Tingkatkan SDM Kepariwisataan, Disbudpar Sasar Pelajar di Banda Aceh

DALAM rangka meningkatkan kompetensi serta pengembangan sumber daya manusia (SDM), Kementerian Pariwisata RI bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar pelatihan dasar SDM yang melibatkan ratusan siswa yang ada di Banda Aceh di Hotel Grand Aceh, Kamis (25/4/2019).

Kegiatan yang bertemakan kepariwisataan Goes to School ini dibuka secara langsung oleh Kadisbudpar Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh Suburhan.

“Masa depan sebuah daerah sangat ditentukan oleh generasi muda, terlebih lagi terkait pentingnya pariwisata sehingga kegiatan seperti saat ini harus dimulai diberikan pemahaman kepada pelajar dan siswa,” ucap Suburhan dalam sambutannya.

Salah satu upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah Aceh, sebut Suburhan, khususnya dalam mempertahankan eksistensi dalam mendatangkan wisatawan ke Aceh, yakni dengan membentuk SDM yang berkualitas.

“Kita mengharapkan peserta pelatihan nantinya mampu memahami akan pentingnya pengembangan pariwisata, baik dalam mempromosikan, kesadaran akan pariwisata, dan lain sebagainya melalui pelatihan-pelatihan, workshop dan sosialisasi seperti yang sedang kita laksanakan saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suburhan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenpar sehingga dapat terlaksananya kegiatan ini.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah Aceh, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Kemenpar yang telah mendukung penuh kegiatan ini, dan semoga dengan adanya pelatihan ini pariwisata Aceh dapat berkembang ke arah yang lebih baik,” sebutnya.

‘Street Fashion’ jadi Tema Aceh Islamic Fashion Festival Tahun Ini

KEHADIRAN sejumlah agenda-agenda menarik dalam kalender even Aceh 2019 tidak hanya sekedar aktraksi wisata dan menariknya serangkaian agenda kreatif juga hadir untuk menarik minat pelaku usaha industri kreatif.

Dalam kesempatan kali ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh siap menggelar kembali Aceh Islamic Fashion Festival (AIFF) 2019 yang masuk dalam Calendar of Event Aceh 2019.

Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Irmayani menyebutkan, adanya kegiatan AIFF sebagai bentuk untuk memperkenalkan para desainer hebat yang ada di Aceh kepada masyarakat luas.

“AIFF juga bisa menjadi bagian penting dalam rangka meningkatkan industri fesyen muslimah yang ada di Aceh,” pungkasnya.

Irmayani selaku panitia utama penyelenggaraan AIFF juga mengajak semua pecinta fesyen desain Aceh terutama dalam bidang street fashion untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini.

“Berbagai rangkaian acara menarik sudah kita siapkan untuk mendukung para desainer muda dan berbakat yang ada di Aceh agar terus berkreasi sehingga eksistensi masyarakat Aceh di bidang fesyen dapat terealisasikan positif dan mampu meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

AIFF sendiri akan digelar 19-21 April mendatang di Taman Bustanussalatin, sejumlah rangkaian telah dipersiapkan mulai dari Fashion Bazar, yang akan diikuti oleh lebih dari 30 desainer fesyen mode dari seluruh Aceh.

Lomba Fashion Designer dan Modelling juga akan ikut meramaikan AIFF yang diperuntukkan untuk tingkat SMA/SMK dan mahasiswa yang ada di Aceh.

“Lomba ini sendiri, nantinya peserta akan melalui beberapa tahap penilaian, hasil desain juga akan dibuat dalam bentuk pakaian jadi untuk ditampilkan dalam fesyen show serta dipilih tiga juara utama,” kata Irmayani.

Agenda lainnya yang juga tidak kalah menarik di AIFF tahun ini juga akan menghadirkan fashion talkshow bersama Zaskia Sungkar, sehingga nantinya para desainer di Aceh untuk dapat terus termotivasi, berkarya dan mengembangkan bakatnya untuk tingkat nasional dan internasional.

Bagi Anda yang tertarik dengan AIFF dan ingin tahu lebih lanjut agenda ini bisa juga buka akun Instagram @islamicfashionfest atau menghubungi narahubung di nomor 082277096765.[]

Launching Calender of Event 2019, Ini Harapan Plt Gubernur Aceh

PEMERINTAH Aceh secara resmi meluncurkan Calender of Event (CoE) Aceh 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat (22/3/2019) malam.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, peluncuran tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah Aceh dalam mendukung kemajuan budaya dan pariwisata Aceh.

“Launching CoE Aceh 2019 adalah bukti kesungguhan kami mendukung pencapaian program pemerintah melalui kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia,” kata Nova.

Nova menyebutkan, CoE Aceh 2019 dibagi dalam 2 (dua) segmen utama, yaitu 10 Top Event Aceh dan 90 Event Unggulan Aceh. Dari 10 Top Event Aceh 2019, tiga di antaranya masuk dalam “100 Calendar of Events Wonderful Indonesia 2019” yaitu Aceh Culinary Fest 2019, Saman Gayo Alas Fest dan Aceh Diving Fest.

“Semua atraksi wisata tersebut kami persembahkan kepada wisatawan melalui semangat branding wisata Aceh “The Light of Aceh” serta co-branding wisata nasional “Wonderful Indonesia” kebanggaan kita bersama,” kata Nova.

Sebagai destinasi wisata halal dunia, Aceh juga menjadi salah satu destinasi wisata halal melalui standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI).

Dengan status tersebut, kata Nova, pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya usaha Pemerintah memperoleh peringkat I pada GMTI 2019. Salah satu upaya dilakukan adalah membenahi komponen Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi.

Khusus aksesibilitas, Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai pembenahan, seperti pembangunan jalan tol Banda Aceh–Sigli, pembangunan destinasi wisata baru, serta sarana pendukung lainnya.

Untuk itu, Nova meminta agar Menteri Pariwisata membantu percepatan pembangunan dan aksesibilitas yang mendorong sektor Pariwisata Aceh dan juga nasional seperti penambahan Rute penerbangan baru, yaitu Banda Aceh–Phuket, Sabang–Phuket, dan Banda Aceh–Singapura.

Khusus untuk Sabang, Nova meminta agar pemerintah pusat membangun Bandara Komersil dan Pelabuhan Kota Sabang.

“Kiranya Bapak Menteri berkenan supaya dari 10 destinasi wisata Nasional di Indonesia, agar bisa ditambah 1 lagi yaitu Sabang, dan untuk ini, kami mohon dukungan Bapak Menteri untuk Pembangunan baru pelabuhan udara International Sabang dalam rangka percepatan konektivitas ke Phuket, Langkawi dan Andaman Nicobar,” ungkapnya.

22 Maret, CoE Aceh 2019 Diluncurkan di Jakarta

PEMERINTAH Aceh melalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh siap memperlihatkan kemegahan sektor pariwisatanya. Yakni melalui berbagai even yang akan digelar sepanjang 2019.

Kemegahan pariwisata Aceh akan terlihat saat launching Calendar of Event Aceh 2019, Jumat (22/3/2019) di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta.

Rencananya, kalender even yang akan dirilis ini juga akan disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya serta dihadiri Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, ekostisnya seni, budaya dan alam Aceh, akan ditebar sepanjang 2019.

“Aceh bisa menjadi destinasi pilihan di sepanjang 2019. Sebab, alam dan budayanya sangat eksotis. Akan ada banyak sekali event yang digelar di sana. Untuk merasakan atmosfer kemeriahannya, silahkan datang saat launching nanti,” tutur Rizki, Kamis (14/3/2019).

Kemeriahan yang ditawarkan Aceh sangat beragam. Ada konsep alam, budaya, sport tourism, hingga petualangan. Semuanya disajikan unik dan menarik dengan nuansa khas Aceh.

Rizki Handayani menambahkan, Aceh selalu menawarkan program unggulan.

“Aceh ini luar biasa. Mereka selalu menawarkan konsep-konsep unggulan bagi para wisatawan. Akan ada banyak pengalaman yang bisa dirasakan. Dan, semua ini tidak didapatkan di destinasi lain. Jadi mulai persiapkan perjalanan menuju Aceh,” terang Rizki.

Dari sejumlah agenda di CoE Aceh 2019, 3 diantaranya berstatus 100 Top Event Nasional, yaitu Aceh Culinary Festival, Saman Gayo Alas Festival, dan Aceh International Diving Festival. Ketiga event ini selalu menjadi magnet terbaik untuk menarik kunjungan wisatawan. Sekaligus menjadi bukti hebatnya destinasi pariwisata Bumi Serambi Mekah.

“Aceh adalah destinasi wisata yang keren. Semua aspek sangat mendukung. Memiliki 3 agenda yang masuk dalam 100 Top Event Nasional tentu luar biasa. Cermati tata waktu penyelenggaraan eventnya dari sekarang. Pastikan yang terbaik hanya ada di Aceh,” terang Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto.

Aceh Culinary Festival 2019 akan digelar 5-7 Juli. Festival ini akan menyajikan kuliner terbaik Aceh yang kaya rempah. Saman Gayo Alas Festival 2019 dihelat 18 Agustus. Festival ini akan memperlihatkan budaya Aceh. Satu budaya Aceh yang fenomenal adalah Tari Saman. Tarian ini diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

Sedangkan Aceh International Diving Festival 2019 akan dilaksanakan 6-7 Oktober. Event ini jadi spot berkumpulnya para diver dunia. Mereka berasal dari puluhan negara.

“Kami berikan komposisi terbaik dalam CoE Aceh 2019. Semua jadi representasi kekuatan pariwisata di Aceh saat ini. Semuanya dieksplorasi secara maksimal. Dari banyak event yang akan dilaunching, ada 3 yang masuk 100 Top Event Nasional. Untuk tahun ini, kami sudah siapkan banyak inovasi,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin.

Aceh mulai menjelma jadi destinasi berlibur wisatawan mancanegar. Ada sekitar 29.213 wisman yang berkunjung ke Aceh di 2018. Mereka masuk melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Dari jumlah tersebut, 24.210 orang adalah wisatawan Malaysia. Untuk wisatawan dari Eropa berjumlah 1.870 orang.

“Aceh selalu menarik untuk dikunjungi. Alam, budaya, dan kulinernya memang yang terbaik. Dengan beragam event digelar 2019, arus masuk wisman dijamin akan semakin besar. Selain atraksinya, aspek aksesibilitas dan amenitas Aceh juga sangat bagus. Aceh ini juga menjadi destinasi utama kapal pesiar dunia,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Ada Peringatan Tsunami Jepang di Banda Aceh

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Museum Tsunami Aceh kembali menggelar peringatan bencana gempa dan tsunami 11 Maret yang terjadi di Sendai, Jepang.

Koordinator Museum Tsunami Hafnidar menyebutkan, peringatan delapan tahun tsunami ini dilaksanakan oleh museum bersama komunitas Aceh-Jepang yang setiap tahun rutin diperingati.

“Alhamdulillah dan penuh syukur, kita bersama komunitas kembali dapat menggelar peringatan tsunami sebagai bentuk belajar dari pengalaman untuk dapat mengurangi dampak resiko bencana,” sebut Hafni saat memberikan laporan kegiatan, Senin (11/3/2019).

Museum Tsunami Aceh, kata Hafni bukan sebatas museum sejarah alam dan juga museum umum pada umumnya, namun sebagai tempat khusus memorial museum yang bermanfaat bagi preservasi, riset, dan komunikasi untuk edukasi bencana.

“Museum Tsunami selalu terbuka untuk aktivitas anak muda termasuk peringatan hari ini, dan kita akan selalu mengedepankan kerja sama dalam hal pembelajaran dimana pun bencana itu terjadi karena semua orang berhak mendapatkatn edukasi untuk kesiapsiagaan bencana,” jelas Hafni.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin yang juga hadir dalam peringatan tsunami Jepang ini juga memberikan apresiasi atas berhasilnya diselenggarakan acara peringatan tsunami tersebut di Aceh.

“Aceh dan Jepang memilik memori yang sama terhadap bencana tsunami. Adanya kegiatan peringatan ini menjadi bagian dari saling mengingat dan berbagi pengalaman bencana dan pascabencana sebagai bentuk pesahabatan dua negara,” ujar Jamal dihadapan undangan yang hadir termasuk Konsulat Jenderal Jepang di Medan Mr. Takeshi Ishi.

Jamaluddin juga mengucapkan terima kasih atas komunitas-komunitas Aceh dan Jepang yang telah membangun dan membina hubungan baik dengan sesama.

“Saya mewakili masyarakat Aceh, berharap dan berdoa agar masyarakat Jepang terus kuat dan kita dapat belajar bersama tanpa batas waktu untuk terus siaga bencana,” harap Jamal.

Tiga SKPA di Aceh Tampil dalam Indonesia Expo 2018 Jeddah

PAMERAN tunggal Indonesia Expo 2018 kembali hadir yang berlangsung di Jeddah International Exhibition & Convention Center, Arab Saudi, yang kali ini Pemerintah Aceh kembali ambil bagian melalui tiga SKPA, yakni Disperindag Aceh, Disbudpar Aceh.

Kegiatan ini dibuka secara resmi olehKonsul Jenderal RI Jeddah, Herry Saripuddin, Rabu (28/11/2018) malam pukul 19.00 waktu KSA yang nantinya akan berakhir 1 Desember mendatang.

Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Aceh dalam kegiatan expo ini juga mengikutsertakan 2 produsen produk ekspor yaitu Koperasi Produsen Arisarina berupa produk Kopi Arabika Gayo dan Aroma Food berupa produk makanan olahan ikan.

Stand yang berbalut dengan branding The Light of Aceh tersebut juga menyuguhkan ragam destinasi unggulan untuk pasar mancanegara yang dikemas langsung oleh Disbudpar Aceh.

Selain itu sajian kopi Arabika Gayo menjadi primadona bagi pengunjung expo, serta sejumlah paket wisata unggulan juga menjadi lirikan warga setempat.

Tidak hanya itu, DPMPTSP yang juga bagian dari penanaman modal ini juga membagikan informasi terkait investasi yang tersedia di Aceh bagi sejumlah investor yang hadir dalam pameran tersebut.

Plt Kadisbudpar Aceh yang diwakili Kabid Pemasaran Rahmadhani menyatakan, partisipasi Pemerintah Aceh pada berbagai event pameran/expo dianggap penting dengan menghadirkan pengusaha dalam rangka memperkenalkan Aceh dengan ragam produk unggulannya.

“Partisipasi Pemerintah Aceh dalam expo ini tidak hanya memperkenalkan Aceh sebagai tujuan investasi dunia dan ragam produk unggulan Aceh, tapi juga sebagai salah satu destinasi wisata halal terbaik dunia versi International Travel Week (ITW),” sebutnya.

Salah seorang pengunjung stand Aceh Intesar Andullah dari Arab Saudi merasa senang dan terkejut dengan penampilan dekor booth Aceh yang memiliki karakter budaya yang Islami.

“Stand Aceh sungguh indah dengan dekorasi unik dan berlatar belakang mesjid, termasuk juga ragam produk dengan penampilan pemandu stand yang berpakaian khas daerah,” ungkapnya sambil menikmati makanan khas Aceh yang disajikan gratis.[]