Turnamen Futsal Kota Naga Cup Segera Digelar

Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tapaktuan dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang ke-108 tahun akan menggelar Turnamen Futsal Kota Naga Cup 2016.

Kegiatan ini merupakan agenda pertama yang diselenggarakan oleh panitia yang mengangkat tema “Penggerak Kebangkitan dalam Keragaman Etnik Melalui Sportifitas Yang Bersolidaritas”.

Acara yang diketuai oleh Taufiq Ihya Ulumuddin akan berlangsung pada 5,7 dan 8 Mei 2016 di dua tempat, yakni lapangan Vinly Fairplay Setui untuk masa penyisihan grub dan GOR KONI Aceh pada saat memasuki babak 16 besar.

Selain itu, jelang pembukaan futas juga akan ada kegiatan donor darah. Dalam turnamen ini tersedia 36 tim yang nantinya akan menghadirkan wasit bersertifikasi lisensi. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung menghubungi 082339073759. (ed)

Turnamen   futsal   Kota   Naga   Cup

@tashasetiawan, Kapten Perempuan Pencetus Lahirnya BIGREDS Aceh

1408386448618Berbicara tentang sepakbola, pasti hampir semua dari kita setuju jikalau olahraga ini sangat identik dengan sosok kaum adam. Tapi jika melihat kisah dibalik lahirnya komunitas fansclub Liverpool di tanah Aceh, nampaknya dua jempol patut kita acungkan untuk sosok yang satu ini.

Namanya Natasha Rahmany, perempuan berzodiak cancer inilah pencetus lahirnya BIGREDS Aceh yang tepat hari ini, Selasa (19/08/2014) yang sudah menginjak tahun ke-8. Usia yang bisa dibilang tidak muda lagi bagi sebuah komunitas.

Tasha panggilan akrabnya, sejak dulu memang sudah mendukung Liverpool. Teringat, dulu beliau pernah bercerita kepada saya kalau aktivitas kerja sekalipun tidak boleh mengganggu waktunya untuk menonton tiap pertandingan klub asal kota pelabuhan tersebut di televisi.

“Dulu awalnya aku iseng maksa ngajakin kawan-kawan kantorku untuk ikut temenin aku nonton Liverpool. Eh akhirnya mereka juga ngefans sama Liverpool,” ungkapnya dengan penuh gelak tawa.

Wanita kelahiran Banda Aceh, 10 Juli 1980 ini memang tidak akan sungkan untuk melepaskan tawa jika sudah duduk satu meja bersama teman-teman BIGREDS dengan pembahasan yang tidak jauh dari Liverpool Football Club. Sosoknya yang ramah ini membuat dirinya cepat sekali akrab dengan teman-teman BIGREDS lainnya.

Isengnya Tasha mengajak kawan-kawan kerjanya untuk ikut menonton Liverpool adalah cikal bakal lahirnya BIGREDS di ujung barat Indonesia. Mereka yang awalnya hanya menemani Tasha kemudian mulai ikut jatuh cinta kepada Liverpool. Dan seterusnya hampir tidak pernah melewatkan nonton bareng Liverpool.

“Tahun 2005 sudah mulai nonbar, dan setahun setelahnya pada tahun 2006 akhirnya resmi menjadi regional. Hal itu setelah mendapat saran dari presiden BIGREDS saat itu Andhika Suksmana,” jelasnya sambil mengingat kembali.

Dan saat ini, BIGREDS Aceh sudah berusia 8 tahun. Dimana sudah banyak member yang pergi dan datang di BIGREDS Aceh, tapi Tasha tetap tinggal untuk menyambut member-member lainnya datang memperkuat fondasi BIGREDS Aceh agar lebih kokoh kedepannya.

Tasha yang friendly dan tidak pernah pelit membagi pengalaman dan nasihat kepada anggota-anggota baru di BIGREDS Aceh mengingatkan saya kepada Steven Gerrard. Sosok kapten Liverpool yang dikenal karena loyalitas dan menjadi panutan di timnya. Captain! #YNWA. (Penulis: @antoniogayo)

Selamat HUT Komunitas Fansclub @BIGREDS_Aceh #8thBigredsAceh

The greatest Reds! Thanks udah ramein dan tertib. You're awesome!Komunitas fansclub pencinta Liverpool atau yang dikenal dengan sebutan BIGREDS Aceh hari ini, Selasa (19/08/2014) merayakan hari jadinya yang ke-8.

Hal ini terlihat di akun twitternya @BIGREDS_Aceh yang berkicau dengan tagar #8thBigredsAceh tepat di pukul 00.00 WIB. Kicauan dari akun resmi BIGREDS Aceh itu pun diikuti oleh kicauan beberapa anggota BIGREDS Aceh lainnya yang juga menyisipkan poster ulang tahun ke-8.

ILATeam yang memantau hal ini, langsung menghubungi koordinator wilayah (korwil) BIGREDS Aceh, Fadhlur Rahman via layanan pesan Blackberry Messenger.

Fadhlur Rahman yang akrab disapa Bedul ini sudah aktif nonbar (nonton bareng) di musim 2010/2011. Kecintaannya terhadap Liverpool dan keinginannya untuk menyaksikan Liverpool bertanding dengan nuansa yang berbeda akhirnya menggerakan Bedul bergabung ke BIGREDS Aceh.

“Selain agar bisa bertukar ideologi dan sharing tentang Liverpool, saya juga ingin bisa selalu heboh tiap kali nonton Liverpool. Gak kayak sebelumnya yang cuman nonton sendiri,” jelasnya saat diwawancarai ILATeam, Selasa (19/08/2014).

BIGREDS Aceh yang tidak lepas dari pasang surut sejak berdirinya di tahun 2006 meninggalkan harapan besar dibenak Bedul selaku korwil BIGREDS Aceh saat ini.

“Harapannya BIGREDS Aceh tetap konsisten pada paham bahwa kita hanya supporter club, namun juga sebuah keluarga yang juga peka terhadap sosial. Serta mengubah paradigma orang tentang fans sepakbola yang rusuh,” ungkap pemilik akun twitter @DoelBedul dengan penuh harapan.

Karena tak hanya sebatas nonton bola, BIGREDS Aceh juga rutin mengumpulkan OGOT (One Goal One Thousand). Dimana satu gol yang dilesakan Liverpool ke gawang lawan berarti bernilai Rp.1000 yang dikumpulkan di akhir pertandingan. Uang tersebut akan digunakan untuk kegiatan peduli sosial, seperti sebelumnya Peduli Bencana Gunung Sinabung dan Peduli Daffa bersama @iloveaceh. (ant)

Syakir Sulaiman, Bakat Muda Pesepakbola Aceh Hadir di Jepang

Syakir Sulaiman Pemain terbaik dari Indonesia Super League (ISL), Syakir Sulaiman merasa optimistis untuk bisa bergabung dengan tim Ventrofert Kofu dari klub J-League.

Syakir sapaan akrab pria ini yang memulai kariernya bersama PSSB Bireuen (2010-2011) serta sempat berlabur semusim ke Persiraja tersebut berharap bisa tampil baik dalam sesi trial dan menunjukkan kemampuan anak desa untuk bisa bermain di luar negeri.

“Setiap pemain pasti ingin bermain di luar negeri. Ini kesempatan emas bagiku dan pembuktian bahwa pemain desa sepertiku bisa bermain di luar negeri,” jelas pemain kelahiran Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (12/12/2013) malam.

Selama masa persiapan ke Jepang, Syakir yang juga pernah menoreh sembilan gol saat bersama Persiba Balikpapan juga sempat mempersiapkan diri untuk latihan ekstra. “Aku menambah porsi latihan. Seperti latihan jogging lebih dari biasanya,” tutur pemain berusia 21 tahun ini.

Di Jepang sendiri, Syakir dijadwalkan akan berada selama empat hari untuk latihan bersama Ventforet. Selain itu, ia juga akan menjalani try out bersama pemain-pemain liga Jepang lainnya yang berstatus bebas transfer.

“Aku memiliki keinginan besar bergabung. Jepang-kan memiliki sepak bola lebih maju daripada Indonesia dan bisa bermain di luar negeri adalah kesempatan emas. Semoga aku bisa maksimal saat trial,” bebernya.

Peluang besar bagi Syakir memperkuat Ventforet memang bukan hal baru. Sebelumnya, Andik Vermansah juga pernah menjalani trial di sana, pada Oktober lalu. Sayang, kedua pihak tidak menemui kata sepakat untuk meneruskannya dengan ikatan kontrak. Andik akhirnya menjalin kesepakatan dengan klub Malaysia Super League, Selangor FA.

Selain Syakir Sulaiman, Irfan Bachdim dan Ruben Karel Sanadi rencananya juga akan mengikuti trial yang dilangsungkan mulai 14 – 17 Desember 2013. (ed)

Foto Syakir Sulaiman dan pemain lainnya

FIFA Umumkan 8 Grup Piala Dunia 2014


Suasana linimassa begitu deras, detik-detik pengambilan pot undian yang dilakukan oleh FIFA menandakan sejumlah tim dunia akan bersaing ketat dalam setiap grup. FIFA secara resmi telah menempatkan 32 negara peserta Piala Dunia 2014 Brasil ke dalam 4 pot, Jum’at (6/12/2013).

Dalam proses undian, akan ada 8 grup dengan 4 tim peserta di dalamnya yang terbentuk dari 4 pot. Sejumlah tim dunia tersebut bisa dilihat pada kota di atas.

Dalam akun resmi FIFA juga begitu sibuk pada saat pengundian tersebut, sejumlah pecinta bola dari berbagai dunia setiap menunggu status (update) terbaru.

Tidak hanya itu, jelang Piala Dunia 2014 juga ada sejumlah fakta menarik seperti dikutip dari Infostrada Sports tentang kondisi pemain, negara yang ikut serta dan masih banyak lainnya seperti disebutkan berikut ini:

  • Bosnia Herzegovina menjadi satu-satunya tim debutan pada Piala Dunia 2014.
  • Javier “Chicharito” Hernandez bisa menjadi pemain generasi ketiga yang memperkuat timnas Meksiko di Piala Dunia jika tampil di Brasil. Chicharito mengikuti jejak ayahnya, Gutierrez, dan kakeknya, Tomas Balcazar.
  • Ada 8 pemenang Piala Dunia, dan kedelapan tim itu akan tampil di Piala Dunia 2014. Mereka adalah Brasil, Uruguay, Argentina, Jerman, Italia, Inggris, Spanyol dan Prancis.
  • Ada tiga pemain yang menjadi top scorer di kualifikasi Piala Dunia 2014, Robin van Persie (Belanda), Luis Suarez (Uruguay) dan Deon McCaulay (Beliza).
  • Piala Dunia 2014 adalah perhelatan Piala Dunia ke-20. Hanya Brasil yang selalu bermain di 20 putaran final Piala Dunia.
  • Akan ada 32 tim yang tampil di putaran final Piala Dunia 2014. Jumlah 32 peserta di putaran final sudah digunakan sejak Piala Dunia 1998.
  • Jerman hanya kurang satu pertandingan untuk menggenapi 100 penampilan mereka di putaran final Piala Dunia. Sebelumnya Der Panzer sudah tampil di 99 pertandingan Piala Dunia.
  • Total ada 202 timnas yang tampil di kualifikasi Piala Dunia 2014. Jumlah itu sembilan negara lebih banyak daripada 193 negara anggota PBB.
  • Amerika Serikat menjadi negara dengan populasi terbesar yang akan tampil di Piala Dunia 2014, dengan 317 juta penduduk. Menariknya, sepakbola bukanlah olahraga utama di AS.
  • Ini adalah kali kedua Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia, setelah 1950. Ketika itu Uruguay yang menjadi juara di Piala Dunia 1950. 

Sementara itu, untuk bola yang akan digunakan nanti di Piala Dunia 2014 juga diperkenalkan pada saat proses pengundian berlangsung. Bola yang diberi nama ‘Brazuca’ ini sudah dirancang setengah tahun sebelumnya agar dapat dicoba kesempurnaannya. (ed)

Tundukkan Korea Selatan, Timnas U-19 Melaju ke Putaran Final Piala Asia

Zulfiandi dkk saat laga melawan Korea Selatan / Foto vivanews.comGaruda Jaya Indonesia akhirnya memastikan diri lolos ke putaran final AFC Cup U-19 tahun 2014 setelah berhasil menundukkan lawan sang juara bertahan Korea Selatan dengan skor ketat 3-2 dalam laga pamungkas babak kualifikasi Grup G di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (12/10/2013) malam.

Salah satu sosok pemain Timnas Indonesia U19, yakni kerjasama Evan Dimas dan kawan-kawan di lapangan menjadikan pahlawan lewat gol hat-trick yang bermain apik dengan dibantu duet Maldini Pali, sang sayap lincah dari tim Garuda Muda.

Hasil pertandingan yang berlangsung alot dan juga sempat ditunda karena hujan deras ini, membuat Indonesia memuncaki klasemen Grup G dengan 9 poin. Hasil ini memastikan Garuda Jaya melaju ke putaran final Piala Asia U-19 yang akan berlangsung tahun depan di Myanmar.

Sementara itu, Korea Selatan sebagai sang juara bertahan dan juga peraih 12 gelar event ini, hanya bisa berharap menjadi runner-up terbaik untuk menjadi pendamping tim Merah-Putih, karena hanya mengumpulkan enam poin.

Banyak sekali peluang yang tercipta selama pertandingan ‘panas’ malam tadi, sejumlah pemain dari kedua kubu juga saling menyerang dan mempertahankan. Tidak ketinggalan seperti peluang terbaik pada menit ke-25 lewat Zulfiandi (pemain PSSB Bireuen). Di kotak penalti Korea, dia berhasil mencuri bola dari kaki bek lawan yang tak sempurna mengontrol bola karena memang kondisi lapangan sangat buruk akibat genangan air.

Sayang, umpannya ke mulut gawang tak berbuah gol karena tak ada teman di sana. Dua menit berselang, Zulfiandi kembali mengancam gawang Korea lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang, bola melebar tipis di sisi kanan gawang Lee Taehui.

Hendra Sandi Gunawan (Persiraja Banda Aceh) pun akhirnya masuk menggantikan Zulfiandi dimenit-menit terakhir melawan Korea. Hingga peluit terakhir Indonesia akhirnya tetap mempertahankan skor 3-2 sampai peluit panjang ditiupkan oleh wasit asal Malaysia.

Selamat untuk Indonesia, semoga jalan perubahan ada ditangan-tangan pemuda dan bersyukurlah atas segala kemenangan dan juga apa yang akan terjadi kedepan. Bravo Garuda Jaya! (ed)