Enam Kasus DBD Muncul di Teunom

WARGA Teunom Aceh Jaya saat ini patut mewaspadai munculnya Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit mematikan yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Kasus DBD yang menimpa warga Teunom meningkat menjadi 6 (enam) kasus. Merujuk data yang dikeluarkan oleh Puskesmas Teunom.

“Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit DBD. Selain dengue, A. Aegypti  juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya,” kata Dokter Puskesmas Teunom, dr Devi Fitriani.

Penyebaran jenis ini sangat luas, kata Devi, meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, A. Aegypti merupakan pembawa utama (primary vector) dan bersama Aedes albopictus menciptakan siklus persebaran dengue baik di desa dan kota.

Mengingat bahayanya penyakit DBD, masyarakat harus mengetahui cara memberantas nyamuk jenis ini untuk mengurangi persebaran penyakit demam berdarah.

Menyikapi hal ini, Puskesmas beserta Muspika Teunom dan masyarakat ikut melakukan gotong royong massal di empat desa, yaitu desa Tanoh Manyang, Tanoh Anoe, Teupin Ara dan Paya Baro.

Kemudian tim dari Dinas Kesehatan Aceh Jaya juga melakukan fogging di desa tersebut pada Jumat, 26 Juli 2019.

Kepala Puskesmas Teunom Anwar Fauzi menjelaskan, kasus DBD dapat di cegah melalui program 3M Plus yaitu menutup dan menguras tempat penampungan air, mengubur sampah yang dapat menyebabkan tergenangnya air, plus memakai kelambu dan losion anti nyamuk.

“Dalam kegiatan pencegahan kali ini staf Puskesmas Teunom mengunjungi rumah penderita yang dicurigai menjadi sumber awal penyebaran kasus DBD, memastikan langsung area hidup jentik, serta bersama-sama melakukan gotong royong, sebutnya lebih lanjut,” kata Anwar.

Ke depan, Anwar berharap tidak ada lagi penambahan kasus DBD, jika warga benar-benar menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ada Festival Mie Aceh di Blangpadang

ANDA penggemar mi Aceh? Jangan lewatkan untuk merasakan kelezatannya di Festival Mi Aceh 2019 yang digelar mulai 15-18 Juni di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar di Banda Aceh, menyebutkan, festival digelar untuk lebih mengenalkan kuliner Aceh kepada wisatawan, baik dalam maupun mancanegara.

“Dalam festival tersebut, tidak hanya menyuguhkan mi Aceh dalam bentuk sudah jadi, tetapi diawali cara membuat mi dan bumbu, hingga meracik menjadi mi siap saji,” kata Iskandar.

Dalam festival ini nantinya akan menghadirkan puluhan juru racik mi Aceh. Mereka akan menampilkan proses meracik mi secara halal, mulai dari awal hingga kuliner tersebut siap disantap pengunjung festival.

“Kami mengundang masyarakat Banda Aceh, tamu-tamu hotel, maupun wisatawan untuk menghadiri dan memeriahkan festival mi Aceh di Lapangan Blangpadang,” kata Iskandar, yang juga mantan Kepala Bappeda Kota Banda Aceh.

Selain menyuguhkan kuliner, festival tersebut juga menampilkan hiburan musik yang akan dibawakan penyanyi-penyanyi Aceh, di antaranya Rialdoni.

“Festival mi juga menghadirkan pembawa acara kuliner di televisi nasional asal Aceh Ibnu Syahdan alias Benu Buloe serta nantinya ditutup dengan resepsi HUT Banda Aceh ke-814 tahun dengan penampilan Sabyan Gambus,” kata Iskandar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin juga menyambut baik adanya agenda festival mi ini yang digelar usai libur lebaran.

“Festival mi juga salah satu agenda dalam calendar of event Aceh 2019, tentunya ini bisa menjadi daya pikat wisatawan khususnya penikmat kuliner untuk berkunjung ke Banda Aceh,” jelasnya.

Jamal juga berharap, adanya festival tersebut mampu menarik antusias masyarakat untuk mengenal lebih dekat bagaimana mengolah mi Aceh dari bahan baku hingga siap disajikan.

“Mi Aceh itu terkenal dimana-mana, lewat festival ini semoga banyak masyarakat bisa tahu asal usul nikmatnya kuliner khas Tanah Rencong tersebut,” tuturnya.

Komunitas Nagekeo Wujudkan Warung Semangat untuk Bang Karim

KOMUNITAS Nagekeo Care Indonesia (NCI) berhasil mendirikan sebuah warung di bilangan Peukan Baro, Pidie. Kedai yang dinamai ‘Warung Semangat’ itu diperuntukkan buat Bang Karim, seorang pekerja keras yang kondisi fisiknya saat ini tak lagi sempurna.

Sebelum mengalami kecelakaan yang mencederainya bagian tubuhnya, Bang Karim sehari-harinya bekerja sebagai buruh pengangkut kayu.

Founder NCI, Fadliana Surya mengisahkan kembali, saat itu Bang Karim sedang mengambil kayu dari pegunungan Seulawah. Pada saat hendak mengantarkan kayu tersebut ke tempat pemesan, di tengah jalan terjadi kecelakaan.

“Mobil kap terbuka yang menampung balok utuh itu langsung terbalik, kayunya berjatuhan dan menimpa tubuh Bang Karim, sehingga kakinya remuk. Ia segera dilarikan ke rumah sakit,” kata Fadliana.

Naasnya, kecelakaan itu mengharuskan Bang Karim merelakan salah satu organ tubuhnya. Dokter mengatakan kakinya harus diamputasi hingga pangkal paha. Selain itu juga, tangannya juga telanjur mengalami cacat usai kecelakaan itu.

“Mendengar cerita Bang Karim, NCI berniat untuk membantu beliau,” imbuh Fadliana.

Mereka lalu melakukan penggalangan dana dari seluruh masyarakat, melalui media sosial. Tak sia-sia, upaya itu berhasil mengumpulkan dana sedikitnya Rp6.000.000.

“Uang tersebut kami gunakan untuk mendirikan Warung Semangat beserta isinya, lalu untuk kebutuhan rumah tangga Bang Karim, jajan anak-anak, dan lain sebagainya, sehingga beliau masih bisa menghidupi keluarganya,” kata dia lagi.

NCI sepakat untuk tidak memberikan dana cash (tunai), karena dikhawatirkan bakal dihabiskan semata untuk kebutuhan konsumtif. “Jika tidak ada perputaran uang, Bang Karim sekeluarga akan kebingungan lagi,” lanjut perempuan yang pernah menjadi Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Aceh 2017 itu.

Dengan berdirinya Warung Semangat, NCI berharap usaha kedai itu dapat dikelola sebaik-baiknya oleh Bang karim sekeluarga.

Fadliana juga mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah rela menyumbangkan rezeki untuk setiap program dari NCI.

Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa untuk Kegiatan di bulan Ramadhan, NCI bakal menggelar program ‘Nagekeo Care Lansia’. Program ini adalah pemberian bingkisan lebaran untuk mereka yang berusia lanjut namun masih bekerja.

“Seperti Nyak-nyak di pasar Aceh, Lansia yang hidup sebatang kara dan kadang hanya hidup dari belas kasih tetangganya, orang-orang seperti merekalah yang akan diberikan bingkisan lebaran nanti,” sebut dia.

Kegiatan ini nanti sumber dananya tetap berasal dari masyarakat luas. Fadliana juga menginfokan, bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan sedikit rezekinya, dipersilakan untuk menyumbang ke rekening Bank BRI (002) 2056.01.000571.56.3 An. NAGEKEO CARE INDONESIA.

Tingkatkan SDM Kepariwisataan, Disbudpar Sasar Pelajar di Banda Aceh

DALAM rangka meningkatkan kompetensi serta pengembangan sumber daya manusia (SDM), Kementerian Pariwisata RI bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar pelatihan dasar SDM yang melibatkan ratusan siswa yang ada di Banda Aceh di Hotel Grand Aceh, Kamis (25/4/2019).

Kegiatan yang bertemakan kepariwisataan Goes to School ini dibuka secara langsung oleh Kadisbudpar Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh Suburhan.

“Masa depan sebuah daerah sangat ditentukan oleh generasi muda, terlebih lagi terkait pentingnya pariwisata sehingga kegiatan seperti saat ini harus dimulai diberikan pemahaman kepada pelajar dan siswa,” ucap Suburhan dalam sambutannya.

Salah satu upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah Aceh, sebut Suburhan, khususnya dalam mempertahankan eksistensi dalam mendatangkan wisatawan ke Aceh, yakni dengan membentuk SDM yang berkualitas.

“Kita mengharapkan peserta pelatihan nantinya mampu memahami akan pentingnya pengembangan pariwisata, baik dalam mempromosikan, kesadaran akan pariwisata, dan lain sebagainya melalui pelatihan-pelatihan, workshop dan sosialisasi seperti yang sedang kita laksanakan saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suburhan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenpar sehingga dapat terlaksananya kegiatan ini.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah Aceh, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Kemenpar yang telah mendukung penuh kegiatan ini, dan semoga dengan adanya pelatihan ini pariwisata Aceh dapat berkembang ke arah yang lebih baik,” sebutnya.

Haifa Azzura, Mulai dari Hobi Bermain Piano Hingga Menulis Lagu

DEBUT pertamanya dalam menyanyi masih terbilang baru, namun hobinya bermain alat musik terbilang begitu kentara, single “Tak Pernah Terganti” akhirnya menjadi langkah awal Haifa Azzura untuk memberanikan diri kepada publik 2017 silam.

Gadis kelahiran Bireuen 14 Juli ini pun berbagi kisahnya saat mulai merintis dunia tarik suara.

“Kalau hobi bermain musik sudah lama, selain piano juga suka ngejreng gitar, termasuk bernyanyi,” sebut mahasiswi yang kini kuliah di Bandung tersebut.

Baginya, bermain musik dan menulis lirik telah menjadi sebuah semangat untuk berkarya.

Karya Haifa tidak berhenti, pada bulan Maret lalu, ia juga baru merilis lagu terbarunya “Kau Harus Percaya”.

“Lagu kedua itu lahir karena tugas dari guru musik saya sendiri, “Kau Harus Percaya” itu adalah hasil pekerjaan rumah saya saat belajar di Sekolah Musik Moritza Thaher,” ungkap Haifa yang kesehariannya sebagai announcer di radio kampusnya.

Pekerjaan Rumah dari sekolah musik yang digeluti Haifa memang membuahkan hasil, pasalnya ia bersemangat membuat lirik sendiri dibantu guru musiknya, yakni Moritza Thaher dan Erlinda Sofyan.

“Lagi kedua ini terinspirasi dari kisah teman saya yang pada saat itu sedang mengalami masalah, dan terlintas dibenak saya untuk membuat lirik lagu yang dapat menyemangati orang-orang,” kisah dara yang juga hobi menulis puisi tersebut.

Ia berharap, lagu keduanya itu bisa membuat orang yang mendengarkannya menjadi semangat dan merasa bahwa dirinya pasti dapat melewati suatu masalah tersebut.

“Setelah saya menulis lirik dari awal hingga akhir, lalu lirik tersebut direvisi ulang oleh guru musik saya sampai akhirnya didapatkan lirik yang seperti sekarang. Lalu diaransemen, direkam dan dimixing langsung di studio Sekolah Musik Moritza,” kata Haifa.

Haifa yang kini beranjak usianya 18 tahun, selain tercatat sebagai mahasiswi Telkom University Bandung juga aktif di club IT di divisi marketing dan yang tidak boleh ketinggalan masih terus belajar bermain piano di Purwacaraka Music Studio.

Menurut Haifa, lagu “Kau Harus Percaya” ini diharapkan dapat disukai oleh penikmat lagu khususnya bagi kalangan anak muda.

“Lagunya easy listening, mudah buat dihafal. Semoga disukai sama masyarakat,” harapnya.

Setelah lagu kedua ini, tambah Haifa, ia juga akan merilis lagu terbarunya dalam waktu dekat yang kini telah dipersiapkan dengan matang.

“Judulnya masih rahasia dulu, yang penting mohon do’anya ya, semoga bisa dirilis cepat nantinya,” pungkas.

Sukses terus untuk berkarya Haifa.

‘Street Fashion’ jadi Tema Aceh Islamic Fashion Festival Tahun Ini

KEHADIRAN sejumlah agenda-agenda menarik dalam kalender even Aceh 2019 tidak hanya sekedar aktraksi wisata dan menariknya serangkaian agenda kreatif juga hadir untuk menarik minat pelaku usaha industri kreatif.

Dalam kesempatan kali ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh siap menggelar kembali Aceh Islamic Fashion Festival (AIFF) 2019 yang masuk dalam Calendar of Event Aceh 2019.

Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Irmayani menyebutkan, adanya kegiatan AIFF sebagai bentuk untuk memperkenalkan para desainer hebat yang ada di Aceh kepada masyarakat luas.

“AIFF juga bisa menjadi bagian penting dalam rangka meningkatkan industri fesyen muslimah yang ada di Aceh,” pungkasnya.

Irmayani selaku panitia utama penyelenggaraan AIFF juga mengajak semua pecinta fesyen desain Aceh terutama dalam bidang street fashion untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini.

“Berbagai rangkaian acara menarik sudah kita siapkan untuk mendukung para desainer muda dan berbakat yang ada di Aceh agar terus berkreasi sehingga eksistensi masyarakat Aceh di bidang fesyen dapat terealisasikan positif dan mampu meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

AIFF sendiri akan digelar 19-21 April mendatang di Taman Bustanussalatin, sejumlah rangkaian telah dipersiapkan mulai dari Fashion Bazar, yang akan diikuti oleh lebih dari 30 desainer fesyen mode dari seluruh Aceh.

Lomba Fashion Designer dan Modelling juga akan ikut meramaikan AIFF yang diperuntukkan untuk tingkat SMA/SMK dan mahasiswa yang ada di Aceh.

“Lomba ini sendiri, nantinya peserta akan melalui beberapa tahap penilaian, hasil desain juga akan dibuat dalam bentuk pakaian jadi untuk ditampilkan dalam fesyen show serta dipilih tiga juara utama,” kata Irmayani.

Agenda lainnya yang juga tidak kalah menarik di AIFF tahun ini juga akan menghadirkan fashion talkshow bersama Zaskia Sungkar, sehingga nantinya para desainer di Aceh untuk dapat terus termotivasi, berkarya dan mengembangkan bakatnya untuk tingkat nasional dan internasional.

Bagi Anda yang tertarik dengan AIFF dan ingin tahu lebih lanjut agenda ini bisa juga buka akun Instagram @islamicfashionfest atau menghubungi narahubung di nomor 082277096765.[]