Ini Dia Agenda Festival Danau Lut Tawar 2013

Tema "Enjoying the Greatest Coffee Side of Lut Tawar"

Tema “Enjoying the Greatest Coffee Side of Lut Tawar”

Dalam rangka memeriahkan tahun kunjungan Visit Aceh Year 2013, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menggelar kegiatan Festival Danau Lut Tawar 2013.

Adapun rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke dataran tinggi Gayo dengan ibukota Takengon, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Inilah agenda dari Festival Danau Lut Tawar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Aceh Tengah.

  • Gerakan Bersih Danau Lut Tawar 28 April-5 Mei 2013
  • Pentas Seni Budaya Lut Tawar 25-26 Mei 2013
  • Lomba Dayung Perahu 25-26 Mei 2013
  • Pacuan Kuda Di Tepi Danau Lut Tawar 25-26 Mei 2013
  • Festival Didong Jalu Mei-Juli 2013 di Takengon
  • Pemilihan Abang Aka Takengon 13-15 Juni 2013
  • Lomba Memancing di Danau Lut Tawar 14-15 Juni 2013
  • Festival Panen Padi Resam Munoling 29-30 Juni 2013
  • Gebyar Kreativitas Perempuan Gayo, Juni 2013
  • Lomba Foto Panorama Tanoh Gayo 29-30 Juni 2013
  • Ramadhan Fair Juli-Agustus 2013
  • Parade Musisi Gayo 11 Agustus 2013
  • Pacuan Kuda Tradisional HUT RI 19-24 Agustus 2013
  • Gebyar Kemah Sapta Pesona 23-25 Agustus 2013
  • Festival Permainan Rakyat 7-8 September 2013
  • Lut Tawar MTB Challenge 25-29 September 2013
  • Lomba Renang Lintas Danau Lut Tawar 20 Oktober 2013
  • Festival Kopi Arabika Gayo 20-23 Nopember 2013
  • Closing ceremony Festival 31 Desember 2013

Demikian agendanya dalam rangka Festival Danau Lut Tawar. Informasi lanjut juga bisa unduh disini atau kunjungi laman resmi www.wisataacehtengah.com dan terima kasih juga kepada kontributor kami @SyukriTakengon atas info eventnya.***

US Embassy bersama Inmark Digital Gelar Workshop Social Media di Aceh

Workshop social media di Banda Aceh / @_ditaSetelah berhasil melakukan workshop di 4 kota besar di Indonesia, kali ini US Embassy  di Jakarta bersama Inmark Digital menggelar workshop  yang sama untuk kelimanya di Banda Aceh dengan mengangkat tema “Social Media for Tolerance and Change Campaign” yang bertempat di Aula ICT Taiwan Center Unsyiah, Sabtu (28/4).

Acara yang berlangsung luar biasa ini menghadirkan pembicara Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Ranirry, Dr. H. Syamsul Rizal, M.Ag dan juga co-founder @IDberkebun, Shafiq Pontoh (@SyafiqPontoh).

Ketua Panitia Acara Nanda dalam laporannya menyatakan bahwa antusiasme peserta di Aceh untuk mengikuti acara ini sangatlah besar. Ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 80 orang padahal kuota yang disediakan oleh panitia hanyalah untuk 30 peserta.

“Alhamdulillah, kami sangat senang melihat minat pemuda Aceh dalam mengikuti acara ini, sebenarnya panitia sampai sangat sulit dalam memilih 30 dari 80 peserta. Sehingga panita harus melakukan seleksi melalui CV peserta dan akhirnya kami menetapkan 30 peserta yang sangat luar biasa yang hadir pada hari ini,” ujar mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Unsyiah Angkatan 2009 ini.

Nanda juga menambahkan peserta yang hadir dalam workshop tersebut juga dibagi dalam kelompok-kelompok. “Sebelumnya peserta yang hadir pada hari ini telah dibagi dalam beberapa kelompok seperti, kelompok sosial, agama, etnik, ekonomi, dan budaya. Kelima kelompok ini nantinya mendisusikan isu-isu yang berkembang di Aceh saat ini dengan sesuai dengan materi yang diberikan nanti,” tegasnya.

Konsulat US Embassy perwakilan Medan, Kathryn A. Crockart yang hadir dalam workshop ini mengatakan bahwa peserta yang ikut serta hari ini masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda. “Peserta yang lulus seleksi ini disini memiliki suku yang berbeda seperti Aceh, Batak dan Papua dan memiliki latar agama yang berbeda seperti Islam dan Kristen yang nantinya diharapkan menjadi agen perubahan terhadap isu-isu yang berkembang saat ini seperti tentang toleransi dalam beragama,” sebutnya.

Pemilik @SyafiqPontoh dipenghujung acara sempat mengatakankan bahwa dari beberapa workshop yang dilakukan di 5 kota di Indonesia, Aceh merupakan kota terbaik.

“Setelah saya mendatangi beberapa kota, peserta dari Aceh langsung menunjukkan aksi yang nyata dengan mengimplementasikan materi-materi yang diberikan. Sehingga mampu membangun kampanye melalui social media, seperti @IDBeraniJujur, @IndonesiaDermawan, @Ethnic6, @ColorFullAceh, dan grup Care Movement di Facebook yang tidak saya dapatkan di kota lain dan ini sungguh luar biasa,” tutupnya. (rma/pry)