“Malam Solidaritas Untuk Diana” Digelar Sabtu Ini

welovedianaGerakan Solidaritas untuk Diana yang diinisiasi oleh berbagai komunitas di Banda Aceh baik daring maupun offiline akan segera dilaksanakan. Kegiatan puncak “Malam Solidaritas untuk Diana” akan digelar Jumat (12/4) besok siang hingga Sabtu (13/4) malam.

Pada Jumat (12/4) aksi bersama komunitas ini akan dipusatkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman setelah usai pelaksanaan shalat Jumat, yang nantinya akan ada doa bersama untuk almarhumah Diana dan ibunya serta aksi teaterikal berupa simbolik atas kedua pelaku kejahatan terhadap Diana.

Sedangkan pada Sabtu (13/4) malam akan mengambil tempat di halaman Gedung DPR Aceh di Jalan Teungku Daud Beureueh Banda Aceh yang turut diramaikan oleh sejumlah komunitas.

Inilah beberapa personal yang mewakili seniman musik, teater, penyair, dan lainnya yang akan mengisi malam puncak untuk Diana:

  • Arifin Efendi alias Arfen ’65, salah satu pemain bass grup band Metalstone di era 80-an. Arfen akan membawakan lagu balada dan puisi sebagai ungkapan kesedihan musibah yang dialami Diana dan ibunya.
  • Moritza Thaher alias Momo yang terkenal dengan lagu Pho juga akan ikut tampil.
  • Jamal Abdullah,
  • Amoba Band, salah satu partner ILA yang beberapa waktu lalu sedang mempersiapkan diri untuk latihan
  • Seuramoe Reggae, band reggae asal Aceh yang berencanan akan tampil di Bali beberapa bulan mendatang
  • Celia Cinta, penyanyi cilik Aceh yang akan membawakan lagu “Tidurku”
  • Joel Pase, penyanyi etnik asal Aceh yang akan membawakan lagu “Rateb Meutuah”
  • Reza Idria n King of Fire
  • Amalia Masturah, mahasiswi Keperawatan S1 Fakultas Kedokteran Unsyiah asal Singkil yang akan membacakan puisi untuk mendukung gerakan moral perlindungan anak
  • dan masih banyak lainnya

Untuk Anda yang ingin ikut berpartisipasi dalam aksi bersama ini bisa gabung di grup Facebook #WeloveDiana, bisa juga menghubungi rakan kami Roma Meukeutop atau Putra Rizki Youlan Radhianto.***

Waspadai Aksi Kejahatan Hipnotis di Sekitar Kita

hipnotis/istBeberapa waktu lalu, salah satu rakan #ATwitLovers melaporkan aksi kejahatan dengan modus hipnotis yang terjadi pada anggota keluarganya kepada ILA.

Aksi yang terbilang mulus ini, menimpa seorang nenek yang berada di tempat publik Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh pada hari Jumat (5/4) lalu.

“Kejadian waktu itu sebelum Ashar, saat nenek mau ke kantin di dekat RSUZA dan pelakunya itu berada dalam mobil sembari memanggil nenek saya. Dari situ nenek udah mulai tidak sadar dan pelakunya menggunakan baju dinas kantoran,” kata pemilik akun @fhyra_dws kepada ILA.

Berikut kronologi dari aksi kejahatan lewat hipnotis yang dijelaskan Fira kepada ILA:

  • Terjadi sekitar pukul 3 sore, nenek mau ke kntin di dekat RS lama, pelakunya di dalam mobil memanggil nenek, dari situ nenek sudah tidak sadar, pelakunya memakai baju dinas kntoran.
  • CCTV pada waktu itu kondisi mati disekitaran tempat keluar masuk mobil.
  • Saat dipanggil oleh pelaku, nenek sudah tidak sadar lagi dan lngsung ikut ajakan dari si pelaku.
  • Setelah itu nenek di bawa jalan naik mobilnya pelaku dengan iming-iming mau dibukakan rekening, waktu itu nenek seperti setengah sadar, tapi tidak bisa buat apa-apa.
  • Selesai dari bank, nenek diantar balik oleh pelaku ke RSUZA.
  • Pas nenek diantar balik ke RS, kata nenek pelakunya salam dan cium tangan nenek. Namun kondisi nenek pada waktu itu setelah kejadian tidak terjadi apa dari sisi fisiknya.
  • Pelakunya satu orang dan sudah berumur seperti bapak-bapak dengan kondisi badan agak gemuk dan memakai peci, mobil yang digunakan pada waktu itu Avanza berwarna silver.

Fira juga menambahkan, aksi kejahatan yang menimpa neneknya yang berumur 63 tahun ini juga sempat membuatnya was-was, walaupun neneknya sudah terbiasa sendiri kemana-mana. “Sekarang lagi marak aksi kriminal yang menghabisi nyawa korban, tapi syukurlah nenek tidak apa-apa setelah kejadian itu, ujarnya.

Jadi, waspadalah aksi kejatahan yang bisa hadir kapan saja disekitar Anda. Jika merasa sesuatu yang tidak beres di tempat publik segera laporkan pada pihak berwajib.***