dari lintas komunitas Aceh ini mendapat dukungan dari berbagai elemen sipil yang terdiri dari jaringan ILANetworks, Tarung Derajat, Duta Wisata Aceh Besar dan Banda Aceh, Duta Wisata Aceh, Duta Mahasiswa Aceh, Duta Bahasa, Komunitas Fotografi, Komunitas Fansclub di Aceh, Komunitas Motor, Alumni Japan Foundation, Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Remaja, RAPI, Putri Kopi Indonesia Aceh, Putri Pariwisata Aceh, Komunitas Kemanusiaan, Komunitas Ecowisata, Seniman dan Musisi Aceh, Radio di Banda Aceh, Relawan AirPutih, Media Lokal, Komunitas Comics, dan juga dukungan secara personal.

Sementara itu, dukungan dari anak muda lintas negara juga tidak kalah sedikit lewat pesan-pesan yang diunggah ke berbagai media sosial.

“Hingga saat ini, kurang lebih sudah ada 18 negara yang mengirimkan dukungan untuk kampanye hari kepeduliaan, menariknya dukungan itu datang dari anak-anak muda, artis, penyanyi, dan sejumlah aktivis yang peduli dengan Aceh,” tutur Anton. (ed)

Foto Dukungan #2612CareDay dari Anak Muda Lintas Negara

Kampanye untuk menjadikan tanggal 26 Desember sebagai Hari Kepedulian (Care Day) terus mendapat simpatik dari berbagai kalangan anak muda, tidak saja lokal di Aceh dan nasional, melainkan juga hingga luar negeri.

Respon ini mulai bermunculan, sejak agenda yang dikenal lewat tagar #2612CareDay terus didengungkan oleh sejumlah lintas komunitas yang ada di Banda Aceh dalam beberapa bulan belakangan ini.

Hari Kepedulian yang dikemas secara sederhana ini rencananya akan digelar pada hari Minggu, 21 Desember mendatang dibeberapa lokasi di Banda Aceh. (Baca Inilah Agenda Hari Kepedulian Dunia #2612CareDay atau versi Inggris)

Inilah beberapa foto dukungan untuk Hari Kepedulian dari anak muda lintas negara dan benua. Selain itu, foto-foto atau video singkat 15 detik lewat Instagram juga bisa dikirimkan lewat tagar tersebut.

Kirimkan foto dukungan Anda bersama rekan, sahabat atau keluarga untuk dukunga 26 Desember menjadi Hari Kepedulian. Semua foto atau video yang dikirimkan hingga 21 Desember, nantinya akan dibuat video kolaborasi dengan durasi 5 menit yang insya Allah akan ditayangkan pada malam apresiasi dari Aceh untuk Dunia di panggung utama Blangpadang, Banda Aceh. (ed)

36 Negara Pastikan Hadir Diperingatan #10thnTsunami

Monumen Aceh Thanks The World yang terletak di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. (Foto by: @ILACrew)

Monumen Aceh Thanks The World yang terletak di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. (Foto by: @ILACrew)

Sebanyak 36 utusan negara sahabat, yakni setingkat duta besar dan sebanyak 34 lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional dipastikan menghadiri refleksi 10 tahun bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh, 26 Desember 2004 silam.

“Kehadiran para tamu dari mancanegara itu sebagai bentuk “terima kasih Aceh” kepada mereka yang pernah membantu Aceh pasca-tsunami hingga masa rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Reza Fahlevi, Rabu (17/12/2014).

Rangkaian kegiatan utama peringatan 10 tahun tsunami akan dimulai di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada Kamis (25/12/2014) malam dengan kegiatan ‘Aceh Berzikir’ yang dipimpin langsung oleh Imam Masjid Nabawi, Syeikh Ali Jaber.

Sementara itu pada 26 Desember, puncak peringatan tsunami akan digelar upacara di lapangan Blangpadang. Selain itu, kegiatan pendukung lainnya juga akan ada Expo Kebencanaan, Karya Kreatif Aceh, dan pameran fotografi yang berlangsung 26-28 Desember di Blangpadang dan Museum Tsunami.

“Ekspo kebencanaan itu untuk menyampaikan pesan kepada generasi mendatang agar mereka bias mengingat kembali peristiwa memilukan itu. Ini penting agar generasi muda mengetahui dan dapat melakukan langkah-langkah meminimalisir jika terjadi bencana,” jelas Reza.

Selain itu, pada 26 dan 27 Desember 2014 dilaksanakan Malam Kesenian dan Malam Apresiasi Aceh untuk Dunia. Sedangkan Tsunami 10K bertema “Lari untuk Berbagi” dilaksanakan pada 28 Desember 2014 pagi. (alf)