Liputan Kuliner: @PancakeKupi Paduan Citarasa Pancake dan Kopi

Menu Pancake / @antoniogayo

Bicara soal makanan yang satu ini tentu sudah populer di kalangan penikmat kuliner rasa manis, apalagi kalau bukan pancake. Di Banda Aceh sendiri warung-warung atau cafe pancake memang terbilang masih sangat sedikit yang menyajikan menu utama pancake, kali ini #ILATeam berkesempatan untuk meliput salah satu cafe Pancake yang pertama dan satu-satunya di Banda Aceh. Ini dia laporan selengkapnya.

Diantara pertengahan pagi menjelang siang, Jumat (19/4) tim dari @iloveaceh alias #ILATeam berkunjung ke salah satu usaha kuliner baru di Banda Aceh. Terpampang namanya ‘Pancake & Kupi’.   Tempat yang semi warkop ini dengan interior cafe ini menyediakan aneka menu utama Pancake dan Kopi. Jika Anda sering melintasi jalan Lamnyong tepatnya di Jalan T. Nyak Arief No 53C atau sekitar 300 m dari Simpang Mesra akan menemukan cafe ini.

Ketika #ILATeam mengunjungi @PancakeKupi, kami langsung disuguhi berbagai menu pancake dengan nama-nama yang menarik seperti Himalaya Pancake, Chocolate Party Pancake, Pancake Cheesy Sausage dan banyak lainnya. Yang tentu tidak ketinggalan adalah menu-menu kopi seperti Kopi Aceh, Kopi Arabica Gayo, Kopi Toraja, Kopi Bali, Kopi Papua bahkan ada Kopi Rusia dan Kopi Irlandia yang disajikan dengan Vietnam Drip.

Pancake Sausage / @PancakeKupi

Pancake chocolate ice cream + segelas kopi ule kareeng / @PancakeKupi

@PancakeKupi yang dibuka Selasa (16/4) lalu ini baru saja tahap soft launching hingga malam minggu ini . Anda bisa saja mendapatkan pancakenya hanya dengan Rp5.000 rupiah di @PancakeKupi ini yang dibuka mulai dari pagi pukul 7 hingga malam hari.

Nah, tanpa harus berpikir lama, Anda bisa langsung datang dan  rasakan sendiri sensasi ragam menu pancake di warung kopi bersama teman-teman atau kerabat Anda untuk melepaskan penat dan juga santai sejenak, jangan lupa soal rasa atau lainnya langsung saja mention ke @PancakeKupi yang akan siap dilayanan dan selalu terbuka dengan pelanggan. (ed/mag)

@RisdiIrawan: Awalnya @PancakeKupi Hobi Saya Memasak

CaptureNux 2013-04-19 15.57.57

Setelah sebelumnya kita sedikit membahas tentang @PancakeKupi, Paduan Cita Rasa Pancake & Kopi. Yuk, kita mengenal ada siapa sih dibalik ramuan khas dari Pancake Kupi yang berada di Jalan T. Nyak Arief No 53C, Lamnyong, sekitar 300 m dari Simpang Mesra.

Namanya Risdi Irawan atau sering disapa Risdi. Pria kelahiran Pekanbaru yang sehari-harinya menggunakan kacamata ini adalah owner atau pemilik dari ‘Pancake & Kupi’ yang baru-baru ini menggelar soft launching.

“Awalnya sih saya memang hobi masak makanan dan @PondokBango itu juga usaha saya. Saya terinspirasi dari Kopi Pak Oey di Jakarta miliknya Pak Bondan,” sahut Risdi ketika ditanya mengenai awal dan inspirasi mendirikan usaha @PancakeKupi.

Lelaki asal kota Pekanbaru ini sudah membuka usaha pancakenya selama 3 hari sejak Selasa (16/4) lalu. “Banyak peminat Pancake di Banda Aceh mulai dari remaja bahkan sampai ibu-ibu hamil seperti yang terpantau di timeline @PancakeKupi,” tambahnya.

“Dari awal hamil ngidam pancake,,eeh udh ada aja @PancakeKupi di Banda, alhamdulilla.. ngidam bakal terpenuhi,” sebut pemilik akun @ikaadisty.

Risdi juga menambahkan, usahanya ini akan selalu menerima kritikan dan saran dari pelanggan yang sifatnya membangun. “Ada yang minta interiornya dibenahi dan ada juga pelanggan yang minta pancakenya dibesarin lagi,” jawab Risdi sambil tersenyum ketika ditanyai oleh #ILATeam. (mag)

Foto bersama @RisdiIrawan

Husnul Khatimah, #positifkanAceh Berawal dari Hal Kecil

Belajar dan bermain di TPM Tanyoe Lambirah / @indieGemAdalah di sebuah desa, Lambirah, 5 km dari jalan utama Banda Aceh-Medan di Kecamatan Sukamakmur Sibreh, Aceh Besar berdiri sebuah komunitas pengembangan pendidikan anak. Taman Pendidikan Masyarakat (TPM) Tanyoe, sebuah gerakan yang mengumpulkan berbagai latar belakang anak yang punya semangat tinggi untuk belajar.

Husnul Khatimah, yang akrab dipanggil kak Imah oleh anak-anak Lambirah merupakan founder TPM Tanyoe. Gadis enerjik ini sebenarnya adalah warga setempat yang kemudian benar-benar mempelajari kondisi sekitarnya dan memulai untuk berbuat. Dimulai dari hal kecil.

Husnul, karena saya lebih akrab memanggilnya dengan nama itu, sudah menjalankan aktivitas ini kira-kira satu tahun. Awalnya dia mengumpulkan anak-anak di desanya untuk diajak belajar kelompok, kemudian dia mengajak secara terbuka teman yang dikenalinya untuk dapat mengajari anak-anak disana.

Cukup sulit untuk mendapatkan pengajar, dikarenakan lokasi Lambirah ini jauh dari Banda Aceh. Namun Husnul tak putus asa, dia tetap berkomitmen untuk terus menjalankan aktivitas ini. Sebagian anak SMP atau SMA diberdayakan untuk dapat mengajarkan adik-adiknya.

Kegiatan di TPM Tanyoe ini sangat beragam. Dimulai dari belajar seperti kelas layaknya di sekolahan, membuat grup kecil diisi dengan permainan yang meriah, juga sesekali diadakan syukuran maulid misalnya, bahkan baru-baru ini mereka mengadakan lomba Geulayang Tunang, yaitu perlombaan menaikkan layangan yang diadakan pascapanen padi di desa tersebut.

Anak-anak disana sangat bersemangat dalam menerima pelajaran, mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh TPM Tanyoe. Mereka punya keyakinan dan percaya diri dalam belajar dan berinteraksi dengan siapapun orang baru yang datang untuk mengajari mereka. Bahasa Inggris mereka juga sudah mulai lancar, lho.

Harapannya TPM Tanyoe ini dapat menjadi inspirasi bagi anak muda Aceh untuk terus berpikir dan berbuat apapun dengan tujuan mempositifkan Aceh. Bagi teman-teman yang penasaran, ingin menjadi donatur atau pengajar, bisa langsung hubungi foundernya, Husnul Khatimah di 085277350698 atau mention di @ahhuskha. Intip juga kegiatannya di Facebook TPM Tanyoe dan Twitter @tpmtanyoe. (Devi Fitriani)