#fotowarga | Melihat Aceh dari Dekat

Melihat pemandangan laut mungkin terbiasa pasir putih dan air yang biru, tapi cobalah lihat sisi lain dari laut di Lhok Mata Ie, Ujong Pancu, Aceh Besar ini. Air yang berwarna tosca dan rumput-rumput yang hijau seakan memanjakan mata dengan sensasi yang begitu rileks.
Lhok Mata Ie Ujong Pancu. Aceh Besar / @TeukuRiskyAulia
Tidak lengkap juga rasanya jika berkunjung ke Aceh, kalau belum menginjak kaki di Masjid Raya Baiturrahman. Ketentraman hati saat berada didalamnya tentu sangat berbeda. Tapi sebelumnya, nikmatilah sejenak senja saat matahari terbenam sambil mengiring langkah kaki menuju rumah Allah yang mulia ini.
Masjid Raya Baiturrahman dari sisi kanan depan / @TeukuRiskyAulia

Foto kiriman rakan @TeukuRiskyAulia untuk #ATwitLovers.***

Yuk, Intip Persiapan Malam Puncak Acara @DN7KG_USK

IMG_20130413_145055Sampailah kita di hari menuju malam puncak acara Dies Natalis ke-7 Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala. Nah mau tau bagaimana persiapan para panitia acara, pengisi acara, dan apa saja yang akan ditampilkan oleh mereka malam ini? Check it out!

Acara Malam Puncak Dies Natalis ke-7 Kedokteran Gigi, Universitas Syiah Kuala  direncanakan akan dimulai malam ini pukul 20.00 WIB (13/4), dengan mengambil tema “DENTIN” yaitu ‘Dies Natalis 7th The Incredible Dentistry Generation’. Malam ini, berbagai agenda menarik tentunya hasil kreativitas mahasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah mulai dari angkatan 2009-2012 akan siap dipentaskan.

“Akan ada penampilan berbagai macam tari seperti Ratoh Jaroe oleh Sanggar Sikat Gigi, Drama Musikal, Beatbox, Music Accoustic, dan masih banyak lagi. Acara malam puncak ini juga dihadiri oleh Dosen-dosen dan juga Dekan-dekan dari UI,” kata @syarafinarzz selaku panitia acara.

ILATeam juga sempat mewawancarai @DaraElviaRS selaku mahasiswa yang akan mengisi acara malam ini. “Dara akan menampilkan Tari Rampoe dan Music Accoustic. Hari ini sudah dari pagi Dara stay untuk persiapan malam nanti. kalau secara keseluruhan kami sudah berlatih selama 2 minggu,” sebut Dara. (mag)

“Eksekusi” Teatrikal Rongsokan di Masjid Raya Baiturrahman

Inilah beberapa foto dari aksi teatrikal yang dilakoni oleh Komunitas Teater Rongsokan IAIN Ar-Raniry di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (12/4). Aksi itu merupakan rangkaian dari malam puncak solidaritas untuk Diana, yang akan diadakan Sabtu (13/4) malam di halaman gedung DRP Aceh.

Teatrikal

Aksi Teater

Aksi Teatrikal

Foto-foto dari @IndieGem / #ILATeam

Yuk, Jadi Orang Tua Asuh Penyu

Orang tua asuh penyu / @IndieGem

Orang tua asuh penyu / @IndieGem

Ada yang menarik Jumat (12/4) sore tadi sekira pukul 17.00 WIB, jauh dari hingar bingar seperti beberapa waktu lalu saat kegiatan pelepasan tukik (anak penyu) di pantai Babah Dua Lampuuk, Aceh Besar, yang menyebabkan beberapa penyu terkena frustasi dan malah ada yang mati akibat banyaknya orang yang ikut serta menyaksikan dan mengambil beberapa tindakan diluar kewajaran.

Sore tadi ILATeam berkesempatan untuk terjun kembali ke lokasi penangkaran penyu di Lampuuk yang dibina oleh Komunitas Kawasan Bina Bahari (KABARI). Ada sekitar 30 penyu yang dilepas sore tadi menjadi seremonial terakhir dalam bulan ini, namun untuk selanjutnya akan ada ide cemerlang dari Komunitas KABARI dalam melakukan aksi penyelamatan hewan ini.

Orang tua asuh penyu, begitulah nama program dari Komunitas KABARI untuk merangkul orang-orang agar peduli dengan pelestarian penyu yang semakin hari semakin banyak diburu orang demi alasan ekonomi dan bertahan hidup.

Menurut salah satu anggota Komunitas KABARI, Yudi menyebutkan masa peneluran penyu tahun ini diperkiraan akhir tahun nanti mendekati Nopember.

“Masa penyu bertelur lagi itu sekitar bulan 11 nanti. Masih lama memang, namun tidak ada salahnya kita bertekad menjadi orang tua asuh mulai saat ini dengan mengumpulkan uang atau  rezeki agar bisa menjadi orang tua asuh penyu,” ujarnya.

Jadi Orang Tua Asuh Penyu

Hanya dengan membeli telur penyu sebesar Rp3.000 untuk ukuran telur kecil dan Rp5.000 untuk ukuran yang besar, maka Anda selangkah lagi sudah menjadi bagian dari program orang tua asuh penyu ini. Pembelian telur penyu bisa langsung dari pemburu per sarang.

Kemudian telur yang sudah di beli itu akan dirawat oleh Komunitas KABARI selama lebih kurang 50 hari masa penetasan dan setelah telur-telur yang dibeli orang tua asuh menetas, maka bersama-bersama orang tua asuh dan komunitas akan melakukan pelepasan ke alam liarnya lagi alias ke laut.

Sangat mudah bukan untuk menjadi orang tua asuh penyu? Ini adalah cara kita untuk peduli dengan kelestarian penyu di Aceh pada khususnya. Jika ingin mengetahui info lebih lanjut bisa menghubungi ILAteam (bisa mention @chairinaavriana / @IndieGem) atau langsung ke komunitas KABARI di pantai Lampuuk dan bersama kita tekadkan untuk #SaveOurSeaTurtle.***