Made In Made Ikut Memeriahkan Malam Grand Opening @AcehCoffest2013

Made in Made foto bersamaMalam Grand Opening @AcehCoffest2013 Jum’at (22/13/2013) malam dimeriahkan oleh beberapa artis lokal. Mulai dari tarian kopi, seni tutur, musik tradisi, hingga musik reggae. Salah satunya adalah grup band lokal Made In Made dengan genre musik reggae.

“Made In Made  beranggotakan 8 personil terdiri dari 4 orang musik tradisi yang menampilkan alat musik Perkusi oleh Raden Bagus Permana,  Rapa’i dimainkan oleh Furqhan, dan Gendrang yang dimainkan oleh Muhammad Ridha, saxophone oleh Muhammad Rizki. Kemudian 4 personil lagi barmain musik modern”, ujar Ramadhan selaku leader skaligus vokalis Made In Made kepada @iloveaceh.

Selain itu, dand reggae asal Aceh ini akan tampil juga dalam sebuah acara musik di Thailand (12/12/2013) mendatang, memperkenalkan single mereka berjudul “Dara Aceh”, yang menceritakan hubungan negeri Aceh dengan aneuk dara. Menurut mereka filosofi lagu ini sangat dekat dengan keseharian rakyat Aceh. (che)

Ada Komunitas Musang di @AcehCoffest2013

IMG_20131123_141227Perhelatan Festival Kopi yang berlangsung mulai tanggal 22-24 November tak hanya dihadiri oleh warung kopi dan produsen kopi tapi juga dihadiri oleh Komunitas Musang Aceh.

Komunitas yang menyebut namanya Musang Lovers Aceh ini membawa sekitar 10 hewan yang tergolong ‘Nocturnal’ ini ke lokasi Banda Aceh Coffee Festival di Taman Sari. Terpantau banyak pengunjung yang tertarik untuk mengetahui tentang komunitas ini, serta tak lupa berfoto dengan musang yang mereka bawa.

“Musang itu sama dengan luwak, hanya berbeda bahasa. Kalau Luwak itu bahasa Jawa. Tujuan komunitas ini adalah untuk melestarikan musang, yang banyak diburu orang karena dianggap hama. Serta memperkenalkan kepada pengunjung bahwa musang bisa menjadi hewan peliharaan juga”, sebut Fadhil, selaku anggota aktif Komunitas Musang Lovers.

Komunitas yang beranggotakan sekitar 15 orang ini juga sering berkumpul di Blang Padang.

Bagi pengunjung yang ingin menambah pengetahuan tentang musang atau luwak bisa langsung hadir ke @AcehCoffest2013. (ant)

Penulis: M. Antonio Gayo (@antoniogayo)

Nah, Ini Kopi Sehat ala Le Parte di @AcehCoffest2013

la parteSebagian orang menghindari kopi karena takut efek kafein dapat merusak kesehatannya. Namun sebenarnya apabila takaran kopi itu pas, kafein justru dapat mencegah penyakit.

Orang yang mengonsumsi tiga sampai empat cangkir kopi reguler atau kopi decaf –dengan kadar kafein yang dikurangi– akan menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 30 persen.

Bagi Anda yang masih merasa takut dalam mengosumsi kopi tak perlu khawatir lagi. Kini pun juga telah hadir di tengah-tengah anda kopi yang sehat, Le Parte Coffee contohnya.

Dengan hanya memilih biji kopi yang berada di ketinggian 1200 diatas permukaan laut, dan hanya memetik kopi yang telah tumbuh memerah matang, kemudian di sortir kembali secara teliti tentunya.

“Piberry coffee, Longberry coffee salah satu contoh varietas kopi yang coba ditawarkan oleh La Parte. Disini kami ingin mempopulerkan kopi yang sehat eco-friendly,” papar penjaga booth Le Parte, saat @iloveaveh mewawancarai stand mereka di grand opening Banda Aceh Coffee Festival 2013 yang digelar di Taman Sari.

Meminum kopi memang telah menjadi tradisi dikalangan masyarakat Aceh. Orang tua dan anak muda, laki-laki maupun perempuan, sangat menikmati “si hitam mameh” nan menggoda ini. Tentu saja kopi dengan cara yang sehat, akan jauh lebih nikmat. Mungkin Le Parte-lah salah satu jawabanya jika ingin meminum kopi yang bisa menjaga Himahate (jantung Hati). (alf)

Gemerlap Malam Grand Opening Festival Kopi, Dipadati Pengunjung

IMG_0672 Akhirnya tiba saat yang dinanti oleh masyarakat Banda Aceh, yaitu malam pembukaan @AcehCoffest2013, Jum’at  (22/11/2013), yang dipadati pengunjung dari berbagai kalangan di Taman Sari. Malam yang merupakan penentu acara festival ini resmi dibuka juga dihadiri Kedutaan Besar dari Polandia dan Tarian Kopi untuk menyambut Walikota Banda Aceh.

Beberapa musik khas daerah serta seni tutur yang dibawakan oleh Agus PMTOH  juga turut serta memeriahkan malam grand opening @AcehCoffest2013 ini.

1001 cita rasa kopi tersaji disini  mulai dari rasa tradisional Aceh hingga yang bercita rasa Internasional bisa kita temukan juga di berbagai stand yang tersedia.

Penikmat kopi yang bukan hanya masyarakat lokal, namun dari segala penjuruh dunia juga turut hadir menikmati festival kopi pertama di Indonesia ini.

Menurut beberapa pengunjung, mereka bisa menjadikan @AcehCoffest2013 ini sebagai ajang silaturrahmi dengan teman-teman mereka.

“Festival kopi ini sangat menyenangkan, saya merasa masyarakat Aceh begitu baik dalam mengembangan cita rasa kopi dengan kualitas yang mendunia. Dan saya sangat menyukai Kopi Luwak”, ujar Caroline warga Negara Australia yang sudah lama menetap di  Banda Aceh.

Panggung dan kemeriahan khas ala Festival kopi Aceh tidak hanya ada di malam pembukaan saja, masih ada 2 hari lagi yang siap memberi penikmat kopi kejutan-kejutan lainnya. Jadi, yang belum sempat hadir masih punya waktu untuk menyaksikan sendiri @AcehCoffest2013 ini. (che/alf/tm)