KMA-YPT Kenalkan Aceh Lewat Piasan Nanggroe

Tari Saman Gayo oleh Perwakilan Gayo Lues Jakarta / @piasannanggroeBalai Sartika Bandung sepanjang Jumat (26/4) malam menggelegar. Sebanyak 62 perempuan berjajar menampilkan tarian Likok Pulo yang dipandu syeh dan pemukul rapai. Tari Likok Pulo massal ini berhasil memukau sekitar 800 penonton yang hadir dalam acara Malam Puncak Piasan Nanggroe 2013.

Keluarga Mahasiswa Aceh Yayasan Pendidikan Telkom (KMA-YPT) dengan sukses telah menggelar pagelaran budaya Aceh yang bertemakan Malam Puncak Piasan Nanggroe 2013. Acara ini merupakan acara puncak dari beberapa rangkaian acara Piasan Nanggroe yang telah dilaksanakan semenjak bulan Maret lalu. Rangkaian acara tersebut antara lain adalah Pelatihan tari Likok Pulo massal, lomba foto dan lomba blog untuk umum dengan tema Discover Aceh, dan terakhir ditutup dengan Malam Puncak Piasan Nanggroe 2013.

Galery Piasan Nanggroe 2013Para tamu undangan yang hadir dan ikut memberi kata sambutan yaitu Ketua Yayasan Pendidikan Telkom, Johni Girsang M.Sc, Anggota DPR RI Dapil Aceh Komisi VIII, H. M. Nasir Djamil S.Ag, dan T. Zilmahram selaku Ketua Umum Keluarga Masyarakat Aceh Bandung (KAMABA). Para tamu undangan ini juga secara resmi membuka Malam Puncak Piasan Nanggroe 2013 dengan pemukulan rapai, sekaligus menutup seluruh rangkaian acara Piasan Nanggroe 2013.

Acara juga semakin meriah karena dipandu oleh Benu Buloe dan Lisyanurrahmi (Putri Indonesia Perwakilan Aceh 2011). Malam itu berbagai tarian adat Aceh disuguhkan, seperti Ranup Lampuan, Ratoh Duek dari Unit Informasi Kebudayaan Aceh IT Telkom, Rapai Geleng dari oleh Unit Kebudayaan Aceh ITB, Didong Gayo yang dibawakan oleh Unit Kesenian dan Budaya Aceh IM Telkom, Tari Kreasi oleh Sanggar Bungong Jeumpa, serta Saman Gayo yang dibawakan langsung oleh Perwakilan Gayo Lues Jakarta.

Galery Piasan Nanggroe 2013Malam Puncak Piasan Nanggroe 2013 juga mempersembahkan drama teatrikal Sultan Iskandar Muda yang ditampilkan dengan apik dan berdasarkan cerita sejarah yang faktual mengenai Sultan Iskandar Muda.

Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah sebagai salah satu wadah pemuda-pemudi Indonesia untuk melestarikan kebudayaan Indonesia yang beragam termasuk budaya Aceh. Tahun 2013 ini adalah untuk kedua kalinya acara Piasan Nanggroe dilaksanakan setelah pertama kalinya pada tahun 2011.

Beranjak dengan tema ‘Innovation of Culture’, Piasan Nanggroe 2013 akan memberikan inovasi baru dalam mempersembahkan acara pagelaran budaya yang dipadukan dengan kecanggihan teknologi. Terbukti, pada penyelenggaraan acara Malam Puncak Piasan Nanggroe 2013, terdapat display 3D Pinto Aceh, Rumoh Aceh, dan Mesjid Raya Baiturrahman yang ditampilkan di depan pintu masuk menuju bagian dalam Balai Sartika Bikasoga.

Galery Piasan Nanggroe 2013Akhirnya yang paling ditunggu-tunggu, penampilan musisi jazz nasional yang berasal dari Aceh, Tompi menutup acara malam itu dengan sempurna. Sebelum penampilan Tompi dimulai, band-band pembuka juga hadir memeriahkan acara, antara lain Hip Hop Gram Audio Family yang terbang langsung dari Banda Aceh, Milzam Beatbox & Friends, dan band acoustic Aneuk Rantau yang membawakan beberapa lagu Rafly Kande.

Selain menyanyikan satu lagu Aceh, Tompi juga membawakan beberapa lagu dari album My Happy Life dan Playful. Para penonton yang hadir sontak bernyanyi bersama. Panitia akhirnya melepas lelah di malam itu, bangga dengan acara yang berlangsung sukses, bangga dengan budaya Aceh yang akan terus diperjuangkan untuk memukau mata dunia bahwa Aceh adalah tujuan wisata yang luar biasa. Sesuai dengan tagline Visit Aceh 2013, yakni Aceh Fantastic Destination(pr)

Sampai jumpa di lain kesempatan, di Piasan Nanggroe berikutnya!!

Galery Piasan Nanggroe 2013

Abu Panton, Ulama Kharismatik Aceh Wafat Jelang Maghrib

Abu PantonTgk. H Ibrahim Bardan yang biasa disapa Abu Panton telah meninggal dunia, Senin (29/4) dalam usianya 70 tahun. Abu meninggal sekitar pukul 18.30 WIB di Rumah Sakit Materna Medan, setelah sebelumnya mendapat perawatan intensif karena penyakit yang diderita oleh Abu selama ini, yaitu tekanan darah tinggi.

Sebelumnya Abu juga sempat dirujuk ke Rumah Sakit di Penang, Malaysia. Almarhum Abu Panton akan dikebumikan di Panton Labu, Aceh Utara Selasa (30/4) di komplek Dayah Malikussaleh tempatnya selama ini memimpin.

Karya Abu Pantun

Seperti dikutip dari acehinstitute.org, Abu Panton pada masa kecilnya tidak sempat menyelesaikan Sekolah Rakyat karena rumah sekolahnya dibakar. Untung saja Abu Panton masih sempat diantarkan ke dayah sehingga telah menjadi seorang ulama dan sekaligus penulis buku “Resolusi Konflik”. Tetapi teman-teman Abu Panton, menurut keterangannya, banyak yang tidak tahu tulis baca sampai sekarang. Bayangkan bagaimana nasib bangsa kita ini jika semua penduduknya seperti teman-teman Abu Panton yang tidak dapat mengenyam pendidikan. Meminjam istilah Abu Panton kita akan menjadi “bangsa jahil”.

Pesan Abu

Dalam salah satu pengajian di Dayah Malikussaleh, Abu Panton sempat mengatakan bahwa seseorang akan kehilangan agamanya disebabkan oleh empat faktor. antara lain: tidak mengamalkan apa yang diketahui, mengamalkan apa yang tidak diketahuinya, tidak mencari tahu apa yang tidak diketahui, dan menolak seseorang yang hendak mengajari sesuatu yang tidak diketahui.

Hal ini dikarenakan manusia tidak bisa bersandar kepada diri sendiri atau pun kepada mahluk lainya, untuk mendorong hal itu manusia harus mengetahui jalan syariat serta berpegang teguh padanya, jalan syariat yang kami maksudkan disini adalah jalan yang dituntun sumbernya dari wahyu Ilahi dan sunnah Rasul. (Sulaiman Hasyim, Tgk Ibrahim Berdan (Abu Panton) Jalan Menuju Zuhud)

ILATeam Management dan seluruh keluarga besar Komunitas @iloveaceh turut berduka cita dan berbelasungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan. Selamat jalan Abu, dan semoga mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT.***