@tashasetiawan, Kapten Perempuan Pencetus Lahirnya BIGREDS Aceh

1408386448618Berbicara tentang sepakbola, pasti hampir semua dari kita setuju jikalau olahraga ini sangat identik dengan sosok kaum adam. Tapi jika melihat kisah dibalik lahirnya komunitas fansclub Liverpool di tanah Aceh, nampaknya dua jempol patut kita acungkan untuk sosok yang satu ini.

Namanya Natasha Rahmany, perempuan berzodiak cancer inilah pencetus lahirnya BIGREDS Aceh yang tepat hari ini, Selasa (19/08/2014) yang sudah menginjak tahun ke-8. Usia yang bisa dibilang tidak muda lagi bagi sebuah komunitas.

Tasha panggilan akrabnya, sejak dulu memang sudah mendukung Liverpool. Teringat, dulu beliau pernah bercerita kepada saya kalau aktivitas kerja sekalipun tidak boleh mengganggu waktunya untuk menonton tiap pertandingan klub asal kota pelabuhan tersebut di televisi.

“Dulu awalnya aku iseng maksa ngajakin kawan-kawan kantorku untuk ikut temenin aku nonton Liverpool. Eh akhirnya mereka juga ngefans sama Liverpool,” ungkapnya dengan penuh gelak tawa.

Wanita kelahiran Banda Aceh, 10 Juli 1980 ini memang tidak akan sungkan untuk melepaskan tawa jika sudah duduk satu meja bersama teman-teman BIGREDS dengan pembahasan yang tidak jauh dari Liverpool Football Club. Sosoknya yang ramah ini membuat dirinya cepat sekali akrab dengan teman-teman BIGREDS lainnya.

Isengnya Tasha mengajak kawan-kawan kerjanya untuk ikut menonton Liverpool adalah cikal bakal lahirnya BIGREDS di ujung barat Indonesia. Mereka yang awalnya hanya menemani Tasha kemudian mulai ikut jatuh cinta kepada Liverpool. Dan seterusnya hampir tidak pernah melewatkan nonton bareng Liverpool.

“Tahun 2005 sudah mulai nonbar, dan setahun setelahnya pada tahun 2006 akhirnya resmi menjadi regional. Hal itu setelah mendapat saran dari presiden BIGREDS saat itu Andhika Suksmana,” jelasnya sambil mengingat kembali.

Dan saat ini, BIGREDS Aceh sudah berusia 8 tahun. Dimana sudah banyak member yang pergi dan datang di BIGREDS Aceh, tapi Tasha tetap tinggal untuk menyambut member-member lainnya datang memperkuat fondasi BIGREDS Aceh agar lebih kokoh kedepannya.

Tasha yang friendly dan tidak pernah pelit membagi pengalaman dan nasihat kepada anggota-anggota baru di BIGREDS Aceh mengingatkan saya kepada Steven Gerrard. Sosok kapten Liverpool yang dikenal karena loyalitas dan menjadi panutan di timnya. Captain! #YNWA. (Penulis: @antoniogayo)

Selamat HUT Komunitas Fansclub @BIGREDS_Aceh #8thBigredsAceh

The greatest Reds! Thanks udah ramein dan tertib. You're awesome!Komunitas fansclub pencinta Liverpool atau yang dikenal dengan sebutan BIGREDS Aceh hari ini, Selasa (19/08/2014) merayakan hari jadinya yang ke-8.

Hal ini terlihat di akun twitternya @BIGREDS_Aceh yang berkicau dengan tagar #8thBigredsAceh tepat di pukul 00.00 WIB. Kicauan dari akun resmi BIGREDS Aceh itu pun diikuti oleh kicauan beberapa anggota BIGREDS Aceh lainnya yang juga menyisipkan poster ulang tahun ke-8.

ILATeam yang memantau hal ini, langsung menghubungi koordinator wilayah (korwil) BIGREDS Aceh, Fadhlur Rahman via layanan pesan Blackberry Messenger.

Fadhlur Rahman yang akrab disapa Bedul ini sudah aktif nonbar (nonton bareng) di musim 2010/2011. Kecintaannya terhadap Liverpool dan keinginannya untuk menyaksikan Liverpool bertanding dengan nuansa yang berbeda akhirnya menggerakan Bedul bergabung ke BIGREDS Aceh.

“Selain agar bisa bertukar ideologi dan sharing tentang Liverpool, saya juga ingin bisa selalu heboh tiap kali nonton Liverpool. Gak kayak sebelumnya yang cuman nonton sendiri,” jelasnya saat diwawancarai ILATeam, Selasa (19/08/2014).

BIGREDS Aceh yang tidak lepas dari pasang surut sejak berdirinya di tahun 2006 meninggalkan harapan besar dibenak Bedul selaku korwil BIGREDS Aceh saat ini.

“Harapannya BIGREDS Aceh tetap konsisten pada paham bahwa kita hanya supporter club, namun juga sebuah keluarga yang juga peka terhadap sosial. Serta mengubah paradigma orang tentang fans sepakbola yang rusuh,” ungkap pemilik akun twitter @DoelBedul dengan penuh harapan.

Karena tak hanya sebatas nonton bola, BIGREDS Aceh juga rutin mengumpulkan OGOT (One Goal One Thousand). Dimana satu gol yang dilesakan Liverpool ke gawang lawan berarti bernilai Rp.1000 yang dikumpulkan di akhir pertandingan. Uang tersebut akan digunakan untuk kegiatan peduli sosial, seperti sebelumnya Peduli Bencana Gunung Sinabung dan Peduli Daffa bersama @iloveaceh. (ant)