Novi Wahyuni Diduga Diculik

Novi Wahyuni

Novi Wahyuni

Novi Wahyuni, guru pendidikan anak usia dini (PAUD) Kiddos di Kelurahan Lampriet, Kuta Alam, Banda Aceh, diduga menjadi korban penculikan. Penculik minta uang tebusan Rp25 juta.

Seperti yang diberitakan metrotvnews.com, Jumat (19/4) menuliskan Nurlela, kakak korban dari Novi menyebutkan, ianya sudah tak pulang sejak 4 April 2013. Pihak keluarga sudah mencari ke mana-mana, tapi Novi tak jua ditemukan.

“Handphone-nya tak aktif,” kata Nurlela.

Belakangan, di tengah panik, menurut Nurlela, keluarga acap menerima telepon gelap, dari sang penculik. Pelaku mengancam uang tebusan harus cepat ditransfer kalau tak ingin jiwa gadis 25 tahun anak pasangan almarhum Muhammad Saleh dan Rohani, itu selamat.

Nurlela mengaku, tak bisa menyanggupi tuntutan sang penculik. Mereka tak punya uang. Kini, tambah dia, pihak keluarga berharap pihak kepolisian cepat menemukan Novi.

Sebelumnya, ILA juga pernah menurunkan #infowarga terkait hilangnya Novi yang diperkirakan menghilang sejak pukul 18:00 WIB saat pulang kantornya, Kamis (4/4). Diketahui Novi baru tinggal di Banda Aceh.

“Novi memiliki ciri-ciri dengan tinggi badan 165cm, kulit putih dan bertubuh langsing. Saat hilang pakai baju unggu, jilbab unggu, sepatu unggu dan celana hitam,” laporan dari kontributor kami @ma5a_.

Bagi Anda yang melihat atau mengetahui keberadaan Novi Wahyuni dengan ciri di atas bisa menginformasi ke nomor 085277881190 (Ella/Kakaknya Novi) atau ke 08116803811.***

Pameran @BandarBuku Digelar Kembali di Banda Aceh

bandarbuku.netPameran buku murah bakal digelar kembali oleh Bandar Publishing di Banda Aceh dengan menggandengkan 20 grup penerbit nasional dari Jogja, Bandung dan Jakarta. Pameran bertemakan “Aceh Membaca” ini diadakan sekaligus dalam rangka peringatan World Book Day (Hari Buku Sedunia) 2013.

Pameran Bandar Buku ke-2 akan berlangsung selama 10 hari terhitung mulai 27 April–6 Mei 2013 di parkiran Kedai Bandar Buku di Lamnyong, Banda Aceh. “Di Pameran Bandar Buku ke-2 ini kami memberikan potongan harga mulai 10 hingga 60 persen dari harga normalnya. Bahkan ada buku-bukunya yang harganya mulai Rp 6.000 saja,” jelas Husaini Nurdin, Ketua Pelaksana Pameran Bandar Buku ke-2 di Banda Aceh, Sabtu (20/4).

Husaini mengatakan pameran buku kali ini merupakan yang kedua kalinya diadakan oleh Bandar Publishing. “Pertengahan tahun lalu kami sudah mengadakan sekali di tempat yang sama. Dan kami sudah komit selama masih sehat dan sanggup maka untuk terus mengadakannya demi memudahkan masyarakat Aceh untuk mendapatkan buku-buku bacaannya,” sebutnya.

Dia menjelaskan, kalau pameran tahun lalu diadakan pada akhir Mei hingga 10 Juni, namun kali ini dipercepat. “Ini kami lakukan karena sekalian dalam rangka cara kami memperkenalkan Hari Buku Sedunia kepada masyarakat Aceh yang jatuh setiap 23 April,” ujarnya.

Menurutnya, pameran kali ini jauh lebih meriah dibandingkan Pameran Bandar Buku sebelumnya yang hanya diramaikan oleh penerbit dari Jogja seperti LKiS, Jala Sutra, Diva Press, Ombak, dan lain-lain. Karena mereka juga telah merangkul penerbit-penerbit dari Bandung dan Jakarta untuk ikut serta.

“Untuk kegiatan kali ini kami telah mengajak beberapa penerbit dari Bandung dan Jakarta termasuk Mizan Grup yang terdiri dari penerbit Bentang, Qanita, KaKaPeKa dan lain-lain, juga grup Ufuk Press, Pustaka Elba dan Tiga Serangkai untuk meramaikan Pameran Bandar Buku ke-2 ini,” sebutnya.

Selain buku-buku dari penerbit nasional tersebut, Husaini menyebutkan, di Pameran Bandar Buku ke-2 ini masyarakat juga akan dengan mudah mendapatkan buku-buku tentang Aceh khusus terbitan Bandar Publishing dengan harga spesial pameran.

Lebih lanjut, dia menambahkan, selain di Banda Aceh pameran tahun ini juga bakal digelar di daerah. “Kalau tahun lalu setelah di Banda Aceh kami melanjutkannya di Kampus Almuslim Bireuen. Tapi untuk kali ini yang sudah ada rencana dari kami ke kawasan pantai Barat-Selatan yakni di Kota Meulaboh. Ini sebagai bentuk program kami memudahkan masyarakat di kabupaten/kota mendapatkan buku bahan bacaannya,” pungkas Husaini. (rilis)