Aceh Lon Sayang in Style of Keroncong

Bagi Anda penikmati lagu keroncong mungkin sudah tidak asing lagi dengan La Paloma, ya grup musik orkes keroncong asal Padang ini sudah terkenal luas seantero nusantara dan pernah menyempatkan diri untuk roadshow ke Aceh beberapa tahun lalu.

Grup musik yang dirintis dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang Sumatera Barat tersebut juga pernah membawakan lagu Aceh Lon Sayang dengan begitu apik.

Namun, yang tak kalah menarik, lagu legend karya dari T. Djohan dan Anzib Lamnyong ini juga dicoba aransemen ulang oleh musisi sekaligus YouTuber asal Aceh, Tereza.

“Ini tantangan bagi saya untuk menyanyikan lagu Aceh dengan logak yang meudok, konsepnya ini memang in style of Keroncong,” ujar Tereza disela-sela membuat video klip beberapa waktu lalu.

Tereza berharap, dengan lagu Aceh Lon Sayang ini bisa kembali membangkitkan semangatnya untuk berkarya dan tentunya menjadi motivasi bagi musisi muda di Aceh untuk terus produktif. (ed)

Teuku Reza Fahlevi

Duo @AurezMusic Cover Lagu Bastille Berjudul “Pompeii”

Ditengah kesibukan menggarap single terbarunya, dua Aurez yang terdiri dari Auwi Hidayat Ilyas (Auwi) dan Teuku Reza Fahlevi (Reza) tak lepas untuk terus berkreasi dengan meng-cover sejumlah lagu-lagu hit yang sedang naik daun.

Setelah tampil menjadi bintang tamu disalah satu panggung kegiatan ektrakurikuler SMA di Aceh Besar beberapa waktu lalu, Aurez kerap menghabiskan waktu di studio untuk proses rekaman dan mixing.

Dibalik layar, personil Aurez yang kini terpisah jarak tidak menyia-nyiakan waktu untuk berdendang dengan petikan akustik.

Tere dan Auwi diwaktu senggang / ILACrewLagu terbaru yang di cover duo Aurez kali ini adalah dari grup band Bastille yang berjudul “Pompeii”. Alunan permainan akustik dan olah vokal dari duo muda asal Aceh ini terbilang unik, tentunya Anda harus melihat sendiri.

Selain kesibukan membuat single terbaru, lewat akun Twitter @AurezMusic juga kerap berinteraksi dengan sesama followers untuk memberikan ide dan tembang yang bisa mereka bawakan selanjutnya lewat kanal YouTube.

Konsistensi menyapa penikmat musik akustik, tak ayal membuat duo Aurez ini punya keluarga baru alias fans yang datang dari sejumlah daerah di Indonesia. Lewat kecekatan mereka di media sosial, Aurez Family (@fans_aurez) muncul sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap karya-karya mereka dibelantika musik Indonesia. Sukses buat Aurez. (ed)

Yuk Hijrah di Video Klip Terbaru @CNNiken

Setelah tahun lalu menerbitkan single berbahasa Aceh “Prang Sabi”, kali ini Cut Nyak Niken atau sering disapa Nong Niken kembali merilis single terbarunya berjudul “Hijrah”.

Dalam lagu Hijrah ini, Niken berkisah tentang hijrahnya perasaan seseorang yang sedih dan berusaha untuk move on dari masalah hidupnya.

“Dari judulnya hijrah memang sudah menceritakan, keadaan yang tadinya sedih berusaha tetap tegar dan ikhlas untuk bisa tetap bahagia,” pungkas dara kelahiran Lhokseumawe ini.

Video klip yang berdurasi 5 menit 2 detik tersebut merupakan project kedua Niken bersama ILATeam Management yang digarap secara indie dengan pengambilan gambar beberapa sudut keindahan alam di Aceh dibantu oleh Informatic Movie Maker (IMM) Production.

“Niken rasa Aceh itu banyak sekali tempat yang bisa membuat hati tenang dan sejuk, apalagi lagi suasana dari single ini mengajak kita berjelajah Aceh, setidaknya bisa jadi pilihan Niken untuk mempromosikan keindahan alamnya,” sebut penyanyi yang sempat masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2014 lalu.

Foto Nong Niken

Niken mengaku tidak begitu repot untuk pembuatan video klip Hijrah ini, walaupun kondisi cuaca pada waktu itu lagi musim hujan.

“Pengambilan gambarnya sangat singkat, awalnya memang sedikit repot dengan kondisi cuaca, tapi selama 2 hari saya bersama teman-teman ILATeam dan IMM akhirnya bisa menyelesaikan pengambilan gambar dibeberapa lokasi dan tempat wisata di Aceh,” tambah pelantun lagu Negeri Laskar Pelangi ini.

Sementara itu, Niken juga berencana akan mengeluarkan mini album yang salah satunya memuat single terbarunya Hijrah. “InsyaAllah nanti aka nada mini album, khusus untuk Hijrah akan kita edarkan ke beberapa stasiun TV lokal yang menayangkan program musik dangdut,” ujarnya. (che/ed)

Perjuangan Aurez Terjun di Belantika Musik

Aurez Music_ILATeamResmi bergabung menjadi duo grup, Teuku Reza Fahlevi dan Auwi Hidayat musisi muda Aceh yang baru-baru ini meluncurkan duo Aurez akan tampil diajang Banda Aceh Coffee Festival 2014 yang akan berlangsung 18-20 November mendatang di Gedung Sosial, Banda Aceh.

Dua anak muda yang pertama sekali terjun kedunia musik dengan bersolo karir ini berasal dari kota Lhokseumawe. Baik Reza maupun Awi –panggilan akrabnya– perjuangannya untuk terjun ke dunia tarik suara dan bermusik tidaklah mudah. Sering tampil dari cafe ke cafe dan acara pentas musik dengan honor seadanya, Reza dan Awi pun tak patah semangat untuk terus menekuni dunia tarik suara.

“Jadi musisi yang saat itu nampil sendiri-sendiri sulit sekali. Main gitar sendiri, nyanyi sendiri. Mana dibayar seadanya lagi. Saya juga sering memanfaatkan Youtube untuk memposting lagu yang saya cover,” kenang Reza sambil tertawa.

Usaha dan semangat Reza untuk terus menggapai mimpinya menjadi musisi yang bisa melahirkan karya-karya terbaik tidak pernah surut, penuh perjuangan keras.

Pemuda yang handal memetik senar gitar ini, naik turun panggung untuk terus mengasah kemampuannya saat tampil bersolo karir dulu. Tak hanya perjuangan itu yang dijalani Reza, ia juga sering mengcover sejumlah lagu-lagu hits mancanegara dan nasional yang sering diunggah ke jejaring sosial, Youtube.

“Lewat Youtube, mungkin karya-karya selama ini yang ada kurang bisa mendapatkan masukan dari penonton,” sebut pemilik akun @tereza_1969.

Begitupun dengan Awi, pemuda yang kini aktif kuliah di jurusan Informatika Universitas Malikulsaleh ini menuturkan, perjuangannya dalam dunia musik penuh jalan berliku. Pemuda berkaca mata yang jago bermain piano dan gitar secara otodidak ini memiliki perjuangan setali tiga uang juga dengan Reza.

“Bermain musik dan bernyanyi itu sudah menjadi hobi saya. Walaupun kuliah bukan di jurusan kesenian, tapi kecintaan saya kepada musik cukup besar. Sama seperti Reza, perjuangan saya juga cukup melelahkan. Tapi saya yakin, kalau punya kemauan dan kerja keras yang kuat kita pasti bisa,” sebut Awi.

Kini dua anak muda yang bergabung menjadi duo grup, Aurez yang terbentuk beberapa waktu resmi berada dibawah payung ILATeam Management terus mendapat kesempatan tampil diberbagai ajang acara. Salah satunya, Aurez tampil memukau pengunjung saat mengisi pertunjukan musik di event #SangerDay yang digelar bula Oktober lalu. Penampilan Aurez pada waktu itu mampu membius penonton dengan suguhan musik akustik yang mereka mainkan. Tak ayal, kini Aurez sudah mendapat tempat dibelantika musik Aceh.

Lewat manajernya, Dara Elvia RS mengatakan Aurez yang baru dibentuk ini semoga terus melejit dibelantika musik Aceh dan berharap bisa sampai ke nasional. terlebih musisi duo group saat ini di Aceh masih sangat jarang ditemui.

“Kita bentuk Aurez untuk meramaikan dunia musik di Aceh. Saat ini kan di Aceh belum ada musisi duo, makanya kita coba bentuk Aurez. Semoga musik-musik yang dimainkan Aurez terus bisa mendapat tempat dihati penikmat musik dan masyarakat Aceh,” katanya.

Kehadiran duo Aurez dibelantika musik ternyata semakin memudahkan langkah Reza dan Awi menggapai mimpinya berkarya di dunia tarik suara. Rencananya pada 20 November mendatang, Aurez akan tampil di ajang Banda Aceh Coffee Festival 2014. Penasaran dengan aksi panggung dari dua pemuda ini? Yuk, saksikan mereka di Banda Aceh Coffee Festival. (alf/ed)