Perjuangan Aurez Terjun di Belantika Musik

Aurez Music_ILATeamResmi bergabung menjadi duo grup, Teuku Reza Fahlevi dan Auwi Hidayat musisi muda Aceh yang baru-baru ini meluncurkan duo Aurez akan tampil diajang Banda Aceh Coffee Festival 2014 yang akan berlangsung 18-20 November mendatang di Gedung Sosial, Banda Aceh.

Dua anak muda yang pertama sekali terjun kedunia musik dengan bersolo karir ini berasal dari kota Lhokseumawe. Baik Reza maupun Awi –panggilan akrabnya– perjuangannya untuk terjun ke dunia tarik suara dan bermusik tidaklah mudah. Sering tampil dari cafe ke cafe dan acara pentas musik dengan honor seadanya, Reza dan Awi pun tak patah semangat untuk terus menekuni dunia tarik suara.

“Jadi musisi yang saat itu nampil sendiri-sendiri sulit sekali. Main gitar sendiri, nyanyi sendiri. Mana dibayar seadanya lagi. Saya juga sering memanfaatkan Youtube untuk memposting lagu yang saya cover,” kenang Reza sambil tertawa.

Usaha dan semangat Reza untuk terus menggapai mimpinya menjadi musisi yang bisa melahirkan karya-karya terbaik tidak pernah surut, penuh perjuangan keras.

Pemuda yang handal memetik senar gitar ini, naik turun panggung untuk terus mengasah kemampuannya saat tampil bersolo karir dulu. Tak hanya perjuangan itu yang dijalani Reza, ia juga sering mengcover sejumlah lagu-lagu hits mancanegara dan nasional yang sering diunggah ke jejaring sosial, Youtube.

“Lewat Youtube, mungkin karya-karya selama ini yang ada kurang bisa mendapatkan masukan dari penonton,” sebut pemilik akun @tereza_1969.

Begitupun dengan Awi, pemuda yang kini aktif kuliah di jurusan Informatika Universitas Malikulsaleh ini menuturkan, perjuangannya dalam dunia musik penuh jalan berliku. Pemuda berkaca mata yang jago bermain piano dan gitar secara otodidak ini memiliki perjuangan setali tiga uang juga dengan Reza.

“Bermain musik dan bernyanyi itu sudah menjadi hobi saya. Walaupun kuliah bukan di jurusan kesenian, tapi kecintaan saya kepada musik cukup besar. Sama seperti Reza, perjuangan saya juga cukup melelahkan. Tapi saya yakin, kalau punya kemauan dan kerja keras yang kuat kita pasti bisa,” sebut Awi.

Kini dua anak muda yang bergabung menjadi duo grup, Aurez yang terbentuk beberapa waktu resmi berada dibawah payung ILATeam Management terus mendapat kesempatan tampil diberbagai ajang acara. Salah satunya, Aurez tampil memukau pengunjung saat mengisi pertunjukan musik di event #SangerDay yang digelar bula Oktober lalu. Penampilan Aurez pada waktu itu mampu membius penonton dengan suguhan musik akustik yang mereka mainkan. Tak ayal, kini Aurez sudah mendapat tempat dibelantika musik Aceh.

Lewat manajernya, Dara Elvia RS mengatakan Aurez yang baru dibentuk ini semoga terus melejit dibelantika musik Aceh dan berharap bisa sampai ke nasional. terlebih musisi duo group saat ini di Aceh masih sangat jarang ditemui.

“Kita bentuk Aurez untuk meramaikan dunia musik di Aceh. Saat ini kan di Aceh belum ada musisi duo, makanya kita coba bentuk Aurez. Semoga musik-musik yang dimainkan Aurez terus bisa mendapat tempat dihati penikmat musik dan masyarakat Aceh,” katanya.

Kehadiran duo Aurez dibelantika musik ternyata semakin memudahkan langkah Reza dan Awi menggapai mimpinya berkarya di dunia tarik suara. Rencananya pada 20 November mendatang, Aurez akan tampil di ajang Banda Aceh Coffee Festival 2014. Penasaran dengan aksi panggung dari dua pemuda ini? Yuk, saksikan mereka di Banda Aceh Coffee Festival. (alf/ed)

Malam Penutupan @AcehCoffest2013 : @Seuramoe_Reggae Launching Joget Sareng Kopi

soeramoeTampil dengan gayanya yang khas, Suramoe Reggae hipnotis para penggemar mereka di malam penutupan Banda Aceh Coffee Festival di Taman Sari, Minggu (24/11/2013) malam.

Grup band yang beraliran reggae ini tampil memukau penonton dengan 6 hits andalannya. Band yang dimotori oleh Teuku Andi sebagai leader vocal ini membuat para penonton berhamburan mendekati panggung untuk berjoget dan menikmati setiap bait lagu dari pemilik akun resmi @Seuramoe_Reggae.

Saat lagu lincah dinyanyikan para fans Seuramoe Reggae semakin girang sembari terus berjingkrak-jingkrak menikmati musik reggae.

“Hay mamens… mari kita memperkenalkan ke mata dunia kalau kita punya kopi yang luar biasa. Hay mamens… kopi kita ini buat kita damai bahagia,” teriak Andi yang sebagai vocal, hingga membuat penonton bertepuk tangan sambil mengikuti gerakan Andi.

Di tengah-tengah lagu lincah, tiba-tiba Andi berhenti… “mamens, belum lengkap kalau kita tidak memperkenalkan joget sareng kopi. Ikuti gerakan aku mamens, lengkungkan tangan kiri seperti sedang menggengam gelas, lalu angkat tangan kanan seperti sedang menuangkan kopi kedalam gelas,” sontak semua penonton pun mengikuti gerakan Andi.

Setelah dengan sukses menghibur para fans dan penonton, @iloveaceh mencoba mewancarai @Seuramoe_Reggae di booth artis. “Joget sareng kopi itu spontan, karena melihat antusiasnya masyarakat terhadap festival kopi ini, maka dari itu kami ingin membuat masyarakat merasa terhibur dengan joget sareng kopi tersebut, dan tentu saja dengan iringan lagu-lagu kami,” tutur Andi.

Mereka juga punya harapan lebih terkait acara tahunan Banda Aceh Coffee Festival ini.

“Harapan kami, dengan adanya festival kopi yang di gelar tahunan ini, semoga kopi aceh semakin terus mendunialah. Dengan begitu semakin membuat perekonomian masyarakat kita bagus,” tutup band Reggae yang liriknya banyak mengangkat sisi-sisi sosial ini. (alf)

Penulis : Alfath Asmunda ( @alfaaaath )

Made In Made Ikut Memeriahkan Malam Grand Opening @AcehCoffest2013

Made in Made foto bersamaMalam Grand Opening @AcehCoffest2013 Jum’at (22/13/2013) malam dimeriahkan oleh beberapa artis lokal. Mulai dari tarian kopi, seni tutur, musik tradisi, hingga musik reggae. Salah satunya adalah grup band lokal Made In Made dengan genre musik reggae.

“Made In Made  beranggotakan 8 personil terdiri dari 4 orang musik tradisi yang menampilkan alat musik Perkusi oleh Raden Bagus Permana,  Rapa’i dimainkan oleh Furqhan, dan Gendrang yang dimainkan oleh Muhammad Ridha, saxophone oleh Muhammad Rizki. Kemudian 4 personil lagi barmain musik modern”, ujar Ramadhan selaku leader skaligus vokalis Made In Made kepada @iloveaceh.

Selain itu, dand reggae asal Aceh ini akan tampil juga dalam sebuah acara musik di Thailand (12/12/2013) mendatang, memperkenalkan single mereka berjudul “Dara Aceh”, yang menceritakan hubungan negeri Aceh dengan aneuk dara. Menurut mereka filosofi lagu ini sangat dekat dengan keseharian rakyat Aceh. (che)

Ada Komunitas Musang di @AcehCoffest2013

IMG_20131123_141227Perhelatan Festival Kopi yang berlangsung mulai tanggal 22-24 November tak hanya dihadiri oleh warung kopi dan produsen kopi tapi juga dihadiri oleh Komunitas Musang Aceh.

Komunitas yang menyebut namanya Musang Lovers Aceh ini membawa sekitar 10 hewan yang tergolong ‘Nocturnal’ ini ke lokasi Banda Aceh Coffee Festival di Taman Sari. Terpantau banyak pengunjung yang tertarik untuk mengetahui tentang komunitas ini, serta tak lupa berfoto dengan musang yang mereka bawa.

“Musang itu sama dengan luwak, hanya berbeda bahasa. Kalau Luwak itu bahasa Jawa. Tujuan komunitas ini adalah untuk melestarikan musang, yang banyak diburu orang karena dianggap hama. Serta memperkenalkan kepada pengunjung bahwa musang bisa menjadi hewan peliharaan juga”, sebut Fadhil, selaku anggota aktif Komunitas Musang Lovers.

Komunitas yang beranggotakan sekitar 15 orang ini juga sering berkumpul di Blang Padang.

Bagi pengunjung yang ingin menambah pengetahuan tentang musang atau luwak bisa langsung hadir ke @AcehCoffest2013. (ant)

Penulis: M. Antonio Gayo (@antoniogayo)

Nah, Ini Kopi Sehat ala Le Parte di @AcehCoffest2013

la parteSebagian orang menghindari kopi karena takut efek kafein dapat merusak kesehatannya. Namun sebenarnya apabila takaran kopi itu pas, kafein justru dapat mencegah penyakit.

Orang yang mengonsumsi tiga sampai empat cangkir kopi reguler atau kopi decaf –dengan kadar kafein yang dikurangi– akan menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 30 persen.

Bagi Anda yang masih merasa takut dalam mengosumsi kopi tak perlu khawatir lagi. Kini pun juga telah hadir di tengah-tengah anda kopi yang sehat, Le Parte Coffee contohnya.

Dengan hanya memilih biji kopi yang berada di ketinggian 1200 diatas permukaan laut, dan hanya memetik kopi yang telah tumbuh memerah matang, kemudian di sortir kembali secara teliti tentunya.

“Piberry coffee, Longberry coffee salah satu contoh varietas kopi yang coba ditawarkan oleh La Parte. Disini kami ingin mempopulerkan kopi yang sehat eco-friendly,” papar penjaga booth Le Parte, saat @iloveaveh mewawancarai stand mereka di grand opening Banda Aceh Coffee Festival 2013 yang digelar di Taman Sari.

Meminum kopi memang telah menjadi tradisi dikalangan masyarakat Aceh. Orang tua dan anak muda, laki-laki maupun perempuan, sangat menikmati “si hitam mameh” nan menggoda ini. Tentu saja kopi dengan cara yang sehat, akan jauh lebih nikmat. Mungkin Le Parte-lah salah satu jawabanya jika ingin meminum kopi yang bisa menjaga Himahate (jantung Hati). (alf)

Gemerlap Malam Grand Opening Festival Kopi, Dipadati Pengunjung

IMG_0672 Akhirnya tiba saat yang dinanti oleh masyarakat Banda Aceh, yaitu malam pembukaan @AcehCoffest2013, Jum’at  (22/11/2013), yang dipadati pengunjung dari berbagai kalangan di Taman Sari. Malam yang merupakan penentu acara festival ini resmi dibuka juga dihadiri Kedutaan Besar dari Polandia dan Tarian Kopi untuk menyambut Walikota Banda Aceh.

Beberapa musik khas daerah serta seni tutur yang dibawakan oleh Agus PMTOH  juga turut serta memeriahkan malam grand opening @AcehCoffest2013 ini.

1001 cita rasa kopi tersaji disini  mulai dari rasa tradisional Aceh hingga yang bercita rasa Internasional bisa kita temukan juga di berbagai stand yang tersedia.

Penikmat kopi yang bukan hanya masyarakat lokal, namun dari segala penjuruh dunia juga turut hadir menikmati festival kopi pertama di Indonesia ini.

Menurut beberapa pengunjung, mereka bisa menjadikan @AcehCoffest2013 ini sebagai ajang silaturrahmi dengan teman-teman mereka.

“Festival kopi ini sangat menyenangkan, saya merasa masyarakat Aceh begitu baik dalam mengembangan cita rasa kopi dengan kualitas yang mendunia. Dan saya sangat menyukai Kopi Luwak”, ujar Caroline warga Negara Australia yang sudah lama menetap di  Banda Aceh.

Panggung dan kemeriahan khas ala Festival kopi Aceh tidak hanya ada di malam pembukaan saja, masih ada 2 hari lagi yang siap memberi penikmat kopi kejutan-kejutan lainnya. Jadi, yang belum sempat hadir masih punya waktu untuk menyaksikan sendiri @AcehCoffest2013 ini. (che/alf/tm)