Mantan Ketua DPR Aceh Dukung Hari Kepedulian #2612CareDay

Mantan Ketua DPRA Hasbi Abdullah / ILAcrewMantan Ketua DPRA Aceh 2009-2014, Hasbi Abdullah menyempatkan diri untuk berkunjung ke stand lintas komunitas disela-sela puncak peringatan 10 tahun gempa dan tsunami yang digelar di Lapangan Blangpadang, Jum’at (26/12/2014).

“Saya pribadi mendukung gerakan lintas komunitas seperti ini, apalagi ini bentuk apresiasi kita masyarakat Aceh untuk dunia,” jelasnya kepada @iloveaceh.

Hasbi juga menyebutkan, Pemerintah Aceh juga harus siap membantu kedepan dengan adanya gerakan lintas komunitas seperti ini. Apalagi diprakarsai oleh anak muda dari Aceh.

“Saya rasa kita harus bantu, pemerintah juga demikian. Intinya Aceh harus bisa berubah lebih baik ke depan, terlebih pasca sepuluh tahun tsunami ini,” tutur. (ed)

‘Tsunami Aceh’ Jadi Trending Topic di Indonesia

Musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh satu dekade silam, membuat mata dunia terbuka pada daerah paling barat di Indonesia ini. Peringatan bencana gempa dan tsunami tersebut akan berlangsung, Jum’at (26/12/2014) pagi di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Dari pantauan @iloveaceh, Kamis (25/12/2014) malam, linimasa Twitter ramai membicarakan  tentang tsunami Aceh hingga menembus trending topic Indonesia lewat pencarian kata “Tsunami Aceh”.

Di Indonesia, perbincangan dilinimasi Twitter tentang Aceh baru kali ini bisa menembus trending topic. Hal itu berlangsung sampai pukul 23.20 WIB. Selain itu beberapa tagar tentang 10 tahun stunami Aceh juga ikut meramaikan linimasa Twitter. Semisal tagar #10thnTsunami dan juga #2612CareDay.

Peringatan musibah gempa dan tsunami Aceh dihadiri oleh wakil Presiden Jusuf Kalla. Tamu-tamu dari berbagai negara yang dulu pernah membantu Aceh juga akan ikut serta dalam peringatan tersebut. (alf)

Teater Rakyat Aceh Pada Peringatan #10thnTsunami

Sanggar Meurak Jeumpa akan menghadirkan “Teater Rakyat Aceh” pada peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh mendatang, Sabtu (27/12/2014) malam bertempat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Penanggung jawab panggung, Tejo kepada @iloveaceh, Kamis (25/12/2014) menyebutkan, Sanggar Merak Jeumpa yang berasal dari Krueng Mane, Aceh Utara ini siap menampilkan kesenian tradisional Aceh yang terkenal di tahun 70-an. Kesenian ini juga menghadirkan alat musik khas Aceh yaitu Mob-Mob Aceh atau biasa disebut biola Aceh.

“Saya harap melalui partisipasi Sanggar Meurak Jeumpa pada peringatan Tsunami ini mampu mewakili ungkapan terima kasih kepada dunia yang telah membantu kebangkitan Aceh,” tutupnya (che)

Sejumlah Negara Akan Hadiri Peringatan #10thnTsunami

SebanyPersiapan 10 tahun tsunamiak 34 negara akan hadiri puncak peringatan 10 tahun tsunami Aceh pada 26 Desember 2014, bertempat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

“Kamis kemarin, sudah ada 34 negara yang akan mengirimkan perwakilannya dalam peringatan ini. Panitia juga masih terus mempersiapkan sejumlah agenda peringatan 10 tahun bencana gempa dan tsunami ini,” ungkap Tomi Mulia Hasan selaku panitia peringatan 10 tahun tsunami.

Tomi juga menambahkan bahwa acara puncak untuk mengenang bencana gempa dan tsunami ini terpusat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

“Upacara peringatan 10 tahun tsunami kita pusatkan di Blang Padang, mulai dari pagi yang bisa disaksikan secara live juga di televisi,” sebutnya.

Sementara itu, sekitar 115 undangan telah disebarkan oleh Gubernur Aceh kepada seluruh kedutaan besar negara sahabat dan organisasi dunia untuk berpartisipasi dalam seluruh rangkaian acara peringatan satu dekade tsunami ini melalui Kementrian Luar Negeri. (che)

Intip Persiapan Peringatan 1 Dekade Tsunami Aceh

10Memperingati 1 (satu) dekade bencana Tsunami di Aceh dengan berbagai kegiatan, pemerintah Aceh hampir merampungkan segala bentuk persiapan jelang hari H pada tanggal 25-28 Desember 2014 bertempat dibeberapa lokasi, seperti di Museum Tsunami, Masjid Raya Baiturrahman, serta Lapangan Blang Padang Banda Aceh.

Sejumlah agenda telah dipersiapkan, mulai dari persiapan Zikir, do’a serta tausyiah yang dipandu oleh Syekh Ali Jaber hingga malam apresiasi dan seni kepada para relawan dan dunia yang telah banyak membantu pembangunan di Aceh pasca Tsunami.

“Kegiatan tambahan yang menjadi agenda ialah galeri foto bencana gempa dan tsunami, malam kesenian dan budaya hingga lomba lari maraton 10K,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi.

Sebagai wujud terima kasih kepada dunia, Aceh juga akan menghadirkan sejumlah perwakilan negara bantuan bencana gempa dan tsunami untuk memberikan mereka apresiasi di Malam Apresiasi 10 Tahun Tsunami Aceh.(che)

#TweeTalk: Berbagi Kisah Inspiratif Pasca Bencana Tsunami Bersama @AnyakArmstong

Silaturrahmi ke kediaman Anyak di Lhoknga / ILATeamPeringatan #9thTsunami di Aceh, Kamis (26/12/2013) yang berlangsung aman disejumlah daerah telah menarik perhatian seluruh elemen masyarakat. Di sejumlah daerah memperingati 9 tahun bencana Tsunami dengan cara yang berbeda-beda, termasuk yang dilakukan oleh @iloveaceh dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini @iloveaceh menghadirkan segmen #TweeTalk untuk #ATwitLovers. Sebuah program #TweeTalk sendiri adalah interaksi langsung beberapa narasumber yang bersedia berbagi kisah inspiratif pasca bencana tsunami 9 tahun lalu via twitter.

Salah satunya adalah @AnyakArmstong –akun pribadi Anyak- yang merupakan istri dari artis/musisi Jono personil band Gugun Blues Shalter, yang langsung #ILATeam temui di Desa Weu Raya, Lhoknga.

Anyak bercerita banyak perihal dampak bencana tsunami di Aceh yang dialami keluarganya. Pada saat terjadinya gempa dan tsunami 24 Desember 2004 silam, dia sedang berada di Jakarta bersama anak dan suaminya. Anyak mendapat kabar bahwa telah terjadi bencana tsunami di Aceh dari salah satu abangnya lewat telpon yang berhasil selamat dari gulungan ombak raksasa dan berada di daerah aman dataran tinggi.

Ibu dari 3 anak ini kehilangan sebagian besar keluarganya mulai dari orangtua, serta semua saudara perempuannya namun, 4 orang abangnya berhasil selamat dari bencana tersebut. “Seminggu setelah kejadian Tsunami itu, suamiku langsung terbang ke Aceh menggunakan pesawat Hercules dan tinggal di camp pengungsian karena rumah orangtuaku sudah rata dengan tanah,” jelas Anyak.

Anyak menambahkan bahwa setelah kejadian Tsunami di Aceh, dia dan keluarga kecilnya menetap sementara di London, Inggris daerah asal suaminya (@nyep_nyep) selama 4 tahun. Dan kemudian mereka kembali menata hidup di Jakarta. Anyak juga menuturkan harapannya untuk Aceh agar Aceh bangkit pasca bencana Tsunami dan terus menciptakan lapangan pekerjaan.

“Aceh harus berhenti korupsi. Mari kita terus berbagi dan menebarkan cinta kepada sesama, selalu berbuat baik,” sebut pemilik akun @AnyakArmstong ini.

Kedatangan #ILATeam ke kediaman Anyak selama berada di Banda Aceh ini, disambut dengan sangat baik. Harapan kita bahwa #ATwitLovers dapat mengambil hal positif dari kisah @AnyakArmstong dan bersama-sama membangun Aceh lebih baik lagi #PositifkanAceh. (che)