Muharram, Semangat Resolusi Tahun Baru Islam

Hijriah-Islamic-YearSekarang kita telah masuk dalam bulan Muharram, dan dengan itu pula menandakan bahwa bulan pertama dalam tahun baru kalender Hijriah. Bulan dimana yang salah satunya dari empat bulan haram, yakni Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab. Disebut haram karena keempat bulan itu sangat dihormati, dan umat Islam dilarang berperang di dalamnya.

Muharam yang berarti diharamkan atau yang sangat dihormati, memang merupakan bulan gencatan senjata atau bulan perdamaian. Hal ini menunjukkan bahwa umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh mengobarkan api peperangan jika tidak diperangi terlebih dahulu.

Ada begitu banyak esensi dari semangat Muharam ini, salah satunya adalah pengendalian diri demi terciptanya kedamaian dan ketenteraman hidup, baik secara fisik, sosial, maupun spiritual. Karena itu pula di bulan Muharam Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa sunah, yakni pada hari Asyura (hari kesepuluh di bulan ini).

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam. Dan, shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Jadi, sudahkah kita memiliki semangat baru untuk merancang dan melaksanakan hidup ini secara lebih baik? Semoga saja dengan datangnya tahun baru ini, keberkahan umur membuat kita bisa merenung kembali hikmah yang terkandung di balik peristiwa hijrah yang dijadikan momentum awal perhitungan Tahun Hijriyah.

CISAH Hadirkan Media Daring Kebudayaan

cisah-misykahCentral Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) atau “Pusat Informasi Warisan Budaya Samudra Pasai” ini meluncurkan media daring beralamat di www.misykah.com yang bertepatan dengan jatuhnya 1 Muharram 1345 H, Selasa (5/11/2013).

Dengan mengusung tagline “Dari Samudra Pasai menuju Kebudayaan Islam Asia Tenggara”, diharapkan hadirnya situs tersebut dapat membagikan beragam informasi peninggalan sejarah dan kebudayaan yang ada di kerajaan Samudra Pasai. Hal ini disampaikan oleh Redaktus Misykah, Syafar Suhada.

“Hadirnya situs ini sebagai bentuk dapat penyebaran informasi kepada masyarakat luas tentang hasil penelitian yang berhubungan dengan peninggalan Kerajaan Samudra Pasai serta kebudayaan Islam di Asia Tenggara,” sebutnya.

CISAH sendiri bergerak dibawah binaan Ustadz Taqiyuddin Muhammad, Lc yang telah melakukan sejumlah penelitian dan eksplorasi peninggalan kerajaan Samudra Pasai di Aceh Utara serta pelestarian nilai-nilai sejarah bagi masyarakat Aceh pada khususnya dan kepada masyarakat luar lainnya. (ed)