Kejuaraan Aceh Diving Championship Berlangsung Meriah

Sabang Open 2014 Aceh Diving Championship / @acehdiving Kejuaran Sabang Open 2014 Aceh Diving Championship resmi di buka Jum’at (15/8/2014) kemarin. Kegiatan yang berlangsung di pantai Gapang Sabang ini di buka oleh KASDAM IM Brigjen TNI Purwadi Mukson, S. IP dilanjutkan dengan penyerahan fins secara simbolis kepada peserta yang mengikuti perlombaan oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol Endang Sunjaya.

Acara tersebut di hadiri juga oleh Walikota Sabang, Zulkifli H Adam, Kapolres Sabang, AKBP Henny Sorta Lubis SSos, Manajer PT Garuda Air Way, Nano Setiawan, Ketua Pelaksana Aceh Diving Championship, Octowandi.

Sementara itu, perlombaan untuk kategori Finswimming langsung digelar setelah pembukaan resmi kegiatan Sabang Open 2014 Aceh Diving Championship.

Selain itu, pada malamnya, para pemenang di kategori Finswimming Putra dan Putri 3000M langsung diumumkan oleh panitia. Untuk kategori Finswimming Putra 3000M, juara I di raih oleh Anwar kontingen POSSI Sabang, juara II di raih oleh M. Habibie juga berasal dari Sabang, serta juara ke III di bawa pulang oleh Syibran kontingen yang mewakili Basarnas.

Untuk Finswimming Putri 3000M, juara I berhasil di raih oleh Puja Deviana dari kontingen POSSI Aceh Utara, juara II di raih Isabelle Bouet asal Swiss, dan juara III di raih oleh Sri mulyana asal POSSI Aceh Timur.

Adapun agenda dari kejuaraan Sabang Open 2014 Aceh Diving Championship, Sabtu (16/8/2014) meliputi perlombaan untuk kategori OBA 5-Point, Perfect-Buoyancy, serta Underwater Clean-up di pantai Gapang, Sabang. Sementara itu, para peserta upacara pengibaran bendera di bawah laut Sabang sedang melakukan gladi resik untuk kesiapan besok, 17 Agustus 2014 melaksanakan upacara bendera HUT kemerdekaan RI ke-69. (alf/ed)

Enam Seniman Aceh, Raih Penghargaan di HKDA 2014

 

FfgoQwyIHari Kesenian Daerah Aceh (HKDA) yang berlangsung di taman Ratu Safiatuddin, Selasa (12/8/2014) malam, dimeriahkan oleh beberapa pertunjukkan seni. Diantaranya kolaborasi tari dari sanggar Keumala Hayati, sanggar Rampoe, dan sanggar Buana.

Tiga sanggar yang berkolaborasi itu menampilkan tarian dengan judul Air, koreografer dari seniman Kaka Zafana. Sementara itu juga ada penampilan pesona BASAJAN (Banda Aceh, Sabang, Jantho) yang menampilkan pentas seni dari Sanggar Nurul Alam dengan Tari Silat Aulia (Banda Aceh), Grup Sabang Island dengan penampilan Tari Meuneu’en Trieng (Sabang), serta dari Sanggar Bila Pasie dengan Tari Ratoeh Panyoet Meutaloe (Jantho).

HKDA tahun 2014 ini juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Idola Cilik, Rahmi Amalia. Rahmi, sapaan akrabnya, menyanyikan lagu Aceh Lon Sayang dan beberapa lagu berbahasa Aceh lainnya.

Sementara itu, dalam memperingati HKDA tahun 2014 pemerintah Aceh memberikan anugerah seni kepada beberapa seniman antara lain Azhari (Sastra), Drs. Junaidi Bantasyam, MM (teater), Djafar Ismail (Tari), M. Arief Andefa (Rupa), alm. Muhammad Yakub Makmur (Musik), dan satu kategori untuk seniman berprestasi yang didapatkan oleh Iswadi Basri.

Ketua panitia, Drs. Reza Fahlevi, M.si mengatakan, HKDA 2014 ini merupakan tahun ke-7 peyelenggaraannya sejak ditetapkan oleh Gubernur Aceh pada tahun 2007 silam.

“Tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan di taman budaya Banda Aceh. Namun tahun ini berbeda, acaranya kita buat di taman Ratu Safiatuddin. Dengan tujuan agar mengaktifkan taman ini sebagai tempat pembinaan dan pengembangan Seni dan Budaya Aceh,” ucapnya.

Gubernur Aceh, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten Keistimewaan Pembangunan dan Ekonomi Aceh Azhari Hasan, SE, M.Si mengatakan dalam kata sambutannya “kami pemerintah Aceh berharap kepada para seniman untuk menyusun konsep yang komprehensif dalam pengembangan serta pelestarian seni budaya Aceh. Kedepan, mari kita bersama-sama merawat seluruh warisan seni dan budaya dari nenek moyang kita ini,” tutupnya. (alf)

 

Hari Kesenian Daerah Aceh Digelar Malam Ini

Hari Kesenian Daerah AcehDalam rangka memperingati Hari Kesenian Daerah Aceh (HKDA), Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tahun ini kembali menggelar acara kesenian dengan mengangkat tema “Dengan Seni Kita Berbagi” yang dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin (TARASA) Banda Aceh.

Acara yang digelar Selasa (12/8/2014) malam ini akan dimulai pukul 20.30 WIB, yang salah satunya tujuannya ingin mengaktifkan kembali Taman Ratu Syafiatuddin sebagai tempat pembinaan dan pengembangan seni budaya Aceh kedepan.

Selain perhelatan kesenian daerah, salah satu agenda nantinya akan diberikan pula Anugerah Seni Budaya untuk 6 kategori penerima yang telah di seleksi oleh tim pengamat seni budaya Aceh.

Disamping itu, akan ada pula pembukaan secara resmi Pentas Seni Budaya TARASA yang akan menampilkan secara perdana Pesona BASAJAN, yakni terdiri dari Banda Aceh, Sabang, dan Jantho.

Untuk pesona BASAJAN akan menampilkan pentas seni dari Sanggar Nurul Alam dengan Tari Silat Aulia (Banda Aceh); Grup Sabang Island dengan penampilan Tari Meuneu’en Trieng (Sabang) serta dari Sanggar Bila Pasie dengan Tari Ratoeh Panyoet Meutaloe (Jantho).

Tidak ketinggalan HKDA tahun ini juga ikut dimeriahkan oleh Sanggar Keumala Hayati, Rahmi Idola Cilik dan Exhibiton Seni Kriya.

Nantinya, kegiatan Pesona BASAJAN akan rutin digelar setiap bulannya dari bulan Agustus hingga dengan November 2014 yang akan diisi juga oleh berbagai pertunjukan seni dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. (ed/alf)


Berikut Rundown Hari Kesenian Daerah Aceh 2014

  • 20.30 – 20.36 Wib Tari Peumulia Jamee
  • 20.36 – 20.39 Wib Opening MC
  • 20.39 – 20.46 Wib Pembacaan Ayat Suci Al’Quran dan dilanjutkan dengan Shalawat Badaar
  • 20.46 – 20.58 Wib Art Performing Sanggar Keumala Hayati – Kota Banda Aceh
  • 20.58 – 21.05 Wib Laporan Ketua Panitia
  • 21.05 – 21.15 Wib Film Informasi Penerima Anugerah Seni Aceh 2014
  • 21.15 – 21.47 Wib Penyerahan hadiah kepada Penerima Anugerah Seni 2014 diiringi lagu Aceh Lon Sayang
  • 21.47 – 22.02 Wib Sambutan Gubernur Aceh – dr Zaini Abdullah
  • 22.02 – 22.10 Wib Pembukaan Resmi Pentas Seni Budaya Aceh TARASA 2014, ditandai dengan pemukulan rapa’i
  • 22.10 – 22.15 Wib Pembacaan Do’a
  • 22.15 – 22.21 Wib Film Informasi Pesona BASAJAN
  • 22.21 – 22.55 Wib Pesona Basajan menampilkan kesenian, Jantho (Aceh Besar), kota Sabang dan Kota Banda Aceh
  • 22.55 – 23.00 Wib Penutup MC

Kotak Hitam Perdamaian Aceh Angkat Tema “Menonton untuk Mengingat”

Kotak Hitam Perdamaian AcehPada tanggal 15 Agustus tahun ini, masyarakat Aceh kembali memperingati penandatangan nota kesepakatan MoU Helsinki, yang menjadi penanda berakhirnya konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia (RI).

Usia Perdamaian Aceh masih sangat muda dan seperti yang dapat dibaca di beragam media, ada banyak percikan yang sewaktu-waktu bisa kembali memantik konflik. Selama ini, peringatan Perdamaian Aceh yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Aceh berisi kegiatan do’a bersama, pelepasan merpati, dan rangkaian seremonial yang dihadiri oleh para pejabat terkait.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, gerakan kolektif #BioskopuntukBNA akan mengangkat sebuah acara dalam rangka memperingati perdamaian Aceh lewat agenda Kotak Hitam Banda Aceh yang akan mengangkat tema “Menonton untuk Mengingat” .

Koordinator Lapangan, Mifta Sugesty dalam rilisnya menyebutkan, pengambilan nama kotak hitam sangat erat hubungannnya dalam melakukan penyelamatan perdamaian yang telah ada.

“Kotak Hitam di dalam dunia penerbangan merupakan suatu alat yang dapat merekam segala kejadian di dalam kokpit, sehingga ketika terjadi kecelakaan, kotak hitam ini dapat menguak penyebab terjadinya kecelakaan dan langkah yang diambil pilot dalam melakukan penyelamatan. Berangkat dari cita-cita yang serupa, kami ingin mengajak masyarakat untuk napak tilas proses perdamaian lewat film nasional dan internasional pilihan melalui acara “Kotak Hitam Perdamaian Aceh” pada tanggal 14 – 15 Agustus 2014.” terangnya.

Mifta juga menyebutkan, beberapa film yang akan diputar juga telah dipilih yang sesuai dengan tema dan terbuka gratis bagi umum. “Film yang dipilih menjadi tiga tahapan, yakni yang mampu menjelaskan proses transisi menuju perdamaian. Tiga kategori tersebut adalah: Konflik, Negosiasi, dan Pasca Konflik. Semua film akan tayang secara gratis dan tidak ada biaya bagi penonton.” jelasnya..

Selain sebagai gerakan kolektif dari #BioskopuntukBNA, pihak panitia berharap melalui kegiatan bisa mengajukan semacam ‘bioskop darurat’ di tengah-tengah ruang publik untuk mendukung adanya bioskop untuk Banda Aceh yang sesuai dengan nilai sosial budaya.

“Pasca gempa-tsunami, tidak ada satu bioskop pun yang tersisa di Banda Aceh. Layaknya pustaka, kami percaya bioskop harusnya ada untuk membuka akses terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang layak dimiliki masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan yang diselenggarakan dengan bekerjasama dengan Cinema Poetica serta Panitia Peringatan Perdamaian dari Pemerintah Provinsi Aceh ini, selain memutarkan film juga akan diadakan diskusi bersama pemantik yang telah ditentukan. (ed)


14 Agustus Tema : KonflikModerator : Liza Cici Dayani 15 Agustus Tema : NegosiasiModerator : Liza Cici Dayani 16 Agustus Tema : PerdamaianModerator : Liza Cici Dayani
Waktu : 16.30- 18.30Film 1 : Five Broken CamerasWaktu : 16.30- 18.30Film 1 : Tjoet Nya’ Dhien

(Dalam Konfirmasi)

Waktu : 16.30- 18.30Film 1 : One Day After Peace
Waktu : 20.00- 21.30Film 2 : Serial Jalan Pedang Episode Republik Maluku SelatanWaktu : 20.00- 22.00Film 2 : No Man’s LandWaktu : 20.00- 22.00Film 2 : Cahaya dari Timur – Beta

 

Upacara HUT RI di Bawah Laut Aceh, Siap Digelar

BunErWWCQAAqzamDalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69, beberapa intansi pemerintah, swasta dan komunitas pencinta selam Aceh akan mengadakan beberapa rangkaian acara di Sabang yang mengambil tema Aceh Diving Championship – Sabang Open 2014.

Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah upacara pengibaran bendera di dalam laut di kedalaman antara lima hingga 15 meter. Nantinya yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal I) Belawan Laksma TNI Pulung Prambudi. Pengibaran bendera merah putih itu sendiri akan dilaksanakan di bawah laut pantai Gapang, Sabang jam 14.00 tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara pengibaran bendera di bawah laut akan diikuti oleh 200 penyelam dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Perhelatan ini terbukan untuk umum, tetapi harus melampirkan sertifikat selam yang dimiliki jika ingin mendaftar.

Selain pengibaran bendera di bawah laut, di perhelatan ini juga diadakan perlombaan Finswimming, Perlombaan OBA – 5 point, dan Perfect-Buoyancy. Pada keseluruhan kegiatan ini akan memperebutkan hadiah juataan rupiah, trophy, voucher menginap di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, tiket Garuda Indonesia rute Banda Aceh – Jakarta (PP) dan berbagai hadiah doorprize menarik lainnya.

Sementara itu, ketua panitia Aceh Diving Championship – Sabang Open 2014 Octowandi menyampaikan bahwa kegiatan diving ini akan menjadi agenda tahunan. “Kegiatan nantinya akan menjadi agenda tetap tahunan di Aceh untuk mempromosikan potensi wisata bawah laut Aceh dan memasyarakatkan olahraga selam yang belum begtitu populer di Aceh saat ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini nantinya akan ditutup dengan Underwater Clean-up. dimana para penyelam melakukan pembersihan bawah laut secara bersama-sama. kegiatan ini sebagai bentuk dedikasi para penyelam untuk melindungi keberlangsungan hidup biota laut. (alf)

Komunitas KONCOTA Aceh Singkil Gelar Aksi Kemanusian Peduli Palestina

Komunitas KONCOTA Aceh Singkil Gelar Aksi Kemanusian Peduli PalestinaKumpulan mahasiswa Singkil angkatan 2010 dari SMU dan MAN yang tergabung dalam komunitas KONCOTA, mengadakan aksi kemanusiaan peduli Palestina dari tanggal 30 Juni – 3 Agustus 2014.

Aksi kemanusian yang dilakukan oleh mahasiswa Aceh Singkil yang tergabung dalam komunitas KONCOTA ini adalah sebuah bentuk kepedulian mereka terhadap rakyat Palestina.

Penggalangan dana yang dilakukan di beberapa tempat di Aceh Singkil dalam kurun waktu 3 hari ini berhasil dikumpulkan dana sebanyak Rp3.500.000.

Sementara itu, ketua aksi penggalangan dana untuk palestina dari mahasiswa Aceh Singkil yang tergabung dalam komunitas KONCOTA, Nanda Rizka Adiatma S.Sos menyampaikan bantuan yang mereka peroleh akan disalurkan melalui pihak ACT.

“Nantinya bantuan ini akan kami salurkan melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap). Karena aksi ini juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat tersebut,” tuturnya.

Acara puncak penggalangan dana ini akan berlangsung, pada Minggu (3/7/2014) siang, bertempat di Taman Rekreasi Cemara Indah Gosong Telaga. Nantinya akan diisi dengan beberapa orasi dari mahasiswa untuk mengajak para masyarakat Aceh Singkil peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Koncota sendiri, adalah sebuah komunitas mahasiswa di Aceh Singkil yang terbentuk sejak 2 tahun lalu. Anggota dari Koncota terdiri dari tamatan SMU dan MAN di Aceh Singkil angkatan 2010. (alf)