Disparpora Aceh Besar Buka Pendaftaran Duta Wisata

DINAS Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Besar kembali membuka pendaftaran pemilihan Duta Wisata 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Agam Inong Duta Wisata Aceh Besar itu bertujuan untuk melibatkan kaum muda dalam pengembangan pariwisata di daerah itu.

Kepala Disparpora Aceh Besar Ridwan mengatakan, dalam mengembangkan pariwisata daerah pihaknya membutuhkan peran para pemuda. Karena, kaum milineal memiliki ide dan gagasan kreatif.

“Untuk menjaring pemuda-pemudi Aceh Besar yang memiliki gagasan dan ide tersebut, Disparpora Aceh Besar melakukan pemilihan Duta Wisata 2019,” sebutnya, Jumat (3/5/2019).

Pendaftarannya, kata Ridwan sudah bisa dilakukan sejak saat ini dengan mengisi format yang telah disediakan melalui formulir yang ada pada laman http://bit.ly/PDWAB-2019.

Sejumlah persyaratan yang harus diperhatikan untuk bisa mengikuti ajang ini, antara lain, pria dan wanita berusia 18-23 tahun, berdomisili di Kabupaten Aceh Besar dengan tinggi badan pria minimal 165 cm dan wanita minimal 160 cm. Selain itu, memiliki pengetahuan budaya dan pariwisata, belum menikah dan sehat jasmani serta rohani.

Bagi para calon yang sudah melengkapi berkas pendaftaran bisa mengembalikannya ke kantor Disparpora Aceh Besar di Kota Jantho atau bisa juga diantar ke Radio Flamboyant FM dan Radio Assalam UIN Ar-Raniry.

Untuk informasi lebih lanjut seputar pendaftaran bisa langsung menghubungi akun Dutarayeuk melalui Direct Message atau menghubungi Julian +62 852-7060-9912 dan Nelly +62 853-6048-8342.

22 Maret, CoE Aceh 2019 Diluncurkan di Jakarta

PEMERINTAH Aceh melalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh siap memperlihatkan kemegahan sektor pariwisatanya. Yakni melalui berbagai even yang akan digelar sepanjang 2019.

Kemegahan pariwisata Aceh akan terlihat saat launching Calendar of Event Aceh 2019, Jumat (22/3/2019) di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta.

Rencananya, kalender even yang akan dirilis ini juga akan disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya serta dihadiri Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, ekostisnya seni, budaya dan alam Aceh, akan ditebar sepanjang 2019.

“Aceh bisa menjadi destinasi pilihan di sepanjang 2019. Sebab, alam dan budayanya sangat eksotis. Akan ada banyak sekali event yang digelar di sana. Untuk merasakan atmosfer kemeriahannya, silahkan datang saat launching nanti,” tutur Rizki, Kamis (14/3/2019).

Kemeriahan yang ditawarkan Aceh sangat beragam. Ada konsep alam, budaya, sport tourism, hingga petualangan. Semuanya disajikan unik dan menarik dengan nuansa khas Aceh.

Rizki Handayani menambahkan, Aceh selalu menawarkan program unggulan.

“Aceh ini luar biasa. Mereka selalu menawarkan konsep-konsep unggulan bagi para wisatawan. Akan ada banyak pengalaman yang bisa dirasakan. Dan, semua ini tidak didapatkan di destinasi lain. Jadi mulai persiapkan perjalanan menuju Aceh,” terang Rizki.

Dari sejumlah agenda di CoE Aceh 2019, 3 diantaranya berstatus 100 Top Event Nasional, yaitu Aceh Culinary Festival, Saman Gayo Alas Festival, dan Aceh International Diving Festival. Ketiga event ini selalu menjadi magnet terbaik untuk menarik kunjungan wisatawan. Sekaligus menjadi bukti hebatnya destinasi pariwisata Bumi Serambi Mekah.

“Aceh adalah destinasi wisata yang keren. Semua aspek sangat mendukung. Memiliki 3 agenda yang masuk dalam 100 Top Event Nasional tentu luar biasa. Cermati tata waktu penyelenggaraan eventnya dari sekarang. Pastikan yang terbaik hanya ada di Aceh,” terang Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto.

Aceh Culinary Festival 2019 akan digelar 5-7 Juli. Festival ini akan menyajikan kuliner terbaik Aceh yang kaya rempah. Saman Gayo Alas Festival 2019 dihelat 18 Agustus. Festival ini akan memperlihatkan budaya Aceh. Satu budaya Aceh yang fenomenal adalah Tari Saman. Tarian ini diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

Sedangkan Aceh International Diving Festival 2019 akan dilaksanakan 6-7 Oktober. Event ini jadi spot berkumpulnya para diver dunia. Mereka berasal dari puluhan negara.

“Kami berikan komposisi terbaik dalam CoE Aceh 2019. Semua jadi representasi kekuatan pariwisata di Aceh saat ini. Semuanya dieksplorasi secara maksimal. Dari banyak event yang akan dilaunching, ada 3 yang masuk 100 Top Event Nasional. Untuk tahun ini, kami sudah siapkan banyak inovasi,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin.

Aceh mulai menjelma jadi destinasi berlibur wisatawan mancanegar. Ada sekitar 29.213 wisman yang berkunjung ke Aceh di 2018. Mereka masuk melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Dari jumlah tersebut, 24.210 orang adalah wisatawan Malaysia. Untuk wisatawan dari Eropa berjumlah 1.870 orang.

“Aceh selalu menarik untuk dikunjungi. Alam, budaya, dan kulinernya memang yang terbaik. Dengan beragam event digelar 2019, arus masuk wisman dijamin akan semakin besar. Selain atraksinya, aspek aksesibilitas dan amenitas Aceh juga sangat bagus. Aceh ini juga menjadi destinasi utama kapal pesiar dunia,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Yuk ke Sabang Akhir Maret, Ada Khanduri Laot Lho!

PEMERINTAH Kota Sabang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kembali menggelar khanduri laot festival jilid kedua yang akan berlangsung 30 Maret hingga 1 April di pelabuhan CT3 BPKS Sabang.

Pegelaran fetival budaya meulaot yang dilaksanakan selama tiga hari selain difokuskan di pelabuhan CT3, juga akan digelar pula di area teluk Sabang dan sepanjang jalan Diponegoro tepatnya di depan kantor Sekertariat Daerah Kota Sabang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang, Faisal menyebutkan, pihak pada perhelatan festival kali ini akan menghadirkan atraksi-atraksi yang lebih meriah dari tahun sebelumnya, namun tidak menghilangkan kesakralan acara tersebut.

“Tahun lalu Alhamdulillah kita sudah lakukan dengan baik dan dapat apresiasi. Jadi kali ini kita akan kemas lebih meriah, namun kita akan tetap menjaga kesakranlannya,” sebut Faisal yang didampingi Wali Kota Sabang Nazaruddin.

Kabid Kebudayaan Disparbud Kota Sabang Ramlan Yahya juga menyatakan, kegiatan khanduri laot merupakan acara tahunan yang sakral bagi masyarakat pesisir dengan menampilkan sejumlah atraksi bagi pengunjung.

“Adapun atraksi yang akan dihadirkan antara di festival ini mulai dari budaya adat meulaot, lomba memasak kuah beulangong, lomba kayoh peraho naga, pentas pesona budaya tradisi pesisir, khanduri untuk Aulia 44 dan anak yatim, dialog budaya dan silaturahmi panglima laot se-Aceh, Dike Aceh, serta pameran expo produk kreatifitas daerah pesisir,” rincinya.

Atraksi rapai daboh, seumapa seng samlako, dike geulumbang serta rapai pulot grimpheng dari Bireuen juga akan menjadi pertunjukkan yang menarik dalam festival tersebut.

Ramlan Yahya juga menyebutkan, khanduri laot festival juga akan turut dimeriahkan dengan penampilan artis Aceh seperti Rialdoni, Tangke band, Krak Band, eksibisi dari negara Malaysia, Bengkalis dan Sumatera Utara serta sejumlah penampilan menarik lainnya.

Kali Pertama, Nagan Raya Gelar Sanger Day Fest 2018

Peringatan Hari Sanger Sedunia atau International Sanger Day yang setiap tahun diperingati 12 Oktober ternyata tidak hanya santer di linimasa atau media sosial, kali ini giliran anak-anak muda Nagan Raya juga ikut merayakan hari sanger ini untuk pertama kalinya.

Pergelaran yang mengambil nama “Sanger Day Fest 2018” berlangsung sukses yang digelar di Sultan Coffee Nagan Raya, Selasa (16/10/2018).

Kegiatan yang mengangkat tema “Sanger Pemersatu Beurakah” tersebut, menurut panitia acara Rizki DP sebagai wujud kepeduliaan terhadap kuliner khas Aceh.

“Ini even perdana kita di Nagan Raya sebagai bentuk kepedulian kita terhadap minuman sanger sebagai kuliner khususnya minuman khas Aceh, selain itu ajang ini juga menjadi mempererat tali silahturahmi,” ungkap Rizki.

Menurut Rizki, Nagan Raya juga mempunyai kuliner yang sangat beragam dan hal ini telah dibuktikan juga saat adanya even akbar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang berlangsung Agustus lalu, dimana stand Nagan Raya mendapatkan juara khususnya di bidang kuliner.

“Nagan Raya terkenal dengan kuliner baik makanan khas yang tidak ditemukan di daerah lainnya, sementara minuman Sanger ini telah menjadi ikon Aceh dan termasuk minuman favorit juga disejumlah warkop-warkop di Nagan Raya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan di kabupaten yang bertajuk Rameune ini belum adanya di gelar peringatan Sanger Day, dimana acara yang digerakkan oleh komunitas di Banda Aceh telah beberapa kali diadakan di Kota Banda Aceh.

Rizki juga menambahkan dengan kerja sama tim yang kuat sehingga dapat terlaksana dengan baik.

“Saya mewakili teman-teman lainnya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Kebudayan Pariwisata Pemuda Olahraga yang telah mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepeduliaan terhadap kuliner daerah, serta kepada semua pihak seponsor yang telah mendukung jalannya acara dan unsur Muspika seperti Kapolres, Dandim 0116 dan Kejari Nagan Raya beserta jajaran yang telah hadir,” lanjutnya.

Selain itu, Rizki juga meminta maaf atas segala kekurangan baik kepada undangan dan pengunjung yang hadir mengingat, Sanger Day Fest 2018 ini baru pertama kali digelar di Nagan Raya.

Sanger Day Fest 2018 yang digelar pertama kali ini, selain agenda ngopi bareng juga ada pameran foto, serta melihat langsung proses pembuatan sanger dan penyajiannya.

Komunitas @iloveaceh sendiri ikut mengapresiasi atas dihelatnya Sanger Day Fest 2018 di Nagan Raya, Project Officer Sanger Day Fest 2018 Aulia Munizar menyebutkan, ini menjadi bukti bahwa kehadiran minuman sanger ini telah merambah ke sejumlah daerah dan telah ikut dirayakan secara bersama-sama untuk menjadi ikon minuman Aceh.

“Nama Sanger Day Fest memang telah menjadi agenda festival bersama, siapa pun bisa menggelar baik dari kalangan komunitas atau dari warkop-warkop serta cafe, yang pada intinya kita ingin sanger ini bisa terus mendunia serta menjadi ikon khas minuman yang bisa ditemukan dengan mudah di Tanah Rencong khususnya bagi wisatawan,” tutup.

Special #8thiloveaceh on Insta Story @atwitlovers

Kepopuleran media sosial Instagram memang sedang merambah generasi milenial, spot instagrammable telah menjadi sesuatu yang familiar. Momen ini pun menjadi bagian yang spesial bagi Komunitas @iloveaceh untuk merayakan usia kedelapan tahun yang jatuh bertepatan pada tanggal 23 Februari.

Tidak ada yang muluk-muluk, lewat tagar #8thiloveaceh kami ingin berbagi hal menarik dan menyapa rakan-rakan followers yang ada di IG, walaupun sudah hampir 7 tahun kita hanya fokus dengan rakan-rakan di linimasa Twitter.

Tanpa berpanjang lebar, kami mengucapkan banyak terima kasih atas waktu dan kebersamaannya bersama rakan-rakan semua yang ada di dunia daring, Twitter, Instagram, Facebook, dan lainnya yang tak mungkin bisa disebut satu per satu. Semoga silaturrahmi kita terus terjalin, bersahabat baik di dunia maya (dumay) dan berkawan baik di dunia nyata (dunya).

Ramaikan Insta Story Rakan dengan #8thiloveaceh

Yuk, ucapin selamat di Insta Story dengan tagar #8thiloveaceh dan jangan lupa tag @atwitlovers, semoga ada kejutan menarik dan jangan lupa lihat juga selengkapnya insta story kami serta @tereza1969. Sampai jumpa dan salam silaturrahmi. (ed)

Komunitas @iloveaceh #8thiloveaceh

Gelar Kopdar, GenPI Aceh Siapkan Logo Baru dan Destinasi Digital

Generasi Pesona Indonesia (GenPI) bakal kembali action. Di awal 2018, sudah ada rancangan logo baru yang sudah disiapkan. Ada juga Visit Wonderful Indonesia 2018, destinasi digital dan ajakan vote #MenangkanIndonesia di Travel+Leisure World’s Best Awards 2018 yang bakal digarap. Dan semuanya, siap dilakoni 12 Januari 2018.

“Logo GenPI Aceh akan dilaunching dalam kopdar Jumat, 12 Januari 2018 di Cafe Le More, Lampineung, Banda Aceh,” ujar Ketua Umum GenPI Aceh, Reyhan Gufriansyah, Kamis (11/1/2018).

Berbagai lintas komunitas ikut hadir di acara ini. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi, juga bakal hadir dan ikut meluncurkan logo baru GenPI tadi.

“Jadi ini nggak sekedar kumpul-kumpul. Ada tema Visit Wonderful Indonesia 2018 yang akan diangkat. Nanti juga ada pengukuhan pengurus GenPI Aceh. Dan semuanya akan bergerak bersama mengawal ajakan vote #MenangkanIndonesia di Travel+Leisure World’s Best Awards 2018,” jelasnya.

Semua rancangan tadi ikut direspon Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Reza Fahlevi. Dia mengaku happy. Makin bersemangat. Apalagi, muaranya mengarah kepada promosi dan perbaikan pariwisata Indonesia.

“Kami sangat mendukung program Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018. Ini bisa menjadi ajang sosialisasi dukungan dari komunitas digital di Aceh. Dan nantinya kita juga akan launching video TVC The Light of Aceh 2.0 yang terbaru,” sebut Reza.

Kolaborasi dengan GenPI Aceh, menurutnya akan terus dilakukan. Misinya bukan untuk hura-hura. Juga bukan ingin disebut “gaya-gayaan” biar disebut selera masa kini. Yang dikejar, menerobos proyeksi spektakuler 20 juta wisman di tahun 2019.

“GenPI Aceh selama ini banyak membantu event-event di Aceh. Dalam rangka mengisi program ViWI 2018 nanti, kita juga akan menggelar banyak even baik bertaraf nasional bahkan internasional yang menyasar wisatawan mancanegara,” sebutnya.

Kreasi kerennya bahkan sudah disiapkan. Di Aceh nanti, akan dimunculkan destinasi yang menarik untuk dipamerkan pakai foto dan video di media sosial (instagramable). Survei sudah dilakukan. Lokasinya juga sudah dipilih. Konsepnya disebut-sebut mengarah ke destinasi digital yang kerap disebut pasar-pasar Instagramable.

“Kita harap destinasi digital ini juga menjadi bagian penting untuk mendukung terciptanya destinasi baru di Aceh yang menjadi pilihan bagi wisatawan saat berada di Serambi Mekkah,” ujar Reza.

Menpar Arief Yahya sendiri mengaku senang dengan banyaknya pihak yang ikut mendukung program ViWI 2018. Baik dari pelaku industri pariwisata yang berada di pusat hingga di daerah semua kompak dalam satu visi misi, yaitu digital tourism.

“Pertama kali hanya ada di Indonesia destinasi digital yang instagramable. Dibuat foto dan video indah,” kata Menpar Arief Yahya.

Ada diferensasi yang tercipta. Kreasinya tak lagi mengusung harga murah dengan paket lengkap. Tak lagi bergantung pada event. Juga paket-paket hot deal yang menawarkan paket wisata harga murah.

“Saya meyakini Aceh bisa menciptakan destinasi digital yang keren. Hasil yang luar biasa berasal dari usaha yang tidak biasa,” papar Arief. (ed)