Pesan Waled Nu untuk Mahasiswa Aceh FOBA Jakarta

Pengurus Wisma Mahasiswa Aceh FOBA Jakarta melakukan kunjungan silaturrahim dengan pimpinan Dayah Umul Aiman Samalanga, Tgk. H. Nuruzzahri atau yang akrab disapa Waled Nu, Jum’at (14/4/2017).

Dalam kunjungan tersebut, Ikhsan Efendi selaku Ketua Umun FOBA menyampaikan beberapa hal terkait Wisma FOBA yang merupakan satu-satunya asrama aset Masyarakat Aceh yang berada di Jakarta, dan meminta nasehat untuk Mahasiswa yang merantau di Jakarta.

Di dalam ruang kerja utamanya, Waled menyambut ramah para pengurus dan berpesan pada mahasiswa Aceh di jakarta supaya tetap menjaga ke Acehannya dengan mempertahankan militansi beragama Islam secara kaffah.

Waled Nu yang pernah mengunjungi dan melihat langsung kondisi wisma juga berpesan kepada pengurus yayasan dan tokoh masyarakat Aceh di Jakarta untuk segera menyelesaikan polemik FOBA serta menyegerakan proses renovasi asrama yang memang sudah tak layak dengan meminta bantuan Pemerintah Aceh.

Hal itu diharapkan agar anak-anak mahasiswa bisa fokus menyelesaikan pendidikannya di Jakarta dan secepat mungkin kembali ke Aceh untuk mengabdi membangun Nanggroe. (ed)

KAGURA dan Produk UKM Aceh Tampil di Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia

Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) merupakan acara bergengsi di kalangan mahasiswa yang menekuni dunia wirausaha. Acara ini diadakan setiap tahun oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan pada tahun ini Universitas Brawijaya Malang merupakan tuan rumah dari kegiatan tersebut.

Kegiatan yang telah diadakan sejak tanggal 16 November yang lalu ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengambangkan jiwa wirausaha pada kalangan mahasiswa Indonesia. Diharapkan nantinya mahasiswa yang telah mendapat gelar tidak hanya tampil sebagai sarjana pencari kerja, tetapi juga tampil sebagai sarjana pencetak lapangan pekerjaan.

Dalam Expo KMI mahasiswa universitas dari seluruh Indonesia berkumpul memamerkan produk-produk wirausaha, promosi, membangun jaringan usaha, bertukar ide bisnis kreatif, sharing dengan wirausahawan sukses, dan ajang untuk mengembangkan semangat kewirausahaan.

Tidak ketinggalan, Aceh juga mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Wulan dan Masrura merupakan dua dari beberapa mahasiswa yang mewakili Aceh dalam kegiatan ini. Mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala ini sangat senang dan bangga dapat mewakili Aceh di event nasional.

“Kami di sini memamerkan produk-produk UKM khas Aceh agar produk UKM khas Aceh dapat dikenal luas oleh masyarakat seluruh Indonesia,” tutur Wulan mahasiswi asal Takengon tersebut.

KAGURA merupakan salah satu produk yang dipamerkan pada expo KMI ini. Produk UKM lain yang juga ikut dipamerkan pada kegiatan ini diantaranya ada Burak (Bumbu Rujak Kawista), Piyoh, Amla Fruit Tea, Alubu Food Bumbu Mie Aceh dan Minyeuk Pret.

Bahkan mahasiswa asal Aceh yang berada di Malang khusus meluangkan waktu dan berbondong-bondong datang menuju stand perwakilan Aceh untuk ikut memberikan dukungan kepada tanah kelahiranya. Mereka menyatakan bahwa KAGURA, Alubu Food Bumbu Mie Aceh dan Amla Fruit Tea merupakan produk yang paling mereka buru, karena cita rasa produk tersebut sedikit dapat mengobati rasa rindu mereka akan kampung halaman. (huluq)

kagura-dan-produk-ukm-aceh-lain-tampil-di-expo-kewirausahaan-mahasiswa-indonesia

Tiga Mahasiswa Aceh Terpilih dalam Kegiatan Kapal Pemuda Nusantara 2016

Setelah melewati tahapan proses seleksi yang cukup ketat, 3 mahasiswa yang berasal dari Prodi Ekonomi Pembangunan Muhajiburrahman, Prodi Teknologi Hasil Pertanian Maulidiya Izzati, dan Prodi Teknik Industri Ichwan terpilih mewakili Aceh dalam Kegiatan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) atau dikenal juga dengan nama lain Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail Karimata 2016.

Kapal Pemuda Nusantara merupakan salah satu program dari Kementrian Pemuda dan Olahraga, Kementrian Kelautan dan Perikanan, bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dalam upaya menanamkan nilai-nilai dunia bahari yang potensial jika diberdayakan lebih optimal dan serius.

Pemuda pemudi yang lolos seleksi program KPN dari masing-masing Provinsi di seluruh Indonesia serta perwakilan pemuda dari negara se-ASEAN akan bergabung untuk bersama-sama berlayar mengarungi samudra dengan menggunakan kapal perang dan melakukan sejumlah kegiatan di beberapa tempat yang disinggahi.

“Kegiatan ini luar biasa bagi saya, jiwa nasionalisme kita sebagai pemuda Indonesia akan dibuktikan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membuat kita akan sadar betapa kecilnya kita sebagai makhluk ciptaanNya, dan betapa luas kebesaranNya,” ucap perempuan yang akrab disapa Molly.

Kegiatan Sail Indonesia ini dimulai sejak 2009 yaitu Sail Bunaken tahun 2009, Sail Banda tahun 2010, Sail Wakatobi-Belitong tahun 2011, Sail Morotai tahun 2012, Sail Komodo tahun 2013, Sail Raja Ampat tahun 2014, Sail Tomini tahun 2015, dan Sail Karimata pada tahun 2016 ini.

Pada tahun 2016 Sail rute yang akan mereka lewati yaitu dimulai dari Jakarta – Belinyu – Dabo Singkep – Pulau Bintan – Tarempa – Pulau Laut (pulau terluar) – Pulau Serasan – Pontianak – Karimata Kayong – dan akan kembali ke Jakarta. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari ini akan dimulai pada September-Oktober 2016 mendatang.

“Senang sekali bisa menjadi perwakilan Aceh dan punya kesempatan untuk belajar mengenai potensi kelautan dan bertemu dengan seluruh pemuda dari 34 provinsi lainnya,” ungkap Ichwan.

Kegiatan yang akan mereka lakukan dikapal meliputi diskusi, kegiatan kelompok, olahraga, homestay di rumah keluarga angkat, kegiatan kemasyarakatan, pergelaran seni budaya, dan masih banyak kegiatan lainnya.

“Bangga sekali rasanya dapat menjadi bagian dalam kegiatan ini, semoga perjalanan kami nanti dapat memberikan konstribusi positif setelah pulang dari kegiatan Sail Karimata ini,” ucap Muha.

Untuk mengetahui seperti apa perjalanan mereka mengelilingi indonesia dapat dilihat di akun instagram @ayokelaut.

“Semoga kegiatan ini nanti kami dapat berbagi Aceh dimana saja dan pulang dengan sejuta ilmu baru yang akan kami bagikan di Nanggroe tercinta,” harap mereka. (ed)

Tiga Mahasiswa Aceh Terpilih dalam Kegiatan Kapal Pemuda Nusantara 2016